
Pesona Lanskap Budaya Bersejarah! 19 Tempat Wisata Populer di Tochigi
Prefektur Tochigi memiliki banyak tempat wisata, penginapan, dan kuliner, terutama di Nikko yang menyimpan Situs Warisan Dunia serta Nasu, kawasan resor dataran tinggi yang dikelilingi pegunungan. Prefektur ini juga memiliki sejumlah kawasan pemandian air panas terkemuka di Kanto.
Dengan begitu banyak tempat menarik, menyusun rencana perjalanan mungkin terasa sulit.
Untuk membantu Anda menentukan pilihan, berikut kami sajikan tempat wisata, kuliner, dan penginapan populer pilihan di Tochigi.
Gunakan artikel ini sebagai referensi untuk menyusun perjalanan dan menikmati beragam pesona Tochigi.
Seperti Apa Tochigi?
Prefektur Tochigi terletak di ujung utara Dataran Kanto.
Dianugerahi alam yang indah, Tochigi menawarkan pemandangan yang berubah sepanjang empat musim.
Khususnya pada musim gugur, perpaduan bangunan bersejarah dan dedaunan yang berubah warna menghadirkan suasana khas Jepang tempo dulu.
“Kuil-Kuil Nikko”, yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia, merupakan destinasi utama wisata Tochigi yang menarik banyak wisatawan dari Jepang maupun berbagai penjuru dunia.
“Kuil-Kuil Nikko” mencakup 103 bangunan di kompleks Kuil Nikko Toshogu, Kuil Buddha Nikkosan Rinnoji, dan Kuil Nikko Futarasan, beserta situs bersejarah di sekitarnya. Kawasan ini memiliki sejarah panjang dan berkembang sebagai pusat suci pemujaan gunung sejak zaman Kamakura.
Pada zaman Edo, Kuil Nikko Toshogu didirikan untuk memuja arwah shogun Tokugawa Ieyasu dan Tokugawa Iemitsu. Kota ini pun ramai oleh para peziarah serta orang-orang yang bekerja di kuil Buddha dan Shinto.
Tochigi dianugerahi lahan subur dan iklim yang mendukung, serta relatif jarang mengalami bencana. Beragam tanaman pangan konon dapat tumbuh dengan baik di sini. Di antara hasil pertaniannya, stroberi telah menempati peringkat pertama dalam jumlah produksi di Jepang selama lebih dari setengah abad. Karena itu, prefektur ini juga dijuluki “Tochigi, Kerajaan Stroberi”.
Tochigi juga memiliki banyak kebun dan tempat wisata petik stroberi. Saat berkunjung, sempatkanlah menikmati pesona buah ini.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Tochigi?
Waktu terbaik untuk berwisata ke Tochigi adalah saat dedaunan berubah warna pada musim gugur, dari awal Oktober hingga pertengahan November.
Ada banyak tempat untuk menikmati keindahan alam, dan Irohazaka, Nikko, Danau Chuzenji, serta Oku-Nikko menjadi lokasi istimewa pada musim gugur.
Perbedaan ketinggian membuat Anda dapat menikmati dedaunan musim gugur dalam beragam nuansa warna.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Tochigi
- Musim semi (Maret–Mei): jaket dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Tochigi?
Dari Tokyo, Tochigi dapat dicapai dalam waktu 1–2 jam, baik dengan Shinkansen, kereta ekspres terbatas JR, maupun bus antarkota melalui jalan tol.
Bus dari Stasiun Tokyo menuju Tochigi direkomendasikan karena jadwal keberangkatannya cukup banyak.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Tochigi
Gunakan kereta dan bus untuk berkeliling tempat wisata di Prefektur Tochigi.
Tiket terusan kereta dan bus yang berlaku untuk perjalanan tanpa batas di kawasan wisata tertentu, seperti Nikko dan Kinugawa, dapat membuat perjalanan lebih hemat dan nyaman.
Penuh Daya Tarik! 19 Tempat Wisata Populer di Tochigi
Tochigi memiliki banyak daya tarik, mulai dari keindahan alam, bangunan bersejarah yang terdaftar sebagai Warisan Dunia, hingga taman hiburan untuk keluarga.
Di antaranya, Kuil Nikko Toshogu yang berstatus Warisan Dunia dan Danau Chuzenji yang terkenal dengan keindahan dedaunan musim gugurnya merupakan destinasi populer yang patut dikunjungi.
Selain itu, ada banyak tempat untuk berinteraksi dengan satwa menggemaskan di tengah alam serta beragam taman hiburan, sehingga tersedia banyak pilihan wisata untuk perjalanan keluarga.
Jelajahi tempat-tempat wisata populer berikut untuk menikmati berbagai daya tarik Tochigi.

1. Danau Chuzenji
Danau ini konon mulai terbentuk sekitar 20.000 tahun lalu, ketika aliran lava dari letusan Gunung Nantai membendung sebuah lembah.
Terletak pada ketinggian 1.269 meter di atas permukaan laut, danau ini termasuk salah satu yang tertinggi di Jepang.
Tepian danau yang tenang di kaki Gunung Nantai menawarkan pemandangan yang berubah sepanjang empat musim.

2. Kuil Nikko Toshogu
Nikko Toshogu adalah kuil Shinto yang memuja Tokugawa Ieyasu, shogun pertama pemerintahan Keshogunan Edo.
Tempat ini dapat dikatakan sebagai destinasi utama dalam penjelajahan Situs Warisan Dunia “Kuil-Kuil Nikko”. Di sini, Anda dapat melihat kompleks megah yang terdiri atas 55 bangunan kuil, termasuk 8 bangunan berstatus Pusaka Nasional dan 34 bangunan berstatus Properti Budaya Penting.
Para perajin ahli yang didatangkan dari berbagai penjuru Jepang menghiasi bangunannya dengan lak dan warna-warna cerah, serta menambahkan banyak ukiran pada pilar dan bagian lainnya.

3. Air Terjun Kegon
Di antara sekian banyak air terjun di Nikko, Air Terjun Kegon dapat dikatakan sebagai yang paling terkenal. Air dari Danau Chuzenji jatuh langsung dari tebing setinggi 97 meter, menghadirkan pemandangan megah untuk menikmati kekuatan alam sekaligus keindahan bentuknya.

4. EDO WONDERLAND Nikko Edomura
Nikko Edomura adalah taman hiburan yang memungkinkan Anda merasakan kehidupan zaman Edo (1603–1868) secara nyata.
Di areanya yang luas, suasana kota masa itu direkonstruksi dengan sangat mirip aslinya, mulai dari jalan antarkota, permukiman persinggahan, kawasan pertokoan pedagang, desa ninja, hingga kediaman samurai.
Di tempat penyewaan kostum, Anda dapat mengganti pakaian sehari-hari dan berdandan menjadi penduduk zaman Edo, seperti ninja, samurai, atau penguasa feodal.
Tersedia pula beragam kegiatan yang dapat dicoba langsung.

5. Museum Sejarah Oya
Batu Oya ditambang di sekitar kawasan Oya, Kota Utsunomiya, Prefektur Tochigi, dan pernah digunakan sebagai bahan bangunan Hotel Imperial lama.
Museum Sejarah Oya memperkenalkan sejarah penambangan batu tersebut.
Bekas tambang bawah tanahnya membentuk ruang raksasa seluas sekitar 20.000 meter persegi, dengan kedalaman rata-rata 30 meter dan titik terdalam mencapai 60 meter. Selain diterangi tata cahaya, area museum juga digunakan untuk pameran karya seni dan pertunjukan pemetaan proyeksi.

6. Tobu World Square
Museum arsitektur dunia ini menampilkan replika bangunan dan Situs Warisan Dunia dengan skala 1:25.
Di dalam taman terdapat 102 replika dari 21 negara, termasuk 47 bangunan yang terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia. Anda pun dapat merasakan perjalanan keliling dunia hanya dalam sehari.

7. Nasu Animal Kingdom
Nasu Animal Kingdom menjadi rumah bagi sekitar 600 satwa di lahan luas yang ukurannya sekitar 10 kali luas Tokyo Dome.
Di sini juga dipelihara satwa-satwa yang jarang dijumpai di Jepang, sehingga tempat ini menarik bukan hanya bagi anak-anak.
Dengan pilihan restoran dan toko yang lengkap, destinasi populer di Nasu ini dapat dinikmati sepanjang hari.

8. Nasu Highland Park
Salah satu taman hiburan terbesar di Kanto Utara ini terbagi menjadi tujuh area, yaitu “Coaster Plaza”, “Rock'n'Roll Plaza”, “Galaxy & Star Plaza”, “Tropicana Park”, “Carousel Park & Victorian Garden”, “Fantasy Land Hutan dan Air”, serta “King's Court”.

9. Ashikaga Flower Park
Di Ashikaga Flower Park, Anda dapat mengagumi bunga-bunga musiman yang ditata dalam delapan tema: “Awal Musim Semi”, “Festival Bunga Musim Semi”, “Kisah Bunga Wisteria”, “Taman Pelangi”, “Taman Biru & Putih”, “Peri Bunga yang Mengapung di Tepi Air”, “Taman Ungu”, dan “Taman Bunga Cahaya”.

10. Kinugawa Line Kudari
Sungai Kinugawa mengalir dari utara ke selatan di bagian timur Dataran Kanto.
Dengan panjang 176 km, sungai ini merupakan anak Sungai Tone yang terpanjang. Di tepinya terdapat batu raksasa setinggi 100 meter bernama Tateiwa, dengan pemandangan sekitar yang indah sepanjang empat musim.
Kinugawa Line Kudari menawarkan pengalaman menyaksikan keindahan dan kekuatan alam Sungai Kinugawa dari dekat. Dalam kegiatan menyusuri sungai selama sekitar 40 menit ini, juru perahu mengandalkan keterampilan mendayung untuk membawa Anda melintasi ngarai yang dihiasi bebatuan berbentuk unik.

11. Mobility Resort Motegi
Dibuka pada musim panas 1997, sirkuit berstandar internasional ini menjadi tempat penyelenggaraan ajang balap terkenal dunia seperti MotoGP™ dan Super GT.
Selain menonton balapan, ada banyak atraksi dan fasilitas lain yang dapat dinikmati, sehingga Anda bisa menghabiskan sehari penuh di taman hiburan ini, dari pagi hingga malam.

12. Air Terjun Yudaki
Danau Yunoko terletak di kaki Gunung Nikko Shirane, salah satu dari 100 Gunung Terkenal di Jepang.
Di ujung selatan danau ini terdapat Air Terjun Yudaki, dengan tinggi 70 meter dan panjang 110 meter.
Di sini, Anda dapat menyaksikan air danau mengalir menuruni tebing batu yang terbentuk dari aliran lava Gunung Mitsudake, yang dahulu membendung Sungai Yukawa hingga membentuk Danau Yunoko.
Bersama Air Terjun Kegon dan Air Terjun Ryuzu, Yudaki dikenal sebagai salah satu dari tiga air terjun ternama di Oku-Nikko.

13. Nasu Safari Park
Dibuka pada 1980 di Dataran Tinggi Nasu yang kaya alam, taman safari ini menjadi rumah bagi sekitar 700 satwa dari kurang lebih 70 spesies asal berbagai penjuru dunia. Sebagian besar satwanya dibiarkan berkeliaran bebas di dalam kawasan.
Untuk berkeliling, Anda dapat memilih mobil pribadi, mobil sewaan, bus, atau bus berkerangkeng “WILD RIDE”.
Dari dalam kendaraan, Anda dapat mengamati dari dekat area hidup satwa karnivor seperti singa putih, singa, dan harimau, serta herbivor seperti jerapah, kuda nil, dan badak.
Di bus berpemandu, Anda dapat mendengarkan penjelasan tentang satwa dan mengikuti sesi pemberian makan.

