
19 Tempat Wisata Andalan di Yamagata untuk Merasakan Pesona Jepang Tempo Dulu
Yamagata dianugerahi alam yang indah, mulai dari Gunung Zao dan Gunung Gassan yang termasuk dalam daftar 100 Gunung Terkenal Jepang, hingga Sungai Mogami yang disayangi sebagai sungai ibu.
Selain keindahan alam, banyak kawasan onsen atau pemandian air panas serta bangunan yang masih mempertahankan tradisi dan budaya lama. Berkunjung ke Prefektur Yamagata memberi Anda kesempatan menikmati pemandangan alam sekaligus pesona Jepang tempo dulu.
Seperti Apa Yamagata?
Prefektur Yamagata terletak di sisi wilayah Tohoku yang menghadap Laut Jepang.
Yamagata terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah dan sebagai daerah penghasil ceri.
Produksi cerinya menempati urutan pertama di Jepang. Hebatnya, jumlahnya mencapai 70% dari seluruh produksi ceri di negara ini.
Tentu saja, daya tarik Yamagata tidak terbatas pada alamnya. Bangunan dan kawasan bernuansa tradisional serta bersejarah, seperti Gudang Sankyo dan Ginzan Onsen, juga menjadi pesonanya.
Dengan luas wilayah terbesar kesembilan di Jepang, Yamagata terbagi menjadi empat kawasan: Shonai, Mogami, Okitama, dan Murayama. Masing-masing memiliki dialek dan budaya yang berbeda.
Jika Anda berencana menjelajahi berbagai kawasan di Yamagata, cobalah memperhatikan perbedaannya agar perjalanan terasa semakin menarik.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Yamagata?
Yamagata bisa dinikmati sepanjang tahun: bunga sakura pada musim semi, pepohonan hijau rimbun pada musim panas, dedaunan berwarna-warni pada musim gugur, dan pemandangan bersalju pada musim dingin.
Jika ingin menikmati onsen, September–Februari merupakan waktu yang disarankan karena Anda bisa berendam sambil memandang dedaunan musim gugur atau hamparan salju.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Yamagata
- Musim semi (Maret–Mei): jaket dan sweter
- Musim panas (Juni–Agustus): pakaian berbahan tipis
- Musim gugur (September–November): sweter atau kardigan
- Musim dingin (Desember–Februari): mantel, sweter tebal, atau jaket tebal
Bagaimana Cara Menuju Yamagata?
Dari Tokyo, Yamagata dapat dicapai dalam waktu singkat, yaitu 2,5 jam dengan Yamagata Shinkansen.
Yamagata juga memiliki bandara. Penerbangan dari Bandara Itami di Osaka menuju Bandara Yamagata memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit.
Dari Bandara Haneda di Tokyo, penerbangannya sekitar 1 jam. Akses singkat dari kota-kota besar ini tentu memudahkan perjalanan.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Yamagata
Pilihan transportasi di Yamagata cukup beragam, mulai dari delapan jalur kereta, bus wisata, kapal wisata, hingga taksi bersama.
Ada pula perusahaan taksi yang menyediakan Yamagata Omotenashi Driver, yaitu pengemudi yang memiliki pengetahuan tentang wisata Yamagata serta keterampilan melayani tamu.
Jika masih bingung menentukan tempat wisata yang ingin dikunjungi, menggunakan jasa mereka sebagai pemandu bisa menjadi pilihan.
Nikmati Pemandangan Empat Musim, Tradisi, dan Budaya! 19 Tempat Wisata Andalan di Yamagata
Di Prefektur Yamagata, manusia dan alam hidup berdampingan dengan harmonis.
Tradisi serta budaya Jepang tempo dulu masih terpelihara, sehingga kunjungan ke sini dapat membawa Anda menemukan kembali pesona Jepang.
Berikut tempat-tempat wisata andalan yang patut dikunjungi di Yamagata: Sungai Mogami yang termasuk dalam tiga sungai berarus paling deras di Jepang, Ginzan Onsen yang masih menyimpan suasana zaman Taisho, kebun buah untuk menikmati kegiatan petik ceri khas daerah ini, serta Yamadera dan Kuil Uesugi yang memperkenalkan tradisi serta budaya Jepang.
1. Taman Kajo
Taman kota ini dibangun di area bekas Kastel Yamagata, yang terpilih sebagai salah satu dari 100 Kastel Terkenal Jepang. Kastel Yamagata merupakan salah satu kastel dataran terbesar di Jepang, dengan tata letak berupa tiga lapis kawasan pertahanan yang saling mengelilingi: Honmaru, Ninomaru, dan Sannomaru, yang dilindungi parit serta tanggul tanah. Bentuk bentengnya saat ini diyakini berawal dari pembangunan oleh Mogami Yoshiaki (1546–1614), penguasa kastel ke-11. Area taman mencakup Honmaru, Ninomaru, dan sebagian Sannomaru.

2. Museum Sejarah Prefektur Yamagata “Bunshokan”
Bangunan bata ini didirikan pada 1916, tahun ke-5 era Taisho, sebagai kantor pemerintah dan gedung dewan Prefektur Yamagata.
Setelah fungsi kantor pemerintah dipindahkan pada 1975, bangunan ini diputuskan untuk dilestarikan sebagai warisan budaya. Pada 1984, bangunan tersebut ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional. Sejak 1995, tempat ini dibuka untuk umum sebagai Museum Sejarah Prefektur Yamagata atau Bunshokan, dan telah menjadi salah satu ikon Kota Yamagata.

3. Yamadera (Hojusan Risshakuji)
Yamadera adalah kompleks kuil Buddha aliran Tendai di pegunungan yang memiliki nama resmi Hojusan Risshakuji.
Kompleks bersejarah ini didirikan oleh Jikaku Daishi pada 860.
Konon, setiap kali menaiki satu dari 1.015 anak tangga batunya, satu nafsu atau keterikatan duniawi akan sirna. Sejak dahulu, kuil ini juga dihormati sebagai tempat untuk memutus hubungan yang buruk dan menjalin hubungan yang baik.

4. Zao Onsen
Zao Onsen merupakan kawasan pemandian air panas bersejarah yang konon mulai dimanfaatkan pada tahun 110. Tempat ini memiliki mata air belerang dengan tingkat keasaman tinggi dan debit melimpah, serta dikenal sebagai “pemandian pembawa kecantikan”.
Beragam tempat berendam tersebar di kawasan ini, termasuk pemandian terbuka yang luas dengan air yang terus mengalir langsung dari sumbernya. Daya tarik lainnya adalah pepohonan berselimut es yang tampak magis pada musim dingin dan trekking di dataran tinggi yang menyegarkan pada musim panas.
Datanglah untuk menikmati waktu berendam yang istimewa di tengah alam yang berubah wajah setiap musim.

5. Resor Ski Yamagata Zao Onsen
Dengan 26 lintasan dan 34 lift ski, tempat ini merupakan salah satu resor salju terbesar di Jepang. Area ski yang luas memanfaatkan kontur medan yang beragam dan terbagi menjadi enam kawasan utama, dengan berbagai lintasan untuk tingkat pemula hingga mahir. Resor ini juga terkenal dengan kualitas saljunya, sehingga pemain ski dan snowboard dari seluruh Jepang datang untuk menikmati salju bubuknya yang lembut.

6. Okama (Danau Lima Warna)
Okama di Gunung Zao merupakan danau kawah yang terletak di kawasan dengan ketinggian tertinggi di bagian tengah Pegunungan Zao.
Danau ini juga disebut Goshikiko atau “Danau Lima Warna” karena warna airnya berubah menjadi hijau tua, biru, atau hijau zamrud, bergantung pada musim, waktu, cuaca, suhu udara, dan berbagai kondisi lainnya. Kontras antara kilau tenang permukaan danau dan dinding kawah yang terjal menampilkan kekayaan keindahan alamnya.
Tempat ini dikenal sebagai lokasi berenergi spiritual untuk merasakan kekuatan bumi, sehingga patut dimasukkan ke dalam rencana perjalanan.

7. Museum Shogi Tendo
Kota Tendo menghasilkan lebih dari 90% bidak shogi, permainan catur Jepang, sehingga dikenal sebagai pusat shogi.
Alun-alun di depan stasiun dan trotoarnya dihiasi desain teka-teki skakmat shogi, sementara jembatan serta penutup lubang utilitasnya menampilkan motif bidak.
Museum Shogi Kota Tendo di lantai satu Stasiun Tendo memiliki banyak koleksi menarik, termasuk tai shogi dengan papan 25 × 25 petak dan 354 bidak, serta chaturanga dari India Utara kuno yang menjadi cikal bakal shogi.
Toko museum juga menjual beragam barang bermotif shogi yang cocok dijadikan oleh-oleh.

8. Ginzan Onsen
Sejarah kawasan pemandian air panas ini berkembang seiring penambangan di Tambang Perak Nobesawa yang berjaya pada zaman Edo. Setelah tambang ditutup, kawasan ini ramai sebagai tempat terapi berendam, tetapi banjir besar pada 1913 menghancurkan kawasan onsennya. Berkat dukungan kalangan pengusaha setempat, pada awal zaman Showa kawasan ini telah pulih hingga mendekati pemandangannya sekarang, dengan bangunan kayu bertingkat bergaya Barat yang berjajar di kedua tepi Sungai Ginzan.
Relief berwarna cerah yang disebut kote-e, dibuat dengan teknik plester pada bagian luar ryokan atau penginapan tradisional Jepang yang elegan, juga menarik untuk dilihat. Di kawasan onsen ini tersedia pula pemandian kaki dan pemandian umum.

9. Kebun Buah Wisata di Higashine
Kota Higashine memiliki budidaya buah yang berkembang pesat, terutama ceri dan apel. Produksi cerinya mencapai sekitar 3.600 ton per tahun, menempati urutan pertama di antara kota dan daerah setingkat di seluruh Jepang. Sato Nishiki, salah satu varietas ceri paling dikenal, dikembangkan di Kota Higashine. Di depan Stasiun JR Sakuranbo-Higashine berdiri patung perunggu untuk menghormati jasa Sato Eisuke, tokoh yang mengembangkan varietas tersebut.

10. Ngarai Mogami
Sungai Mogami, salah satu dari tiga sungai berarus paling deras di Jepang, merupakan sungai utama Jepang yang berstatus sungai kelas satu. Di bagian tengah alirannya, dari kawasan Furukuchi di Desa Tozawa hingga kawasan Kiyokawa di Kota Shonai, terbentang ngarai indah sepanjang 15 km yang dikenal sebagai Ngarai Mogami.
Berkendara di Jalan Nasional 47 yang mengikuti aliran sungai saja sudah menyenangkan. Namun, jika ingin menikmati pemandangan Sungai Mogami sepenuhnya, menyusuri sungai dengan perahu merupakan pilihan yang disarankan.

11. Kuil Uesugi
Kuil Shinto ini berdiri di bekas area utama Kastel Yonezawa, di dalam Taman Matsugasaki. Setelah menyeberangi parit berair tempat ikan koi berenang dengan anggun, Anda akan melihat bendera bertuliskan “Bi” dan “Ryu” berkibar. Di tengah kompleks yang luas berdiri bangunan kuil bergaya nagare-zukuri yang khidmat. Sejak didirikan pada 1871, kuil ini dikunjungi banyak orang yang memohon keberuntungan untuk meraih kemenangan, berkaitan dengan dewa yang dipuja di sini.
Keishoden menyimpan banyak benda warisan budaya yang berkaitan dengan keluarga Uesugi, termasuk baju zirah, pedang, pakaian, dan dokumen kuno yang dipamerkan kepada pengunjung.

12. Museum Uesugi Kota Yonezawa
Yonezawa merupakan kota yang tumbuh di sekitar kastel Domain Yonezawa, wilayah yang diperintah keluarga Uesugi dengan panglima zaman Sengoku, Uesugi Kenshin, sebagai leluhurnya.
Museum Uesugi Kota Yonezawa terletak di bekas kawasan Ninomaru Kastel Yonezawa dan memamerkan berbagai peninggalan keluarga Uesugi. Daya tarik utamanya adalah Uesugi-bon Rakuchu Rakugai-zu Byobu, sekat lipat bergambar pemandangan di dalam dan luar Kyoto yang konon dihadiahkan Oda Nobunaga kepada Uesugi Kenshin pada 1574.

13. Takahata Winery
Kota Takahata di Prefektur Yamagata berbatasan dengan Prefektur Fukushima di selatan dan Prefektur Miyagi di timur. Dikelilingi pegunungan dan alam yang kaya, kota ini memiliki pertanian padi serta budidaya anggur yang berkembang pesat. Untuk anggur Chardonnay dan Delaware yang sering digunakan dalam pembuatan wine, volume pengirimannya menempati urutan pertama di antara kota dan daerah setingkat di Jepang.
Takahata Winery, yang didirikan pada 1990, mengkhususkan diri dalam pembuatan wine yang menonjolkan karakter anggur dari setiap daerah. Produknya telah meraih banyak penghargaan dalam berbagai kompetisi wine, baik di Jepang maupun di tingkat dunia.

14. Akuarium Kamo Kota Tsuruoka
Terletak di pesisir Kota Tsuruoka, tempat ini merupakan satu-satunya akuarium di Prefektur Yamagata. Lebih dari 60 jenis ubur-ubur dipamerkan di sini. Akuarium ini dikenal memiliki jumlah jenis ubur-ubur terbanyak di dunia, baik yang dipelihara maupun yang dipamerkan.
Daya tarik utamanya adalah tangki berdiameter 5 m bernama “Jellyfish Dream Theater”. Pemandangan sekitar 10.000 ubur-ubur bulan yang melayang di dalam tangki raksasa ini hanya dapat disaksikan di sini.

15. Kuil Dewa Sanzan
Dewa Sanzan merupakan salah satu pusat kepercayaan pemujaan gunung utama di Tohoku dengan sejarah lebih dari 1.400 tahun. Kawasan suci ini mencakup Gunung Haguro, Gassan, dan Yudono, yang bersama-sama melambangkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Di puncak Gunung Haguro berdiri Sanjin Gosaiden, bangunan pemujaan bagi tiga dewa yang berstatus Properti Budaya Penting, sementara di kaki gunung terdapat pagoda lima tingkat yang berstatus Pusaka Nasional.
Jalur menuju kuil yang diselimuti pepohonan cedar menghadirkan suasana misterius. Perjalanan dari Gerbang Zuishinmon menuju puncak memakan waktu sekitar 90 menit, membawa Anda merasakan ruang istimewa tempat alam dan kepercayaan menyatu.

16. Gunung Haguro
Gunung setinggi 414 m ini terletak di sebelah barat laut Gunung Gassan, puncak utama Dewa Sanzan. Setelah berjalan beberapa menit di jalur gunung dari Gerbang Zuishinmon yang memiliki halte bus, Anda akan menemukan pagoda lima tingkat setinggi 29 m yang menjulang seolah menyatu dengan pepohonan cedar. Konon, pagoda ini didirikan oleh Taira no Masakado pada 938. Bangunan ini merupakan salah satu dari sedikit peninggalan arsitektur Buddha di Gunung Haguro, yang dahulu memadukan kepercayaan Shinto dan Buddha. Pada 1966, pagoda ini ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.

17. Gudang Sankyo
Kompleks gudang beras berdinding tanah ini berada di Sakata, kota yang dahulu ramai sebagai pelabuhan pengiriman beras. Sebanyak 14 bangunan didirikan pada 1893 oleh keluarga Sakai, mantan penguasa domain setempat. Kini tersisa 12 bangunan, dan sembilan di antaranya digunakan sebagai gudang dengan kapasitas penyimpanan 10.800 ton beras. Kompleks ini telah ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional.

18. Museum Seni Homma
Museum Seni Homma di Kota Sakata, Prefektur Yamagata, memiliki kaitan dengan keluarga Homma, saudagar kaya dari wilayah Shonai.
Selain koleksi yang terutama berupa lukisan Jepang dan kerajinan, museum ini memiliki taman indah dengan pesona yang berubah setiap musim.
Di sini, Anda tidak hanya dapat mengapresiasi seni, tetapi juga menikmati suasana empat musim di Taman Kakubuen, keindahan arsitektur kayu bergaya Kyoto pada bangunan Seienkaku, serta sejarah Sakata yang berkembang berkat kapal dagang Kitamaebune.
Perpaduan seni, alam, dan sejarah menciptakan ruang berkarakter khas yang menawarkan pengalaman seni berkesan.

19. Gunung Chokai
Membentang di perbatasan Yamagata dan Akita, Gunung Chokai memiliki ketinggian 2.236 m dan termasuk salah satu gunung terindah di Tohoku. Gunung ini juga dijuluki “Dewa Fuji”.
Wajahnya berubah mengikuti musim, menjadikannya tempat populer untuk mendaki, berjalan-jalan di dataran tinggi, dan memotret.
Pada musim semi, perpaduan lereng yang masih bersalju dengan bunga sakura menjadi pemandangan istimewa untuk menikmati kemegahan alam.

5 Hal yang Wajib Dicoba di Yamagata
Yamagata menawarkan beragam pengalaman yang memadukan alam megah dengan sejarah dan budaya.
Keistimewaannya adalah kesempatan menikmati berbagai daya tarik dalam satu perjalanan, mulai dari pemandangan musim dingin yang menakjubkan, kawasan suci, hingga kota onsen penuh pesona.
Berikut lima kegiatan yang patut Anda coba saat berkunjung ke Yamagata.
1. Bermain Ski dan Menikmati Pepohonan Berselimut Es di Resor Ski Yamagata Zao Onsen
Pada musim dingin, Zao menjadi salah satu resor pegunungan terkemuka di Jepang, tempat Anda dapat bermain ski dan snowboard sekaligus mengagumi juhyo, yaitu pepohonan yang terselimuti es. Dijuluki “monster salju”, juhyo merupakan fenomena alam menakjubkan yang terbentuk oleh suhu sangat dingin dan angin. Pemandangannya yang memenuhi area ski sungguh mengesankan.
Pemandangan dari kereta gantung dan pencahayaan malam juga populer, menawarkan pengalaman menikmati lanskap musim dingin yang berbeda dari keseharian.

2. Menaiki Tangga untuk Berziarah dan Memotret Panorama di Yamadera (Hojusan Risshakuji)
Risshakuji, yang lebih dikenal sebagai Yamadera, terkenal sebagai tempat laku spiritual dengan jalur pendakian lebih dari 1.000 anak tangga batu.
Semakin jauh menyusuri jalur yang dikelilingi pepohonan cedar, semakin terasa suasana heningnya. Bangunan kuil, pagoda, dan patung Buddha batu yang tersebar di sepanjang jalan menghadirkan nuansa sejarah.
Pemandangan pegunungan dari dekat puncak sangat mengesankan. Tempat ini juga populer sebagai lokasi panorama indah yang menampilkan wajah berbeda pada setiap musim.

3. Menikmati Wisata Perahu dan Keindahan Ngarai Mogami
Ngarai Mogami di bagian tengah Sungai Mogami memikat dengan perpaduan tebing terjal dan alam yang kaya.
Dengan naik perahu wisata, Anda dapat menikmati pemandangan empat musim dari dekat di atas sungai. Daun-daun hijau muda pada musim semi dan dedaunan berwarna-warni pada musim gugur sangat menarik untuk dilihat.
Menikmati waktu yang berjalan santai sambil mendengarkan nyanyian pengemudi perahu juga menjadi bagian istimewa dari perjalanan ini.
Tempat yang menenangkan ini memungkinkan Anda merasakan kemegahan alam Yamagata.

4. Merasakan Kepercayaan dan Alam di Dewa Sanzan
Dewa Sanzan, yang terdiri atas Gunung Haguro, Gassan, dan Yudono, sejak dahulu dikenal sebagai kawasan suci pemujaan gunung. Jalur tangga batu yang diapit deretan pohon cedar dan bangunan kuil yang khidmat menciptakan suasana misterius.
Di shukubo, penginapan bagi peziarah, Anda juga dapat mencicipi shojin ryori atau hidangan vegetarian tradisi Buddha, sekaligus merasakan budaya yang menghubungkan alam dan kepercayaan secara erat.
Di sini, Anda dapat menikmati waktu istimewa untuk menenangkan pikiran dan menyegarkan tubuh.

5. Menjelajahi Kawasan Onsen Bernuansa Retro di Ginzan Onsen
Ginzan Onsen masih menyimpan suasana dari zaman Taisho hingga awal Showa, dengan deretan ryokan kayu yang menghadirkan pemandangan penuh nostalgia.
Perpaduan sungai yang mengalir di tengah kawasan dan lampu-lampu gas menciptakan suasana bak adegan film.
Pada musim dingin, salju dan pencahayaan malam menghadirkan pemandangan magis yang membuat kegiatan berjalan kaki saja terasa istimewa.
Berjalan-jalan santai dengan mengenakan yukata, pakaian tradisional Jepang berbahan ringan, juga patut dicoba.

3 Tempat Makan Populer di Yamagata
Beragam tempat makan dengan karakter khas tersebar di Yamagata.
Berikut pilihan tempat makan yang menarik bukan hanya karena hidangannya yang dibuat dengan saksama, tetapi juga karena desain interior dan tampilan bangunannya.
1. Narage-shuku Tanno Konnyaku, Konnyaku Bansho
Narage-shuku Tanno Konnyaku, Tanno Konnyaku Bansho dibuka pada 1987 di kawasan Narage-shuku, di sepanjang jalur Ushu Kaido, Kota Kaminoyama, Prefektur Yamagata.
Tempat makan ini menyajikan konnyaku, olahan umbi konjak, yang dibuat dengan kepekaan terhadap pergantian empat musim di Yamagata.
Konnyaku berkualitas dengan tekstur kenyal, lentur, dan mantap saat digigit diolah menjadi sajian kaiseki, rangkaian hidangan Jepang yang disajikan secara bertahap.

2. Teuchi Suisha Kisoba
Didirikan pada 1861.
Kedai soba yang terletak tidak jauh dari Taman Tendo ini telah beroperasi selama lebih dari 160 tahun.
Di depan kedai terdapat kincir air besar yang hingga kini masih diputar untuk menggerakkan penggilingan batu, menggiling biji soba dengan cara tradisional.
Mi sobanya dibuat dari 100% tepung soba murni hasil penggilingan biji beserta lapisan-lapisannya, menghasilkan sajian yang lezat.
Nikmati cita rasa dan aromanya yang istimewa, serta tekstur mi yang terasa licin saat ditelan.

3. Nogawa Tofuya
Inilah kedai pelopor tahu Ginzan yang beroperasi di pintu masuk Ginzan Onsen, tepat di dekat pemandian kaki Warashi-yu.
Bangunannya menyerupai rumah tinggal dengan papan bertuliskan “Tofuya”, yang berarti kedai tahu, sebagai penanda. Di sebelahnya dahulu terdapat tempat pangkas rambut.
Setelah masuk, Anda akan menemukan konter untuk memesan.
Tahu yang digunakan adalah tahu momen bertekstur padat, seluruhnya dibuat dengan tangan dan tersedia dalam jumlah terbatas.
Menu hangat seperti “Tachigui Yudofu”, tahu rebus bertekstur licin yang disantap sambil berdiri, serta “Tachigui Namaage”, tahu goreng yang renyah di luar dan lembut di dalam, cocok dinikmati saat cuaca dingin.

3 Tempat Belanja Andalan di Yamagata
Dari sekian banyak pusat perbelanjaan dan toko di Yamagata, berikut pilihan tempat belanja yang memiliki ikatan erat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Mari berburu barang khas Yamagata yang menarik, mulai dari produk unggulan hingga kerajinan tradisional.
1. Gutto Yamagata — Yamagata-ken Kanko Bussan Kaikan Co., Ltd.
Pusat produk daerah ini menyediakan beragam barang dari seluruh Prefektur Yamagata, mulai dari produk unggulan dan makanan khas hingga kerajinan rakyat.
Kawasannya terbagi menjadi tiga bagian utama: area penjualan oleh-oleh yang menawarkan produk buatan prefektur ini, area pujasera untuk menikmati cita rasa Yamagata dengan santai, serta area gerai penyewa di luar gedung.

2. Eishundo
Toko di pusat kawasan Tendo Onsen ini menjual bidak shogi sekaligus memperagakan proses pembuatannya.
Kota Tendo terkenal sebagai penghasil bidak shogi, dan toko ini merupakan yang tertua di kawasan onsennya.
Di dalam toko, Anda dapat menyaksikan dari dekat para perajin berpengalaman mengukir tulisan pada bidak shogi.
Berbagai produk terkait bidak shogi serta aneka oleh-oleh dipajang dan dijual di sini.
Ada pula sudut pameran materi sejarah shogi untuk mempelajari lebih jauh tentang bidak permainan ini.

3. Airasugena
Ginzan Onsen merupakan kawasan pemandian air panas populer dengan deretan penginapan dari zaman Taisho di sepanjang Sungai Ginzan.
Untuk lebih menikmati suasana kawasan ini, mampirlah ke Airasugena, tempat penyewaan kostum sekaligus kafe di pintu masuk Ginzan Onsen.
Tempat ini menyediakan busana bergaya “haikara-san” yang populer di Jepang pada zaman Taisho.
Perpaduan kimono dengan hakama wanita, bawahan tradisional berlipit, sangat serasi dengan nuansa romantis zaman Taisho di Ginzan Onsen.

3 Rekomendasi Penginapan di Yamagata
Berikut rekomendasi penginapan bagi Anda yang ingin menikmati wisata Yamagata. Tiga penginapan dengan karakter berbeda ini dipilih untuk menyesuaikan beragam selera, tujuan perjalanan, dan teman bepergian.
Semuanya merupakan penginapan populer yang menawarkan masa inap nyaman melalui layanan yang lengkap.
Jika belum menentukan tempat menginap, gunakan pilihan berikut sebagai referensi.
1. Nihon no Yado Koyo
Ryokan ini berada di dataran tinggi dengan panorama Pegunungan Zao.
Namanya, Koyo yang berarti “tungku tua”, berasal dari penemuan sisa tungku zaman Nara di dalam lahannya. Di sini, Anda dapat mencoba kegiatan rakuyaki dengan melukis piring keramik yang telah dibakar tanpa glasir, serta mengagumi karya para tokoh terkenal di Koridor Rakuyaki.
Air onsennya termasuk jenis natrium-kalsium-klorida-sulfat, yang juga dikenal sebagai salah satu dari tiga jenis mata air utama untuk kecantikan kulit. Air ini kaya akan asam metasilikat yang membantu menjaga kadar air dan minyak kulit secara seimbang.

2. Tendo Onsen Bimi Kyushin no Yado Tendo Hotel
Hotel di Kota Tendo, hampir di pusat Prefektur Yamagata, ini menawarkan pemandian Tendo Onsen yang mulai dimanfaatkan pada 1911 dan dikenal baik untuk kecantikan kulit.
Anda dapat menikmati Tendo Onsen di pemandian umum dengan kolam yang disebut paling luas di kawasan ini, atau di pemandian privat “Sakura” yang khusus tersedia bagi tamu menginap.
Kebanggaan utamanya adalah “Takimi Roten”, pemandian terbuka untuk berendam sambil memandang air terjun taman yang mengalir deras.
Redakan kelelahan sehari-hari sambil mendengarkan suara jatuhan air yang menyenangkan.

3. Kosekiya Bekkan
Penginapan onsen bersejarah ini konon mulai beroperasi dengan nama Kosekiya sekitar era Tenpo (1831–1845), sebagai tempat menginap untuk toji, yaitu terapi berendam dengan tinggal dalam waktu lama di kawasan air panas.
Terletak di tepi Sungai Ginzan, di pusat kawasan onsen, penginapan kayu bergaya Jepang ini memancarkan pesona romantis zaman Taisho.
Mulai dari “Roman Kyakushitsu” di lantai lima paling atas yang direnovasi pada 2016, kamar-kamar di sisi sungai maupun gunung menawarkan tata ruang lapang berupa dua ruangan yang saling terhubung, sehingga Anda dapat menginap dengan santai.

3 Oleh-Oleh Favorit dan Populer dari Yamagata
Jika bingung memilih oleh-oleh dari Yamagata, pertimbangkan produk-produk favorit berikut.
Apa pun pilihan Anda, semuanya pasti akan menyenangkan keluarga, teman, dan kenalan.
1. “Fukimame” dari Toko Legendaris Choeido
Manisan khas Yamagata ini dibuat oleh Choeido, toko kue yang didirikan pada 1886 dan kini dikelola generasi kelima.
Kacang ercis hijau pilihan dikupas dengan teliti, lalu dimasak hingga lembut sampai ke bagian tengahnya untuk mengeluarkan cita rasa alami bahan secara maksimal.
Meski direbus dengan api besar hingga air rebusannya meluap dan kacangnya menjadi sangat lembut, bentuknya tetap utuh serta berisi. Hasil ini menunjukkan keahlian toko yang telah lama berdiri.

2. “Kokyo” dari Kimuraya
Kokyo merupakan kue khas Shonai kebanggaan Kimuraya, toko legendaris yang berakar di Tsuruoka.
Bentuk dan namanya terinspirasi dari cermin kuno yang ditemukan di Kolam Kagamiike di Gunung Haguro.
Bagian luarnya terasa renyah ringan, sementara bagian dalamnya berisi gyuhi, olahan mochi yang lembut dan kenyal. Perpaduan keduanya menghasilkan sensasi tekstur yang serasi saat digigit dan dinikmati.

3. “Yamagata Sakuranbo Kirara” dari Kato Bussan
Jeli ini dikembangkan pada 2011 oleh produsen makanan manis Taniguchi Bussan Ltd., lalu mulai dijual melalui pedagang grosir di seluruh Prefektur Yamagata.
Satu buah daging ceri utuh asal Yamagata dibungkus dalam jeli yang dibuat menggunakan sari ceri dari prefektur yang sama. Daya tariknya terletak pada cita rasa buah yang manis dan asam.
Produk ini populer sebagai oleh-oleh yang mencerminkan Yamagata, daerah dengan hasil panen ceri terbesar di Jepang.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berwisata di Yamagata
Kekayaan alam Yamagata menawarkan pesona berbeda setiap musim. Namun, iklim dan karakter masing-masing daerah juga membuat beberapa hal perlu diperhatikan.
Berikut lima hal yang sebaiknya diketahui sebelum berangkat agar perjalanan aman dan nyaman.
1. Waspadai Timbunan Salju dan Jalan Membeku pada Musim Dingin
Banyak wilayah di Yamagata mengalami hujan salju lebat. Pada musim dingin, sekitar Desember–April, salju dan lapisan es di jalan membuat kegiatan mengemudi sangat berbahaya.
Jangan membelokkan setir atau mengerem secara mendadak karena dapat menyebabkan kecelakaan. Menjaga jarak aman yang cukup dengan kendaraan di depan juga penting.
Persimpangan dan area yang teduh sangat mudah licin. Ban musim dingin tanpa paku atau rantai ban juga wajib disiapkan.
Saat bepergian pada musim dingin, sediakan waktu perjalanan yang lebih longgar.

2. Siapkan Pakaian Sesuai Musim dan Kawasan yang Dikunjungi
Yamagata memiliki empat musim yang jelas, tetapi suhu di pegunungan dan dataran rendah dapat berbeda jauh.
Bahkan pada musim semi dan gugur, pagi serta malam hari sering terasa dingin, sehingga pakaian tipis saja mungkin tidak cukup.
Terutama jika akan banyak berjalan di luar ruangan saat berwisata, sebaiknya bawa pakaian hangat atau luaran tambahan.
Memilih pakaian yang dapat menyesuaikan perubahan cuaca merupakan salah satu kunci perjalanan yang nyaman.

3. Patuhi Etika Dasar di Kawasan Onsen seperti Ginzan Onsen
Di kawasan air panas seperti Ginzan Onsen, penting untuk mengikuti etika berendam khas Jepang.
Sebelum masuk ke kolam, bilas tubuh dengan menyiramkan air. Jangan memasukkan handuk ke dalam kolam atau membuat kegaduhan dengan suara keras.
Karena fasilitas ini digunakan bersama oleh banyak orang, tetaplah memperhatikan kenyamanan orang lain agar semua dapat menikmati waktu berendam yang menyenangkan.

4. Siapkan Juga Uang Tunai
Meski pembayaran nontunai semakin umum, masih cukup banyak toko dan tempat wisata di daerah-daerah Yamagata yang hanya menerima uang tunai.
Terutama di tempat makan kecil dan toko oleh-oleh, uang tunai terkadang diperlukan. Karena itu, sebaiknya siapkan uang tunai secukupnya sebelum bepergian.
Sediakan beberapa pilihan metode pembayaran agar tidak kesulitan saat dibutuhkan.

5. Periksa Waktu Terbaik untuk Menikmati Sakura dan Dedaunan Musim Gugur
Yamagata membentang panjang dari utara ke selatan. Perbedaan iklim di kawasan seperti Shonai, Murayama, dan Okitama membuat waktu terbaik untuk menikmati sakura serta dedaunan musim gugur juga berbeda.
Misalnya, waktu mekarnya sakura di Taman Tsuruoka dapat maju atau mundur bergantung pada suhu tahun tersebut.
Sebelum berkunjung, periksa informasi terbaru tentang mekarnya sakura dan perubahan warna daun, lalu susun rencana perjalanan agar Anda datang pada waktu terbaik.

Penutup
Itulah tempat-tempat wisata andalan di Yamagata untuk menemukan kembali pesona Jepang tempo dulu.
Jika ingin merasakan atau mengenal sejarah dan tradisi Jepang, cobalah mengunjungi tempat-tempat yang telah diperkenalkan di atas.
Setelah puas menjelajahi Prefektur Yamagata, bagaimana jika melanjutkan perjalanan ke Sendai untuk menikmati berbagai hidangan lezat, termasuk lidah sapi? Perjalanan kereta dari Yamagata ke Sendai hanya sekitar 1 jam, sehingga jaraknya cukup dekat. Jika jadwal perjalanan masih longgar, sempatkan berkunjung ke sana.
Penulis