• Dalam perjalanan menuju Yokohama Red Brick Warehouse, saya kebetulan melewati jalur taman di sebelahnya.
    Hari itu matahari tidak terlalu terik dan ada sedikit angin, sangat cocok untuk berjalan-jalan di tepi pelabuhan. Hamparan bunga kecil berwarna ungu dan pepohonan hijau di depan mata bergoyang perlahan tertiup angin. Di balik bunga dan tanaman itu terlihat bangunan bata merah tua yang berdiri dengan tenang. Pemandangan dari sudut ini ternyata sangat nyaman dilihat dan memiliki lapisan visual yang sangat bagus.
    Dibandingkan dengan suasana pasar ramai yang langsung terasa ketika tiba di pintu depan gudang, saya justru lebih menyukai jalur ini. Di sini tidak terlalu terasa keramaian dan kebisingan yang biasa ada di tempat wisata. Udara dipenuhi aroma samar tumbuhan dan embusan angin laut. Sambil menikmati angin dan berjalan perlahan di atas jalan berbatu, saya melihat bangunan berusia seratus tahun berpadu dengan bunga dan tanaman yang sedang bermekaran. Ada suasana santai yang membuat tubuh rileks secara alami.
    Berjalan-jalan di Yokohama memang selalu seperti ini. Tidak harus terburu-buru pergi ke suatu tempat untuk berfoto. Sudut-sudut kecil yang ditemukan secara kebetulan di perjalanan seperti ini saja sudah cukup membuat orang ingin berhenti lebih lama dan memandanginya cukup lama.

  • Saat datang ke Yokohama, jangan sampai melewatkan Yokohama Red Brick Warehouse yang penuh nuansa sejarah! Dua bangunan bata merah yang mempertahankan gaya zaman Meiji dan Taisho ini memiliki tampilan retro yang menawan. Foto apa pun yang diambil dengan santai terlihat seperti kartu pos yang dipenuhi romantisme bergaya Eropa.
    Begitu masuk ke dalam gudang, suasananya benar-benar berbeda. Di dalamnya terdapat beragam produk kreatif, oleh-oleh lokal, dan restoran khas, seperti “shumai bata merah” edisi terbatas Kiyoken yang wajib dibeli serta panekuk brunch yang sangat populer. Tempat ini seru untuk dijelajahi dan makanannya juga enak. Selain berbelanja, tepat di luar gudang terdapat taman tepi laut yang luas. Setelah lelah berkeliling, bisa duduk di rerumputan, berjalan sambil menikmati angin laut, serta memandang Pelabuhan Yokohama yang indah dan kapal pesiar besar. Rasanya sangat santai.
    Saya sangat menyarankan berkunjung menjelang senja. Ketika cahaya jingga menerangi dinding bata merah, dipadukan dengan pemandangan malam Minato Mirai yang memesona dan penuh keajaiban, suasananya seketika menjadi sangat romantis. Ini adalah tempat yang sempurna untuk berkencan dan menenangkan pikiran! Baik untuk merasakan kedalaman sejarah, menikmati makanan, maupun mengagumi pemandangan laut yang luar biasa, tempat ini membuat orang enggan beranjak.

  • Saat berwisata ke Yokohama, Yokohama Red Brick Warehouse hampir menjadi destinasi klasik yang tidak boleh dilewatkan. Bangunan bata merahnya memiliki nuansa asing yang sangat kuat. Di dalam kompleks gudang terdapat banyak restoran unik, kafe, dan toko kecil bergaya kreatif. Kita bisa berbelanja dan menikmati makanan, serta sering kali menjumpai pameran dan acara musiman. Tampilan bangunannya klasik dan di sekitarnya terdapat pemandangan pelabuhan. Pada siang hari tempat ini cocok untuk berjalan-jalan santai, sedangkan setelah lampu dinyalakan pada malam hari suasananya menjadi semakin romantis.

  • Akhirnya saya mengunjungi Yokohama Red Brick Warehouse, salah satu tempat wisata klasik di Yokohama! Bangunan bata merah yang penuh nuansa sejarah ini kini menjadi pusat budaya, perbelanjaan, dan kuliner. Perpaduan bangunan tua dengan pemandangan pelabuhan selalu tampak berkesan dari sudut mana pun dipotret.

    Setelah naik kereta gantung Yokohama, tempat ini bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Berjalan santai sambil melihat pemandangan pelabuhan di sepanjang jalan sebenarnya cukup nyaman. Namun, saat berkunjung kali ini, saya mendapati bahwa cukup banyak toko di Gedung No. 1 sudah tutup, sehingga suasananya terasa lebih sepi. Jika ingin berbelanja dan melihat-lihat toko unik, sebaiknya langsung menuju Gedung No. 2! Di dalamnya terdapat cukup banyak toko bernuansa kreatif, barang-barang unik, dan produk khas Yokohama. Oleh-oleh juga bisa dibeli sekaligus di sana.

    Red Brick Warehouse bukan tempat wisata yang “harus dijelajahi dalam waktu lama”, tetapi suasana di sekitarnya benar-benar luar biasa〜
    Menikmati angin laut, berfoto, melihat-lihat toko kecil, lalu mencari tempat untuk makan, inilah ritme santai perjalanan di Yokohama!

  • Yokohama Red Brick Warehouse adalah destinasi populer yang sama sekali tidak boleh dilewatkan saat datang ke Yokohama. Tempat ini dipenuhi bangunan bersejarah bergaya retro dan nuansa pelabuhan. Di dalamnya terdapat banyak restoran khas, toko produk kreatif, dan toko oleh-oleh yang dapat dijelajahi dengan santai. Tanpa terasa, beberapa jam bisa berlalu begitu saja. Saat kunjungan kali ini kebetulan sedang berlangsung festival bir yang meriah. Banyak wisatawan berkumpul dan suasananya penuh kegembiraan. Menikmati makanan sambil memandang keindahan pelabuhan terasa santai pada siang hari dan romantis pada malam hari. Tempat ini sangat layak dimasukkan dalam rencana wisata mandiri di Yokohama.

  • Saya sangat menyukai tempat untuk menikmati pemandangan laut ini. Saya tidak terlalu tertarik dengan suvenirnya, tetapi ada banyak restoran dan kedai kopi untuk makan dan beristirahat. Sebaiknya datang pada sore hari dan tinggal sampai malam, sehingga bisa merasakan suasana yang berbeda pada siang dan malam hari!

  • 和北海道函館金森倉庫一樣由港口倉庫改建,晚上點燃燈火後更漂亮氣氛超好!

  • 具有歷史的外觀建築保存的很好,裡面商場都是賣一些文創小商品,是橫濱熱門的旅遊景點。

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa