Danau Chuzenji dikelilingi pegunungan dan permukaan danaunya sangat luas. Dipadukan dengan daun maple di tepi danau yang berubah merah dan kuning, seluruh pemandangannya tampak seperti sebuah lukisan lanskap yang indah. Menikmati daun maple sambil berjalan menyusuri tepi danau serta memandangi air danau yang jernih dan pegunungan di kejauhan benar-benar menenangkan. Saat angin sepoi-sepoi bertiup melintasi permukaan danau, terlihat kilauan air yang beriak. Benar-benar luar biasa indah!
Danau Chuzenji | Ulasan oleh Gina C
Ulasan Lain oleh Gina C
-
Otowa-san Kiyomizu-dera
Didirikan pada 778, kuil Buddha ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO pada 1994. Kompleks seluas 130.000 m² di lereng Gunung Otowa ini memiliki lebih dari 30 bangunan kuil dan monumen, termasuk yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional dan Properti Budaya Penting. Pemandangan Kiyomizu-dera yang berpadu dengan suasana setiap musim juga patut dinikmati: bunga sakura pada musim semi, dedaunan hijau pada musim panas, dedaunan berwarna-warni pada musim gugur, dan salju pada musim dingin.
Otowa-san Kiyomizu-dera adalah salah satu tempat wisata klasik yang wajib dikunjungi saat datang ke Kyoto! Kali ini saya sengaja datang pagi-pagi sekali. Ternyata bangun pagi memang ada manfaatnya karena pengunjung masih belum banyak, jadi tidak perlu berdesakan di tengah kerumunan. Saat berfoto juga tidak perlu terus menunggu orang lain menyingkir, sehingga bisa menikmati keindahan Kiyomizu-dera dengan santai. Secara keseluruhan, berkeliling pun terasa jauh lebih nyaman.
Dari panggung Kiyomizu, pemandangan Kota Kyoto terlihat jelas. Dipadukan dengan bangunan kuil yang bernuansa kuno, suasananya benar-benar terasa khas Kyoto. Namun, datang pagi-pagi juga memiliki sedikit kekurangan, yaitu hampir semua toko di sekitar belum mulai beroperasi. Tadinya saya ingin berjalan-jalan di Ninenzaka dan Sannenzaka untuk membeli oleh-oleh, tetapi akhirnya hanya bisa berfoto dan menikmati pemandangan terlebih dahulu.
-
-
Naha Kokusaidori Shopping Street
Naha Kokusaidori Shopping Street terletak di pusat Kota Naha dan merupakan salah satu jalan utama paling ikonis di Okinawa. Kawasan paling ramai di Kota Naha ini juga terkenal sebagai pusat perdagangan dan hiburan. Akrab disebut Kokusai-dori, kawasan ini mengusung konsep kawasan yang ramah bagi semua orang dan menyenangkan untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.
Saat berwisata ke Okinawa, pastikan meluangkan waktu untuk berjalan-jalan di Naha Kokusaidori Shopping Street! Tempat ini bisa dibilang sebagai salah satu jalan perbelanjaan paling ramai di Naha. Di sepanjang jalan terdapat berbagai toko oleh-oleh, toko obat dan kosmetik, restoran, serta toko-toko khas. Ada juga banyak produk eksklusif Okinawa yang bisa dicari dengan santai. Jalanannya sangat ramai pada siang dan sore hari, cocok untuk berjalan-jalan sambil mencari oleh-oleh yang ingin dibeli.
Namun, kali ini kami berkeliling sampai agak malam. Awalnya kami mengira masih bisa terus berbelanja dengan santai, tetapi ternyata banyak toko sudah tutup! Saat berjalan di jalan dan melihat satu demi satu toko telah menurunkan pintu besinya, barulah kami menyadari bahwa tidak semua toko di Okinawa buka sampai larut malam. Untungnya, pada akhirnya masih ada Don Quijote yang bisa dikunjungi. Di dalamnya tersedia makanan ringan, obat dan kosmetik, kebutuhan sehari-hari, serta berbagai produk Jepang. Benar-benar tempat yang bagus untuk membeli persediaan terakhir sebelum perjalanan berakhir!
Jika seperti saya suka berbelanja dan membeli oleh-oleh pada malam hari, sebaiknya datang ke Kokusai-dori lebih awal agar tidak melewatkan toko yang ingin dikunjungi. Jika baru berbelanja hingga larut malam, pilihan tempat yang masih buka akan jauh lebih sedikit! Namun, Don Quijote memang membuat orang bisa berbelanja sampai saat terakhir dan tetap tidak tahan ingin membeli beberapa barang lagi. Rupanya saat berwisata ke Jepang, agenda belanja memang tidak pernah benar-benar berakhir!
-
-
Taman Kastel Kanazawa
Taman luas yang ditata di bekas kastel kediaman keluarga Maeda, penguasa Domain Kaga, sejak Maeda Toshiie menempatinya pada 1583 hingga awal era Meiji. Selain Gerbang Ishikawa-mon dan Sanjukken Nagaya yang masih mempertahankan wujudnya sejak zaman Edo, Gerbang Kahoku-mon, Parit Imori, Taman Gyokusen'inmaru, dan berbagai bagian lainnya dipugar satu demi satu sehingga wajah kastel pada masa lalu perlahan kembali terlihat. Dinding batunya juga menarik untuk diperhatikan karena memperlihatkan pengaruh filosofi yin-yang dan lima unsur, seperti penangkal pengaruh buruk dari arah timur laut serta batu berbentuk tempurung kura-kura.
Tempat ini dahulu merupakan kastel kediaman keluarga Maeda dari Domain Kaga. Tempat ini memiliki sejarah panjang dan juga menjadi salah satu objek wisata yang sangat mewakili Kanazawa. Begitu memasuki taman, nuansa sejarah Jepang yang kental langsung terasa, seolah-olah menembus ruang dan waktu lalu kembali ke zaman samurai dahulu.
Hal yang paling menarik dari Taman Kastel Kanazawa adalah bangunan kastelnya yang megah, dindingnya yang putih bersih, serta dinding batu yang penuh nuansa sejarah. Di dalam area taman dapat dilihat bangunan-bangunan yang telah dipugar, seperti Hishi Yagura, Gojukken Nagaya, dan Gerbang Hashizume. Gaya kastel tradisional Jepangnya sangat khas dan setiap sudut sangat cocok untuk berfoto!
-