14. Tambang Tembaga Ashio
Situs Tambang Tembaga Ashio beroperasi selama sekitar 400 tahun hingga ditutup pada 1973. Tempat ini juga ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional.
Dengan sebagian lorong bekas tambangnya dibuka untuk umum, Tambang Tembaga Ashio mengajak Anda mempelajari sisi terang dan gelap sejarah pertambangan yang mendukung perkembangan Jepang. Naiklah kereta tambang untuk memasuki lorong remang-remang sepanjang sekitar 460 meter. Di dalamnya, diorama patung yang menggambarkan kegiatan penambangan dari berbagai zaman memperlihatkan betapa beratnya pekerjaan para penambang.

15. Dataran Tinggi Nasu
Dataran Tinggi Nasu adalah kawasan yang membentang di lereng selatan Gunung Nasu, di bagian utara Prefektur Tochigi. Kawasan dataran tinggi ini mencakup daerah berketinggian seribu sekian ratus meter di Gunung Nasu hingga daerah pada ketinggian sekitar 300 meter.
Sejak dahulu, kawasan resor ini dikenal dengan Nasu Onsenkyo, sebutan untuk kumpulan pemandian air panas yang tersebar di Kota Nasu. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata populer dengan peternakan dan fasilitas perbelanjaan sebagai daya tariknya.

16. Ngarai Ryuokyo
Ngarai sepanjang sekitar 3 km ini membentang di antara Kawaji Onsen, kawasan kecil pemandian air panas di pertemuan sungai, dan Kinugawa Onsen.
Bebatuan vulkanik yang terlontar akibat aktivitas gunung api bawah laut sekitar 22 juta tahun lalu perlahan terkikis aliran Sungai Kinugawa hingga membentuk lanskapnya saat ini.
Sesuai namanya, yang berarti “Ngarai Raja Naga”, pemandangannya yang megah menyerupai naga yang menggeliat dan memikat para pengunjung.

17. Irohazaka
Jalan wisata sepanjang 15,8 km ini menghubungkan pusat Kota Nikko dengan Danau Chuzenji. Terdapat jalur khusus menurun “Irohazaka Pertama” dan jalur khusus menanjak “Irohazaka Kedua”. Keduanya memiliki total 48 tikungan, sehingga konon diberi nama berdasarkan 48 bunyi dalam susunan tradisional aksara Jepang yang disebut “iroha”.
Kekayaan alam Nikko membentang di kedua sisi jalan, dengan dedaunan musim gugur yang sangat indah. Perbedaan ketinggiannya mencapai 440 meter, sehingga waktu puncak perubahan warna daun berbeda menurut ketinggian dan pemandangan berwarna-warni dapat dinikmati lebih lama. Pemandangan yang sangat istimewa dapat dilihat dari Anjungan Akechidaira, yang dicapai dengan turun di Akechidaira di tengah jalur Irohazaka Kedua, lalu melanjutkan perjalanan naik kereta gantung.

18. Kinugawa Onsen
Kinugawa Onsen, yang terletak di hulu Sungai Kinugawa di Kota Nikko, merupakan salah satu kawasan pemandian air panas paling populer di Kanto. Sumber air panasnya ditemukan pada zaman Edo, ketika daerah ini berada di bawah penguasaan kuil-kuil Nikko. Pada masa itu, hanya penguasa feodal dan biksu yang pulang dari berziarah ke Nikko yang boleh menggunakannya. Memasuki zaman Meiji, pemandian ini dibuka untuk umum, dan banyak penginapan tradisional Jepang serta hotel mulai beroperasi di sepanjang Ngarai Kinugawa. Kawasan ini kemudian berkembang menjadi destinasi pemandian air panas berskala besar yang didatangi banyak wisatawan.
Air panasnya tergolong air panas sederhana yang bersifat basa, tanpa rasa maupun bau, dengan karakter yang ringan. Alam megah di sepanjang Ngarai Kinugawa juga menjadi salah satu alasan popularitasnya. Sepanjang tahun, Anda dapat menikmati pemandangan khas setiap musim, mulai dari dedaunan hijau muda, warna-warni musim gugur, hingga lanskap bersalju.

19. Akuarium Nakagawa Prefektur Tochigi
Satu-satunya akuarium di Prefektur Tochigi ini juga merupakan salah satu akuarium bertema sungai terbesar di Jepang. Sekitar 60 akuarium di dalamnya menampilkan makhluk hidup dari Sungai Nakagawa, sungai dengan air terjernih di Kanto yang mengalir melalui Tochigi, serta Sungai Amazon dan terumbu karang Great Barrier Reef di Australia. Anda dapat melihat sekitar 20.000 ekor dari kurang lebih 300 spesies.
Salah satu yang paling mengesankan adalah akuarium besar yang merekonstruksi Sungai Amazon, dilengkapi terowongan tabung dengan panorama 360°. Menyaksikan sekitar 100 spesies penghuni Sungai Amazon, termasuk piranha dan arapaima, berenang melintas di atas kepala akan membuat Anda serasa berada di dasar Sungai Amazon.

5 Tempat Makan Populer di Tochigi
Kuliner, termasuk gyoza atau pangsit khas Jepang, merupakan salah satu daya tarik Tochigi.
Berikut pilihan tempat makan populer, mulai dari kedai gyoza Utsunomiya ternama yang patut dikunjungi setidaknya sekali hingga restoran yang menyajikan hidangan bergaya Barat di dalam bangunan bersejarah.
1. Kirasse Cabang Utama
Tempat ini bagaikan museum gyoza Utsunomiya yang memanjakan pencinta gyoza. Anda dapat mencicipi gyoza dari berbagai kedai populer di Utsunomiya, salah satu kota gyoza terkemuka di Jepang, dalam satu kunjungan. Kirasse Cabang Utama memiliki dua area makan, yaitu area gerai tetap dan area gerai bergilir harian. Daya tariknya adalah kesempatan membandingkan gyoza andalan dari kedai-kedai anggota Asosiasi Gyoza Utsunomiya sekaligus.
Area gerai bergilir harian menawarkan pilihan dari lebih dari 30 jenis gyoza, dengan sajian yang berganti menurut hari dalam seminggu. Salah satu yang direkomendasikan adalah “Moriawase”, sepiring gyoza campuran dari lima kedai.

2. Utsunomiya Minmin Cabang Utama
Didirikan pada 1958, kedai legendaris ini merupakan salah satu ikon Utsunomiya, kota yang dikenal dengan gyozanya.
Cabang utamanya terletak di Jalan Miyajima, yang dijuluki “Jalan Gyoza” karena dipenuhi kedai gyoza. Kedai ini sudah mengkhususkan diri pada gyoza sejak masa ketika bahkan belum banyak restoran Tionghoa yang menyajikannya.
Digemari wisatawan maupun warga setempat, kedai populer ini bahkan dipadati antrean pada jam makan siang di hari kerja.

3. Masashi Cabang Utama Miyajima
Kedai spesialis gyoza ini berada di Jalan Miyajimacho, yang akrab disebut “Jalan Gyoza”, di Utsunomiya, salah satu kota gyoza terkemuka di Jepang.
Dengan keinginan agar pengunjung dapat menikmati gyoza yang lezat dan terjangkau, menunya hanya terdiri atas gyoza panggang dan gyoza rebus. Meski teguh pada gaya penyajian tanpa nasi, bir, atau menu pendamping lainnya, kedai ini selalu dipenuhi antrean dan sangat dipercaya oleh pelanggan setempat.

4. Menya Yosuke
Kedai populer ini menyajikan ramen Sano, hidangan mi khas Kota Sano di Prefektur Tochigi. Ciri mi dan kuah ramen Sano berbeda-beda menurut kedainya, tetapi versi klasiknya menggunakan kuah berbasis kecap asin dan mi kenyal yang dibuat dengan tangan menggunakan batang bambu hijau.
Di Menya Yosuke, adonan dibuat melalui serangkaian proses yang memerlukan waktu dan ketelitian, lalu diolah secara manual dengan batang bambu hijau untuk menghasilkan mi yang kenyal, elastis, dan mantap saat digigit. Kuah berbahan dasar hewaninya terasa ringan, tetapi memiliki cita rasa mendalam yang mampu mengimbangi tekstur mi. Kualitas kedai ini terbukti lewat berbagai penghargaan ramen yang diraihnya serta liputan media yang kerap mengangkatnya.
Pilihan menunya juga beragam, sehingga digemari berbagai kalangan, mulai dari pencinta ramen hingga keluarga.

5. Meiji no Yakata
Tak jauh dari Kuil Nikko Toshogu yang berstatus Warisan Dunia, restoran ini menempati rumah bergaya Barat dari batu yang dibangun pada zaman Meiji. Bangunan ini awalnya didirikan sebagai vila milik F. W. Horn, pedagang Amerika yang pertama kali memperkenalkan gramofon ke Jepang. Bangunannya terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud.
Menu terpopulernya adalah “Omelette Rice”. Nikmati perpaduan nasi ayam berbumbu saus tomat yang kaya rasa, telur lembut yang lumer, serta saus demi-glace yang dibuat dengan penuh ketelitian dan waktu.

Nikmati Juga Wisata Belanja! 3 Pusat Perbelanjaan di Tochigi
Tochigi juga memiliki banyak tempat berbelanja.
Setelah berwisata, nikmati belanja di mal outlet bergaya resor yang berdiri di lahan luas, dengan deretan toko pilihan produk mode dan interior, serta pujasera, kafe, dan restoran.
1. Nasu Garden Outlet
Mal outlet ini memiliki sekitar 130 toko dari beragam kategori.
Selain berbelanja, tempat ini juga menawarkan inspirasi untuk menikmati liburan bergaya resor. Melalui situs web dan media lainnya, pengelola membagikan informasi untuk menikmati Nasu, seperti lokasi untuk menikmati alam sekitar dan fasilitas glamping.

2. Sano Premium Outlets
Dengan Gunung Mikamo sebagai latarnya, salah satu mal outlet terbesar di Kanto ini dirancang menyerupai suasana kota di Pantai Timur Amerika Serikat.
Di lahannya yang luas terdapat sekitar 180 toko, mulai dari merek mewah dan merek mode populer dari Jepang maupun luar negeri, hingga toko perlengkapan olahraga dan kegiatan luar ruang, sepatu, kebutuhan rumah tangga, serta pakaian anak. Anda dapat membeli beragam barang dengan harga hemat khas outlet.

3. Bell Mall
Mal besar ini terletak di kawasan pusat kota. Dengan supermarket Ito-Yokado yang menawarkan beragam bahan makanan sebagai gerai utamanya, mal ini memiliki sekitar 120 gerai khusus, termasuk toko kebutuhan sehari-hari, restoran cepat saji, kafe, dan restoran. Ada pula fasilitas hiburan seperti bioskop TOHO Cinemas Utsunomiya dengan 10 layar, pusat kebugaran Bell Fitness, dan pemandian air panas alami Utsunomiya Bell Sakura no Yu.
Selain itu, di area mal terdapat “Alpaca Plaza”. Bulu alpaka yang lebat dan lembut serta matanya yang bulat tampak menggemaskan dan menenangkan untuk dilihat. Jika waktunya tepat, Anda bahkan dapat melihat alpaka berjalan-jalan di luar area pemeliharaannya.

Menginap di Mana? 3 Pilihan Penginapan di Tochigi
Setelah menikmati wisata Tochigi, sempurnakan perjalanan dengan menginap di hotel yang menyenangkan.
Berikut pilihan hotel yang direkomendasikan untuk menikmati waktu santai dan mewah di Tochigi.
1. Nikko Kanaya Hotel
Resor budaya ini mengusung konsep komunitas tempat orang-orang berkumpul dengan seni sebagai tema utamanya.
Di lahannya yang dikelilingi alam, tersebar 14 vila suite, serta restoran μ (Mu) dan kafe Kantan yang juga dapat dikunjungi oleh mereka yang tidak menginap.
Tersedia pula bangunan hunian untuk masa inap jangka panjang, dengan studio keramik dan kaca di sebelahnya.

2. Asaya Hotel
Didirikan pada 1888, hotel legendaris ini merupakan hotel tertua di Kinugawa Onsen, salah satu kawasan pemandian air panas terkemuka di Kanto.
Anda dapat bersantai sambil menikmati pemandian air panas dan prasmanan mewah dalam suasana elegan yang sarat tradisi, termasuk area pintu masuk beratrium dengan organ pipa.

3. Fufu Nikko
Fufu Nikko merupakan resor mewah berskala kecil dengan lokasi strategis, hanya berjarak jalan kaki dari kawasan Warisan Dunia yang mencakup Kuil Nikko Toshogu. Interiornya menampilkan desain bernuansa antik yang mewah dengan perpaduan gaya Jepang dan Barat.
Tersedia 24 kamar bergaya suite dalam enam tipe. Perhatian terhadap detail terlihat dari pilihan warna dan interior yang berbeda pada setiap kamar. Kemewahannya juga hadir melalui fasilitas pemandian air panas di semua kamar, dengan air yang dialirkan dari sumber milik resor sendiri.

2 Oleh-Oleh Populer dari Tochigi
Tochigi menawarkan beragam oleh-oleh, mulai dari kudapan terkenal buatan toko legendaris hingga sajian manis populer. Banyaknya pilihan mungkin membuat Anda bingung menentukan apa yang akan dibawa pulang.
Untuk membantu Anda, berikut pilihan oleh-oleh populer yang telah kami seleksi.
1. “Goyotei no Tsuki” dari Izumiya
Kudapan dengan krim kustar dan bolu castella ini dikenal sebagai salah satu penganan khas Dataran Tinggi Nasu di Prefektur Tochigi.
Produk andalan Izumiya, pembuat dan penjual kue Jepang maupun Barat di Tochigi, ini juga pernah meraih penghargaan di Pameran Besar Kembang Gula Nasional, ajang bersejarah yang telah diselenggarakan sejak zaman Meiji.

2. “Goyotei Cheesecake” dari Cheese Garden
“Goyotei Cheesecake” (1.350 yen) merupakan produk andalan Cheese Garden, produsen dan penjual sajian manis seperti cheesecake dan kukis di Dataran Tinggi Nasu, Prefektur Tochigi.

Penutup
Ada begitu banyak cara untuk menikmati Tochigi, mulai dari mengenal sejarah dan budaya melalui kunjungan ke Situs Warisan Dunia, bersenang-senang bersama keluarga di taman hiburan, hingga menyegarkan diri di tengah alam.
Artikel ini telah memperkenalkan tempat wisata, penginapan, dan kuliner populer di antara berbagai daya tarik Tochigi.
Jika masih ada waktu dalam jadwal perjalanan, cobalah berkunjung ke Prefektur Ibaraki yang dapat dicapai dalam sekitar dua jam dengan berganti kereta JR.
Patung Buddha Ushiku Daibutsu setinggi 120 meter, yang tercatat dalam Guinness World Records, wajib Anda lihat.
Bagaimana jika melanjutkan wisata ke Ibaraki sambil menikmati kulinernya, seperti melon, daging sapi Hitachi, dan anko nabe, hidangan hot pot ikan sungut ganda?
Penulis