
Nikmati Sejarah, Alam, dan Kuliner! 20 Destinasi Wisata Pilihan di Miyagi
Prefektur Miyagi menyimpan banyak tempat bersejarah, terutama di Sendai yang berkembang berkat Date Masamune, seorang panglima pada zaman Sengoku.
Pemandangan indah Matsushima, yang terpilih sebagai salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang, juga wajib dinikmati saat berwisata ke Miyagi.
Daerah ini memiliki banyak acara tradisional bersejarah panjang, seperti Festival Tanabata Sendai dan Festival Aoba.
Untuk membantu Anda menikmati beragam pesona Miyagi, berikut tempat wisata yang sarat sejarah dan tradisi, rekomendasi pemandian air panas, serta kuliner yang patut dicoba.
Seperti Apa Miyagi?
Prefektur Miyagi terletak di wilayah Tohoku.
Salah satu tujuan wisata utama di Miyagi adalah Sendai, yang dahulu berkembang sebagai kota di sekitar kastel.
Berbagai tempat terkenal dan situs bersejarah, kuliner khas Sendai, serta Festival Tanabata Sendai yang memiliki sejarah 400 tahun menarik banyak wisatawan dari Jepang maupun mancanegara.
Selain Sendai, Miyagi juga menawarkan beragam daya tarik, mulai dari Matsushima yang dikenal sebagai salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang hingga kawasan pemandian air panas dengan pemandangan yang berubah setiap musim.
Daerah ini juga terkenal sebagai tempat yang fondasi perkembangannya dibangun oleh panglima Date Masamune. Jika Anda mengagumi tokoh ini, Miyagi tentu layak dikunjungi.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Miyagi?
Miyagi menawarkan beragam pesona sepanjang tahun, tetapi waktu yang direkomendasikan untuk berkunjung adalah Mei hingga Agustus.
Cuacanya nyaman untuk berwisata, dan Anda dapat menikmati dedaunan muda yang hijau serta berbagai acara tradisional.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Miyagi
- Musim semi (Maret–Mei): sweter, jaket, mantel
- Musim panas (Juni–Agustus): kemeja lengan pendek atau panjang, kardigan tipis
- Musim gugur (September–November): kemeja lengan panjang, jaket ringan, mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): jaket bulu angsa, mantel, sweter atau jaket tebal
Bagaimana Cara Menuju Miyagi?
Dari Tokyo, Miyagi dapat dicapai dengan cepat menggunakan Shinkansen dalam waktu satu setengah jam.
Miyagi memiliki Bandara Sendai. Dengan pesawat, perjalanan dari Bandara Itami di Osaka atau Bandara Internasional Chubu di Nagoya hanya memakan waktu sekitar satu jam.
Pilihan penerbangan internasionalnya juga beragam, sehingga Miyagi mudah dijangkau dari luar negeri.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Miyagi
Miyagi memiliki jaringan transportasi yang lengkap, termasuk bus dan kereta.
Untuk perjalanan yang lebih hemat dengan kereta dan bus, Anda dapat menggunakan tiket terusan “Sendai Marugoto Pass” yang tersedia di stasiun JR dan Stasiun Bandara Sendai.
Jelajahi Sejarah dan Budaya sejak Zaman Sengoku! 20 Destinasi Wisata Pilihan di Miyagi
Prefektur Miyagi memiliki banyak tempat yang berkaitan dengan sejarah, terutama di Sendai, kota yang fondasinya dibangun oleh Date Masamune dan berkembang sebagai kota di sekitar kastel.
Saat berwisata ke Miyagi, jangan lewatkan tempat-tempat yang sarat sejarah dan budaya, seperti Kuil Buddha Zuiganji dan Kuil Shinto Osaki Hachimangu, yang bangunannya ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.
Miyagi juga dianugerahi laut dan pegunungan, sehingga Anda dapat menikmati pemandangan indah yang berubah setiap musim.
Pastikan untuk mengunjungi destinasi wisata pilihan berikut saat menjelajahi Miyagi.
1. Pabrik Penyulingan Nikka Whisky Miyagikyo
Bersama Pabrik Penyulingan Yoichi di Hokkaido, tempat ini merupakan fasilitas produksi wiski dasar untuk Nikka Whisky.
Pabrik penyulingan ini terletak di antara pegunungan dekat perbatasan Prefektur Yamagata, dikelilingi Sungai Nikkawa dan Sungai Hirose.
Tempat ini dibangun pada tahun 1969 (Showa 44) oleh Masataka Taketsuru, yang dikenal sebagai bapak wiski Jepang, sebagai pabrik penyulingan keduanya setelah Yoichi.

2. Kuil Buddha Entsuin
Entsuin dibangun pada tahun 1647 (Shoho 4) sebagai kuil untuk mendoakan arwah Date Mitsumune, cucu Date Masamune.
Kuil ini dikenal sebagai tempat menikmati dedaunan musim gugur, dengan periode terbaik dari akhir Oktober hingga pertengahan November.
Di antara taman-tamannya, taman yang berpusat pada Kolam Shinji, yang dibuat sekitar 350 tahun lalu, serta representasi Gunung Fudaraku, tempat bersemayamnya Bodhisatwa Kannon, memiliki keindahan yang termasuk terbaik di Tohoku.

3. Desa Rubah Miyagi Zao
Surga rubah di kawasan pegunungan Kota Shiroishi ini memelihara lebih dari 100 ekor rubah dari tujuh jenis, termasuk rubah merah Hokkaido, rubah silang, dan rubah Arktik. Selain memberi makan dan memotret rubah yang dibiarkan berkeliaran di area luar ruangan, Anda juga dapat mencoba menggendong anak rubah.

4. Kastel Shiroishi
Menara utama kastel ini merupakan hasil rekonstruksi berbahan kayu yang selesai dibangun pada tahun 1995 (Heisei 7).
Kastel aslinya diperkirakan sudah berdiri sekitar akhir zaman Sengoku. Namun, karena minimnya catatan sejarah, waktu pembangunan dan pendirinya belum diketahui.
Catatan menyebutkan bahwa pada zaman Edo, kastel ini menjadi kediaman keluarga Katakura, pengikut senior keluarga Date, dan tetap berdiri hingga zaman Meiji.

5. Kuil Buddha Zuiganji
Kuil tua ini konon didirikan pada awal abad ke-9 sebagai kuil aliran Tendai.
Nama resminya, termasuk gelar gunungnya, adalah Matsushima Seiryuzan Zuigan Enpuku Zenji. Kini, kuil Zen ini berada di bawah cabang Myoshinji dari aliran Rinzai.
Bangunan yang masih berdiri saat ini diselesaikan oleh Date Masamune. Karena merupakan peninggalan arsitektur berharga yang melestarikan seni zaman Momoyama, aula utama dan bangunan kuri, yang digunakan sebagai dapur serta tempat tinggal biksu, ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.

6. Mausoleum Zuihoden
Zuihoden adalah mausoleum Date Masamune, pendiri Domain Sendai.
Bangunan ini didirikan oleh Tadamune, penguasa kedua domain tersebut, setahun setelah Masamune wafat pada tahun 1636 (Kanei 13), sesuai wasiatnya.
Di sekitar Zuihoden terdapat mausoleum keluarga Date lainnya, seperti Kansenden untuk Date Tadamune dan Zennoden untuk Date Tsunamune, serta museum yang terkait dengan kompleks ini. Seluruh kawasan tersebut ditetapkan sebagai situs bersejarah Kota Sendai dengan nama Kompleks Makam Keluarga Date di Kyogamine.

7. Akuarium Sendai Umino-Mori
Terletak di dekat Pelabuhan Sendai, tempat ini merupakan salah satu akuarium terbesar di Tohoku.
Akuarium ini dibuka pada tahun 2015 (Heisei 27) sebagai “akuarium yang melambangkan pemulihan”.
Koleksinya beragam, mulai dari biota perairan lepas pantai Sanriku hingga satwa dari berbagai penjuru dunia.

8. Jalan Jozenji-dori
Bersama Jalan Aoba-dori, jalan utama ini menjadi simbol Sendai yang dijuluki “Kota Pepohonan”.
Empat baris pohon zelkova membentang sepanjang sekitar 700 m, menawarkan keindahan setiap musim, dari dedaunan muda yang hijau hingga warna-warni musim gugur.
Bagian tengah jalan dilengkapi jalur pejalan kaki, tempat Anda dapat berjalan santai sambil menikmati kopi.

9. Kuil Shinto Shiwahiko dan Shiogama
Kuil Shiogama merupakan ichinomiya, atau kuil Shinto utama, di bekas Provinsi Mutsu. Kuil ini berada di dataran tinggi yang menghadap Teluk Shiogama.
Waktu pendiriannya tidak diketahui, tetapi keterangan dalam tulisan dari awal zaman Heian menunjukkan bahwa kuil ini telah menjadi tempat pemujaan sejak sebelum zaman Nara.
Pada tahun 2002 (Heisei 14), banyak bangunannya ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional, termasuk bangunan utama, aula pemujaan, dan gerbang berkaki empat yang juga disebut Karamon.

10. Situs Kastel Sendai (Kastel Aoba)
Kastel Sendai dibangun atas perintah Date Masamune.
Sejak zaman Meiji, kawasan ini digunakan sebagai lahan militer dan banyak bangunannya dibongkar. Sebagian besar bangunan yang tersisa, termasuk Gerbang Otemon, kemudian musnah terbakar dalam serangan udara besar di Sendai.
Kini, kawasan tersebut telah ditata menjadi taman. Anda dapat melihat tembok batu, menara samping Gerbang Otemon yang dibangun kembali, serta tembok tanah di sisi utara gerbang tersebut.

11. Kuil Shinto Osaki Hachimangu
Saat Kastel Sendai dibangun, Kuil Osaki Hachimangu dipindahkan atas perintah Date Masamune ke arah barat laut, arah yang dikaitkan dengan shio anjing dan babi hutan.
Sejak saat itu, kuil ini dihormati sebagai tempat pemujaan dewa pelindung seluruh Sendai, khususnya pelindung orang yang lahir pada tahun anjing dan babi hutan.

12. Observatorium Astronomi Kota Sendai
Observatorium Astronomi Kota Sendai mengusung konsep “mendekatkan alam semesta”.
Museum astronomi terpadu ini memiliki planetarium yang menampilkan langit berbintang indah beserta tayangan visual yang memukau, ruang pameran untuk belajar tentang alam semesta secara menyenangkan melalui model dan video, serta Teleskop Hitomi berdiameter 1,3 m, salah satu yang terbesar di Jepang.

13. Kebun Binatang Yagiyama Fujisaki no Mori (Kebun Binatang Yagiyama Kota Sendai)
Kebun Binatang Yagiyama Fujisaki no Mori merupakan salah satu kebun binatang terbesar di Tohoku, dengan sekitar 600 satwa dari 115 spesies, termasuk spesies terancam punah.
Lokasinya berada di dekat Aobayama, tempat Situs Kastel Sendai berada. Kebun binatang ini disukai warga setempat maupun wisatawan karena mudah diakses—hanya 12 menit dengan kereta bawah tanah dari Stasiun Sendai dan berada tepat di dekat Stasiun Yagiyama Zoological Park—serta menawarkan kesempatan mengamati beragam mamalia, burung, dan reptil.

14. Matsushima
Matsushima merupakan kawasan berpemandangan indah yang terkenal di seluruh Jepang dan termasuk dalam Tiga Pemandangan Terindah Jepang, bersama Amanohashidate di Kyoto dan Miyajima di Hiroshima. Perpaduan cakrawala luas khas Samudra Pasifik dengan lebih dari 260 pulau besar dan kecil yang hijau telah memikat orang sejak zaman Heian.
Empat titik pandang utama di arah timur, barat, selatan, dan utara dikenal sebagai “Matsushima Shidaikan”, atau Empat Panorama Utama Matsushima.

15. Sendai Mediatheque
Jalan Jozenji-dori, dengan deretan pohon zelkova sepanjang sekitar 700 m, merupakan jalan ikonis Sendai, sang Kota Pepohonan. Di sepanjang jalan ini, Sendai Mediatheque tampak menonjol berkat eksteriornya yang seluruhnya dilapisi kaca. Gedung dengan dua lantai bawah tanah dan tujuh lantai di atas tanah ini merupakan kompleks budaya yang menampung Perpustakaan Kota Sendai, ruang acara, galeri, studio, kafe, dan berbagai fasilitas lainnya.

16. Okama (Danau Lima Warna)
Okama di Gunung Zao adalah danau kawah di kawasan dengan ketinggian tertinggi di bagian tengah Pegunungan Zao. Danau berdiameter 325 m dan berkeliling sekitar 1 km ini dikelilingi tiga gunung, yaitu Kattadake, Kumanodake, dan Goshikidake. Warna airnya berubah menjadi hijau tua, biru, atau hijau zamrud sesuai berbagai kondisi, seperti musim, waktu, cuaca, dan suhu udara. Karena itu, danau yang tampak penuh misteri ini juga disebut “Goshikinuma”, atau Danau Lima Warna. Kontras antara kilau tenang permukaan danau dan dinding kawah yang terjal menampilkan beragam sisi keindahan alam.

17. Ngarai Naruko
Ngarai Naruko memiliki tebing-tebing curam sedalam hingga 100 m yang membentang sekitar 2,5 km. Tebing putihnya yang terjal ditumbuhi pepohonan berdaun lebar yang menggugurkan daun, termasuk berbagai jenis maple dan ek mizunara. Pada musim gugur, dedaunannya berubah menjadi merah dan kuning, menciptakan pemandangan indah bagaikan lukisan.
Dengan menyeberangi Jembatan Ofukazawa yang membentang di atas Ngarai Naruko, Anda dapat merasakan ketinggian ngarai sekaligus menikmati pemandangan sekelilingnya.

18. Kuil Shinto Kanahebisui
Kuil Kanahebisui memuja ular dan air. Sejak dahulu, kuil ini diyakini membawa kemakmuran usaha dan keberuntungan finansial, sehingga juga dihormati oleh para pengusaha dan pemimpin perusahaan. Kuil ini pernah diperkenalkan di televisi dan majalah sebagai “tempat dengan energi spiritual terkuat di Tohoku”, dan setiap hari dikunjungi banyak orang dari seluruh Jepang.

19. Yakurai Garden
Yakurai Garden berada di kaki Gunung Yakurai. Tempat rekreasi ini memiliki lahan luas yang ditanami 400 jenis tumbuhan dan terbagi menjadi delapan taman bertema, termasuk Rose Garden, Herb Garden, dan Bukit Fururu. Dari musim semi hingga musim gugur, beragam bunga bermekaran penuh warna sesuai musimnya. Acara Halloween juga digelar pada musim gugur.

20. Shiroishigawa Tsutsumi Hitome Senbonzakura
Sekitar 1.200 pohon sakura ditanam di tanggul sepanjang sekitar 8 km di tepi Sungai Shiroishi yang mengalir di bagian selatan Prefektur Miyagi. Pada musim semi, bunga-bunganya bermekaran serempak. Birunya aliran sungai yang jernih, merah muda lembut bunga sakura, dan putihnya sisa salju di Pegunungan Zao yang menjulang di belakangnya menciptakan kontras seindah lukisan. Tempat ini terpilih sebagai salah satu dari “100 Tempat Terbaik untuk Menikmati Sakura” dan dikenal sebagai “Hitome Senbonzakura”, yang berarti seribu pohon sakura dalam sekali pandang.

