
19 Tempat Pilihan yang Wajib Dikunjungi Saat Pertama Kali Berwisata ke Sapporo
Sapporo merupakan salah satu destinasi paling populer di Hokkaido, wilayah yang banyak dikunjungi wisatawan.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Sapporo untuk pertama kalinya, artikel ini menyajikan informasi lengkap tentang tempat wisata utama, tempat makan populer, hingga rekomendasi penginapan.
Baca hingga akhir untuk menyusun rencana perjalanan yang memungkinkan Anda menikmati Sapporo sepenuhnya.
Seperti Apa Sapporo?
Sapporo adalah ibu kota Hokkaido sekaligus kota dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di Jepang.
Di sekitar Stasiun Sapporo, deretan pusat perbelanjaan membentuk pemandangan perkotaan yang modern. Namun, cukup menjauh sedikit dari stasiun, Anda akan menjumpai alam Hokkaido yang megah. Perpaduan harmonis antara kota dan alam inilah daya tarik terbesar Sapporo.
Aksesnya pun mudah. Dari Bandara New Chitose, gerbang masuk Hokkaido, perjalanan dengan kereta cepat khusus dapat ditempuh paling cepat dalam waktu sekitar 33 menit.
Banyaknya tempat wisata dan tempat makan populer yang mewakili Hokkaido juga menjadikan Sapporo sering dipilih sebagai pusat perjalanan wisata di wilayah ini.
Taman Odori dan Susukino, salah satu dari tiga kawasan hiburan malam terbesar di Jepang, berada di Sapporo. Berbagai kuliner yang ingin Anda cicipi di Hokkaido, mulai dari ramen miso Sapporo hingga jingisukan, yaitu hidangan daging domba panggang, dan aneka hidangan laut, juga tersedia di sini.
Sapporo juga menjadi tuan rumah berbagai acara berskala besar, termasuk Festival Salju Sapporo yang termasuk salah satu dari tiga festival salju terbesar di dunia.
Pemandangan malam kota yang diselimuti salju pun indah, sehingga Sapporo dapat dinikmati pada musim maupun waktu apa saja.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Sapporo?
Sapporo memiliki pemandangan menarik dan acara di setiap musim, tetapi musim dingin adalah waktu yang paling direkomendasikan.
Dengan curah salju yang tinggi, seluruh kota diselimuti salju. Pada malam hari, dekorasi lampu menambah keindahan pemandangan khas musim dingin.
Lampu-lampu kota yang berkilau di tengah udara jernih menjadi daya tarik musim dingin Sapporo yang berbeda dari musim lainnya.
Saat Sapporo White Illumination dan Festival Salju Sapporo berlangsung, pemandangan kota terasa seperti dunia fantasi dan menarik banyak wisatawan.
Daya tarik lainnya adalah keberadaan area ski, bukan hanya di sekitar Sapporo, melainkan juga di dalam kota, sehingga Anda dapat memadukan wisata dengan olahraga musim dingin.
Ramen miso Sapporo yang menghangatkan tubuh juga menjadi kuliner khas yang patut dicicipi pada musim ini.
Dengan pemandangan bersalju, acara, dan kuliner yang bisa dinikmati sekaligus, musim dingin sangat direkomendasikan bagi Anda yang baru pertama kali mengunjungi Sapporo.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim
- Musim semi (Maret–Mei): sweter tebal, mantel
- Musim panas (Juni–Agustus): atasan lengan pendek, kemeja lengan panjang
- Musim gugur (September–November): sweter, jaket, mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): sweter tebal, jaket bulu angsa, syal
Bagaimana Cara Menuju Sapporo?
Berikut cara menuju Stasiun Sapporo, stasiun utama kota ini, dari Bandara New Chitose, Tokyo, dan Osaka.
- Dari Bandara New Chitose
- Naik kereta Special Rapid Airport di Jalur JR Chitose dari Stasiun New Chitose Airport, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.
- Dari Tokyo
- Penerbangan dari Bandara Haneda ke Bandara New Chitose memakan waktu 1 jam 30 menit, lalu perjalanan dari Bandara New Chitose ke Stasiun Sapporo sekitar 40 menit. Total waktu tempuh 2 jam 10 menit.
- Dari Osaka
- Penerbangan dari Bandara Internasional Osaka ke Bandara New Chitose memakan waktu sekitar 1 jam 50 menit, lalu perjalanan dari Bandara New Chitose ke Stasiun Sapporo sekitar 40 menit. Total waktu tempuh 2 jam 30 menit.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Sapporo
Dibandingkan wilayah lain di Hokkaido, Sapporo memiliki pilihan transportasi yang lebih lengkap.
Moda transportasi utama berbeda menurut kawasan, seperti berikut.
- Pusat Kota Sapporo
- Kereta bawah tanah, trem, bus kota
- Pinggiran Sapporo
- Bus umum
Anda dapat berkeliling pusat Kota Sapporo tanpa mobil sewaan. Namun, jika ingin mengunjungi kawasan pinggiran, menyewa mobil akan lebih praktis.
Untuk informasi transportasi di Sapporo dan cara menghemat ongkos perjalanan, lihat juga artikel berikut.
19 Tempat Wisata Utama Pilihan di Sapporo
Jika baru pertama kali berkunjung ke Sapporo, tentu Anda ingin mendatangi tempat-tempat wisata utamanya terlebih dahulu.
Dari sekian banyak tempat wisata di Sapporo, kami telah memilih tempat-tempat yang menjadi destinasi klasik kota ini.
Jadikan tempat-tempat berikut sebagai tujuan utama untuk menikmati perjalanan pertama Anda ke Sapporo.
Ingin langsung melihat lokasi-lokasinya? Kami telah menyiapkan Peta Tempat Wisata Utama, Kuliner, Belanja, dan Penginapan di Sapporo yang bisa Anda lihat terlebih dahulu.
1. Shiroi Koibito Park
Shiroi Koibito dikenal sebagai salah satu kue khas Sapporo.
Shiroi Koibito Park adalah taman rekreasi bertema kue dan cokelat. Selain melihat lini produksi Shiroi Koibito dan produk lainnya, Anda dapat mempelajari sejarah cokelat serta membuat Shiroi Koibito versi Anda sendiri.
Beragam atraksi menarik menanti para pencinta cokelat, seperti Chocotopia House yang memperkenalkan empat revolusi besar dalam sejarah cokelat melalui pemetaan proyeksi, serta Study Base Cacao Pod tempat Anda dapat mempelajari cara mencicipi cokelat.

