
19 Tempat Wisata Populer yang Wajib Dikunjungi Saat Pertama Kali ke Osaka
Osaka merupakan kota besar setelah Tokyo sekaligus destinasi wisata populer.
Tempat wisatanya sangat beragam, mulai dari Dotonbori dan Shinsekai yang menghadirkan suasana serta budaya khas Osaka, taman hiburan Universal Studios Japan yang terkenal di seluruh Jepang, hingga Kastel Osaka yang dibangun oleh Toyotomi Hideyoshi. Anda juga bisa menikmati aneka kuliner khas, seperti takoyaki, bola-bola adonan berisi gurita, dan okonomiyaki, panekuk gurih khas Jepang.
Bagi Anda yang masih bingung merencanakan perjalanan ke Osaka, artikel ini menyajikan informasi lengkap untuk menikmati kota yang kaya daya tarik ini, terutama tempat wisata, tempat makan, dan oleh-oleh yang menjadi pilihan klasik.
Seperti Apa Osaka?
Prefektur Osaka terletak hampir di tengah Pulau Honshu dan termasuk wilayah Kansai, yang juga disebut Kinki.
Kota Osaka, pusat perekonomian prefektur ini sekaligus lokasi berbagai tempat wisata, termasuk salah satu dari tiga kota besar Jepang bersama Tokyo dan Nagoya.
Osaka memiliki sejarah panjang. Sekitar abad ke-5, kawasan ini sudah menjadi pusat ekonomi dan politik Jepang.
Di dalam Kota Osaka juga masih terdapat peninggalan istana kekaisaran yang disebut sebagai yang tertua di Jepang.
Meski ibu kota berpindah ke Kyoto dan Nara, Osaka terus berkembang sebagai kota kedua. Pada 1583, Toyotomi Hideyoshi, tokoh yang menyatukan Jepang, membangun Kastel Osaka.
Pada zaman Edo (1603–1868), Osaka dijuluki “dapur negeri” karena menopang pasokan pangan Jepang, dan terus berkembang sebagai kota pada masa-masa berikutnya.
Sejarah perkotaannya yang panjang meninggalkan banyak kuil Shinto, kuil Buddha, serta situs bersejarah, sekaligus membentuk daya tarik, budaya, dan suasana khas Osaka.
Osaka terutama terkenal sebagai kota kuidaore, ungkapan yang menggambarkan kegemaran makan sampai rela menghabiskan uang.
Sejak dahulu ada ungkapan, “Orang Kyoto menghabiskan uang untuk pakaian, orang Osaka untuk makanan.” Ungkapan ini mencerminkan betapa pentingnya makanan bagi masyarakat Osaka.
Dari budaya tersebut lahirlah berbagai hidangan di Osaka, seperti omurice, yaitu nasi berbalut telur dadar, yakiniku atau daging panggang, serta sukiyaki.
Hingga kini, kuliner Osaka terus memikat banyak orang.
Osaka juga merupakan kota hiburan, terutama terkenal dengan budaya komedinya. Berbagai pengalaman bisa dinikmati, dari seni pertunjukan tradisional hingga hiburan terkini.
Selain mengunjungi tempat wisatanya yang menarik, nikmati pula budaya dan suasana yang hanya bisa ditemukan di Osaka.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Osaka?
Dengan beragam tempat wisata serta suhu yang tidak terlalu ekstrem, baik panas maupun dingin, Osaka dapat dinikmati sepanjang tahun. Tentukan musim kunjungan sesuai acara yang ingin Anda nikmati, misalnya musim semi untuk melihat sakura atau musim panas untuk mengikuti festival musim panas Osaka.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Osaka
- Musim semi (Maret–Mei): jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): pakaian berbahan tipis dan berlengan pendek
- Musim gugur (September–November): jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Osaka?
Selain Stasiun Shin-Osaka yang dilayani kereta cepat Shinkansen, Osaka memiliki Bandara Internasional Kansai dan Bandara Internasional Osaka sehingga mudah dijangkau dari berbagai daerah.
Osaka juga dapat dicapai dalam waktu kurang dari 1 jam dari Kyoto dan Nara, dua destinasi wisata populer lainnya di Kansai.
- Dari Tokyo
- Sekitar 2 jam 30 menit dengan Shinkansen
- Dari Nagoya
- Sekitar 2 jam 20 menit dengan kereta ekspres terbatas
- Dari Kyoto
- Sekitar 30 menit dengan berganti dari Shinkansen ke kereta jalur reguler
- Dari Nara
- Sekitar 50 menit dengan kereta ekspres terbatas di jalur reguler
- Dari Fukuoka
- Sekitar 1 jam 20 menit dengan pesawat
Transportasi Utama untuk Berwisata di Osaka
Ada berbagai pilihan transportasi, tetapi kereta merupakan sarana utama untuk berkeliling.
Khususnya di Kota Osaka, banyaknya stasiun dan jalur kereta membuat perjalanan antartempat cukup mudah.
Namun, banyaknya pilihan ini juga kerap membingungkan.
Agar perjalanan wisata di Osaka lebih lancar, silakan gunakan artikel berikut sebagai panduan.
Pertama Kali ke Osaka? Kunjungi 19 Tempat Wisata Populer Ini
Dari sekian banyak tempat wisata di Osaka, berikut pilihan tempat yang paling dikenal sebagai destinasi klasik.
Kami juga memperkenalkan kawasan atau kota tempat masing-masing destinasi berada agar Anda lebih mudah menyusun rencana perjalanan.
1. Kastel Osaka
Pembangunan menara utama Kastel Osaka dimulai pada 1583 oleh Toyotomi Hideyoshi, yang menyatukan Jepang pada zaman Azuchi-Momoyama (1568–1600), dan selesai pada 1585.
Pada 1955, kawasan Kastel Osaka ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Khusus. Setelah renovasi besar pada era Heisei yang berlangsung dari 1995 hingga 1997, menara utamanya ditetapkan sebagai Properti Budaya Berwujud Terdaftar.
Bagian dalam menara berfungsi sebagai museum sejarah. Pameran tetapnya antara lain “Miniatur Pertempuran Musim Panas”, yang merekonstruksi lukisan Pertempuran Musim Panas Osaka pada sekat lipat dengan figur miniatur, serta replika berukuran asli ruang minum teh emas kesayangan Hideyoshi.

2. Nakanoshima
Nakanoshima merupakan kawasan pulau di antara Sungai Dojima dan Sungai Tosabori. Dikelilingi air dan ruang hijau, kawasan ini mewakili wajah Osaka sebagai kota air.
Gedung pencakar langit dan perkantoran berdiri di antara bangunan-bangunan arsitektur modern awal, menampilkan sisi Nakanoshima sebagai salah satu kawasan bisnis utama Osaka.
Banyak bangunan yang masih berdiri ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional. Kawasan ini pun populer sebagai lokasi berfoto sambil menikmati arsitektur bergaya tempo dulu.
Ada banyak kafe dengan tempat duduk teras untuk menikmati pemandangan tepi sungai. Pada malam hari, sejumlah bangunan dan jembatan diberi pencahayaan. Pantulannya di permukaan air membuat seluruh kawasan tampak berkilauan, menciptakan pemandangan yang mengesankan.

3. Universal Studios Japan
Universal Studios Japan, yang akrab disebut USJ, merupakan taman hiburan besar untuk berbagai usia, dari anak-anak hingga orang dewasa. Taman ini terbagi menjadi area-area dengan karakter berbeda yang menghadirkan hiburan kelas dunia. Pengunjung dapat menikmati beragam dunia dengan suasana masing-masing.
Pada 2021, pembukaan area megah “SUPER NINTENDO WORLD”, tempat pengunjung dapat merasakan dunia dan karakter Nintendo, menjadi sorotan.

4. Dotonbori
Papan nama tiga dimensi berukuran raksasa berbentuk kepiting, gurita, sapi, burung jenjang, dan lainnya menjorok ke jalan, menciptakan pemandangan Dotonbori yang semarak.
Banyak tempat makan berjajar di sepanjang Sungai Dotonbori di sisi utara dan jalan utama di sisi selatan.
Jalan utamanya dikhususkan bagi pejalan kaki. Banyak orang terlihat menikmati takoyaki dan aneka jajanan sambil menjelajahi kawasan ini.

5. Tsutenkaku
Tsutenkaku merupakan menara dengan lima lantai di atas tanah dan satu lantai bawah tanah, serta dek observasi luar ruang khusus di atasnya. Di lantai 5 pada ketinggian 87,5 m terdapat “Dek Observasi Emas” berhiaskan warna emas dan patung “Billiken-san”, dewa yang konon membawa keberuntungan jika telapak kakinya dielus.
Patung Billiken-san ini merupakan generasi ketiga dan memiliki ciri khas rambut pirang.
Di bagian paling atas, pada ketinggian 94,5 m, terdapat dek observasi luar ruang khusus “Tenbo Paradise” dengan lintasan melingkar berdiameter 8,5 m. Di sini juga ada “TIP THE TSUTENKAKU”, dek observasi yang menjorok keluar dengan bagian ujung tembus pandang.

6. Umeda Sky Building dan Kuchu Teien Observatory
Selesai dibangun pada 1993, kompleks pencakar langit besar ini terdiri atas dua menara 40 lantai yang terhubung di bagian atas. Di Inggris, bangunan ini terpilih sebagai salah satu “20 Bangunan Terbaik Dunia” dan digambarkan sebagai “gedung tinggi yang penuh sensasi”. Keindahan bentuknya pun menjadi salah satu daya tarik.
Di bagian atap terdapat “Kuchu Teien Observatory” pada ketinggian 173 m. Dari sini, Anda dapat menikmati panorama 360 derajat ke segala arah, termasuk Jembatan Akashi Kaikyo, Pulau Awaji, Gunung Rokko, Bianglala Raksasa Tempozan, serta deretan gedung tinggi di Umeda.

7. Kuil Sumiyoshi Taisha
Sumiyoshi Taisha merupakan kuil utama dari sekitar 2.300 kuil Shinto Sumiyoshi di seluruh Jepang. Dewa yang dipuja di sini dihormati sebagai dewa penyucian, keselamatan pelayaran, dan puisi waka.
“Sumiyoshi Matsuri”, yang diselenggarakan setiap musim panas, merupakan salah satu dari tiga festival musim panas utama Osaka. Ada ungkapan bahwa “festival musim panas Osaka dimulai dengan Aizen Matsuri, dilanjutkan Tenjin Matsuri, dan ditutup dengan Sumiyoshi Matsuri”.
Luas kompleksnya sekitar 30.000 tsubo, satuan luas tradisional Jepang. Di dalamnya terdapat empat bangunan kuil utama serta total 27 kuil pendamping dan kuil kecil. Bangunan utama pertama, kedua, dan ketiga berjajar dalam satu garis, sedangkan bangunan ketiga dan keempat berdampingan. Gaya arsitektur “Sumiyoshi-zukuri” ini disebut sebagai yang tertua dalam sejarah arsitektur kuil Shinto.

8. Abeno Harukas
Abeno Harukas merupakan gedung pencakar langit multifungsi setinggi 300 m dari permukaan tanah yang dibuka pada 2014.
Lantai bawah tanah 2 hingga lantai 14 ditempati “Abeno Harukas Kintetsu Main Store”, sebuah toserba Kintetsu, serta “Abeno Harukas Dining”.
Dek observasi “Harukas 300” mencakup tiga lantai, yaitu lantai 58, 59, dan 60.
Dari gerbang masuk di lantai 16, lift khusus membawa Anda ke lantai 60 yang merupakan tingkat tertinggi. Lantai ini berupa koridor dalam ruang berdinding kaca dari lantai hingga langit-langit, menghadirkan pengalaman mengagumkan seolah berjalan di udara.

9. Akuarium Kaiyukan
Akuarium di Osaka ini merayakan ulang tahun ke-30 pada 2020.
Di dalamnya, lingkungan alam di sekeliling Samudra Pasifik direkonstruksi sebagai habitat bagi total 30.000 makhluk hidup dari 620 spesies.
Setelah melewati “Aqua Gate”, akuarium terowongan tempat ikan tropis berenang, pengunjung naik eskalator ke lantai 8. Dari sana, pengunjung berjalan menuruni jalur landai sambil mengamati berbagai makhluk hidup di akuarium-akuarium besar.

10. Pasar Kuromon
Pasar Kuromon terletak di kawasan Minami, pusat Osaka. Pasar ini diperkirakan bermula sekitar 1822 dan mendapat pengakuan sebagai pasar resmi dari Prefektur Osaka pada 1902.
Area pertokoan beratapnya membentang sekitar 580 m dan menampung sekitar 150 toko.
Jenis tokonya beragam, mulai dari toko khusus ikan buntal dan kura-kura labi-labi hingga penjual sayuran, buah, daging, kue tradisional Jepang, kue Barat, serta rumah makan.
Pilihan jajanan untuk dinikmati sambil berkeliling juga banyak, seperti sate hidangan laut, jus buah segar, dan es krim lembut. Anda bisa menikmati suasana pasar sambil membawa jajanan pilihan.

11. Kuil Osaka Tenmangu
Kuil Shinto ini memuja Sugawara no Michizane, yang dikenal sebagai dewa ilmu pengetahuan. Sejak dahulu, warga Osaka akrab menyebutnya “Tenma no Tenjin-san”. Sejak didirikan pada 949, atau tahun ke-3 era Tenryaku, kuil ini menjadi tempat memanjatkan berbagai permohonan, dari perlindungan terhadap wabah hingga keberhasilan dalam pendidikan dan seni pertunjukan. Pada musim ujian masuk, kuil ini ramai dikunjungi para peserta ujian.
“Kuil Daishogun”, yang memiliki sejarah paling tua di kompleks ini, merupakan tempat Michizane singgah untuk berdoa dalam perjalanan menuju Dazaifu setelah diturunkan dari jabatannya dan dipindahkan ke sana.

12. Kawasan Pertokoan Tenjinbashisuji
Tenjinbashisuji merupakan salah satu kawasan pertokoan utama Osaka. Membentang sekitar 2,6 km dari Tenjinbashi 1-chome hingga 7-chome, kawasan ini disebut sebagai “kawasan pertokoan terpanjang di Jepang”.
Sekitar 800 toko berjajar di sini, termasuk restoran sushi yang selalu dipadati antrean, restoran hidangan Barat dan kedai kari populer, serta kedai kopi bergaya tempo dulu.
Ada pula banyak makanan untuk dibawa pulang yang cocok dinikmati sambil berkeliling, seperti takoyaki, kroket, krep, dan taiyaki, kue berbentuk ikan.
Pilihan tokonya sangat beragam, termasuk rumah makan rakyat yang berkarakter, toko pisau milik pandai pedang, toko teh yang berdiri sejak tahun pertama era Meiji, serta toko buku bekas yang sarat nuansa sejarah.

13. Taman Peringatan Expo
Taman yang kaya alam, termasuk hutan dan lanskap perbukitan pedesaan, ini memanfaatkan bekas lokasi Japan World Exposition 1970. Pengunjung disambut oleh “Menara Matahari” karya Taro Okamoto.
Bagian dalam Menara Matahari juga dapat dikunjungi, dengan prioritas bagi pemegang reservasi. Di dalamnya, Anda dapat merasakan kemegahan “Pohon Kehidupan” yang terbuat dari baja dengan tinggi sekitar 41 m.
※Tiket kunjungan pada hari yang sama terkadang dijual jika masih ada tempat tersedia.

14. Namba Grand Kagetsu
Teater milik Yoshimoto Kogyo ini dijuluki “pusat komedi” dan dicintai warga Osaka dengan sebutan NGK. Sejak dibuka pada 1987, atau tahun ke-62 era Showa, tempat ikonis ini menggelar pertunjukan setiap hari tanpa libur, termasuk manzai, komedi percakapan berpasangan; rakugo, seni bercerita humor; dan komedi panggung Yoshimoto Shinkigeki.
Pada hari kerja, pertunjukan digelar dua kali, pukul 11.00 dan 14.30. Pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, pertunjukan digelar tiga kali, pukul 10.00, 13.30, dan 17.00. Pertunjukan khusus diadakan selama masa liburan panjang, seperti liburan musim panas serta libur akhir dan awal tahun. Setiap pertunjukan berlangsung sekitar 2 jam.

15. Kawasan Pertokoan Shinsaibashisuji
Kawasan pertokoan ini membentang sekitar 580 m dari utara ke selatan di pusat Kota Osaka, mulai dari sisi selatan Jalan Nagahori hingga Jalan Soemoncho.
Berbagai toko berjajar di kedua sisi jalan, termasuk toko kosmetik, pakaian, obat dan kebutuhan harian, aksesori, barang serba 100 yen, serta alat musik.
Di sini juga terdapat toserba ternama yang sudah lama berdiri, Daimaru Shinsaibashi, serta gerai besar merek pakaian terkenal. Sebagai kawasan belanja, tempat ini dikunjungi banyak orang setiap hari dan menjadi salah satu area paling ramai di Osaka.

16. Hozenji Yokocho
Hozenji Yokocho merupakan dua gang berlapis batu di kompleks Kuil Tenryuzan Hozenji, kuil Buddha aliran Jodo. Tempat ini termasuk destinasi wisata terkemuka di Jepang yang terus didatangi peziarah sejak zaman Meiji (1868–1912).
Kedua gangnya membentang dari timur ke barat, masing-masing sepanjang sekitar 80 m dengan lebar sekitar 3 m.
Meski berada tepat di dekat Dotonbori yang ramai dengan papan nama raksasanya, kawasan ini memiliki suasana tenang. Terutama saat hujan, jalan batu yang basah menghadirkan pesona yang syahdu.
Di kedua sisi gang, restoran masakan Jepang tradisional yang sudah lama berdiri, kedai okonomiyaki, restoran kushikatsu atau sate goreng berbalut tepung roti, serta bar berdiri rapat.

17. Kawasan Pertokoan Shinsekai Hondori
Kawasan Ebisuhigashi di Distrik Naniwa, tempat Tsutenkaku, Janjan Yokocho, dan Spa World berada, dikenal dengan nama “Shinsekai”.
“Kawasan Pertokoan Tsutenkaku Hondori” membentang lurus dari pintu keluar 3 Stasiun Ebisucho di Jalur Sakaisuji Osaka Metro menuju Tsutenkaku. Jalan ini menawarkan kuliner khas kawasan rakyat, seperti kedai kopi bergaya tempo dulu dan kedai okonomiyaki. Tempat ini juga dikenal sebagai lokasi dengan “pemandangan Tsutenkaku paling indah”.
Di sisi selatan Tsutenkaku, banyak tempat makan berjajar, termasuk restoran kushikatsu dengan aturan “dilarang mencelupkan dua kali”. Papan nama tiga dimensi yang sangat mencolok dan bendera vertikal yang menjorok ke jalan akan menarik perhatian Anda.

18. Kuil Shitennoji, Kuil Utama Aliran Wa
Kuil ini didirikan pada 593 oleh Pangeran Shotoku, yang dikenal sebagai “bapak Buddhisme Jepang”.
Memasuki zaman Heian, penghormatan masyarakat kepadanya berkembang menjadi pemujaan. Hingga kini, kuil ini tetap menjadi tempat suci bagi pemujaan Pangeran Shotoku dan menarik banyak umat.
Tata letak bangunan kuilnya disebut “tata letak Shitennoji” dan dikenal luas sebagai salah satu bentuk arsitektur tertua di Jepang.

19. Air Terjun Minoh
Nama Air Terjun Besar Minoh berasal dari bentuk aliran airnya yang menyerupai “mino”, alat pertanian untuk menampi biji-bijian.
Air terjun ini terpilih sebagai salah satu dari “100 Air Terjun Terbaik Jepang” dan menawarkan pemandangan indah sepanjang tahun.
Taman Minoh, tempat air terjun ini berada, juga terpilih sebagai salah satu dari “100 Hutan Pilihan untuk Menikmati Suasana Hutan” pada 1986.
Tempat ini juga populer untuk menikmati dedaunan berwarna-warni pada musim gugur.

5 Hal yang Perlu Dilakukan di Osaka
Berikut lima kegiatan yang sebaiknya dimasukkan ke dalam rencana wisata Osaka Anda.
Dengan menjadikannya referensi, Anda akan lebih mudah menyusun perjalanan sekaligus menikmati daya tarik Osaka sepenuhnya.
1. Rasakan Budaya Kota Pencinta Kuliner dengan Mencicipi Aneka Makanan Kesayangan Warga Osaka
Osaka menawarkan segalanya, dari makanan rakyat hingga hidangan restoran ternama. Sambil menjelajahi kotanya yang penuh energi, sempatkan menikmati aneka makanan kesayangan warga setempat langsung di tempat asalnya.
Di kawasan wisata populer seperti Umeda, Namba, Dotonbori, dan Shinsaibashi, tempat makan berjajar menawarkan berbagai hidangan, termasuk takoyaki, okonomiyaki, kushikatsu, dan udon.
Di Pasar Kuromon yang dijuluki “dapur Osaka”, Anda juga bisa berkeliling sambil menikmati jajanan praktis yang dapat dipegang dengan satu tangan, seperti hidangan laut bakar ala robatayaki, oden berupa aneka bahan rebus dalam kaldu, serta taiyaki.

2. Abadikan Pemandangan Ikonis dari Sungai dengan Pelayaran Dotonbori
Di Dotonbori yang dihiasi papan iklan Glico raksasa dan berbagai papan nama tiga dimensi, pelayaran untuk menikmati pemandangan dari sungai juga menjadi kegiatan klasik.
Jika ini kunjungan pertama Anda ke Osaka, cobalah naik “Tombori River Cruise” untuk melihat suasana kota yang ramai dan menjadi ciri khas Osaka.
Pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, pelayaran juga beroperasi setelah matahari terbenam sehingga Anda dapat menikmati kawasan hiburan yang berkilauan oleh lampu neon.
Wajah Dotonbori pada malam hari berbeda dari siang hari dan sangat menarik untuk difoto, jadi jangan lupa mengabadikannya.

3. Telusuri Kastel Osaka dan Rasakan Sejarahnya
Kastel Osaka merupakan destinasi klasik yang perlu dikunjungi untuk mengenal sejarah dan budaya Osaka.
Menara utamanya, dengan hiasan emas yang menonjol, memiliki keindahan arsitektur yang mendapat pengakuan internasional. Di sini, Anda dapat merasakan sejarah Osaka dari zaman Sengoku hingga zaman Edo.
Taman Kastel Osaka yang mengelilingi menara utama juga menarik karena wajahnya berubah sepanjang tahun. Taman ini dikenal sebagai tempat menikmati sakura pada musim semi dan dedaunan berwarna-warni pada musim gugur, sementara pada musim dingin pengunjung dapat menikmati dekorasi cahaya.
Dengan banyaknya hal yang bisa dilihat, kunjungan dapat disesuaikan dengan waktu yang Anda miliki. Jadi, jangan ragu memasukkannya ke dalam rencana wisata Osaka.

4. Jelajahi Osaka Tempo Dulu dengan Berjalan-jalan di Tsutenkaku dan Shinsekai
Tsutenkaku yang dicintai sebagai simbol Osaka serta Shinsekai, kawasan hiburan di sekitarnya, juga merupakan destinasi klasik wisata Osaka.
Dari dek observasi Tsutenkaku, Anda dapat menikmati panorama Osaka dan pemandangan khas kawasan rakyat di sekitarnya.
Di Shinsekai, kawasan pertokoan masih kental dengan suasana zaman Showa. Cukup dengan berjalan-jalan, Anda sudah dapat merasakan budaya lingkungan rakyat Osaka.
Banyak pula tempat makan yang menyajikan kuliner Osaka, termasuk kushikatsu, sehingga Anda bisa menikmati wisata sekaligus bersantap.


5. Nikmati Hiburan untuk Anak-anak dan Orang Dewasa di Universal Studios Japan!
Saat berkunjung ke Osaka, sempatkan pula mendatangi Universal Studios Japan, taman hiburan yang sangat populer di dunia.
Selain kawasan yang merekonstruksi dunia film dan gim serta wahana yang memacu adrenalin, acara terbatas yang diadakan setiap musim juga menjadi daya tarik utama.
Namun, agar kunjungan ke Universal Studios Japan lebih efisien, persiapan seperti membeli tiket terlebih dahulu dan menyusun rencana untuk menghindari keramaian sangat diperlukan.
Bagi Anda yang baru pertama kali berkunjung atau ingin menikmati sebanyak mungkin dalam waktu terbatas, gunakan pula artikel berikut sebagai referensi.

5 Tempat Makan Populer untuk Menikmati Kuliner Osaka
Osaka memiliki banyak kuliner khas, terutama takoyaki dan okonomiyaki. Sayang sekali jika berwisata ke sini tanpa menikmati makanannya.
Dari sekian banyak tempat makan, berikut pilihan yang sangat populer dan telah menjadi tujuan klasik.
1. Dotonbori Imai Honten
Didirikan pada 1946, Dotonbori Imai dikenal sebagai restoran udon ternama. Restoran utamanya berada di sepanjang kawasan pertokoan Dotonbori.
Kaldu yang dibuat menggunakan kombu ma alami dari Hokkaido serta serpihan ikan makerel dan sarden urume dari Kyushu memiliki rasa kaya dan gurih, tetapi tetap lembut serta halus.
Menu andalannya adalah “kitsune udon”, udon dengan tahu goreng berbumbu.
Tahu goreng yang dimasak hingga lembut dengan rasa manis secukupnya berpadu dengan kaldu ringan yang kaya aroma dan mi udon bertekstur kenyal. Hasilnya adalah semangkuk udon sederhana yang diracik dengan sangat baik.
Selain udon, tersedia berbagai menu lain, dari nasi dengan aneka lauk di atasnya dan hidangan panci hingga makanan manis.

2. Osaka Shinsekai Ganso Kushikatsu Daruma, Shinsekai Sohonten
Restoran ini didirikan pada 1929, tak jauh dari Tsutenkaku, salah satu ikon Osaka.
Tempat ini merupakan restoran utama Kushikatsu Daruma, yang sebagian besar cabangnya tersebar di Kota Osaka.
Kushikatsu digoreng menggunakan campuran minyak khusus racikan Daruma. Aroma khas minyaknya tidak terlalu kuat dan tidak mudah membuat perut terasa begah, sehingga nyaman dinikmati.
Tepung roti untuk pelapisnya sangat halus, menghasilkan lapisan tipis dengan tekstur renyah.

3. Takoyaki Doraku Wanaka, Sennichimae Honten
Kedai ini beroperasi di salah satu bagian paling ramai di kawasan Namba, dengan Pasar Kuromon dan Kawasan Pertokoan Sennichimae Doguyasuji berada di sekitarnya.
Antrean bukan hanya pemandangan biasa pada hari libur, tetapi juga pada hari kerja. Di area pemanggangan depan kedai, takoyaki dimasak dengan cekatan mengikuti arus pelanggan yang datang.
Rahasia kelezatan yang membuat orang rela mengantre terletak pada adonan yang dituangkan ke cetakan tembaga dengan daya hantar panas yang baik.

4. Jiyuken, Namba Honten
Didirikan pada 1910 sebagai restoran masakan Barat pertama di Osaka, Jiyuken kini beroperasi di Namba Center-gai, pusat kawasan Minami.
Menu terpopulernya, “Meibutsu Curry” atau kari khas rumah, juga disukai Sakunosuke Oda, sastrawan besar Jepang yang dikenal sebagai pencinta kuliner.
Berbeda dari kari biasa yang sausnya dituangkan di atas nasi, hidangan ini disajikan dalam gaya kari campur: nasi, saus kari, dan bahan-bahan lainnya dicampur terlebih dahulu di dalam wajan sebelum dihidangkan.

5. Ajinoya Honten
Okonomiyaki dibuat dengan mencampurkan kol, tepung, telur, dan bahan lainnya, lalu memanggangnya. Disajikan panas dengan saus dan mayones, hidangan ini merupakan salah satu makanan kesayangan warga Osaka.
Di seluruh Prefektur Osaka, diperkirakan terdapat lebih dari 1.000 kedai khusus okonomiyaki, masing-masing dengan daya tarik tersendiri.
Di antaranya, Ajinoya Honten merupakan kedai laris yang selalu dipadati antrean.

Puas Berbelanja di 5 Destinasi Belanja Populer Osaka
Selain tempat wisata dan kuliner, Osaka juga memiliki banyak pilihan tempat belanja.
Dengan banyaknya pusat perbelanjaan besar dan kawasan pertokoan, Anda bahkan bisa menghabiskan seharian hanya untuk berbelanja.
Masukkan pula tempat-tempat belanja berikut ke dalam rencana perjalanan Anda.
1. Abeno Harukas Kintetsu Main Store
Toserba yang sudah lama berdiri ini berada di dalam Abeno Harukas, gedung pencakar langit setinggi 300 m.
Bagian Tower menempati lantai bawah tanah 2 hingga lantai 14, sedangkan bagian Wing mencakup lantai bawah tanah 2 hingga lantai 9 serta area atap.
Memiliki salah satu area penjualan terluas di antara toserba Jepang, tempat ini menawarkan beragam toko, dari fesyen dan makanan hingga aneka barang kebutuhan.
Di lantai 12 hingga 14 bagian Tower terdapat “Abeno Harukas Dining”, salah satu area restoran terbesar di Jepang. Anda dapat menikmati berbagai hidangan, mulai dari kuliner Osaka hingga masakan Jepang, Prancis, dan Italia.

2. Namba Parks
Kompleks komersial sembilan lantai ini terhubung langsung dengan Stasiun Namba milik Nankai. Di dalamnya terdapat lebih dari 200 gerai dan fasilitas, termasuk toko fesyen, aneka barang kebutuhan, tempat makan, serta bioskop.
Daya tarik utamanya adalah “Parks Garden”, yang memadukan pepohonan, tanaman berbunga, dan ruang terbuka. Dari pintu masuk di lantai 2, Anda dapat memandang ke atas untuk melihat taman bertingkat yang tersambung hingga lantai 9.

3. Grand Front Osaka
Nama “Grand Front Osaka” mencerminkan keinginan untuk “terus menjadi kawasan terdepan yang terbuka bagi dunia”.
Kompleks ini terdiri atas empat menara, dengan pusat kegiatan di Gedung Utara dan Gedung Selatan yang menampung sekitar 260 toko dan restoran, termasuk toko pilihan multimerek populer dari Jepang maupun luar negeri serta gerai unggulan yang pertama kali hadir di Jepang bagian barat. Di sini juga terdapat “Knowledge Capital”, wadah kreasi intelektual dan pertukaran gagasan yang menghubungkan pengetahuan beragam orang untuk melahirkan nilai baru, serta “Umekita Plaza” seluas sekitar 10.000 m² yang menjadi lokasi festival dan berbagai acara.

4. Hankyu Umeda Main Store
Salah satu toserba utama Osaka ini memiliki 13 lantai di atas tanah dan dua lantai bawah tanah. Di dalamnya berkumpul toko-toko khusus kuliner, fesyen, gaya hidup, seni, olahraga, dan lainnya.
Di Festival Plaza, ruang luas setinggi 16 m dengan atrium terbuka yang membentang empat tingkat dari lantai 9 hingga 12, diadakan pasar dan acara untuk waktu terbatas.
Pajangan di koridor utara-selatan lantai 1 juga populer, memanjakan mata bukan hanya pengunjung yang berbelanja, tetapi juga banyak orang yang melintas.

5. Shinsaibashi PARCO
Pusat perbelanjaan fesyen ini berdiri di samping Daimaru Shinsaibashi, toserba lama yang telah bertahun-tahun dicintai sebagai ikon Shinsaibashi.
Sekitar 150 gerai pilihan mengisi berbagai kategori, termasuk fesyen, tempat makan dan restoran, budaya pop, serta seni. Kompleks bioskopnya yang dilengkapi fasilitas terkini juga menjadi sorotan.
Lantai 6, tempat berkumpulnya karakter-karakter asal Jepang, menjadi pusat pengenalan budaya pop dari Osaka ke dunia.

5 Hotel Populer untuk Menginap Saat Berwisata di Osaka
Daya tarik Osaka sulit dinikmati sepenuhnya dalam kunjungan sehari, jadi setidaknya satu malam menginap patut direncanakan.
Semua akomodasi berikut menawarkan pengalaman menginap yang memuaskan.
Jika Anda meluangkan beberapa hari di Osaka, pilihlah hotel dengan saksama agar pengalaman perjalanan semakin berkesan.
1. RIHGA Royal Hotel
Hotel ini memiliki perjalanan selama 86 tahun sejak pendahulunya, Shin-Osaka Hotel, dibuka pada 1935, atau tahun ke-10 era Showa.
Berada di tepi sungai Nakanoshima, di jantung pusat Osaka, hotel unggulan RIHGA Royal Hotel Group ini terus membangun sejarah dan tradisinya.
Dengan suasana elegan, fasilitas terkini, dan pelayanan istimewa, hotel ini memenuhi berbagai unsur hotel berkualitas tinggi. Dijuluki “wisma penyambutan tamu Osaka”, hotel ini termasuk salah satu hotel ternama di Jepang.

2. Hotel New Otani Osaka
Hotel mewah ini berada di seberang Taman Kastel Osaka. Aksesnya juga mudah, hanya sekitar 3 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Osakajokoen.
Bangunan hotel dirancang hampir setinggi menara utama kastel. Daya tarik utamanya adalah pemandangan Kastel Osaka yang megah dari dekat, tanpa harus memandang ke bawah bahkan dari lantai teratas.
Pemandangan menara utama yang diterangi lampu pada malam hari, terutama dari kamar yang berkelas, terasa sangat istimewa.
Di dalam hotel terdapat lebih dari 10 restoran dan bar dengan karakter beragam, termasuk masakan Jepang, Barat, dan Tiongkok, sehingga pilihan bersantap selama menginap pun melimpah.

3. The Ritz-Carlton, Osaka
Hotel ini menghadirkan ruang elegan yang mengingatkan pada kediaman bangsawan Inggris abad ke-18.
Meski lokasinya sangat strategis dan dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun JR Osaka, begitu melangkah masuk Anda akan menemukan dunia berbeda dengan perabot klasik Eropa dan suasana megah.
Seluruh kamar berada di lantai 24 ke atas, menyajikan panorama Kota Osaka untuk dinikmati dari ruang pribadi Anda.
Kamar-kamar yang direnovasi pada 2024 memiliki desain hangat dengan warna merah muda dan hijau lembut, sofa bermotif kotak-kotak, serta kap lampu bermotif bunga.
Anda dapat menikmati kenyamanan seolah diundang ke sebuah kediaman berkelas.

4. Osaka Marriott Miyako Hotel
Hotel mewah ini berada di lantai-lantai atas Abeno Harukas, salah satu ikon Osaka.
Kamar-kamarnya menempati lantai 38 hingga 55 dan dilengkapi jendela besar dari lantai hingga langit-langit, sehingga Anda dapat menikmati panorama Kota Osaka tanpa meninggalkan kamar.
Pemandangan luas tanpa penghalang di sekelilingnya menjadi salah satu alasan hotel ini dijuluki “hotel di langit”.
Di restoran “ZK” yang berada di lantai teratas hotel, Anda dapat menikmati masakan bergaya Eropa, masakan Jepang, serta teppanyaki atau hidangan panggang di atas pelat besi, sambil memandang panorama yang indah. Sampanye atau anggur melengkapi momen istimewa tersebut.

5. Swissôtel Nankai Osaka
Hotel mewah ini berdiri di pusat Minami, dikelilingi kawasan hiburan utama Osaka.
Berbagai stasiun JR dan kereta swasta dengan banyak jalur berada di sekitarnya, memudahkan akses ke kota-kota di kawasan Kyoto–Osaka–Kobe. Hotel ini juga terhubung langsung dengan Bandara Internasional Kansai melalui kereta ekspres bandara Nankai, sehingga praktis dijadikan basis untuk berbagai rencana wisata.
Hotel setinggi 36 lantai ini menyediakan 546 kamar.
Interiornya memadukan kepekaan desain Swiss dengan unsur tradisional Jepang, menghasilkan desain orisinal dalam suasana penuh gaya.

Bingung Memilih? Ini 5 Oleh-oleh Khas Osaka
Sebagai kota pencinta kuliner, Osaka memiliki banyak kue dan barang yang cocok dijadikan oleh-oleh.
Berikut pilihan oleh-oleh populer yang benar-benar identik dengan Osaka.
1. Cheesecake Panggang Segar Rikuro Ojisan
Sejak mulai dijual pada 1984, “Cheesecake Panggang Segar Rikuro Ojisan” populer di kalangan warga setempat berkat teksturnya yang sangat lembut mengembang dan rasanya yang lezat. Reputasinya kemudian menyebar ke seluruh Jepang, dan kini dikenal sebagai salah satu kue khas Osaka.
Bahan-bahannya dipilih dengan saksama, termasuk keju krim bercita rasa kaya yang diimpor langsung dari pabrik bersejarah di Denmark, telur dengan pengendalian mutu ketat, serta susu segar yang baru dikirim. Perpaduan ini menghasilkan tekstur lembut mengembang yang khas.

2. “Mitarashi Komochi” dari Chidoriya Soke
Chidoriya Soke merupakan toko kue tradisional Jepang yang telah menjaga usahanya selama sekitar 390 tahun. Gerainya banyak ditemukan di toserba dan pusat perbelanjaan di Osaka serta wilayah Kinki lainnya.
Produk pilihannya, “Mitarashi Komochi”, lahir lebih dari 30 tahun lalu. Cita rasa mitarashi dango, kue beras dengan saus manis-gurih yang menjadi salah satu kue tradisional Jepang klasik, tetap dipertahankan dalam bentuk yang lebih praktis dimakan. Saus manis-gurih dibungkus mochi dari tepung beras produksi Jepang yang digiling dengan batu. Ukurannya sekali suap, sehingga bisa langsung diambil dengan tangan dan dinikmati.

3. “Milk Manju Tsukigesho” dari Aoki Shofuan
Aoki Shofuan menghargai pesona kue tradisional Jepang yang menghadirkan keindahan alam dan nuansa empat musim dalam bentuk mungil. Sambil menjaga tradisi, produsen ini menggunakan gagasan baru untuk menciptakan kelezatan yang belum pernah ada sebelumnya.
“Milk Manju Tsukigesho” selalu menduduki peringkat teratas dalam daftar produk terlarisnya. Total penjualannya bahkan telah melampaui 160 juta buah per November 2025.
Kue manju panggang ini berisi pasta susu buatan sendiri, yang diracik dari pasta kacang putih dengan tambahan susu kental bercita rasa susu yang kaya serta mentega. Ciri khasnya adalah tekstur lembap dan rasa lembut yang memadukan gaya Jepang dan Barat.

4. “Butaman” dari 551 Horai Honten
Didirikan pada 1945, restoran masakan Tiongkok ini begitu terkenal hingga hampir semua orang di Osaka mengenalnya.
Restoran ini berada di Kawasan Pertokoan Ebisubashisuji, Namba, tepat di jantung Minami, Osaka.
Lantai 1 menjual produk untuk dibawa pulang. Menu khasnya adalah “butaman”, bakpao isi daging babi yang dibungkus satu per satu dengan tangan, dengan prinsip “dibuat dan dijual pada hari yang sama”.
Kulitnya sedikit manis dan kenyal, membungkus isian daging babi serta bawang bombai yang dipotong dadu.
Kesegaran sari daging babi dan manisnya bawang bombai berpadu seimbang di mulut, menghasilkan kelezatan yang membuat ingin menikmatinya lagi.

5. “Dojima Roll” dari Mon cher
“Dojima Roll” merupakan bolu gulung dengan krim beraroma susu segar yang dibalut satu lapis bolu lembap dengan cita rasa telur yang kaya.
Dalam satu gigitan, teksturnya yang lembut lumer di mulut menyebarkan aroma susu yang halus.
Berbeda dari bolu gulung biasa yang berbentuk spiral, Dojima Roll hanya digulung satu kali sehingga Anda dapat menikmati isian krimnya yang melimpah.
Meski kaya rasa dan aroma, krimnya terasa begitu ringan hingga ada ungkapan, “Bahkan orang yang kurang suka krim pun bisa menikmati Dojima Roll.” Sekali mencobanya, Anda pasti ingin menikmatinya lagi.

Festival dan Acara Pilihan di Osaka Berdasarkan Musim
Osaka memiliki banyak acara untuk merasakan pergantian musim maupun menikmati budaya tradisional.
Jika waktu kunjungan Anda bertepatan, sempatkan mengikuti acara-acara berikut.
Musim Semi: Sakura no Torinuke
Acara ini membuka sebagian kompleks Japan Mint, lembaga pencetak uang Jepang, untuk umum selama tujuh hari sekitar pertengahan April setiap tahun, bertepatan dengan mekarnya sakura berbunga berlapis atau yaezakura.
Acara ini bermula pada 1883, atau tahun ke-16 era Meiji. Saat itu, Direktur Japan Mint, Kinsuke Endo, merasa sayang jika bunga sakura hanya dinikmati pegawai, lalu membuka kompleks yang ditanami beragam varietas sakura tersebut untuk umum.
Pengunjung menikmati bunga sambil melewati jalur satu arah sepanjang sekitar 560 m di tepi Sungai Kyu-Yodo dalam kompleks. Dari kebiasaan berjalan menembus kawasan inilah nama “Torinuke”, yang berarti melewati hingga ke sisi lain, menjadi sebutan tetap acara tersebut.

Musim Panas: Tenjin Matsuri
Tenjin Matsuri, yang disebut sebagai salah satu dari tiga festival utama Jepang, merupakan festival musim panas khas Osaka, sang kota air. Festival ini merupakan perayaan Kuil Osaka Tenmangu yang memuja Sugawara no Michizane, dewa ilmu pengetahuan.
Berbagai ritual Shinto berlangsung selama sekitar satu bulan sejak akhir Juni. Puncak keramaiannya adalah Yoimiya-sai pada 24 Juli dan ritual utama pada 25 Juli, yang setiap tahun menarik sekitar 3 juta pengunjung dari Jepang maupun luar negeri.

Musim Gugur: Kishiwada Danjiri Matsuri
Menurut cerita yang diwariskan, Kishiwada Danjiri Matsuri bermula pada 1703, pertengahan zaman Edo, sebagai doa untuk panen yang melimpah. Sejak itu, festival musim gugur ini terus diwariskan oleh masyarakat Kishiwada selama sekitar 300 tahun.
Setiap lingkungan mengarak kendaraan hias beroda yang disebut “danjiri”, terutama di sekitar kawasan kota kastel Kishiwada.
Daya tarik utama Kishiwada Danjiri Matsuri adalah “yarimawashi”.
Dalam aksi ini, sekitar 500 penarik membawa danjiri seberat kurang lebih 4 ton berbelok tajam 90 derajat di sudut jalan tanpa mengurangi kecepatan.

Musim Dingin: Toka Ebisu di Kuil Imamiya Ebisu
Toka Ebisu diselenggarakan di Kuil Imamiya Ebisu, Distrik Naniwa, Kota Osaka, setiap 9–11 Januari. Perayaan tiga hari ini berturut-turut disebut “Yoi Ebisu”, “Hon Ebisu”, dan “Nokori Ebisu”.
Toka Ebisu merupakan perayaan untuk memohon kelancaran dan kemakmuran usaha, yang diselenggarakan di banyak kuil Shinto di wilayah Kansai. Khususnya di Kuil Imamiya Ebisu yang memuja Kotoshironushi no Mikoto, yang akrab disebut Ebessan, perayaan ini merupakan salah satu ritual terpenting. Festival yang sarat sejarah dan tradisi ini bahkan digambarkan dalam “Ashiwakebune”, panduan bergambar Osaka tertua yang masih ada.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berwisata di Osaka
Berikut lima hal yang perlu diketahui agar Anda dapat menikmati Osaka sepenuhnya.
Bagian ini juga memperkenalkan aturan yang perlu diingat, terutama saat menikmati kuliner Osaka, jadi pastikan Anda membacanya.
1. Kereta Terakhir Berangkat Lebih Awal dari yang Mungkin Anda Duga
Meski jaringan transportasi Kota Osaka berkembang baik, waktu keberangkatan kereta terakhir relatif awal, yakni sekitar tengah malam.
Tidak jarang orang terlalu asyik bersantap atau berkeliling bar pada malam hari, lalu baru menyadari bahwa layanan kereta sudah berakhir.
Jika berencana keluar hingga larut malam, pikirkan terlebih dahulu cara kembali ke penginapan, misalnya dengan menginap di dekat kawasan hiburan atau merencanakan perjalanan pulang menggunakan taksi.
Mengetahui jadwal kereta terakhir sebelumnya dapat membantu menghindari pengeluaran tambahan dan masalah yang tidak perlu.