Nikmati Lidah Sapi Khas Sendai! 3 Restoran Populer
Saat mencicipi kuliner khas Miyagi, jangan lewatkan gyutan, hidangan lidah sapi yang berasal dari Sendai.
Ada banyak restoran spesialis gyutan di Prefektur Miyagi, sehingga Anda mungkin bingung memilih tempat makan.
Dari sekian banyak pilihan, berikut tiga restoran yang sangat populer.
Jika belum menentukan pilihan, cobalah mengunjungi salah satu dari ketiga restoran ini.
1. Gyutan Sumiyaki Rikyu Nishiguchi Honten
Tanya Rikyu didirikan pada tahun 1987 (Showa 62).
Kini, jaringan ini memiliki sekitar 80 cabang di seluruh Jepang. Cita rasanya disukai bukan hanya oleh warga Miyagi, tetapi juga oleh masyarakat di berbagai daerah Jepang.
Saat makan siang, menu utamanya adalah paket hidangan gyutan, sedangkan pada malam hari tersedia aneka hidangan yang dapat dinikmati dalam suasana seperti izakaya, kedai makan dan minum khas Jepang.

2. Tanya Zenjiro Sendai Ekimae Honten
Restoran ini berjarak sekitar dua menit berjalan kaki dari Stasiun JR Sendai.
Inilah cabang utama Tanya Zenjiro, restoran bersejarah panjang yang setelah bertahun-tahun mencoba berbagai cara menyimpulkan bahwa lidah sapi paling lezat jika dibumbui garam lalu dipanggang.
Di sini, Anda dapat menikmati gyutan panggang tradisional Sendai yang setiap potongnya disiapkan dengan tangan.

3. Umami Tasuke
Tak lama setelah berakhirnya perang, Keishiro Sano, pemilik generasi pertama Tasuke, membuka restoran spesialis lidah sapi panggang di Kota Sendai dengan cara memasak “membumbui lidah sapi dengan garam, lalu meletakkannya di atas pemanggang dan memanggangnya dengan bara arang”. Pembukaan restoran inilah yang dianggap sebagai awal mula gyutan panggang Sendai, sehingga Umami Tasuke pun disebut sebagai pelopornya.

Mau Berbelanja di Miyagi? Ini 3 Kawasan Belanja Pilihan
Berbagai kawasan belanja tersebar di Miyagi.
Sebagaimana Miyagi memiliki beragam daya tarik, kawasan-kawasan belanjanya pun menawarkan pesona dan cara menikmati waktu yang berbeda-beda.
Dari sekian banyak pilihan, berikut kawasan belanja yang paling direkomendasikan.
1. Pasar Pagi Sendai
Pasar Pagi Sendai mudah dijangkau, hanya lima menit berjalan kaki dari Stasiun Sendai.
Pasar ini terutama menjual bahan pangan segar lokal dari Miyagi dan juga memiliki tempat makan. Anda dapat menikmati kekayaan kuliner Miyagi, baik dengan berbelanja bahan makanan maupun menyantap hidangan di sana.

2. Sendai Izumi Premium Outlets
Sendai Izumi Premium Outlets dibangun di Izumi Park Town, kawasan yang lahir dari proyek pengembangan kota pada 1960-an.
Terletak di dalam Izumi Park Town yang hijau dan kaya alam, pusat belanja ini konon juga banyak dimanfaatkan untuk keperluan belanja sehari-hari.
Bangunannya dirancang dengan suasana kota di bagian timur laut Amerika Serikat, sehingga berjalan-jalan di sini pun menyenangkan.

3. Nishikigaoka Hillside Mall
Kompleks pusat perbelanjaan ini terletak sekitar 15 menit berkendara dari pusat Kota Sendai.
Lokasinya mudah dijangkau dan menjadi pintu masuk menuju kawasan seperti Akiu Onsen dan Sakunami Onsen. Karena itu, banyak orang, termasuk wisatawan, berkunjung ke sini sebagai tempat singgah saat menjelajahi daerah sekitarnya.

Mau Menginap di Miyagi? Ini 3 Akomodasi Pilihan
Dari beragam akomodasi di Miyagi, berikut pilihan yang sangat direkomendasikan, mulai dari resor pemandian air panas untuk menikmati alam hingga hotel dengan akses mudah ke tempat wisata.
Jika Anda masih bingung memilih tempat menginap, gunakan daftar ini sebagai referensi.
1. Matsushima Ichinobo
Resor pemandian air panas ini menawarkan pemandangan taman luas dan panorama Matsushima yang membentang di baliknya.
Paket menginapnya bersifat all-inclusive, dengan sebagian besar biaya makanan, minuman, serta penggunaan fasilitas relaksasi seperti spa sudah termasuk dalam tarif kamar, sehingga Anda dapat menginap dengan tenang.

2. Richmond Hotel Premier Sendai Ekimae
Richmond Hotel Premier Sendai Ekimae memiliki lokasi strategis, hanya tiga menit berjalan kaki dari Stasiun JR Sendai.
Hotel ini dilengkapi fasilitas yang nyaman bagi pelancong bisnis maupun wisatawan, seperti Wi-Fi gratis, pembersih udara dengan fungsi pelembap di seluruh kamar, serta pengisi daya ponsel yang mendukung berbagai model.

3. Hotel Zuiho, Sendai Akiu Onsen
Sekitar 30 menit berkendara dari Stasiun JR Sendai, Akiu Onsen berada di tepi Sungai Natori yang berpemandangan indah. Kawasan pemandian air panas populer ini telah dibuka selama lebih dari 1.000 tahun dan termasuk dalam “Tiga Pemandian Air Panas Ternama Oshu”.
Hotel Zuiho terletak sekitar 10 menit berjalan kaki dari Ngarai Rairaikyo, tempat tebing curam dan bebatuan raksasa membentuk pemandangan khas ngarai yang menawan. Di fasilitas pemandian andalannya, Anda dapat menikmati air panas ternama melalui enam jenis kolam terbuka di dalam taman Jepang yang indah, termasuk pemandian dengan pancuran air dan kolam untuk berendam sambil berdiri, serta pemandian umum dalam ruangan yang luas.

Pemandangan Alam Indah dan Beragam Jenis Air Panas! 3 Destinasi Onsen di Miyagi
Miyagi memiliki banyak kawasan onsen, atau pemandian air panas alami, yang terkenal.
Di antara berbagai pilihan, Sakunami Onsen dan Akiu Onsen sangat direkomendasikan karena keindahan ngarainya, begitu pula Naruko Onsen yang menawarkan tujuh jenis air panas dengan karakteristik berbeda.
Setelah lelah berwisata, luangkan waktu untuk bersantai dan memulihkan tenaga di pemandian air panas ternama ini.
1. Akiu Onsen
Kawasan pemandian air panas ini berada di sepanjang ngarai Sungai Natori di bagian barat Kota Sendai. Pilihan penginapannya beragam, dari ryokan mewah, yaitu penginapan tradisional Jepang, hingga akomodasi terjangkau tanpa layanan makan.
Lokasinya mudah dijangkau, sekitar 30 menit berkendara dari pusat Kota Sendai, dan daerah sekitarnya menawarkan beragam aktivitas rekreasi.
Akiu Onsen termasuk dalam “Nihon Sanmiyu”, atau Tiga Pemandian Air Panas Kekaisaran Jepang.

2. Kawasan Pemandian Air Panas Naruko
Kawasan Pemandian Air Panas Naruko terdiri atas lima area, yaitu Naruko, Higashi-Naruko, Kawatabi, Nakayamadaira, dan Onikobe.
Kitab sejarah Shoku Nihon Koki mencatat bahwa sumber air panas muncul akibat letusan gunung berapi pada tahun 837 (Jowa 4).
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi onsen terkemuka karena memiliki tujuh dari sepuluh jenis air panas yang terdapat di Jepang.

3. Sakunami Onsen
Sakunami Onsen terletak sekitar 40 menit berkendara dari pusat Kota Sendai dan sejak dahulu dikenal sebagai tempat peristirahatan di kawasan pedalaman Sendai.
Menurut kisah yang diwariskan, tempat ini juga merupakan pemandian rahasia para penguasa Domain Sendai dari generasi ke generasi. Sejak dibuka pada tahun 1796, banyak orang datang berkunjung, termasuk tokoh sastra dan budaya seperti Masaoka Shiki.

3 Acara di Miyagi yang Menghidupkan Sejarah dan Budaya
Miyagi memiliki banyak acara tradisional yang telah berlangsung lama, seperti Festival Aoba yang dihidupkan kembali pada peringatan 350 tahun wafatnya Date Masamune, serta Festival Tanabata yang termasuk dalam Tiga Festival Utama Tohoku.
Jika ingin menikmati Miyagi sepenuhnya, pertimbangkan untuk menyesuaikan waktu perjalanan Anda dengan acara-acara berikut.
1. Festival Sendai Aoba
Festival Sendai Aoba mulai diselenggarakan pada tahun 1985 (Showa 60), yang menandai peringatan 350 tahun wafatnya Date Masamune, untuk menghidupkan kembali tradisi festival Sendai yang meriah dan megah.
Kini, acara ini menjadi salah satu dari Tiga Festival Utama Sendai sekaligus tradisi khas musim panas kota ini yang menarik banyak pengunjung dari Jepang maupun mancanegara.

2. Festival Tanabata Sendai
Festival Tanabata Sendai menyemarakkan kawasan pertokoan di pusat Kota Sendai dan sekitarnya dengan hiasan Tanabata berwarna-warni.
Warga setempat akrab menyebutnya “Tanabata-san”. Festival ini berlangsung selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Agustus, sekitar tanggal 7 bulan 7 dalam kalender lunar tradisional.
Tradisi yang telah berlangsung lebih dari 400 tahun ini kini menarik sekitar dua juta pengunjung dari Jepang dan mancanegara setiap tahun.

3. SENDAI Pageant of Starlight
SENDAI Pageant of Starlight lahir pada tahun 1986 dari dua keinginan, yaitu “mencerahkan Sendai pada musim dingin” dan “mengubah Kota Pepohonan menjadi Kota Cahaya”.
Acara ini menghiasi deretan pohon zelkova dengan lampu di Jalan Jozenji-dori, jalan utama yang menjadi simbol Kota Pepohonan.
Warga dan wisatawan menyukainya sebagai tradisi khas musim dingin Sendai yang menghadirkan suasana bak dunia fantasi.

Penutup
Miyagi memiliki banyak daya tarik, mulai dari tempat wisata bersejarah yang masih menyimpan jejak kuat Date Masamune hingga panorama Matsushima, salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang.
Agar tidak bingung menentukan tempat yang ingin dikunjungi lebih dahulu, gunakan pilihan tempat wisata dan akomodasi dalam artikel ini sebagai referensi untuk menyusun rencana perjalanan.
Jika jadwal perjalanan masih memungkinkan, lanjutkan kunjungan ke Prefektur Yamagata yang dapat dicapai dalam sekitar satu jam dengan Jalur JR Senzan.
Nikmati pula wisata di Yamagata, seperti Sungai Mogami yang termasuk dalam Tiga Sungai Berarus Terderas di Jepang, Ginzan Onsen yang masih mempertahankan suasana zaman Taisho, serta Kuil Buddha Yamadera dan Kuil Shinto Uesugi yang menghadirkan tradisi dan budaya Jepang.
Penulis