- Nama dalam bahasa Jepang
- 白い恋人パーク
- Kode pos
- 063-0052
- Alamat
-
Miyanosawa 2-2-11-36, Distrik Nishi, Kota Sapporo, Hokkaido
Google Maps - Telepon
- 011-666-1481
- Hari Libur
- Tidak ada
- Jam Buka
- 10.00–17.30 (penerimaan pengunjung hingga pukul 16.30)
- Harga
- Dewasa (SMA ke atas): 1.200 yen; anak-anak (usia 4 tahun hingga SMP): 600 yen
- Akses
- Sekitar 7 menit berjalan kaki dari Stasiun Miyanosawa di Jalur Kereta Bawah Tanah Tozai
- Situs Resmi
- Lihat situs resmi
2. Taman Odori
Taman Odori berada di pusat Kota Sapporo. Dikelilingi sekitar 4.700 pohon dari 92 jenis, termasuk lilac dan elm Jepang, taman ini juga dilengkapi hamparan rumput serta air mancur untuk bersantai. Wisatawan dan warga setempat menyukainya sebagai tempat beristirahat di tengah kawasan perkantoran.
Taman Odori juga dikenal sebagai lokasi berbagai acara, seperti Festival Lilac Sapporo dan Festival YOSAKOI Soran. Salah satu yang paling populer adalah Festival Salju Sapporo, acara besar yang setiap tahun menarik sekitar 2 juta pengunjung dari Jepang dan luar negeri.

- Nama dalam bahasa Jepang
- 大通公園
- Kode pos
- 060-0042
- Alamat
-
Odori Nishi 1–12-chome, Distrik Chuo, Kota Sapporo, Hokkaido
Google Maps - Telepon
- 011-251-0438
- Hari Libur
- Tidak ada
- Jam Buka
- 24 jam
- Harga
- Gratis
- Akses
- Dari Stasiun JR Sapporo, berganti ke kereta api bawah tanah dan turun di Stasiun Odori.
- Situs Resmi
- Lihat situs resmi
3. Dek Observasi Sapporo Hitsujigaoka
Daya tarik Dek Observasi Hitsujigaoka adalah pemandangan alamnya yang megah, meskipun berada di Sapporo, kota berpenduduk 2 juta jiwa.
Hamparan rumput muda menyambut pengunjung pada musim semi, sedangkan ladang lavender menghiasi musim panas. Pada musim gugur, Anda dapat menikmati dedaunan yang berubah warna, sementara musim dingin menghadirkan bentangan salju seputih permadani.
Dengan pemandangan luas yang berubah di setiap musim, tempat ini sangat cocok untuk berfoto.

4. Taman Moerenuma
Taman seni Moerenuma lahir dari rencana sabuk hijau melingkar yang bertujuan mengelilingi kawasan perkotaan Sapporo dengan taman dan ruang hijau.
Pematung Isamu Noguchi merancang seluruh kawasan taman sebagai sebuah karya patung. Seiring pergantian musim, taman ini memperlihatkan beragam wajah kepada para pengunjung.

5. Pasar Nijo Sapporo
Pasar Nijo Sapporo konon bermula ketika para nelayan dari Pantai Ishikari mulai menjual ikan segar pada awal zaman Meiji.
Di dalam pasar juga terdapat banyak tempat makan, terutama yang menyajikan hidangan laut seperti sushi, nasi dengan aneka hidangan laut, dan seafood panggang.
Jika hanya ingin mencicipi sedikit makanan, area makan yang tersedia di sebagian toko ikan segar bisa menjadi pilihan.

6. Pasar Luar Pasar Grosir Pusat Sapporo
Pasar Luar Sapporo, atau Sapporo Jogai Ichiba, terhubung langsung dengan Pasar Grosir Pusat Sapporo.
Terbagi menjadi 10 blok, kawasan ini dipadati sekitar 60 toko yang menawarkan aneka bahan pangan lezat dari Hokkaido.
Di sini terkumpul hasil laut segar Hokkaido, seperti kepiting raja, kepiting berbulu, kepiting salju, dan kepiting Hanasaki, serta hasil pertanian dari tanah utara Jepang, termasuk melon, kentang, dan jagung.

7. Kawasan Pertokoan Tanukikoji
Dengan sejarah lebih dari 145 tahun, Tanukikoji merupakan salah satu kawasan pertokoan tertua di Hokkaido.
Terletak di pusat Sapporo, kawasan ini membentang sekitar 900 meter dari timur ke barat dan dipenuhi sekitar 200 toko. Lorong pertokoannya beratap, sehingga Anda tetap dapat berbelanja, berjalan-jalan, dan bersantap saat cuaca buruk.
Deretan toko niaga, toko kerajinan, dan toko oleh-oleh yang telah lama hadir di kawasan ini menciptakan suasana retro.

8. Taman Maruyama
Terletak di sisi utara Hutan Primer Maruyama, Taman Maruyama telah lama dikenal sebagai tempat menikmati bunga sakura.
Sekitar 120 pohon sakura, termasuk jenis Ezo-yamazakura dan Somei-yoshino, ditanam di taman ini. Pada musim semi, banyak pengunjung datang untuk menikmati bunganya.
Di sini juga terdapat hutan cedar Jepang dan pohon katsura berukuran besar, sehingga cocok untuk mengamati alam, mulai dari tupai dan tumbuhan liar hingga burung.
Selain itu, terdapat kebun binatang pertama di Hokkaido, “Maruyama Koen”, tempat Anda dapat mengamati kehidupan berbagai satwa, termasuk beruang kutub dan anjing laut.

9. Kuil Shinto Hokkaido Jingu
Hokkaido Jingu berada di Distrik Chuo, Kota Sapporo, dan merupakan salah satu kuil Shinto utama Hokkaido.
Sepanjang tahun, banyak orang datang untuk beribadah. Khusus pada masa hatsumode, yaitu kunjungan pertama ke kuil pada Tahun Baru, jumlah pengunjungnya mencapai lebih dari 700.000 orang setiap tahun.
Kuil ini juga terkenal sebagai tempat menikmati bunga sakura dan ume. Saat musim berbunga, Anda dapat menikmati sekitar 1.100 pohon sakura dan sekitar 120 pohon ume.

10. Menara Jam Sapporo
Bangunan ini dahulu merupakan aula latihan Sekolah Pertanian Sapporo, yang didirikan untuk mendidik para pemimpin pengembangan Hokkaido.
Atas arahan Kiyotaka Kuroda, kepala badan pengembangan yang hadir dalam upacara peresmian aula tersebut, kemudian dibangunlah Menara Jam Sapporo yang kini dicintai sebagai ikon kota.
Bangunan ini menjalani pekerjaan pelestarian dan pemugaran besar-besaran dari tahun ke-7 hingga ke-10 era Heisei (1995–1998), lalu ditata menjadi museum.

11. Bekas Gedung Utama Kantor Pemerintah Hokkaido
Gedung ini menjadi pusat pemerintahan Hokkaido selama sekitar 80 tahun, hingga gedung utama yang digunakan sekarang selesai dibangun.
Dikenal dengan julukan Gedung Bata Merah, bangunan lama ini menggunakan sekitar 2,5 juta batu bata. Kaca-kacanya yang tidak sepenuhnya rata serta arsitektur neo-Barok bergaya Amerika menghadirkan nuansa sejarah dan suasana masa lalu.

12. Arena Lompat Ski Okurayama (Dek Observasi Okurayama)
Arena Lompat Ski Okurayama yang terletak di puncak Gunung Okura merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Sapporo 1972.
Pemandangan dari dek observasinya juga menjadi daya tarik populer. Tempat observasi yang unik ini memungkinkan Anda melihat panorama Sapporo dengan landasan lompat ski di bagian depan. Dari ketinggian 307 meter di atas permukaan laut, Anda dapat memandang Kota Sapporo dan Dataran Ishikari melintasi jalur ancang-ancang lompat ski.

13. Menara TV Sapporo
Menara TV Sapporo dibangun pada 1956 di Nishi 1-chome, titik awal Taman Odori. Sejak selesai dibangun, menara ini telah menyaksikan perkembangan Sapporo dan dikenal warga maupun wisatawan sebagai ikon kota.
Dek observasinya, yang berada sekitar 90 meter di atas tanah, merupakan tempat menikmati panorama indah. Selain Kota Sapporo, pada hari cerah Anda juga dapat melihat Dataran Ishikari dan Laut Jepang.

14. Gunung Moiwa
Gunung setinggi 531 meter di atas permukaan laut ini dapat dicapai dalam sekitar 20 menit dengan transportasi umum dari pusat Sapporo. Hutan primernya masih dilindungi hingga kini.
Dari dek observasi di puncak, Anda dapat memandang Dataran Ishikari di bawah serta bentangan laut Teluk Ishikari di kejauhan.
Panorama siang harinya megah, tetapi pemandangan malamnya sangat istimewa hingga terpilih sebagai salah satu dari Tiga Pemandangan Malam Terbaik Baru di Jepang.

15. Taman Nakajima
Meski berada di pusat Sapporo, Taman Nakajima dikelilingi pepohonan yang rimbun.
Pemandangannya berubah mengikuti empat musim sepanjang tahun, menjadikannya salah satu taman populer di Sapporo yang banyak dikunjungi wisatawan.
Salah satu ciri khas Taman Nakajima adalah taman Jepangnya, yang menawarkan suasana tenang khas Jepang.
Di sini juga terdapat ruang upacara minum teh Hasso-an, yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional. Anda dapat melihat bagian luar bangunan yang bernilai sejarah ini.

16. Museum Bir Sapporo
Di satu-satunya museum bir di Jepang ini, Anda dapat mengenal sejarah pengembangan Hokkaido sekaligus semangat para pendahulu yang mencurahkan upaya untuk pembuatan bir di Jepang.
Untuk menjelajahi museum, Anda disarankan mengikuti Premium Tour berbayar dengan pemandu.
Selain Premium Theater yang menampilkan sejarah pengembangan Hokkaido melalui tayangan 6K, Anda dapat melihat benda-benda pameran berharga, seperti poster iklan dan botol bir dari masa lalu, sambil mendengarkan penjelasan terperinci.

17. Desa Bersejarah Hokkaido
Museum terbuka ini berada di sebelah Taman Hutan Nopporo yang luas dan kaya akan alam.
Sesuai namanya, museum ini memamerkan bangunan dari berbagai wilayah yang didirikan pada masa perintisan dan pengembangan Hokkaido, dari zaman Meiji hingga awal zaman Showa. Bangunan-bangunan tersebut dipindahkan dan dipugar atau dibuat kembali.
Lahan seluas 54,2 hektare ini terbagi menjadi empat area, yaitu perkotaan, desa nelayan, desa pertanian, dan desa pegunungan, dengan total 52 bangunan.

18. Sapporo Art Park
Sapporo Art Park merupakan pusat seni yang menghimpun beragam fasilitas, seperti museum seni, studio seniman, bengkel kerajinan, dan panggung terbuka, di lahan luas sekitar 40 hektare di Kota Sapporo.
Selain museum luar ruang yang menyatu dengan alam dan memungkinkan pengunjung menikmati seni seiring pergantian musim, kawasan ini juga memiliki ruang latihan serta fasilitas sewaan yang dapat digunakan untuk menginap. Karena itu, tempat ini banyak dimanfaatkan bukan hanya oleh wisatawan, tetapi juga oleh para seniman pertunjukan.

19. Kawasan Pemandian Air Panas Jozankei
Kawasan pemandian air panas bersejarah di Distrik Minami, Kota Sapporo, Hokkaido ini dikenal sebagai tempat beristirahat yang tenang di balik hiruk-pikuk kota besar Sapporo.
Telah dibuka selama lebih dari 150 tahun, kawasan ini termasuk dalam Taman Nasional Shikotsu-Toya. Deretan penginapan dan fasilitas pemandian membentang di tepian sungai yang terbentuk oleh kikisan Sungai Shirai dan Sungai Toyohira.
Air panasnya tergolong mata air natrium klorida. Jozankei memiliki 56 sumber mata air panas yang terkonsentrasi di sekitar Jembatan Tsukimi dan Jembatan Takayama di Sungai Toyohira, yang mengalir melintasi kawasan ini.

5 Hal yang Patut Dilakukan di Sapporo
Dengan banyaknya tempat menarik, ada beragam cara untuk menikmati Sapporo. Di antaranya, cobalah lima kegiatan berikut.
Melalui kegiatan-kegiatan ini, Anda dapat menikmati daya tarik khas Sapporo sepenuhnya.
1. Berjalan-jalan di Taman Odori dan Melihat Panorama Kota dari Menara TV Sapporo
Salah satu rute wisata klasik Sapporo adalah berjalan menyusuri Taman Odori, yang membentang dari timur ke barat di pusat kota, lalu melanjutkan perjalanan ke Menara TV Sapporo.
Di sepanjang taman yang membentang sekitar 1,5 km ini, terdapat petak bunga, air mancur, dan bangku untuk beristirahat. Anda dapat berjalan dengan nyaman sambil menikmati suasana kota Sapporo.
Setiap bagian taman memiliki karakter berbeda, sehingga pemandangannya terus berubah saat Anda berjalan.
Taman ini juga menjadi lokasi berbagai acara musiman, yang menghadirkan suasana berbeda sesuai waktu kunjungan.
Setibanya di Menara TV Sapporo di ujung timur taman, sempatkan naik ke dek observasinya.
Di bawah, Taman Odori terlihat membentang lurus, dengan panorama kota Sapporo terhampar di sekitarnya hingga kejauhan.
Rute jalan kaki untuk menikmati lanskap perkotaan Sapporo ini cocok bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.


2. Puaskan Selera dengan Kuliner Hokkaido di Susukino!
Susukino, kawasan hiburan yang menjadi pusat kuliner Sapporo, merupakan tempat ideal untuk menikmati makanan khas Hokkaido.
Di satu kawasan ini, Anda dapat mencicipi tiga andalan kuliner Hokkaido: ramen miso Sapporo yang kaya rasa, hidangan laut segar, dan jingisukan khas Hokkaido.
Sejumlah tempat makan buka hingga larut malam, sehingga mudah disinggahi sebagai penutup kegiatan wisata.
Anda juga dapat memulai dengan hidangan laut di izakaya, kedai makan dan minum khas Jepang, lalu melanjutkan ke kedai lain untuk menikmati ramen miso Sapporo sebagai hidangan penutup malam.
Meski waktu menginap terbatas, menjadikan Susukino sebagai pusat wisata kuliner akan membantu Anda menikmati makanan khas Hokkaido dengan lebih efisien dan memuaskan.

3. Rasakan Alam Khas Hokkaido di Kawasan Maruyama
Jika ingin merasakan alam khas Hokkaido di Sapporo, kunjungilah kawasan Maruyama.
Daya tarik utamanya adalah kekayaan alam yang dapat dinikmati meskipun lokasinya mudah dijangkau dari pusat kota.
Rute yang umum dipilih adalah Kebun Binatang Maruyama → Hutan Primer Maruyama → Kuil Shinto Hokkaido Jingu.
Semua tempat ini berada dalam jarak berjalan kaki, sehingga Anda dapat mengunjunginya dengan nyaman tanpa perjalanan yang melelahkan.
Di Kebun Binatang Maruyama, amati dari dekat perilaku alami berbagai satwa.
Di Hutan Primer Maruyama yang membentang di belakang kebun binatang, Anda dapat berjalan di antara pepohonan dalam hutan yang hampir tidak tersentuh manusia.
Saat menyusuri jalur pejalan kaki yang dikelilingi pepohonan, suasananya begitu tenang hingga sulit dipercaya bahwa pusat kota berada di dekatnya.
Sebagai penutup perjalanan, singgahlah di Hokkaido Jingu.
Berjalan di kawasan kuil yang kaya akan alam dan bersuasana khidmat memungkinkan Anda merasakan sejarah serta kepercayaan Hokkaido, ditemani pemandangan yang berganti setiap musim.
-
Berjumpa dengan beragam satwa, termasuk beruang kutub, di Kebun Binatang Maruyama
-
Hutan Primer Maruyama dihiasi dedaunan musim gugur
-
Hokkaido Jingu, tempat merasakan alam, sejarah, dan kepercayaan Hokkaido
4. Menikmati Pemandangan Malam Sapporo dari Gunung Moiwa
Setelah matahari terbenam, kunjungilah Gunung Moiwa, salah satu tempat terbaik untuk menikmati pemandangan malam Sapporo.
Untuk mencapai puncaknya, Anda dapat naik kereta gantung lalu berganti ke kereta kabel mini, sehingga tidak perlu mendaki dengan berjalan kaki.
Dengan demikian, Anda tetap dapat menikmati pemandangan dari puncak dengan mudah meski kurang yakin dengan stamina Anda.
Dari dek observasi di puncak, panorama malam yang megah berupa hamparan lampu kota Sapporo terbentang di hadapan Anda.
Pemandangan malam dari dek observasi ini begitu indah hingga telah tiga kali terpilih sebagai salah satu dari Tiga Pemandangan Malam Terbaik Baru di Jepang.
Akses yang mudah dari pusat kota juga menjadi salah satu alasan Gunung Moiwa disukai banyak orang.

5. Sarapan Hidangan Laut Hokkaido di Pasar Luar Sapporo
Untuk menikmati hidangan laut segar di Sapporo, Pasar Luar Pasar Grosir Pusat Sapporo merupakan pilihan yang direkomendasikan.
Deretan toko di pasar ini menjual hasil laut khas Hokkaido, seperti telur salmon, bulu babi, dan kepiting.
Lokasinya yang bersebelahan dengan Pasar Grosir Pusat Sapporo memungkinkan Anda menikmati bahan pangan yang sangat segar.
Banyak toko buka sejak pagi buta, sehingga Anda dapat menikmati beragam hidangan laut sejak pagi, seperti nasi dengan aneka hidangan laut, sushi, sashimi, dan paket makan lengkap.
Cobalah menikmati kekayaan hasil laut khas Hokkaido sebagai menu sarapan.

5 Tempat Makan Populer untuk Menikmati Kuliner Hokkaido
Banyak wisatawan tentu berencana menikmati kuliner saat berkunjung ke Sapporo.
Namun, pilihan makanan Sapporo begitu banyak, mulai dari kari berkuah, jingisukan, hidangan laut, dan ramen hingga makanan manis, sehingga Anda mungkin bingung menentukan pilihan.
Jika demikian, kunjungilah tempat-tempat makan ternama berikut untuk mencicipi kuliner Sapporo.
1. Sumire Cabang Utama Nakanoshima
Sapporo adalah tempat lahirnya ramen miso sekaligus kawasan persaingan ramen yang ketat, dengan banyak kedai yang terus berlomba menawarkan hidangan terbaik. Di tengah persaingan tersebut, kedai ini dikenal di seluruh Jepang dan telah lama dicintai pelanggan.
Daya tarik ramen miso andalannya terletak pada kuah kental yang memadukan kedalaman rasa miso, aroma harum daging babi cincang tumis, rasa gurih lemak babi, dan manisnya sayuran, ditambah sentuhan tajam bawang putih serta jahe.

2. Jingisukan Daruma Cabang Utama
Jingisukan Daruma Cabang Utama dibuka pada tahun ke-29 era Showa (1954). Dalam nama Jepangnya, jingisukan ditulis menggunakan karakter kanji untuk nama Genghis Khan berdasarkan bunyinya. Jingisukan Daruma pun telah dikenal sebagai salah satu kuliner khas Susukino.
Demi pelanggan yang datang untuk menikmati cita rasa kedai legendaris ini, mereka sengaja mempertahankan rasa yang tidak berubah dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Daging domba dewasa yang segar didatangkan setiap hari, lalu dipotong oleh tenaga terampil tepat sebelum kedai dibuka.
Daging domba dewasa memiliki cita rasa gurih yang khas. Konon, rasa tersebut semakin menonjol berkat saus istimewa yang diracik sendiri oleh sang nyonya pemilik sejak kedai ini berdiri.

3. Soup Curry GARAKU
Soup Curry GARAKU adalah kedai kari berkuah ternama yang begitu populer hingga antrean terbentuk setiap hari dan pengunjung mendapat nomor antrean saat menunggu.
Kedai spesialis kari berkuah ini sangat dikenal oleh warga setempat.
Ciri khas utamanya tentu saja kuahnya. Konon, popularitas kedai ini bermula dari cita rasa gurih yang dihasilkan melalui perpaduan kreatif rempah-rempah dengan kaldu khas Jepang, yang dipelajari pemiliknya saat dahulu bekerja di kedai khusus udon.

4. Sapporo Beer Garden
Sapporo Beer Garden mudah dikenali dari lambang bintang merah pada cerobong bata bangunannya.
Kompleks ini memiliki lima restoran. Area yang dapat disebut sebagai ruang utamanya adalah Kessel Hall di lantai 2 dan 3 Gedung Kaitakushi-kan.
Di ruangan yang luas ini berdiri megah ketel pembuatan bir raksasa bernama Kessel, yang dibuat pada tahun pertama era Taisho (1912).
Tempat ini direkomendasikan bagi Anda yang ingin menikmati bir segar dari keran bersama jingisukan, pengalaman bersantap khas aula bir Hokkaido.

5. Umi Hachikyo Cabang Utama
Hanya satu menit berjalan kaki dari Stasiun Susukino di Jalur Namboku kereta bawah tanah Kota Sapporo, kedai ini ditandai pelampung kapal nelayan dan papan kayu berukir nama Hachikyo.
Di antara beragam hidangan berbahan hasil laut segar dan sayuran musiman, menu yang menjadi ciri khasnya adalah Ganso Tsukko Meshi.
Setelah Anda memesannya, semangkuk nasi akan diletakkan di meja. Pelayan yang membawa wadah berisi telur salmon kemudian menambahkan telur salmon ke atas nasi sambil berseru “Oisaa!”, hingga isinya nyaris meluap dari mangkuk.
Penyajian yang meriah dan tumpukan telur salmon yang melimpah membuat hidangan ini banyak diliput media.
Tentu saja, kelezatan telur salmon yang direndam dalam saus khusus berbahan dasar kecap asin juga menjadi daya tarik utamanya.

Bacaan untuk Mengenal Lebih Banyak Tempat Makan di Sapporo
Masih banyak kuliner dan tempat makan menarik di Sapporo yang belum dapat diperkenalkan di sini.
Lihat juga artikel berikut yang merekomendasikan tempat makan berdasarkan jenis kuliner khas daerah.
Ingin Berbelanja? Kunjungi 5 Tempat Belanja Populer di Sapporo Ini!
Sapporo memiliki banyak pusat perbelanjaan, sehingga Anda juga dapat menikmati kegiatan belanja.
Berikut tempat-tempat belanja yang patut dimasukkan dalam rencana perjalanan Anda.
1. Sapporo Stellar Place
Sapporo Stellar Place, yang berada di dalam JR Tower, merupakan salah satu pusat perbelanjaan berskala besar terkemuka di Jepang.
Lebih dari 200 toko hadir di sini, terutama toko busana, dilengkapi toko aneka barang, restoran, kafe, dan berbagai kategori lainnya.
Terhubung langsung dengan stasiun dan mudah diakses, tempat ini rutin dikunjungi bukan hanya oleh wisatawan, tetapi juga warga setempat, sehingga benar-benar menjadi salah satu pusat kegiatan Sapporo.

2. Odori BISSE
Pusat komersial lima lantai ini dirancang dengan konsep “Northern Good Life”, yaitu kehidupan yang baik di wilayah utara.
Tempat ini terutama dihuni restoran dan toko ternama dari berbagai penjuru Hokkaido. Anda dapat menikmati berbagai pilihan, mulai dari makanan dan hidangan manis hingga belanja dan layanan kecantikan.
Di lantai pertama yang disebut BISSE Sweets, terdapat sejumlah toko makanan manis terkenal dari Hokkaido.
Berlokasi tepat di depan Taman Odori dan dilengkapi area makan, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan maupun warga setempat setiap hari.

3. Daimaru Sapporo
Tempat belanja ini dapat dicapai dengan cepat dan mudah dari Stasiun JR Sapporo.
Berbagai produk yang mengikuti tren terkini tersedia di sini, mulai dari makanan, merek mewah, dan kosmetik hingga aneka barang kebutuhan sehari-hari.
Di Hoppe Town pada lantai basemen pertama, Anda dapat menemukan aneka makanan manis Hokkaido yang selama ini ingin dibeli.
Banyak toko cocok untuk mencari oleh-oleh, termasuk LeTAO yang terkenal dengan kue keju Double Fromage, ROYCE’ dengan beragam cokelatnya, serta Kitakaro yang menawarkan okaki, camilan kerupuk beras khas Hokkaido.

4. Sapporo Factory
Kompleks komersial besar ini dibangun di bekas lokasi pabrik Sapporo Beer, yang berawal dari Pabrik Bir Kaitakushi yang didirikan pada tahun ke-9 era Meiji (1876).
Tujuh bangunannya, termasuk bangunan bata dari masa pabrik dan atrium raksasa, menampung pusat perbelanjaan, fasilitas hiburan, restoran, pusat kebugaran, hotel, dan berbagai fasilitas lainnya.

5. Marui Imai Sapporo Cabang Utama
Sapporo, kota utama Hokkaido, memiliki banyak tempat wisata terkenal.
Di antaranya adalah Menara Jam Sapporo, Menara TV Sapporo, dan Taman Odori, tempat berlangsungnya acara-acara utama Hokkaido seperti Festival Salju Sapporo dan Festival YOSAKOI Soran.
Marui Imai Sapporo Cabang Utama berada di dekat tempat-tempat tersebut. Toserba ini terbagi menjadi tiga gedung, yaitu Odori-kan, Ichijo-kan, dan Nishi-kan (Louis Vuitton), dan dapat dikunjungi untuk berbagai keperluan, mulai dari berbelanja dan mencari busana hingga menikmati kuliner.

Bacaan untuk Mengenal Lebih Banyak Tempat Belanja di Sapporo
Jika ingin mengetahui tempat belanja lain di Sapporo yang belum diperkenalkan di sini, lihat juga artikel berikut. Artikel ini membahas tempat-tempat belanja paling populer serta pasar yang menawarkan pengalaman lebih mendalam dan kuliner menarik.
5 Rekomendasi Penginapan di Sapporo untuk Pengalaman Menginap yang Berkesan
Sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di Hokkaido, Sapporo memiliki banyak pilihan penginapan.
Pilihannya beragam, mulai dari hotel dengan akses mudah hingga penginapan dengan harga sepadan dengan fasilitasnya.
Di sini, kami telah memilih hotel-hotel yang menawarkan pengalaman menginap berkualitas.
Jadikan daftar berikut sebagai referensi jika Anda menginginkan pengalaman menginap yang lebih istimewa.
1. Sapporo Prince Hotel
Sapporo Prince Hotel berada tidak jauh dari Taman Odori, salah satu tempat wisata populer di Sapporo.
Dengan konsep “Melihat, Menyantap, Merasakan”, hotel ini memungkinkan Anda menikmati daya tarik Sapporo sepenuhnya, bahkan saat berada di dalam hotel.
Lantai 22 hingga 27 merupakan Club Floor. Selain menikmati panorama kota Sapporo dari kamar, tamu yang menginap di lantai ini dapat menggunakan layanan inklusif di Club Lounge yang khusus disediakan untuk mereka.
Fasilitas dan acaranya juga beragam, termasuk restoran dengan menu berbahan pangan Hokkaido, pemandian air panas terbuka, serta acara musiman untuk menikmati daya tarik Sapporo.

2. JR Tower Hotel Nikko Sapporo
Hotel ini berada di lantai-lantai atas JR Tower, salah satu bangunan tertinggi di Hokkaido.
Terhubung langsung dengan Stasiun Sapporo, lokasinya ideal untuk perjalanan wisata maupun bisnis.
Daya tariknya adalah pemandangan luas dari seluruh 330 kamar, yang mencakup pusat Kota Sapporo, Teluk Ishikari, hingga Pegunungan Daisetsu di kejauhan.
Semua kamar memiliki desain sederhana dan elegan, serta dilengkapi Wi-Fi gratis, koneksi LAN berkabel, dan perlengkapan kebutuhan tamu.

3. Keio Plaza Hotel Sapporo
Sekitar lima menit berjalan kaki dari Stasiun JR Sapporo, hotel ini menawarkan suasana menginap yang tenang di lingkungan kaya akan alam, dengan Kebun Raya Universitas Hokkaido di dekatnya.
Bangunannya memiliki 22 lantai dengan total 493 kamar. Beragam tipe kamar tersedia dalam lima kategori kelas.
Kamar-kamar yang menghadap utara dan selatan menawarkan panorama Sapporo. Dari kamar di lantai atas, Anda juga dapat menikmati pemandangan malam yang indah.

4. Sapporo Grand Hotel
Dibuka pada 1934 sebagai hotel bergaya Barat pertama di Hokkaido dengan fasilitas lengkap, hotel bersejarah ini menyambut tamu dengan semangat mengutamakan keramahtamahan.
Lokasinya sangat strategis di pusat Sapporo, di kawasan dengan jalan-jalan lebar yang dihiasi pepohonan.
Akses dari Stasiun JR Sapporo dan kereta bawah tanah sangat mudah. Hotel ini terhubung langsung dengan jalur pejalan kaki bawah tanah di sepanjang jalan depan Stasiun Sapporo, sehingga Anda dapat datang dengan nyaman dari stasiun tanpa terganggu cuaca buruk.

5. Jozankei View Hotel
Salah satu resor spa terbesar di Hokkaido ini berada di Jozankei, sekitar satu jam berkendara dari pusat Kota Sapporo.
Terdiri atas gedung utama dan gedung baru, hotel ini menyediakan berbagai tipe kamar, termasuk kamar bergaya Jepang, kamar bergaya Barat, kamar perpaduan Jepang dan Barat, serta suite sudut.
Prasmanannya juga populer, dengan sekitar 60 jenis hidangan yang mengutamakan bahan pangan musiman Hokkaido.
Saat sarapan, Anda dapat menikmati Asa kara Jibun Katte Don, yaitu semangkuk nasi yang dapat diberi topping hasil laut seperti telur salmon dan salmon dalam jumlah sesuai selera.
Daya tarik lain yang tidak boleh dilewatkan adalah Seiten, pemandian umum besar dengan panorama alam Jozankei yang terbentang luas.

Bacaan untuk Mengenal Lebih Banyak Penginapan di Sapporo
Jika ingin memilih penginapan di Sapporo dengan lebih cermat, lihat juga artikel berikut yang memperkenalkan rekomendasi penginapan berdasarkan jenis dan kebutuhan perjalanan.
Temukan pilihan yang sesuai untuk Anda.
Bingung Memilih? Ini 5 Oleh-Oleh Khas Sapporo yang Populer!
Setelah puas berwisata di Sapporo, bawalah pulang makanan khasnya sebagai oleh-oleh untuk teman, kenalan, maupun diri sendiri.
Jika tidak ingin salah memilih, pertimbangkan oleh-oleh klasik dan populer berikut.
1. Shiroi Koibito dari ISHIYA
Shiroi Koibito adalah kue khas Hokkaido yang dikenal luas di Jepang. Konon, produk ini lahir ketika Ishiya Seika Co., Ltd., yang semula memproduksi jajanan murah, memutuskan beralih membuat kue bergaya Barat kelas premium menggunakan bahan-bahan berkualitas dari Hokkaido.
Meski telah lebih dari 40 tahun sejak diluncurkan, popularitasnya tetap kuat sebagai salah satu oleh-oleh klasik Hokkaido.

2. Marusei Butter Sand dari Rokkatei
Produk yang telah lama laris ini dibuat oleh Rokkatei, produsen kue bersejarah yang sejak berdiri pada 1933 terus membuat camilan yang dapat dinikmati setiap hari dengan uang saku.
Sejak mulai dijual pada 1977, cita rasanya yang tidak membosankan menjadikannya salah satu oleh-oleh klasik Hokkaido yang terus dicintai.
Dua keping biskuit renyah dan harum yang dipanggang menggunakan tepung khusus mengapit krim istimewa dari perpaduan cokelat putih, kismis, dan mentega yang dibuat dari 100% susu segar Hokkaido.

3. Nama Chocolate dari ROYCE’
ROYCE’ didirikan pada 1983 di Distrik Higashi, Kota Sapporo, dengan tujuan membuat cokelat yang mampu menandingi kualitas cokelat Eropa.
Kini, perusahaan ini memiliki popularitas yang kuat sebagai produsen cokelat asal Hokkaido, dengan Nama Chocolate sebagai produk andalannya.
Berbeda dari cokelat biasa yang keras saat disajikan lalu meleleh di mulut setelah dimakan, Nama Chocolate dari ROYCE’ memiliki tekstur lembut dan lumer dengan halus.
Rahasianya terletak pada penambahan krim segar dan minuman beralkohol Barat dalam jumlah melimpah ke dalam adonan cokelat.

4. Jaga Pokkuru Rasa Garam Okhotsk dari Calbee
Jaga Pokkuru merupakan produk Calbee, Inc., salah satu produsen makanan ringan terkemuka di Jepang.
Dibuat di pabrik Chitose, Hokkaido, dan terutama dijual di Hokkaido, produk ini populer sebagai oleh-oleh dari wilayah tersebut.
Namanya menggabungkan kata jaga yang merujuk pada kentang sebagai bahan bakunya, dengan koropokkuru, sosok peri dalam legenda suku Ainu, masyarakat pribumi.

5. Hokkaido Kaitaku Okaki dari Kitakaro
Produk yang telah lama laris ini dibuat oleh Kitakaro, merek kue yang dikenal karena komitmennya menggunakan bahan-bahan dari Hokkaido.
Dengan mengutamakan kekayaan hasil laut Hokkaido dan bahan berkualitas, camilan kerupuk beras ini kini tersedia dalam 10 varian.
Selain varian cumi dari Hakodate, udang manis dari Mashike, salmon musim gugur dari Shibetsu, kerang simping dari Esashi, rumput laut kombu dari Erimo, gurita yanagi dari Shiranuka, dan telur ikan tarako Kojohama dari Shiraoi, tiga produk edisi terbatas musiman juga populer.

Rekomendasi Festival dan Acara di Sapporo Menurut Musim
Pada setiap musim, Sapporo menyelenggarakan acara-acara yang termasuk paling besar dan paling terkenal di Hokkaido.
Jika waktu perjalanan Anda bertepatan, cobalah mengunjungi acara-acara berikut.
Musim Semi: Festival Lilac Sapporo
Festival Lilac Sapporo dimulai pada tahun ke-34 era Showa (1959) atas prakarsa para tokoh budaya.
Festival ini diselenggarakan dengan tujuan mengadakan kegiatan bernuansa budaya saat bunga lilac, yang juga ditetapkan sebagai pohon simbol Sapporo, bermekaran. Sejak saat itu, festival ini melekat di hati warga sebagai penanda datangnya awal musim panas di Sapporo.
Dengan lokasi utama di Odori yang dihiasi sekitar 400 pohon lilac berbunga, festival ini menghadirkan berbagai kegiatan, seperti konser di Lilac Spring Stage, penanaman lilac, upacara minum teh di ruang terbuka, dan kegiatan mengumpulkan stempel di sejumlah titik.

Musim Panas: Festival Musim Panas Sapporo
Salah satu festival musim panas terbesar di Hokkaido ini berlangsung setiap tahun dari pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus. Berbagai acara digelar terutama di Taman Odori, yang berada di pusat Kota Sapporo.
Daya tarik terbesarnya adalah area minum bir terbuka di Taman Odori yang termasuk salah satu terbesar di Jepang. Produsen bir terkenal dari Jepang dan luar negeri membuka gerai di enam blok taman.
Anda dapat menikmati beragam bir, mulai dari empat merek bir besar Jepang, bir kraft Hokkaido, hingga bir Jerman dan negara-negara lainnya, bersama hidangan berbahan lokal yang cocok disantap sebagai pendamping bir.

Musim Gugur: Sapporo Autumn Fest
Acara kuliner bertema utama “Makanan Hokkaido dan Sapporo” ini biasanya menarik 2 juta pengunjung setiap tahun.
Acara berlangsung di tujuh blok Taman Odori di pusat Sapporo, dengan total sekitar 300 gerai yang hadir selama penyelenggaraan di area sepanjang sekitar 1 km.
Pilihan menunya sangat beragam, mulai dari produk khas kebanggaan berbagai kota dan desa di Hokkaido, minuman beralkohol seperti bir, sake lokal, dan anggur, hingga hidangan hasil kreasi para koki restoran ternama di Sapporo.

Musim Dingin: Festival Salju Sapporo
Festival Salju Sapporo merupakan perayaan salju dan es yang termasuk salah satu dari tiga festival salju terbesar di dunia. Festival ini bermula pada 1950 ketika para siswa SMA setempat membuat enam patung salju di Taman Odori.
Kini, festival ini berlangsung pada awal Februari di tiga lokasi: Odori, Susukino, dan Tsudome.
Festival ini populer sebagai acara besar musim dingin Sapporo yang menarik sekitar 2 juta pengunjung dari Jepang dan luar negeri.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berwisata di Sapporo
Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui sebelumnya agar dapat menikmati Sapporo sepenuhnya.
Terutama pada musim dingin, kondisi Sapporo sangat berbeda dari Honshu, pulau utama Jepang. Bepergian tanpa memahami perbedaan tersebut dapat menimbulkan masalah yang tidak terduga.
Agar perjalanan tetap nyaman, bacalah informasi ini sebelum berangkat.
1. Musim Dingin Sapporo Lebih Dingin daripada yang Dibayangkan
Dinginnya musim dingin Sapporo bisa lebih berat daripada yang dibayangkan pengunjung pertama kali.
Pada puncak musim dingin, banyak hari memiliki suhu di bawah titik beku, dan suhu di bawah 0°C pada siang hari pun bukan hal yang jarang terjadi.
Berikut suhu rata-rata Sapporo dari Desember hingga Februari.
- Desember
- -0.7℃
- Januari
- -4.4℃
- Februari
- -2.7℃
Saat angin bertiup, udara terasa semakin dingin dan tubuh mudah kehilangan kehangatan meski hanya sebentar berada di luar ruangan.
Perlindungan dari dingin sangat penting agar stamina tidak terkuras selama berwisata.
Selain jaket bulu angsa atau mantel tebal, siapkan perlengkapan seperti sarung tangan, syal, dan penutup telinga.

2. Jalan Licin pada Musim Dingin akibat Es dan Tumpukan Salju
Pada musim dingin di Sapporo, tumpukan salju dan permukaan jalan yang membeku membuat pijakan sangat licin.
Anda perlu berhati-hati terutama di jalan yang membeku atau bersalju padat, terlebih jika belum terbiasa berjalan di atas salju.
Banyak tempat sulit dinilai tingkat kelicinannya hanya dari penampilan. Berjalan seperti biasa dapat menyebabkan cedera yang tidak terduga.
Untuk mencegah jatuh, berjalanlah dengan langkah kecil dan usahakan seluruh telapak sepatu menapak pada permukaan jalan.
Hindari berhenti atau berbelok secara mendadak, dan pindahkan titik berat tubuh secara perlahan.
Penyeberangan, persimpangan, serta area di sekitar pintu masuk dan keluar bangunan sangat mudah menjadi licin, sehingga Anda perlu berjalan lebih hati-hati.
Hindari sepatu kets dan siapkan sepatu bersol antiselip atau bot salju.

3. Koper Sulit Ditarik di Jalan Bersalju
Menarik koper di jalan yang tertutup salju lebih sulit daripada yang dibayangkan.
Roda koper mudah terbenam dalam salju. Bahkan di jalan yang telah dibersihkan, banyak permukaan tidak rata akibat salju yang mengeras.
Karena itu, ransel lebih direkomendasikan untuk wisata musim dingin di Sapporo.
Selain memudahkan pergerakan, ransel juga membuat Anda lebih mudah menjaga keseimbangan ketika hampir terjatuh.
Jika tetap membutuhkan koper, pilih koper bercangkang keras dengan roda yang cukup besar.

4. Kawasan Bawah Tanah Sangat Luas dan Mudah Membingungkan
Sapporo memiliki kawasan bawah tanah yang luas, menghubungkan Stasiun Sapporo, Odori, dan Susukino.
Keuntungan besarnya adalah Anda dapat berpindah tempat tanpa terpapar salju dan udara dingin.
Namun, bagi pengguna pertama kali, kawasan ini juga mudah membingungkan.
Jalur bawah tanah memiliki banyak percabangan, dan pintu keluar dalam satu kawasan pun bisa terletak berjauhan.
Jika naik ke permukaan tanpa mengetahui pintu keluar terdekat dari tujuan, Anda mungkin harus berjalan jauh lebih lama daripada perkiraan.
Selain itu, meski terhubung di bawah tanah, jarak dari Stasiun Sapporo ke Odori dan Susukino tetap cukup jauh.
Berjalan kaki dapat memakan waktu lebih lama daripada yang dibayangkan, jadi pertimbangkan juga penggunaan transportasi umum.

5. Saat Acara Besar, Hotel Mudah Penuh dan Harga Cenderung Melonjak
Sapporo menyelenggarakan banyak acara besar sepanjang tahun, dan penginapan mudah terisi penuh selama periode tersebut.
Saat Festival YOSAKOI Soran dan Festival Musim Panas Sapporo pada musim panas, Sapporo Autumn Fest pada musim gugur, serta Festival Salju Sapporo pada musim dingin, tarif penginapan melonjak dan hotel-hotel di pusat kota tidak jarang terus penuh.
Jika berencana datang saat acara berlangsung, penting untuk memesan penginapan lebih awal.
Jika tanggal perjalanan belum ditentukan, merencanakan kunjungan di luar periode acara juga dapat menjadi salah satu cara menikmati Sapporo dengan lebih nyaman.

Peta Tempat Wisata Utama, Kuliner, Belanja, dan Penginapan di Sapporo
Peta di bawah ini memudahkan Anda melihat posisi tempat-tempat wisata utama, kuliner, tempat belanja, dan penginapan di Sapporo yang telah diperkenalkan.
Gunakan pula gambaran jarak antarlokasi untuk membantu merencanakan perjalanan.
Bisa Dikunjungi dalam Sehari! 3 Destinasi Populer di Hokkaido untuk Melengkapi Perjalanan ke Sapporo
Banyak wisatawan mungkin ingin menjadikan Sapporo sebagai titik awal untuk mengunjungi destinasi di sekitarnya.
Berikut beberapa destinasi populer Hokkaido yang dapat dicapai dari Sapporo dalam waktu dua jam atau kurang.
Otaru: Menikmati Suasana Kota Tempo Dulu dan Pemandangan Malam yang Indah
Otaru terkenal dengan pemandangan Kanal Otaru yang bernuansa nostalgia. Perjalanan kereta dari Stasiun Sapporo memakan waktu kurang dari satu jam, sehingga kota ini dapat dikunjungi dalam perjalanan sehari.
Cara klasik menikmati Otaru adalah berjalan menyusuri kanal sambil mengunjungi berbagai toko dan tempat makan.
Jika datang dalam perjalanan sehari dari Sapporo, jangan lewatkan pemandangan malam Otaru yang terpilih sebagai salah satu dari Tiga Pemandangan Malam Terbaik di Hokkaido.
Sejak hari mulai gelap, suasana tempo dulu semakin terasa dan daya tarik Otaru pun semakin kuat.

Asahikawa: Beragam Fasilitas Wisata dan Panorama Menawan
Seperti Sapporo, Asahikawa adalah kota yang memadukan kehidupan perkotaan dan alam secara harmonis. Kota ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 1 jam 30 menit dari Stasiun Sapporo.
Beragam fasilitas wisata tersedia, mulai dari Kebun Binatang Asahiyama yang terkenal di seluruh Jepang, Ueno Farm yang dihiasi tumbuhan dan bunga indah, hingga Museum Kota Asahikawa tempat Anda dapat mempelajari sejarah serta budaya Ainu.
Selain itu, banyak tempat menawarkan panorama indah, seperti Bukit Shujitsu yang sering digunakan sebagai lokasi syuting drama, serta Dek Observasi Arashiyama dengan pemandangan seluruh Kota Asahikawa.
Saat berwisata ke Asahikawa, sempatkan pula mencicipi ramen Asahikawa.

Noboribetsu: Pemandian Air Panas dan Lanskap Bak Neraka
Noboribetsu dapat dicapai dalam sekitar 1 jam 20 menit dengan kereta ekspres terbatas Hokuto dari Stasiun Sapporo.
Kawasan ini terkenal dengan pemandian air panas yang memiliki debit melimpah dan beragam kandungan mineral, serta pemandangan bak neraka berupa semburan mata air belerang.
Banyaknya pemandian kaki dan pemandian yang dapat digunakan tanpa menginap memungkinkan Anda menikmati air panas Noboribetsu dalam perjalanan sehari.
Tentu saja, menginap satu malam di Noboribetsu sambil mengunjungi tempat wisata seperti Jigokudani dan Oyunuma juga direkomendasikan.

Pertanyaan Umum tentang Wisata Sapporo
Q
Kapan salju mulai dan berhenti turun di Sapporo?
Salju umumnya turun dari pertengahan November hingga pertengahan Maret. Namun, salju juga terkadang turun pada April.
Q
Berapa lama perjalanan dari Sapporo ke Hakodate?
Sekitar 3 jam 50 menit dari Stasiun Sapporo dengan berganti kereta. Jika menggunakan pesawat pun, perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam 40 menit.
Q
Apakah bisa berwisata di Sapporo tanpa mobil?
Secara umum, Anda dapat berwisata tanpa mobil karena transportasi umum, seperti kereta bawah tanah dan bus kota, tersedia dengan baik.
Penutup
Artikel ini telah menyajikan informasi lengkap bagi Anda yang akan pertama kali berwisata ke Sapporo agar dapat menikmati daya tariknya sepenuhnya.
Dengan menyusun rencana perjalanan berdasarkan artikel ini, Anda dapat merasakan pengalaman yang khas Sapporo.
Jika berencana mengunjungi wilayah Hokkaido selain Sapporo, lihat juga artikel berikut yang merangkum berbagai tempat wisata di Hokkaido.
Penulis