2. Kawasan Bawah Tanah Umeda Rumit seperti Labirin
Area Stasiun Umeda, yang kemungkinan sering Anda gunakan saat berkeliling Osaka, menghubungkan stasiun-stasiun JR, kereta bawah tanah, dan kereta swasta dengan kawasan pertokoan bawah tanah yang luas.
Beberapa kawasan pertokoan bawah tanah dan pusat perbelanjaan saling tersambung, sehingga tata ruangnya rumit seperti labirin.
Jika belum terbiasa, mencapai tujuan atau berpindah jalur bisa memakan waktu lebih lama dari perkiraan.
Untuk kunjungan pertama, ada baiknya memeriksa nomor pintu keluar lebih dahulu, mengetahui nama jalur tujuan saat berganti kereta, serta menyediakan waktu yang cukup.

3. Perhatikan Lokasi Saat Makan dan Minum di Jalanan Dotonbori
Dotonbori memang cocok untuk menikmati jajanan seperti takoyaki sambil berkeliling, tetapi bukan berarti Anda bebas makan dan minum di mana saja.
Ada area yang secara tidak resmi membiarkan pengunjung menikmati jajanan sambil berkeliling, tetapi ada pula area yang melarang berhenti untuk makan dan minum demi mencegah kepadatan. Terutama saat ramai, pastikan Anda tidak menghalangi orang yang lewat.
Pada dasarnya, gunakan area di depan toko tempat Anda membeli makanan atau ruang yang ditentukan, dan usahakan tidak menghambat arus pejalan kaki.

4. Larangan Mencelupkan Kushikatsu Dua Kali Benar-benar Harus Dipatuhi
“Dilarang mencelupkan dua kali” merupakan aturan terkenal di restoran kushikatsu khas Osaka yang wajib Anda ingat.
Di banyak restoran, wadah saus digunakan bersama oleh para pelanggan. Demi kebersihan, tusukan yang makanannya sudah menyentuh mulut tidak boleh dicelupkan kembali ke dalam saus.
Jika sausnya kurang, ikuti petunjuk dan aturan restoran, misalnya dengan menyendok saus menggunakan kol yang disajikan sebagai pendamping lalu menuangkannya ke makanan.
Mengalami aturan khas seperti ini sebagai bagian dari budaya makan Osaka akan membuat kunjungan lebih berkesan.

5. Ada Restoran Okonomiyaki yang Memasakkan untuk Anda dan Ada yang Meminta Anda Memasak Sendiri
Restoran okonomiyaki terbagi menjadi dua jenis: restoran yang stafnya memasak lalu menyajikan hidangan, dan restoran tempat Anda memasaknya sendiri di atas pelat besi di meja.
Memasak sendiri memang menyenangkan, tetapi okonomiyaki buatan tenaga profesional juga patut dicoba. Mereka memperhitungkan cara mencampur adonan, memasukkan udara ke dalamnya, hingga waktu yang tepat untuk membaliknya.
Tentukan terlebih dahulu pengalaman seperti apa yang Anda inginkan, lalu periksa cara penyajian restoran sebelum berkunjung agar pengalaman bersantap lebih memuaskan.

3 Destinasi untuk Wisata Sehari dari Osaka
Banyak wisatawan mungkin berencana menjadikan Osaka sebagai basis untuk menjelajahi Kansai.
Bagi Anda yang ingin menikmati wisata Kansai sepenuhnya, berikut destinasi populer yang dapat dijangkau dalam waktu maksimal 1 jam dari Osaka.
1. Kyoto, Destinasi yang Sama Populernya dengan Osaka
Kyoto, yang bersama Osaka menjadi salah satu destinasi paling populer di Kansai, dapat dijangkau dalam waktu sekitar 30 menit.
Kota ini memiliki banyak tempat wisata yang terkenal di seluruh Jepang, termasuk Kuil Kiyomizudera, Kuil Fushimi Inari Taisha, dan Kuil Kinkakuji.
Tempat wisata dan tempat belanja terkumpul di sekitar Stasiun Kyoto, sehingga Anda tetap bisa menikmatinya meski hanya memiliki waktu singkat.

2. Kobe, Kota dengan Pemandangan Indah Bernuansa Mancanegara
Kobe kaya daya tarik, dari pemandangan kota pelabuhan yang indah dan jalanan bernuansa tempo dulu hingga berbagai tempat penuh gaya. Kobe juga dapat dicapai dari Osaka dalam waktu sekitar 40 menit.
Sambil menyusuri jalanan yang kental dengan nuansa mancanegara, nikmati kesempatan berbelanja dan mencicipi kuliner Kobe.
Jangan lupa menikmati pemandangan malamnya yang indah.
Perlu diingat pula bahwa Arima Onsen, salah satu dari tiga pemandian air panas tertua Jepang yang bukan berada di Kobe tetapi sama-sama terletak di Prefektur Hyogo, juga dapat dicapai dalam waktu sekitar 1 jam.

3. Nara, Ibu Kota Lama untuk Merasakan Langsung Sejarah Jepang
Nara, yang memiliki sejarah lebih tua daripada Kyoto, juga dapat dijangkau dalam waktu sekitar 1 jam.
Jelajahi sejarah Jepang dengan berpusat di Taman Nara, tempat berkumpulnya banyak warisan budaya bersejarah yang berharga.
Jika dikunjungi bersama Kyoto, Nara akan membantu Anda merasakan perubahan sejarah Jepang dengan lebih nyata.

Peta Wisata Osaka
Pertanyaan Umum tentang Wisata Osaka
Q
Di mana tempat yang cocok untuk menikmati jajanan sambil berkeliling di Osaka?
Dotonbori atau Shinsekai bisa menjadi pilihan.
Q
Ke mana sebaiknya pergi jika berwisata ke Osaka bersama anak-anak?
Kawasan teluk bisa menjadi pilihan karena memiliki banyak fasilitas rekreasi populer, terutama USJ.
Penutup
Artikel ini telah menyajikan berbagai informasi yang perlu diketahui untuk menikmati Osaka, kota pencinta kuliner dengan banyak tempat wisata dan hidangan menarik.
Gunakan informasi di sini sebagai referensi untuk menyusun rencana perjalanan Anda sendiri, mengunjungi tempat wisata dan mencicipi kuliner yang paling menarik minat Anda.
Penulis