Kuil Shinto Atsuta Jingu

Terverifikasi [Terverifikasi] menandakan informasi yang dipublikasikan setelah dikonfirmasi oleh pihak terkait.

Kuil Shinto Atsuta Jingu

Kuil Shinto yang menyemayamkan pedang suci yang disebut dalam Kojiki dan Nihon Shoki.

3.60 13

Terakhir diperbarui :
Diawasi oleh:  Kuil Shinto Atsuta Jingu

Kuil ini konon bermula sekitar 1.900 tahun lalu ketika pedang suci Kusanagi disemayamkan di sini. Pedang ini merupakan salah satu dari Tiga Pusaka Suci, yaitu tiga jenis pusaka yang dianugerahkan oleh Amaterasu Omikami dalam mitologi Jepang dan diwariskan sebagai lambang takhta kaisar.

Selain kuil utama, terdapat total 45 kuil yang terdiri atas kuil terpisah serta kuil-kuil pendamping berstatus sessha dan massha. Di antaranya adalah Kuil Shinto Kamichikama, tempat ema, papan kayu bertuliskan doa, dipersembahkan untuk memohon kelulusan ujian dan keberhasilan dalam pendidikan, serta Kuil Shinto Kusunomimaesha, yang dipuja oleh para perempuan sebagai tempat bersemayamnya dewa pelindung persalinan yang aman.
Kuil ini juga dikenal sebagai tempat yang sangat dihormati para panglima pada zaman Sengoku. Oda Nobunaga, misalnya, datang untuk berdoa memohon kemenangan sebelum Pertempuran Okehazama. Sebagai ungkapan syukur atas kemenangannya dalam pertempuran tersebut, Nobunaga mempersembahkan tembok tanah yang hingga kini masih berdiri di depan kuil utama.

Museum Harta Pusaka yang menyimpan banyak warisan budaya dan dokumen berharga juga menjadi salah satu daya tariknya. Museum ini memiliki koleksi pedang yang sangat banyak, termasuk pedang Rai Kunitoshi yang berstatus Pusaka Nasional. Koleksi lebih dari 6.000 benda warisan budaya, termasuk topeng yang digunakan dalam ritual bugaku, dipamerkan secara bergilir setiap bulan (hubungi museum untuk mengetahui koleksi yang sedang dipamerkan).

Pada Oktober 2021, fasilitas pameran pedang baru bernama Tsurugi no Hoko Kusanagikan dibuka. Sekitar 450 bilah pedang pusaka dipamerkan di sini, mulai dari pedang berstatus Pusaka Nasional dan Properti Budaya Penting hingga pedang berharga yang sejak dahulu dipersembahkan kepada para dewa dengan iringan doa.

Pada Juli 2021, area di sekitar Kolam Minami Shinchi ditata menjadi Kusanagi Hiroba. Di sini terdapat tempat makan yang menyajikan kishimen, hidangan mi khas Nagoya, serta fasilitas lain yang menjadikannya tempat bagi para pengunjung untuk beristirahat dengan nyaman.

Poin Utama

  • Menyemayamkan pedang suci Kusanagi, salah satu dari Tiga Pusaka Suci.
  • Memiliki banyak koleksi pedang berharga. Museum Harta Pusaka dan Tsurugi no Hoko Kusanagikan juga layak dikunjungi.
  • Sangat dihormati oleh para panglima zaman Sengoku, termasuk Oda Nobunaga.
  • Berjalan-jalan di area kuil yang luas dan hijau saja sudah terasa menyegarkan.

Foto

  • Balai doa kuil utama

    Balai doa kuil utama

  • Jalan menuju kuil yang terasa menyegarkan meski hanya dilalui dengan berjalan kaki

    Jalan menuju kuil yang terasa menyegarkan meski hanya dilalui dengan berjalan kaki

  • Tembok tanah yang dipersembahkan Oda Nobunaga sebagai ungkapan syukur atas kemenangannya dalam Pertempuran Okehazama

    Tembok tanah yang dipersembahkan Oda Nobunaga sebagai ungkapan syukur atas kemenangannya dalam Pertempuran Okehazama

  • Pohon kamper besar setinggi sekitar 20 m

    Pohon kamper besar setinggi sekitar 20 m

  • Museum Harta Pusaka yang memamerkan banyak warisan budaya dan dokumen berharga

    Museum Harta Pusaka yang memamerkan banyak warisan budaya dan dokumen berharga

  • Tsurugi no Hoko Kusanagikan yang dibuka pada Oktober 2021

    Tsurugi no Hoko Kusanagikan yang dibuka pada Oktober 2021

Ulasan

13

Sebagian ulasan diterjemahkan oleh AI.

  • Atsuta Jingu, salah satu dari tiga kuil Shinto utama di Jepang, menyemayamkan Pedang Kusanagi, salah satu dari tiga pedang suci. Di dalam kompleks kuil terdapat pohon-pohon kamper tua. Areanya luas dan tenang, serta menjadi tempat yang pasti dikunjungi banyak orang saat datang ke Nagoya. Tempat ini terasa penuh energi. Saya menyarankan berkunjung saat Festival Atsuta, ketika kompleks kuil seketika menjadi meriah. Ada makanan dari kios-kios, pertunjukan taiko, sumo, dan kendo, serta warga dan wisatawan yang datang mengenakan yukata. Tentu saja ada kendaraan hias lentera, dan pada malam hari persembahan kembang api menerangi langit. Datanglah pada awal Juni untuk merasakan awal musim panas, ketika Atsuta Jingu berubah dari tempat yang khidmat dan tenang menjadi perayaan besar yang semarak. Sangat layak dikunjungi pada waktu ini, dijamin sepadan dan memberikan pengalaman kunjungan ke kuil Shinto yang berbeda.

