Setelah berjalan-jalan di Nakanoshima, oasis hijau di tengah kota Osaka,
sangat direkomendasikan untuk datang ke
Osaka Dojimahama Tower yang terletak di Kita-ku, Osaka. Gedung ini merupakan kompleks yang memadukan perkantoran, hotel, dan fasilitas komersial. Daya tarik utama menara ini adalah ruang observasi gratis “WowUs” (ワオアス) di lantai 16. Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan kota yang indah di sekitar Dojima, Nakanoshima, dan Midosuji.
Ruang observasi gratis “WowUs”
Pemandangan: Dari dek observasi di lantai 16, pengunjung dapat menikmati panorama kota terbuka 180 derajat yang mencakup Sungai Dojima, Taman Nakanoshima, dan Midosuji. Arus lalu lintas yang sibuk dan pemandangan tepi sungai dapat terlihat dengan jelas.
Fasilitas: Dek observasi dilengkapi jendela besar dari lantai hingga langit-langit, area duduk berlantai kayu, serta kafe kecil. Suasananya nyaman dan cocok untuk beristirahat di sela-sela berbelanja atau berwisata.
Transportasi: Aksesnya mudah, hanya 2 menit berjalan kaki dari Stasiun Oebashi di Keihan Nakanoshima Line, atau 4 menit berjalan kaki dari Stasiun Yodoyabashi yang dilayani Osaka Metro dan Keihan Railway.
Jam buka: Buka setiap hari pukul 09.00 hingga 21.00, masuk gratis.
Keistimewaan bangunan lainnya
Fasilitas kompleks: Lantai 17 hingga 31 gedung ini ditempati CANDEO HOTELS OSAKA THE TOWER.
Lingkungan sekitar: Proyek pengembangan Osaka Dojimahama Tower juga mencakup penataan ulang Taman Dojima dan integrasi Dermaga Dojimahama, sehingga kawasan tepi sungai di sekitarnya menjadi lebih mudah diakses dan lebih nyaman.
Nakanoshima | Ulasan oleh Norton Liang
Ulasan Lain oleh Norton Liang
-
Kastel Himeji
Kastel ternama yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia. Menara utamanya dibangun oleh Ikeda Terumasa pada awal zaman Edo, dengan lima tingkat atap di bagian luar, enam lantai di atas tanah, dan satu lantai bawah tanah. Menara ini merupakan yang terbesar di antara menara utama kastel dari zaman Edo yang masih berdiri. Kastel ini juga memiliki tata pertahanan sogamae, yaitu kawasan kota di sekitar kastel turut dikelilingi parit. Luasnya cukup untuk menampung seluruh pusat Kota Himeji saat ini. Konon, parit terluarnya dahulu berada di sekitar lokasi Stasiun Himeji sekarang.
Dinding putih bersih, bagaikan bangau putih yang hendak terbang. Kastel Himeji yang merupakan warisan budaya ini benar-benar penuh pesona bak negeri dongeng〜
Reputasinya memang bukan isapan jempol. -
-
Nebuta Museum WA-RASSE
WA-RASSE adalah museum modern berwarna merah menyala yang tampak mencolok, hanya beberapa langkah dari Stasiun Aomori. Museum ini dibuka pada 2011 untuk melestarikan dan meneruskan tradisi Festival Aomori Nebuta yang digelar setiap 2-7 Agustus. Daya tarik utamanya adalah pameran nebuta yang pernah diarak dalam festival tersebut.
Nebuta House WA-RASSE (ねぶたの家 ワ・ラッセ) adalah museum wisata terkenal yang terletak di kawasan Pelabuhan Aomori, Jepang. Museum ini secara khusus memamerkan Festival Aomori Nebuta, salah satu dari tiga festival terbesar di wilayah Tohoku, Jepang.
Begitu tiba di Stasiun Aomori (Pelabuhan Aomori), langsung dibuat
terpukau oleh arsitektur gedung yang bagian luarnya diselubungi kisi-kisi baja merah tua, sangat modern dan mudah dikenali! Sangat menarik perhatian! Bagian dalamnya juga layak dijelajahi!Di sini, kendaraan hias lentera nebuta raksasa yang pernah tampil dalam festival sesungguhnya dipamerkan sepanjang tahun. Dengan demikian, wisatawan yang melewatkan festival pada 2 hingga 7 Agustus tetap dapat merasakan kemegahan dan semarak festival secara mendalam sepanjang tahun.
-
-
Taman Kastel Kanazawa
Taman luas yang ditata di bekas kastel kediaman keluarga Maeda, penguasa Domain Kaga, sejak Maeda Toshiie menempatinya pada 1583 hingga awal era Meiji. Selain Gerbang Ishikawa-mon dan Sanjukken Nagaya yang masih mempertahankan wujudnya sejak zaman Edo, Gerbang Kahoku-mon, Parit Imori, Taman Gyokusen'inmaru, dan berbagai bagian lainnya dipugar satu demi satu sehingga wajah kastel pada masa lalu perlahan kembali terlihat. Dinding batunya juga menarik untuk diperhatikan karena memperlihatkan pengaruh filosofi yin-yang dan lima unsur, seperti penangkal pengaruh buruk dari arah timur laut serta batu berbentuk tempurung kura-kura.
Taman Kastel Kanazawa
Pada tahun Tensho 11 (1583), Maeda Toshiie mulai menempati Kastel Kanazawa, dan setelah itu pembangunan kastel secara resmi dimulai. Konon, Toshiie mengundang Takayama Ukon, daimyo Kristen terkenal, untuk mengarahkan pekerjaan pembangunan kastel. Pemindahan gerbang utama dari Nishichoguchi ke Osakaguchi juga kira-kira dilakukan pada masa ini. Namun, saat itu terdapat kediaman para pejabat senior di dalam kastel sehingga kawasan kastelnya sendiri tidak terlalu luas. Setelah menara utama terbakar akibat sambaran petir pada tahun Keicho 7 (1602), menara tersebut tidak dibangun kembali. Setelah itu, menara pengawas tiga tingkat dibangun di Honmaru, sedangkan istana dibangun di Ninomaru.
Setelah kebakaran pada tahun Kan'ei 8 (1631), struktur kastel berubah karena perluasan Ninomaru, pengaliran kanal Tatsumi, dan pekerjaan lainnya. Kediaman para samurai juga dipindahkan ke luar kastel. Setelah itu, parit dalam digali dan tanah hasil galiannya digunakan untuk menata setiap kuruwa atau kawasan pertahanan.
Kebakaran pada tahun Horeki 9 (1759) membakar hampir seluruh kastel. Dalam pembangunan kembali setelahnya, fungsi praktis lebih diutamakan dan penataan berpusat pada Ninomaru, tanpa membangun kembali menara pengawas di Honmaru. Saikusho atau bengkel kecil juga dipindahkan dari Shinmaru ke Dogata pada masa ini. Gerbang Ishikawa yang masih ada sekarang kemudian dibangun kembali pada tahun Tenmei 8 (1788).
Menara Hishi, Gojikken Nagaya, dan menara penghubung Gerbang Hashizume yang dipugar pada tahun Heisei 13 (2001) merupakan rekonstruksi bangunan yang dahulu dibangun kembali setelah kebakaran Ninomaru pada tahun Bunka 5 (1808), lalu kembali terbakar dalam kebakaran tahun Meiji 14 (1881). Pemugaran tersebut menghadirkan kembali pemandangan dari zaman Ansei. -







































