Saat datang ke Yokohama, jangan sampai melewatkan Yokohama Red Brick Warehouse yang penuh nuansa sejarah! Dua bangunan bata merah yang mempertahankan gaya zaman Meiji dan Taisho ini memiliki tampilan retro yang menawan. Foto apa pun yang diambil dengan santai terlihat seperti kartu pos yang dipenuhi romantisme bergaya Eropa.
Begitu masuk ke dalam gudang, suasananya benar-benar berbeda. Di dalamnya terdapat beragam produk kreatif, oleh-oleh lokal, dan restoran khas, seperti “shumai bata merah” edisi terbatas Kiyoken yang wajib dibeli serta panekuk brunch yang sangat populer. Tempat ini seru untuk dijelajahi dan makanannya juga enak. Selain berbelanja, tepat di luar gudang terdapat taman tepi laut yang luas. Setelah lelah berkeliling, bisa duduk di rerumputan, berjalan sambil menikmati angin laut, serta memandang Pelabuhan Yokohama yang indah dan kapal pesiar besar. Rasanya sangat santai.
Saya sangat menyarankan berkunjung menjelang senja. Ketika cahaya jingga menerangi dinding bata merah, dipadukan dengan pemandangan malam Minato Mirai yang memesona dan penuh keajaiban, suasananya seketika menjadi sangat romantis. Ini adalah tempat yang sempurna untuk berkencan dan menenangkan pikiran! Baik untuk merasakan kedalaman sejarah, menikmati makanan, maupun mengagumi pemandangan laut yang luar biasa, tempat ini membuat orang enggan beranjak.
Yokohama Red Brick Warehouse | Ulasan oleh 汪汪妮
Ulasan Lain oleh 汪汪妮
-
Mishima Skywalk
Dibuka pada 2015, jembatan gantung khusus pejalan kaki sepanjang 400 m ini merupakan yang terpanjang di Jepang. Jembatan ini membentang di kaki barat pegunungan Hakone, pada ketinggian sekitar 415 m di atas permukaan laut, dengan jarak 70 m ke dasar lembah. Dari atas jembatan, Anda dapat memandang Gunung Fuji, gunung tertinggi di Jepang, dan Teluk Suruga, teluk terdalam di Jepang. Tempat ini populer karena memungkinkan pengunjung menikmati tiga hal yang menyandang predikat paling unggul di Jepang sekaligus. Saat cuaca cerah, pandangan menjangkau pegunungan di Semenanjung Izu hingga kawasan perkotaan Mishima dan Numazu, menyuguhkan panorama yang menakjubkan.
Begitu melangkah ke “Mishima Skywalk”, jembatan gantung pejalan kaki terpanjang di Jepang, pemandangan indah yang luas tanpa sudut terhalang langsung menyambut. Saat berjalan di atas jembatan sepanjang 400 meter, angin sepoi-sepoi membuat jembatan sedikit bergoyang dan memberikan sensasi menegangkan. Namun, melihat megahnya Gunung Fuji dan birunya Teluk Suruga dari kejauhan benar-benar membuat rasa takut seketika terlupakan, menyisakan rasa haru yang mendalam.
Saat datang ke sini, jangan sampai melewatkan es krim lembut berwarna langit yang sangat populer, Sora Soft (そらソフト)! Es krim ini terinspirasi dari langit cerah dan lautan awan, dengan tampilan “biru langit” yang bak mimpi. Meskipun tampak seperti rasa mint atau rasa unik lainnya, sebenarnya es krim ini dibuat dari susu berkualitas tinggi dari peternakan di kaki Gunung Fuji. Aroma susunya kaya dan harum, teksturnya lembut, serta meninggalkan rasa segar. Dalam satu suapan, rasa susu yang pekat dan kesegaran berpadu di dalam mulut, terasa dingin dan tidak membuat enek. Bukan hanya lezat, es krim ini juga menjadi properti foto yang sempurna bersama jembatan gantung megah dan Gunung Fuji.
Ada gunung, air, dan makanan lezat. Tempat ini jelas merupakan objek wisata luar biasa untuk benar-benar merilekskan tubuh dan pikiran. -
-
Odori Park
Odori Park terletak di pusat Kota Sapporo. Taman ini dikelilingi sekitar 4.700 pohon dari 92 spesies, termasuk lilac dan elm Jepang, serta dilengkapi hamparan rumput dan air mancur untuk bersantai. Wisatawan dan warga setempat menyukainya sebagai tempat melepas penat di tengah kawasan perkantoran.
Saat datang ke Sapporo, Hokkaido, pada musim dingin, Odori Park seakan mengenakan pakaian musim dingin berwarna putih keperakan. Berjalan di dalam taman, udara dingin tetapi segar menerpa wajah. Salju putih menutupi permukaan tanah, membuat seluruh kota menampilkan suasana utara yang romantis dan tenang.
Hal yang paling dinantikan tentu saja kebetulan bertepatan dengan Festival Salju Sapporo. Odori Park yang biasanya luas berubah menjadi panggung es dan salju raksasa. Patung-patung salju dan es yang diukir dengan sangat teliti berdiri di tengah hamparan salju. Ada yang tampak megah dan ada yang memiliki detail sangat halus, sementara pencahayaan membuat semuanya terlihat semakin fantastis. Saat berjalan di antaranya pada malam hari, cahaya warna-warni terpantul pada es dan salju yang berkilauan. Bahkan cuaca dingin pun tidak mampu meredam suasana meriah di lokasi.
Sambil menikmati patung-patung salju yang spektakuler, terdengar pula suara berderak dari salju yang terinjak di bawah kaki. Semua yang terlihat dipenuhi pesona yang hanya ada pada musim dingin. Perjalanan ke Odori Park ini bukan sekadar menikmati pemandangan salju, tetapi terasa seperti memasuki pameran fantastis yang hanya muncul pada musim dingin.
-
-
Kuil Buddha Chuson-ji
Didirikan pada tahun 850, kuil Buddha ini memiliki lebih dari 3.000 benda yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional atau Properti Budaya Penting. Kuil ini juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia. Di baliknya tersimpan harapan mendalam untuk menenteramkan arwah semua orang yang gugur dalam peperangan berkepanjangan di Wilayah Tohoku, tanpa membedakan kawan maupun lawan, serta mewujudkan masyarakat yang damai.
Chuson-ji yang terletak di Hiraizumi, Prefektur Iwate, Jepang, merupakan salah satu situs bersejarah paling representatif di wilayah Tohoku sekaligus Situs Warisan Dunia terkenal di Jepang. Berjalan menyusuri jalan menuju kuil di antara pepohonan hijau yang rimbun, kemegahan kuil kuno berpadu dengan ketenangan alam dan menciptakan suasana unik, seolah membawa pengunjung memasuki sejarah selama seribu tahun.
Bagian yang paling dinantikan adalah “Konjikido”, yang dibuat dengan teknik mewah seperti pelapisan daun emas dan tatahan kulit kerang. Bangunan ini begitu indah dan berkilauan, serta menjadi pusaka budaya Chuson-ji yang paling berharga. Selain menikmati keindahan arsitekturnya, pengunjung juga dapat merasakan suasana zen dan ketenangan khas kuil Jepang di tengah pemandangan pegunungan dan hutan yang berubah mengikuti musim.
Saat datang ke Chuson-ji, sebaiknya perlambat langkah dan resapi jejak waktu yang terjalin dari pepohonan tua, tangga batu, dan bangunan kuil. Ini bukan sekadar perjalanan menikmati pemandangan, melainkan juga wisata budaya yang melintasi seribu tahun.
-