  • Atsuta Jingu yang memiliki sejarah lebih dari 1.900 tahun merupakan salah satu kuil Shinto yang sangat penting di Jepang. Konon, di sini disemayamkan Kusanagi no Tsurugi, salah satu dari Tiga Pusaka Suci Kekaisaran Jepang, yang juga tercatat dalam Kojiki dan Nihon Shoki.

    Begitu memasuki kawasan kuil, hal yang paling saya sukai adalah suasananya yang benar-benar berbeda dari pusat kota. Pepohonan tua menjulang tinggi dan kehijauan memenuhi area, membuat seluruh taman kuil terasa tenang sekaligus khidmat. Berjalan di dalamnya membuat langkah melambat secara alami dan hati menjadi lebih tenang.

    Tempat ini juga merupakan salah satu lokasi paling representatif di Nagoya yang dipercaya memiliki energi spiritual. Selain beribadah dan berdoa, tempat ini juga sangat cocok untuk berjalan-jalan sambil merasakan sejarah serta budaya kuil Shinto Jepang.

  • Atsuta Jingu terletak di Nagoya dan memiliki sejarah ribuan tahun. Kuil ini merupakan salah satu kuil Shinto penting dengan kedudukan tinggi di Jepang dan terkenal karena menyemayamkan “Pedang Kusanagi”, salah satu dari Tiga Pusaka Suci. Di dalam kompleksnya terdapat pepohonan tua yang menjulang tinggi, dengan suasana sunyi dan khidmat. Tempat ini merupakan situs suci penting bagi masyarakat Jepang untuk beribadah.

    Saat berkunjung, jika kebetulan bertemu “ayam suci” yang berjalan santai di jalur hutan, jangan lupa memberikan penghormatan dengan menatapnya, karena ayam-ayam itu dianggap sebagai utusan dewa yang dapat membawa keberuntungan bagi orang yang menjumpainya.

    Setelah beribadah, jangan lewatkan kesempatan menikmati udon khas yang lembut sekaligus kenyal dan makanan manis tradisional di kedai teh yang dikelilingi pepohonan rindang di dalam kompleks. Selain itu, tempat ini juga merupakan salah satu tempat asal “inu hariko”, jimat keberuntungan berbentuk anjing. Pilihlah inu hariko yang menggemaskan untuk dibawa pulang. Tidak hanya dipercaya mengusir keburukan dan bencana, tetapi juga menjaga rumah dan keselamatan seluruh keluarga.

  • Atsuta Jingu adalah kuil Shinto yang sangat terkenal di Nagoya. Begitu memasuki jalan menuju kuil, suasana tenang dan khidmat langsung terasa. Pepohonan tinggi membuat orang seolah berada di tengah hutan. Saat berjalan santai dan beribadah, pikiran pun ikut menjadi tenang, sangat kontras dengan keramaian pusat kota. Setelah beribadah, pengunjung juga dapat mencicipi kuliner khas di dalam kompleks atau sekitarnya, seperti hidangan nasi belut yang terkenal, sehingga perjalanan terasa semakin lengkap.

  • Kuil Shinto Atsuta Jingu adalah salah satu destinasi klasik yang wajib dikunjungi saat berwisata ke Nagoya. Tempat ini memiliki sejarah panjang serta suasana yang khidmat dan tenang. Begitu memasuki kompleks kuil, pepohonan tua yang menjulang tinggi mengelilingi area dan menghadirkan nuansa Jepang yang sangat terasa. Setiap musim menawarkan pemandangan berbeda: kehijauan yang rimbun pada musim semi, suasana penuh kehidupan pada musim panas, daun maple yang memesona pada musim gugur, dan nuansa yang semakin khidmat pada musim dingin. Kapan pun berkunjung, tempat ini layak dinikmati secara perlahan.

Informasi

Nama dalam bahasa Jepang
熱田神宮
Kode pos
456-8585
Alamat
1-1-1 Jingu, Distrik Atsuta, Kota Nagoya, Prefektur Aichi
Telepon
052-671-4151
Hari Libur
Tidak ada (Museum Harta Pusaka tutup pada Rabu terakhir setiap bulan dan sehari sesudahnya)
Jam Buka
Dapat berkunjung kapan saja (Museum Harta Pusaka buka pukul 09.00–16.30)
Harga
Kunjungan ke kuil gratis. Tiket masuk Museum Harta Pusaka: dewasa 500 yen, siswa sekolah dasar dan SMP 200 yen (harga tiket dapat berubah saat pameran khusus atau pameran tematik berlangsung)
Akses
1) Sekitar 3 menit berjalan kaki dari Stasiun Jingumae di jalur Meitetsu
2) Sekitar 7 menit berjalan kaki dari Stasiun Atsuta Jingu Nishi di jaringan kereta api bawah tanah Kota Nagoya
3) Sekitar 7 menit berjalan kaki dari Stasiun Atsuta Jingu Temmacho di jaringan kereta api bawah tanah Kota Nagoya
Kartu Kredit
Tidak diterima
Situs Resmi
Situs resmi
Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa