
19 Destinasi Wisata di Ibaraki dengan Pemandangan Alam Menakjubkan yang Wajib Dilihat!
Dianugerahi pegunungan dan laut, Ibaraki memikat wisatawan dengan pemandangan alam yang indah serta kuliner yang memanfaatkan kekayaan hasil alamnya.
Bunga nemophila di Hitachi Seaside Park bahkan masuk dalam daftar 31 tempat terindah di Jepang pilihan CNN Amerika Serikat, menjadikannya destinasi populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Banyaknya tempat wisata yang dapat dinikmati bersama keluarga juga membuat Ibaraki ideal untuk liburan keluarga.
Artikel ini memperkenalkan destinasi wisata, penginapan, kuliner, dan berbagai pilihan lain untuk menikmati pesona Prefektur Ibaraki sepenuhnya.
Seperti Apa Ibaraki?
Prefektur Ibaraki terletak di bagian timur laut wilayah Kanto.
Pemandangan alam megah yang masih terjaga, pemandian air panas alami, dan beragam tempat rekreasi menjadi daya tariknya. Lokasinya yang dekat dengan kawasan metropolitan Tokyo turut menjadikannya tujuan wisata populer.
Banyak pemandangan yang hanya dapat ditemukan di Ibaraki, seperti Air Terjun Fukuroda yang diakui sebagai salah satu dari tiga air terjun terindah di Jepang, serta hamparan bunga menakjubkan di kawasan Hitachi Seaside Park yang luas.
Ibaraki juga kaya akan kuliner. Berkat pegunungan dan lautnya, Anda dapat menikmati hasil pangan dari kedua wilayah tersebut.
Pertaniannya pun berkembang pesat, dengan sejumlah bahan pangan yang menempati peringkat pertama dalam volume produksi di Jepang, seperti natto, telur, dan kastanya.
Daging sapi bermerek lokal, Hitachi Beef, juga memiliki cita rasa istimewa.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Ibaraki?
Musim semi dan musim gugur merupakan waktu yang direkomendasikan untuk berwisata ke Ibaraki.
Pada musim semi, beragam bunga plum bermekaran dan menghadirkan pemandangan indah di Kairakuen, salah satu dari tiga taman terindah di Jepang.
Pada musim gugur, dedaunan kochia di Hitachi Seaside Park berubah menjadi merah menyala, menyelimuti seluruh bukit dengan pemandangan yang mengagumkan.
Pilihan Pakaian untuk Setiap Musim di Ibaraki
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian berbahan tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket tebal
Bagaimana Cara Menuju Ibaraki?
Dengan kereta ekspres terbatas JR Jalur Joban dari Stasiun Tokyo, perjalanan ke Stasiun Mito hanya memakan waktu sekitar 74 menit.
Keberadaan Bandara Ibaraki juga memudahkan akses, baik dari kota-kota di Jepang yang memiliki bandara maupun dari kota-kota di luar negeri seperti Shanghai, Taipei, dan Xi'an.
Tersedia pula layanan bus gratis menuju Bandara Ibaraki bagi wisatawan yang menginap di Prefektur Ibaraki. Manfaatkan layanan ini saat berkunjung.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Ibaraki
Kereta dan bus memudahkan Anda menjelajahi berbagai tempat wisata di Prefektur Ibaraki.
Ada empat jalur kereta, yaitu JR Jalur Joban, JR Jalur Kashima, JR Jalur Mito, dan JR Jalur Suigun. Di semua jalur ini, Anda dapat menikmati pemandangan pedesaan yang tenang dari jendela kereta.
Pilihan bus wisata dengan rute melingkar maupun rute keliling berbagai objek wisata juga beragam, sehingga Anda tidak akan kesulitan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.
19 Destinasi Pilihan yang Wajib Dikunjungi Saat Pertama Kali ke Ibaraki
Ibaraki memiliki banyak tempat untuk menikmati keindahan alam.
Selain alamnya, ada pula taman bersejarah dan kuil Shinto untuk merasakan budaya tradisional Jepang, serta pantai untuk berenang dan taman hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga.
Dari sekian banyak tempat menarik tersebut, berikut pilihan destinasi yang direkomendasikan bagi Anda yang baru pertama kali mengunjungi Ibaraki.

1. Hitachi Seaside Park
Taman besar ini memiliki luas sekitar 350 ha.
Pada musim semi, Anda dapat melihat bunga narsis, tulip, dan nemophila.
Beragam tanaman dan bunga menghiasi taman sepanjang tahun: mawar, zinnia, dan bunga matahari pada musim panas; kochia dan kosmos pada musim gugur; serta tulip yang dibudidayakan agar mekar saat musim dingin dan bunga plum pada musim dingin.
Khususnya pada pertengahan April hingga awal Mei, bunga nemophila bermekaran dan menghadirkan pemandangan serba biru bersama langit dan laut. Keindahan ini mendapat banyak pujian.

2. Kairakuen
Taman ini dibangun oleh Tokugawa Nariaki, penguasa kesembilan Domain Mito yang bersejarah.
Bersama Kenrokuen di Kanazawa dan Korakuen di Okayama, Kairakuen dikenal sebagai salah satu dari tiga taman terindah di Jepang.
Berbagai daya tarik tersebar di dalam taman seluas sekitar 13 ha ini.
Setelah masuk melalui Gerbang Timur, Anda akan melihat Kobuntei, bangunan kayu tiga lantai dengan dua tingkat atap.
Bangunan ini didirikan sebagai kediaman peristirahatan Nariaki. Dua bagiannya, masing-masing beratap sirap kayu tipis dan jerami, memancarkan suasana sederhana sekaligus anggun.
Senekidai, tempat diletakkannya papan go, papan shogi, serta meja yang semuanya terbuat dari batu, berada di ujung selatan dataran tinggi taman. Dari sini, Anda dapat menikmati pemandangan alam yang indah di bawahnya, termasuk Danau Senba. Gua Nangai, bekas lokasi penambangan batu tuf untuk pembangunan saluran air dan sumur, juga masih dapat ditemukan di taman ini.

3. Air Terjun Fukuroda
Air Terjun Fukuroda, salah satu destinasi wisata utama Ibaraki, berada di Sungai Taki, anak Sungai Kuji yang mengalir di wilayah Okukuji. Air terjun megah dengan tinggi 120 m dan lebar 73 m ini termasuk salah satu dari tiga air terjun terindah di Jepang, bersama Air Terjun Kegon di Prefektur Tochigi dan Air Terjun Nachi di Prefektur Wakayama. Fukuroda juga terpilih dalam daftar 100 air terjun terbaik di Jepang.

4. Ushiku Daibutsu
Ushiku Daibutsu adalah patung Buddha Amitabha raksasa yang selesai dibangun pada 1992, atau tahun ke-4 era Heisei. Nama resminya adalah Ushiku Amida Daibutsu.
Dengan tinggi 120 m, termasuk alas setinggi 20 m, patung ini tercatat dalam Guinness World Records sebagai patung Buddha berbahan perunggu tertinggi di dunia.
Karena Prefektur Ibaraki memiliki kaitan erat dengan biksu Shinran, kuil utama Higashi Honganji dari aliran Jodo Shinshu Higashi Honganji mendirikan patung Buddha ini di sini. Ukurannya sungguh luar biasa: berat total 4.000 ton, telapak tangan kiri sepanjang 18 m, wajah sepanjang 20 m, mata sepanjang 2,5 m, mulut sepanjang 4 m, hidung setinggi 1,2 m, telinga sepanjang 10 m, dan jari telunjuk sepanjang 7 m.

5. Kuil Kashima Jingu
Kuil Kashima Jingu berada di Kota Kashima, bagian tenggara Prefektur Ibaraki. Kuil Shinto utama di bekas Provinsi Hitachi ini konon didirikan pada tahun pertama pemerintahan Kaisar Jimmu, yaitu 660 SM.
Kuil ini memuja Takemikazuchi no Okami, dewa pendirian Jepang dan seni bela diri. Sejak zaman kuno, kuil ini dihormati oleh istana kekaisaran dan klan Fujiwara, juga para panglima seperti Minamoto no Yoritomo dan Tokugawa Ieyasu, serta ahli pedang seperti Tsukahara Bokuden. Para pemuja datang untuk memohon kemenangan, kemajuan dalam seni bela diri, dan perlindungan dari kesialan.

6. Gunung Tsukuba
Gunung Tsukuba terletak di bagian timur laut Dataran Kanto dan termasuk dalam daftar 100 gunung terkenal di Jepang. Gunung ini memiliki dua puncak, yaitu Nantai dengan ketinggian 871 m dan Nyotai dengan ketinggian 877 m.
Sejak dahulu, gunung ini dikenal sebagai tempat pemujaan, dan gunung itu sendiri dianggap sebagai perwujudan suci dewa.
Balai pemujaan Kuil Tsukubasan berada di lereng selatan pada ketinggian sekitar 270 m.
Salah satu daya tariknya adalah jalur pendakian yang relatif mudah dinikmati. Tersedia enam jalur pendakian, termasuk rute yang dimulai dari Kuil Tsukubasan.

7. Aqua World Akuarium Oarai Prefektur Ibaraki
Salah satu akuarium terkemuka di Jepang ini menampilkan sekitar 580 spesies makhluk hidup dari laut dan sungai.
Sesuai dengan logo hiu yang menjadi simbolnya, akuarium ini memiliki jumlah spesies hiu yang dipelihara terbanyak di Jepang.
Di dalamnya juga terdapat salah satu tangki khusus ikan mola-mola terbesar di Jepang. Akuarium ini memelihara beberapa ekor mola-mola sekaligus untuk dipamerkan, sesuatu yang jarang dijumpai di Jepang.

8. Kuil Kasama Inari
Kuil Kasama Inari berada di Kota Kasama, bagian tengah Prefektur Ibaraki. Kuil ini konon didirikan pada 651, tahun ke-2 era Hakuchi, pada masa pemerintahan Kaisar Kotoku di zaman Asuka.
Bersama Kuil Fushimi Inari Taisha di Kyoto dan Kuil Yutoku Inari di Saga, kuil ini dikenal sebagai salah satu dari tiga kuil Inari utama di Jepang.
Di belakang balai pemujaan berdiri bangunan utama kuil yang dibangun kembali pada akhir zaman Edo dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional.
Bangunan kuil dihiasi ukiran menawan seperti “Naga Berkepala Tiga yang Menatap ke Segala Arah” dan “Singa Tiongkok dengan Bunga Peony”. Keindahan hiasan karya para ahli ukir terkemuka pada masa itu tidak boleh dilewatkan.

9. Kuil Oarai Isosaki
Kuil ini berdiri di bukit Tanjung Oarai yang menghadap Samudra Pasifik. Dewa yang dipuja di sini dipercaya memberi berkah dalam bidang pengobatan dan perjodohan.
Di pantai yang dapat dicapai dengan berjalan kaki sebentar dari kuil, terdapat Kamiiso, tempat dewa Onamuchi no Mikoto dan Sukunahikona no Mikoto konon turun ke bumi. Sebuah gerbang torii berdiri di atas bebatuan karangnya. Kamiiso merupakan kawasan suci yang disebut kinsokuchi, yaitu area terlarang untuk dimasuki. Lakukan pemujaan atau ambil foto dari tanggul maupun dek pengamatan di depannya. Tempat ini populer saat matahari terbit, terutama di sekitar titik balik matahari musim dingin ketika gerbang torii dan matahari pagi dapat diabadikan dalam satu bingkai. Banyak fotografer datang sejak dini hari.

10. Pasar Ikan Nakaminato
Pasar wisata yang berfokus pada hasil laut ini mencatat total sekitar satu juta kunjungan setiap tahun.
Karena berada dekat salah satu pangkalan perikanan laut lepas terkemuka di Jepang, pilihannya sangat beragam, mulai dari ikan besar seperti cakalang dan tuna hingga ikan berdaging putih seperti flounder, kakap laut, dan gurnard.
Ada 12 toko yang beroperasi di kawasan pasar. Toko-toko ikan segarnya menjual produk dengan harga lebih terjangkau dibandingkan supermarket pada umumnya.

11. Jembatan Gantung Ryujin
Ngarai Ryujin berada di Taman Alam Prefektural Okukuji, Ibaraki. Jembatan Gantung Ryujin membentang di atas waduk Bendungan Ryujin yang dibangun di Sungai Ryujin, sungai yang mengalir melalui ngarai ini. Dengan panjang 375 m, jembatan ini termasuk salah satu jembatan gantung khusus pejalan kaki terpanjang di Jepang.
Jembatan berada 100 m di atas permukaan danau dan menawarkan panorama alam sekitarnya yang luas.

12. Stasiun Hitachi
Stasiun Hitachi di JR East Jalur Joban merupakan stasiun utama Kota Hitachi dan menghadap Samudra Pasifik. Bangunan stasiunnya yang sekarang selesai dibangun pada 2011 dan memukau dengan dinding kaca di seluruh sisinya. Pengawasan desainnya ditangani oleh Kazuyo Sejima, arsitek kelahiran Kota Hitachi yang meraih Penghargaan Pritzker, penghargaan yang kerap disebut sebagai Nobel di dunia arsitektur. Stasiun ini menerima Good Design Award pada 2012 dan penghargaan keunggulan dalam Brunel Awards, kompetisi desain internasional khusus bidang perkeretaapian, pada 2014.

13. Ngarai Hananuki
Ngarai ini berada di dekat Bendungan Hananuki, 10 km di sebelah barat Stasiun JR Takahagi. Rangkaian lubuk dan air terjun dengan beragam ukuran menjadikannya tempat populer untuk menikmati alam sepanjang musim. Dari Bendungan Hananuki melewati Lubuk Namerigafuchi hingga Bumi Perkemahan Kotakizawa, hijaunya daun muda pada musim semi dan warna-warni dedaunan musim gugur menghadirkan pemandangan yang sungguh menakjubkan!

14. Ibaraki Flower Park
Taman Bunga Prefektur Ibaraki di kawasan Yasato yang hijau di Kota Ishioka dibuka kembali pada April 2021 setelah diperbarui dengan nama Ibaraki Flower Park.
Konsepnya adalah taman bunga yang bukan sekadar untuk “dilihat”, tetapi juga “dirasakan”. Dengan mawar, bunga simbol prefektur, sebagai daya tarik utama, taman ini menyediakan beragam cara untuk menikmati bentuk, warna, dan aroma 900 varietas mawar. Masa mekarnya mencapai puncak pada pertengahan Mei hingga akhir Juni serta Oktober hingga pertengahan November. Program aktivitas “100 Pengalaman Indrawi” juga menawarkan lebih dari 100 jenis kegiatan sepanjang tahun untuk menikmati bunga dan alam perbukitan pedesaan dengan kelima indra. Anda dapat merasakan daya tarik yang berbeda pada setiap musim.

15. Kawasan Pemandian Air Panas Okukuji
Kota Daigo di bagian barat laut Ibaraki berada di kaki Gunung Yamizo, puncak tertinggi di Ibaraki dengan ketinggian 1.022 m. Daerah hulu Sungai Kuji, yang mengalir melalui pusat kota, disebut Okukuji dan populer sebagai tempat memancing ikan ayu. Di wilayah kaya alam yang memadukan keindahan pegunungan dan ngarai ini, tersebar pemandian air panas seperti Fukuroda Onsen, Ori Onsen, dan Daigo Onsen. Secara keseluruhan, kawasan ini dikenal sebagai Kawasan Pemandian Air Panas Okukuji.

16. Tsukuba Expo Center
Museum sains ini bertujuan menyebarkan informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus membuat sains terasa dekat bagi semua orang. Daya tarik utamanya adalah planetarium berkubah besar. Dengan diameter 25,6 m dan kapasitas 210 kursi, planetarium ini termasuk salah satu yang terbesar di dunia.
Hamparan bintang dan tayangan yang memenuhi seluruh kubah menghadirkan pengalaman mengesankan. Penjelasan langsung dari staf museum yang mudah dipahami juga mendapat banyak pujian. Pada waktu-waktu tertentu, tersedia program orisinal serta tayangan anak-anak yang menampilkan karakter animasi.

17. Pusat Antariksa Tsukuba, Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA)
Salah satu pusat pengembangan antariksa terbesar di Jepang ini menjalankan beragam kegiatan, mulai dari pengembangan dan pengoperasian satelit buatan, penelitian serta pengembangan roket dan sistem transportasi, hingga pelatihan astronaut. Di lahannya yang luas, setara dengan sekitar 12 Tokyo Dome, berdiri sejumlah bangunan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.
Di gedung pameran Space Dome, Anda dapat melihat model uji untuk pengembangan satelit dan mesin roket, serta replika berukuran sama dengan perangkat aslinya. Salah satu yang paling menarik adalah replika ukuran asli Kibo, modul eksperimen Jepang di Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Detail interiornya yang teliti membuat pengunjung dapat merasakan pengalaman seolah-olah menjadi astronaut.

18. Danau Kasumigaura
Kasumigaura terletak di bagian tenggara Prefektur Ibaraki dan merupakan danau terluas kedua di Jepang setelah Danau Biwa. Luas permukaannya mencapai 220 km², mencakup 35% wilayah Prefektur Ibaraki. Namanya menggunakan kata ura yang berarti teluk, bukan ko yang berarti danau, karena tempat ini awalnya merupakan teluk laut yang kemudian terpisah dari laut akibat endapan dan menjadi laguna.
Banyak sungai bermuara di Kasumigaura, yang menjadi habitat berbagai jenis ikan seperti wakasagi, ikan mas, ikan gobi, dan black bass. Pada musim dingin, banyak burung air juga bermigrasi ke sini. Anda dapat menikmati kegiatan memancing serta olahraga air seperti berlayar dengan perahu layar dan mengendarai perahu motor.

19. Tsukuba Wanwan Land
Taman hiburan ini menawarkan berbagai kegiatan bertema anjing. Simbolnya adalah Mokkun, salah satu menara observasi kayu berbentuk anjing terbesar di dunia.
Lebih dari 500 anjing dari ras populer maupun langka dari berbagai negara dipelihara di sini. Selain anjing kecil seperti chihuahua dan toy poodle, ada pula great dane, anjing berukuran sangat besar yang berasal dari Jerman.
Banyak anjing di sini terlatih dengan baik dan bersifat ramah. Anda dapat menyentuh dan berinteraksi langsung dengan mereka di area interaksi.

Nikmati Kelezatan Bahan Pangan Lokal! 3 Tempat Makan Populer di Ibaraki
Salah satu daya tarik Ibaraki adalah kuliner yang memanfaatkan hasil pertanian dari tanahnya yang subur, serta kekayaan pangan dari laut dan pegunungan.
Berikut pilihan tempat makan yang patut Anda singgahi saat berwisata di Ibaraki.
1. Gotetsu Mukyoan
Restoran ini telah memperoleh sertifikasi “Umaimondokoro” dari pemerintah prefektur, sebagai pengakuan bahwa pengunjung dapat menikmati pangan Ibaraki yang aman dan berkualitas tinggi di sini.
Sejak didirikan sekitar 40 tahun lalu, restoran ini terus menyajikan aneka menu yang berakar pada tradisi setempat dan sangat dicintai masyarakat Ibaraki.
Pilihan yang paling direkomendasikan adalah hidangan berbahan ayam Okukuji Shamo, salah satu produk khas daerah ini.

2. Oarai Kaisen Ichiba Kaisen Donburi-tei
Oarai Kaisen Ichiba, pasar hasil laut yang menjual ikan segar tangkapan perairan lepas Oarai dan Kashimanada, selalu ramai sejak pagi buta pada hari libur.
Pilihannya beragam, mulai dari ikan yang umum dijumpai seperti kinmedai, nodoguro, dan madai hingga spesies langka yang sulit ditemukan di pasar perkotaan.
Layanan membersihkan dan memotong semua ikan yang dibeli tanpa biaya tambahan juga menjadi nilai lebihnya.

3. Chushin
Tempat makan yang berfokus pada hidangan laut ini berada di sebuah gang, tak jauh dari Pelabuhan Oarai yang menjadi pangkalan kegiatan nelayan setempat. Restoran ini dikelola oleh Uochu, toko ikan yang telah lama beroperasi, sehingga kesegaran bahan dalam menunya terjamin.
Sebagian besar dipasok dari pelabuhan ikan Oarai dan Nakaminato, dengan pilihan hasil laut hidup yang semuanya berada dalam kondisi prima.

3 Tempat Belanja Andalan di Ibaraki
Selain tempat wisata, Ibaraki juga memiliki beragam pilihan tempat belanja.
Luangkan waktu untuk mengunjungi mal-mal besar yang dibangun dengan memanfaatkan lahannya yang luas.
1. Oarai Seaside Station
Mal ini terletak dekat pantai dengan garis teluk yang melengkung lebar. Sejak dibuka pada 2018, tempat ini menarik perhatian sebagai salah satu destinasi trendi utama di kawasan sekitarnya.
Anda dapat berjalan-jalan dalam suasana resor sambil merasakan angin laut yang segar. Aneka toko dengan berbagai kategori produk menempati dua lantainya, yaitu lantai 1 dan 2.

2. AEON Mall Tsukuba
Mal ini berada di dekat simpang susun Tsukuba-Ushiku.
Dibangun di atas lahan seluas 200.000 m², kompleks ini mencakup pusat perbelanjaan serba ada AEON, deretan toko khusus, bioskop multipleks, dan berbagai fasilitas lainnya.

3. Ami Premium Outlets
Mal outlet ini populer karena lokasinya yang praktis, dengan akses langsung dari simpang susun Ami-Higashi di Jalan Tol Ken-O.
Di dekatnya berdiri Ushiku Daibutsu setinggi 120 m, yang dapat diibaratkan sebagai pelindung kawasan ini. Banyak pengunjung mampir ke mal setelah bersembahyang di sana.
Di dalam kawasan hijau yang terinspirasi oleh pesisir barat Amerika Serikat ini, berjajar sekitar 160 toko.

Temukan Penginapan Sesuai Selera! 3 Pilihan Akomodasi di Ibaraki
Seperti destinasi wisatanya, akomodasi di Ibaraki juga menawarkan beragam daya tarik. Ada ryokan atau penginapan tradisional Jepang yang mengunggulkan pemandian air panas alami, hotel dengan layanan sewa sepeda untuk beraktivitas, serta hotel tempat Anda dapat menikmati suasana laut.
Berikut beberapa rekomendasi dari sekian banyak pilihan penginapan menarik di Ibaraki.
1. Fukuroda Onsen Omoide Romankan
Penginapan ini berjarak tiga menit berkendara dari Air Terjun Fukuroda, salah satu dari tiga air terjun terindah di Jepang. Lokasinya yang tenang di tengah alam Okukuji menjadi daya tarik tersendiri.
Setelah berwisata, nikmati pemandian air panas alami andalannya untuk menenangkan pikiran dan merilekskan tubuh.
Sumber air panasnya dikenal sebagai Fukuroda Onsen, pemandian ternama dengan sejarah yang dapat ditelusuri hingga zaman Heian.

2. Hoshino Resorts BEB5 Tsuchiura
Hoshino Resorts BEB5 Tsuchiura dibuka pada Oktober 2020 sebagai hotel pertama Hoshino Resorts yang mengusung konsep menginap sambil menikmati kegiatan bersepeda.
Hotel ini menempati lantai 3–5 Play atre Tsuchiura, gedung yang terhubung dengan Stasiun JR Tsuchiura. Lokasinya sangat praktis karena pintu masuk hotel berada tepat di depan gerbang tiket stasiun.
Layanan untuk menikmati kegiatan bersepeda selama perjalanan tersedia sangat lengkap, mulai dari penyewaan sepeda hingga rekomendasi rute bersepeda.

3. Oarai Hotel
Hotel resor ini dikenal sebagai tempat untuk menikmati waktu yang menenangkan, dikelilingi birunya laut dan langit.
Kamar-kamarnya ditata dengan interior modern yang serasi dan bergaya, sementara panorama Samudra Pasifik yang megah terbentang di balik jendela.
Pemandangan indah berganti seiring waktu, mulai dari matahari terbit yang memukau, laut yang tenang menjelang malam, hingga pantulan bulan di permukaan air, menghadirkan pengalaman menginap yang lapang dan jauh dari rutinitas sehari-hari.

3 Oleh-Oleh Khas dan Populer dari Ibaraki
Banyak oleh-oleh yang hanya dapat dibeli di Ibaraki, mulai dari penganan khas hingga kudapan yang menggunakan bahan pangan produksi setempat.
Berikut pilihan oleh-oleh yang perlu Anda ketahui agar tidak menyesal saat menentukan buah tangan.
1. “Mito no Ume” dari Kamejirushi
Produsen penganan kebanggaan Ibaraki ini memiliki banyak toko di seluruh prefektur, dengan toko utama di Kota Mito.
Usahanya bermula pada 1852, atau tahun ke-5 era Kaei, ketika pendiri generasi pertama membuka toko.
Produk yang paling direkomendasikan adalah Mito no Ume, penganan khas yang begitu terkenal hingga hampir semua warga Mito mengenalnya. Pasta kacang putih buatan sendiri yang bercita rasa lembut dibungkus dengan gyuhi, adonan beras ketan yang lunak, lalu dilapisi daun shiso merah yang direndam dalam sirup. Bentuknya yang mengingatkan pada buah plum di Kairakuen, salah satu dari tiga taman terindah di Jepang, menjadi ciri khas yang berkesan.

2. Farmkuchen Fukasaku
Toko spesialis baumkuchen, kue berlapis khas Jerman, ini pernah mendapat pujian tinggi dari sebuah surat kabar terkemuka Jerman karena dinilai berhasil menghadirkan kembali cita rasa autentik di tangan pembuat asal Jepang.
Toko ini dikelola oleh Perkebunan Fukasaku, yang telah menjalankan usaha pertanian selama enam generasi di Kota Hokota, Prefektur Ibaraki. Mereka berupaya menghasilkan “baumkuchen terbaik yang hanya bisa dibuat oleh petani”.

3. “Mito Ganso Tengu Natto” dari Tengu Natto Co., Ltd.
Natto, kedelai fermentasi khas Mito, ini diproduksi oleh perusahaan legendaris yang berdiri pada 1910, tahun ke-43 era Meiji, dan memiliki sejarah lebih dari 110 tahun.
Tengu Natto Co., Ltd. didirikan oleh putra kedua Sasanuma Seizaemon generasi pertama, yang dikenal sebagai perintis Tengu Natto dan disebut telah meletakkan dasar bagi natto Mito masa kini. Saat ini, generasi keempat meneruskan cita rasa tradisionalnya.

Penutup
Ibaraki memiliki beragam daya tarik, mulai dari tempat wisata, kuliner, dan penginapan hingga oleh-oleh.
Jika ini kunjungan pertama Anda, gunakan pilihan dalam artikel ini sebagai referensi untuk menyusun rencana perjalanan.
Jika waktu memungkinkan, bagaimana jika melanjutkan perjalanan ke Fukushima, yang dapat dicapai dalam tiga jam dengan shinkansen?
Fukushima cocok bagi Anda yang ingin mengenal tradisi Jepang. Ada banyak tempat dan acara yang mempertahankan sejarah serta tradisi, termasuk Soma Nomaoi dan Festival Aizu Tajima Gion, yang termasuk dalam warisan budaya rakyat berwujud maupun takbenda.
Penulis