Semua Ulasan tentang Pulau Chikubushima

3.25 3

Menampilkan 1–3 dari 3

  • Ada tempat-tempat yang daya tariknya bukan hanya pemandangan, tetapi juga kekuatan untuk menjauhkan diri dari hiruk pikuk dan menenangkan hati.

    Kali ini saya datang ke Prefektur Shiga, Jepang, lalu menaiki kapal wisata menuju Pulau Chikubushima di Danau Biwa. Saat kapal perlahan meninggalkan tepi danau, hamparan air yang luas berangsur-angsur terbentang di depan mata. Pulau kecil yang dikelilingi pegunungan dan air danau itu pun muncul dengan tenang dalam pandangan, diselimuti sedikit kesan misterius.

    Chikubushima dijuluki “Pulau Para Dewa” dan sejak dahulu menjadi tempat suci penting bagi kepercayaan di Jepang. Di pulau ini terdapat Kuil Buddha Hogonji dan Kuil Shinto Tsukubusuma yang memiliki sejarah panjang. Pemandangan kuil Buddha dan kuil Shinto yang berdampingan juga menceritakan sejarah perpaduan budaya keagamaan Jepang. Hogonji di pulau ini bahkan merupakan salah satu dari tiga tempat suci utama pemujaan Benzaiten di Jepang.

    Saat berjalan-jalan di pulau dan menaiki tangga batu menuju kuil Buddha serta kuil Shinto kuno, sekelilingnya dipenuhi kehijauan yang lebat. Udara seolah-olah mengandung ketenangan dan kekhidmatan tersendiri. Terutama bangunan Pusaka Nasional yang halus dan megah, membuat orang tidak tahan untuk memperlambat langkah dan mengamati jejak sejarah dengan saksama.

    Saat datang ke Kuil Shinto Tsukubusuma, jangan lewatkan pengalaman berdoa terkenal berupa “melempar kawarake”. Piring tanah liat kecil yang telah ditulisi harapan dilemparkan ke arah torii di kejauhan. Konon, jika piring itu berhasil melewati torii, berarti ada kesempatan bagi harapan tersebut untuk terwujud. Dibandingkan hasilnya, pengalaman ini lebih terasa seperti menitipkan harapan dalam hati kepada angin danau serta para dewa.

    Dalam perjalanan, kita selalu sibuk mengejar objek wisata berikutnya dan mengambil setiap foto. Namun, di Chikubushima justru lebih cocok berjalan dan melihat-lihat dengan tenang, membiarkan perasaan perlahan mengendap mengikuti air danau.

    Mungkin perjalanan bukan hanya tentang berapa banyak tempat yang pernah dikunjungi, tetapi tentang menemukan ketenangan milik diri sendiri pada suatu momen yang tidak disengaja.

  • Jika berkunjung ke Danau Biwa, sangat direkomendasikan naik kapal untuk berkeliling danau dan singgah di Pulau Chikubushima. Ada tiga tempat keberangkatan yang menawarkan perjalanan pulang-pergi langsung ke pulau, dan ada juga pilihan rute menyeberangi Danau Biwa. Jika jadwal memungkinkan, sebaiknya pilih rute menyeberang: naik kapal dari Pelabuhan Imazu di sisi kiri Danau Biwa menuju Pulau Chikubushima, lalu melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Nagahama di sisi kanan. Sepanjang perjalanan menyeberang, keindahan Danau Biwa yang tenang dapat dinikmati. Tentu saja, di Pulau Chikubushima terdapat kuil Shinto Chikubushima. Jangan lupa mencoba melempar piringan tanah liat bundar melewati gerbang torii agar permohonan dapat terkabul. Terakhir, sekalian nikmati bakpao daging sapi Omi di area pelabuhan. Waktu kunjungan di Pulau Chikubushima sekitar 1-1,5 jam. Pastikan memperhatikan jadwal keberangkatan kapal. Setelah kembali ke Pelabuhan Nagahama, jika masih ada waktu bisa sekalian mengunjungi Pasar Kurokabe.

  • 充滿神秘的島嶼,登上神社參拜,配合船班時間大概80分鐘停留,島不大時間很足夠。

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa