Yokohama Red Brick Warehouse
Dari zaman Meiji hingga Taisho, gudang bata merah ini beroperasi sebagai gudang berteknologi mutakhir yang menjadi kebanggaan Jepang di mata dunia. Kini, dua bangunan gudang yang tetap mempertahankan nuansa masa lalunya ini menjadi destinasi budaya dan belanja, dengan berbagai toko, restoran, aula serbaguna, dan fasilitas lainnya.
Dalam perjalanan menuju Yokohama Red Brick Warehouse, saya kebetulan melewati jalur taman di sebelahnya.
Hari itu matahari tidak terlalu terik dan ada sedikit angin, sangat cocok untuk berjalan-jalan di tepi pelabuhan. Hamparan bunga kecil berwarna ungu dan pepohonan hijau di depan mata bergoyang perlahan tertiup angin. Di balik bunga dan tanaman itu terlihat bangunan bata merah tua yang berdiri dengan tenang. Pemandangan dari sudut ini ternyata sangat nyaman dilihat dan memiliki lapisan visual yang sangat bagus.
Dibandingkan dengan suasana pasar ramai yang langsung terasa ketika tiba di pintu depan gudang, saya justru lebih menyukai jalur ini. Di sini tidak terlalu terasa keramaian dan kebisingan yang biasa ada di tempat wisata. Udara dipenuhi aroma samar tumbuhan dan embusan angin laut. Sambil menikmati angin dan berjalan perlahan di atas jalan berbatu, saya melihat bangunan berusia seratus tahun berpadu dengan bunga dan tanaman yang sedang bermekaran. Ada suasana santai yang membuat tubuh rileks secara alami.
Berjalan-jalan di Yokohama memang selalu seperti ini. Tidak harus terburu-buru pergi ke suatu tempat untuk berfoto. Sudut-sudut kecil yang ditemukan secara kebetulan di perjalanan seperti ini saja sudah cukup membuat orang ingin berhenti lebih lama dan memandanginya cukup lama.













