Kuil Shinto Yahiko

Terverifikasi [Terverifikasi] menandakan informasi yang dipublikasikan setelah dikonfirmasi oleh pihak terkait.

Kuil Shinto Yahiko

Salah satu kuil Shinto tertua di Echigo, yang dikenal membawa berkah dalam urusan jodoh.

3.30 3

Terakhir diperbarui :
Diawasi oleh:  Kuil Shinto Yahiko

Kuil Shinto utama di Echigo ini memiliki sejarah lebih dari 2.400 tahun. Asal-usulnya konon bermula dari pembangunan tempat pemujaan setelah Ame-no-Kagoyama-no-Mikoto, cicit Amaterasu Omikami, dimakamkan di Gunung Yahiko seusai membuka wilayah Koshi. Kini namanya disebut “Yahiko” dan ditulis “弥彦”, tetapi dahulu ditulis “伊夜比古神社” dan disebut “Iyahiko”.
Sejarahnya begitu panjang hingga kuil ini diabadikan dalam antologi puisi Manyoshu, antara lain melalui sajak yang bermakna, “Iyahiko, engkau sungguh terasa suci; bahkan pada hari ketika awan biru membentang, gerimis pun turun.” Kuil ini menjadi tempat pemujaan bagi umat dari seluruh Jepang.

Deretan pohon tua berusia lebih dari 400 tahun tumbuh di kompleks kuil, menghadirkan suasana sakral yang kental. Aula pemujaan yang ada sekarang dibangun kembali pada 1916 berdasarkan rancangan Chuta Ito, arsitek yang juga merancang Kuil Shinto Meiji Jingu dan bangunan lainnya. Perlu diperhatikan, tata cara berdoa di sini adalah membungkuk dua kali, bertepuk tangan empat kali, lalu membungkuk sekali. Tata cara ini berbeda dari kuil Shinto lainnya.

Di puncak Gunung Yahiko terdapat tempat pemujaan suci tempat Ame-no-Kagoyama-no-Mikoto dan istrinya dipuja, yang populer sebagai tempat memohon jodoh. Gunung Yahiko memiliki ketinggian 634 m, tetapi puncaknya juga dapat dicapai dari kaki gunung dengan kereta gantung. Gerbang torii raksasa yang menjulang di tengah persawahan sejauh 3 km dari gunung ini juga tampak indah.

Poin Utama

  • Tata cara berdoanya adalah membungkuk dua kali, bertepuk tangan empat kali, lalu membungkuk sekali.
  • Gerbang torii raksasa yang berjarak 3 km dari Gunung Yahiko juga layak dilihat.
  • Kawasan permukiman di depan kuil yang penuh pesona terkenal dengan kare mame, camilan kacang berbumbu kari.
  • Di puncak Gunung Yahiko terdapat tempat pemujaan suci yang terkenal sebagai tempat memohon jodoh.
  • Setiap 25 Juli diadakan Toro Shinji, salah satu dari tiga festival lentera terbesar di Jepang.
  • Stasiun kereta gantung Gunung Yahiko dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit melalui jalan di belakang kuil.

Foto

  • Aula pemujaan Kuil Shinto Yahiko dengan latar Gunung Yahiko

    Aula pemujaan Kuil Shinto Yahiko dengan latar Gunung Yahiko

  • Aula pemujaan yang diselimuti kabut, menghadirkan suasana agung

    Aula pemujaan yang diselimuti kabut, menghadirkan suasana agung

  • Pemandangan Gunung Yahiko yang sakral melalui gerbang torii

    Pemandangan Gunung Yahiko yang sakral melalui gerbang torii

  • Festival Krisan pada November menjadi ciri khas musim gugur di Kuil Shinto Yahiko

    Festival Krisan pada November menjadi ciri khas musim gugur di Kuil Shinto Yahiko

  • Jembatan Tama-no-hashi yang konon dilintasi para dewa

    Jembatan Tama-no-hashi yang konon dilintasi para dewa

  • Ritual Toro Shinji yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Rakyat Takbenda Penting Nasional

    Ritual Toro Shinji yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Rakyat Takbenda Penting Nasional

  • Aula pemujaan yang berselimut salju juga memiliki pesona tersendiri

    Aula pemujaan yang berselimut salju juga memiliki pesona tersendiri

  • Persembahan sake ternama dari Niigata, daerah yang terkenal sebagai penghasil sake

    Persembahan sake ternama dari Niigata, daerah yang terkenal sebagai penghasil sake

FAQ Resmi

FAQ ini telah diverifikasi dan dijawab langsung oleh masing-masing fasilitas.

Q

Apakah tersedia tempat parkir?

A

Ya. Tersedia tempat parkir untuk 1.000 mobil di sekitar kuil.

Q

Apakah tersedia goshuin, yaitu cap dan kaligrafi sebagai tanda kunjungan ke kuil?

A

Ya. Persembahan untuk mendapatkannya sebesar 500 yen.

Ulasan

3

Sebagian ulasan diterjemahkan oleh AI.

  • Melangkah masuk ke Kuil Shinto Yahiko terasa seolah memasuki kawasan suci.
    Begitu menginjakkan kaki di jalan menuju kuil, udara dingin dan segar langsung menyambut. Pepohonan tinggi berjajar di kedua sisi jalan, menghadirkan suasana tenang sekaligus khidmat.
    Saat melewati Gerbang Zuishin, aula pemujaan tampak bertumpang tindih dengan siluet Gunung Yahiko di belakangnya, membuat seluruh suasana terasa sangat sakral.

  • Area kuil terletak di ujung jalan menuju kuil yang dipenuhi deretan pohon tua berukuran besar. Saat berkeliling Niigata, tempat ini pasti ingin dikunjungi setidaknya sekali!!

Informasi

Nama dalam bahasa Jepang
彌彦神社
Kode pos
959-0393
Alamat
2887-2 Yahiko, Desa Yahiko, Kabupaten Nishikanbara, Prefektur Niigata
Telepon
0256-94-2001
Hari Libur
Buka setiap hari (gedung koleksi pusaka tutup setiap Senin; jika Senin merupakan hari libur nasional, tutup pada hari berikutnya. Gedung ini juga tutup selama Januari dan Februari)
Jam Buka
Dapat dikunjungi kapan saja (gedung koleksi pusaka buka pukul 09.00–16.00)
Harga
Tiket masuk gedung koleksi pusaka: dewasa 300 yen, pelajar SMA dan mahasiswa 200 yen, pelajar sekolah dasar dan SMP 100 yen
Akses
1) Sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Yahiko di Jalur JR Yahiko
2) Sekitar 30 menit dengan mobil dari Sanjo-Tsubame IC atau Maki-Katahigashi IC di Jalan Tol Hokuriku
Kartu Kredit
Tidak dapat digunakan
Situs Resmi
Situs resmi
Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa