
Nikmati Keindahan Alam! 23 Destinasi Wisata Pilihan di Wakayama
Prefektur Wakayama dianugerahi laut, pegunungan, dan sungai.
Destinasi wisata populer ini menawarkan banyak daya tarik, mulai dari situs bersejarah yang termasuk Warisan Dunia hingga fasilitas rekreasi dan pemandian air panas.
Berikut pilihan destinasi wisata untuk menikmati keindahan alam sepanjang musim dan merasakan sejarah Jepang, dilengkapi rekomendasi penginapan, kuliner, serta pemandian air panas.
Seperti Apa Wakayama?
Prefektur Wakayama terletak di bagian selatan wilayah Kinki, di tengah Pulau Honshu.
Mudah dijangkau dari kawasan metropolitan Tokyo, Wakayama memiliki bentang alam megah yang tidak dapat dinikmati di perkotaan, termasuk Kumano Sanzan dan Koyasan yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Setiap tahun, banyak wisatawan mancanegara datang berkunjung.
Di antara banyaknya tempat menarik di Wakayama, Nanki Shirahama yang menghadap laut sangat populer sebagai kawasan pemandian air panas dengan berbagai panorama menawan.
Daya tarik Wakayama terletak pada kesempatan untuk menikmati alam, pemandian air panas, kuliner, dan sejarah dalam satu perjalanan.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Wakayama?
Musim panas adalah musim yang direkomendasikan untuk berwisata ke Wakayama.
Setelah berenang dan menikmati berbagai aktivitas laut di pantai berpasir putih dengan air laut biru jernih di Nanki Shirahama, segarkan tubuh dengan berendam di pemandian air panas.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Wakayama
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Wakayama?
Wakayama memiliki Bandara Nanki Shirahama yang khusus melayani penerbangan domestik. Dari Bandara Haneda di Tokyo, perjalanan dengan pesawat hanya memakan waktu 1 jam.
Dari Nagoya dan Osaka, perjalanan dengan Shinkansen direkomendasikan.
Aksesnya mudah, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Nagoya ke Wakayama dan sekitar 1 jam dari Shin-Osaka ke Wakayama.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Wakayama
Bus reguler dan taksi direkomendasikan sebagai sarana transportasi utama menuju tempat wisata dan pemandian air panas.
Jika ingin langsung menuju tempat tujuan dari ryokan, yaitu penginapan bergaya Jepang, atau hotel, taksi menawarkan perjalanan yang praktis tanpa repot.
Bagi Anda yang ingin berkeliling dengan Shirahama sebagai pusat perjalanan, tersedia taksi wisata untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di sekitarnya dari Shirahama.
Penuh Daya Tarik! 23 Destinasi Wisata Pilihan di Wakayama
Berbagai tempat wisata tersebar di seluruh Wakayama, mulai dari bentang alam yang terbentuk oleh hantaman ombak, jalur ziarah Kumano Kodo yang penuh nuansa misterius, hingga Nanki Shirahama dengan suasana resornya.
Baik untuk menikmati embusan angin laut yang menyegarkan maupun merasakan suasana sakral yang penuh misteri, berikut destinasi wisata pilihan dengan daya tarik khas Wakayama.
1. Kastel Wakayama
Kastel ini berawal pada tahun 1585 (Tensho 13), ketika Hashiba Hideyoshi, yang kemudian dikenal sebagai Toyotomi Hideyoshi, memerintahkan adik kandungnya, Hidenaga, untuk membangun kastel setelah menaklukkan Kishu.
Setelah Pertempuran Sekigahara, Asano Yoshinaga yang menjadi penguasa baru kastel mulai membangun kompleks menara utama dengan beberapa menara yang saling terhubung.
Selain menata kota di sekitar kastel, ia membangun kediaman tidak hanya di kawasan inti Honmaru yang ada sekarang, tetapi juga di kawasan Ninomaru dan Nishinomaru. Pada tahun 1619 (Genna 5), kastel ini diserahkan kepada Yorinobu, putra kesepuluh Tokugawa Ieyasu.

2. Kuil Shinto Kumano Nachi Taisha
Kuil kuno ini memiliki asal-usul yang ditelusuri hingga tahun 662 SM, ketika Kamuyamato Iwarehiko no Mikoto, yang kemudian menjadi Kaisar Jimmu, memuja Air Terjun Nachi sebagai dewa.
Kuil ini merupakan kuil induk bagi kuil-kuil Kumano di seluruh Jepang dan dikenal sebagai salah satu dari Kumano Sanzan, tiga kompleks suci Kumano.
Selain menjadi tempat pemujaan, kuil ini juga dipercaya menyatukan hubungan antarmanusia dan membantu mewujudkan berbagai harapan, sehingga dikenal pula sebagai “Musubi no Miya”, kuil pengikat hubungan dan harapan.

3. Hashigui-iwa
Pilar-pilar batu di laut ini terbentuk melalui aktivitas vulkanik sekitar 15 juta tahun lalu dan pengikisan oleh air laut.
Jumlahnya mencapai 40 batu besar dan kecil yang berjajar ke arah barat daya sepanjang sekitar 850 m.
Namanya berasal dari bentuknya yang menyerupai deretan tiang penyangga jembatan yang menjulang tanpa bagian jembatan di atasnya.
Panorama yang dapat disebut sebagai karya seni alam ini merupakan tempat berpemandangan khas yang digadang-gadang sebagai salah satu yang paling unik di Wakayama, dan telah ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional.

4. Adventure World
Taman rekreasi yang didirikan pada tahun 1978 ini menempati area luas sekitar 800.000 m², dengan zona kebun binatang, akuarium, dan taman wahana.
Kebun binatang dan akuariumnya menjadi rumah bagi sekitar 1.400 satwa dari 140 spesies. Pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan, termasuk tur safari dengan kendaraan berbentuk kereta bernama Kenya untuk melihat satwa dalam suasana alami.

5. Kuil Shinto Kumano Hongu Taisha
Kuil ini didirikan pada masa pemerintahan Kaisar Sujin, kaisar ke-10 Jepang, dengan Ketsumimiko no Okami sebagai dewa utama yang dipuja.
Pada tahun 2004, kuil ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Sejak dahulu, kuil ini dihormati bukan hanya oleh kalangan bangsawan, tetapi juga oleh samurai dan masyarakat biasa. Konon, peziarah dari seluruh Jepang berbondong-bondong menuju tempat ini hingga barisan panjang mereka diibaratkan sebagai “ziarah semut ke Kumano”.
Di dalam kompleksnya, pengunjung disambut bangunan-bangunan kuil megah beratap kulit pohon hinoki yang memuja Ketsumimiko no Okami, Fusumi no Okami, Hayatama no Okami, dan dewa-dewa lainnya.

6. Senjojiki (Prefektur Wakayama)
Senjojiki merupakan hamparan batu besar yang, sesuai namanya, tampak seperti lantai batu yang sangat luas.
Namanya berarti hamparan seribu tatami, merujuk pada luasnya yang seolah dapat menampung seribu lembar tikar tatami.
Batuan pasir lunak berbentuk lereng yang menjorok ke Samudra Pasifik ini terkikis oleh ombak selama kurun waktu yang panjang.
Proses itulah yang disebut membentuk bentang alam rumit seperti yang terlihat sekarang.

7. Kuil Shinto Kumano Hayatama Taisha
Dikenal sebagai “tempat kelahiran kembali”, kuil ini terus didatangi peziarah yang memohon berkah berupa keberanian dan tekad untuk mengambil langkah baru pada berbagai titik penting dalam kehidupan.
Bersama Kumano Hongu Taisha dan Kumano Nachi Taisha, kuil kuno ini membentuk Kumano Sanzan dan menjadi kuil induk bagi 5.000 kuil Kumano di seluruh Jepang.
Pada tahun 2004, kuil ini terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Bangunan kuilnya yang indah berwarna merah terang memuja 18 dewa, dengan pasangan dewa Kumano Hayatama no Okami dan Kumano Fusumi no Okami sebagai pusat pemujaannya.

8. Kumano Kodo
Kumano Kodo merupakan jaringan jalur ziarah menuju Kumano Sanzan, sebutan kolektif untuk Kumano Hongu Taisha, Kumano Hayatama Taisha, Kumano Nachi Taisha, dan Kuil Buddha Nachisan Seiganto-ji. Konon, seiring berkembangnya kepercayaan Kumano, keluarga kekaisaran menggunakan jalur-jalur ini untuk berziarah ke Kumano, dan kebiasaan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat biasa.

9. Pantai Shirarahama
Shirarahama memiliki hamparan pantai berpasir putih sepanjang sekitar 620 m.
Pantai indah yang termasuk salah satu yang terbaik di Kansai ini terpilih dalam daftar “100 Pantai Terbaik untuk Berenang di Jepang” dan dikunjungi sekitar 600.000 orang setiap tahun.

10. Porto Europa
Taman hiburan di dalam Wakayama Marina City ini menawarkan waktu bersantai dalam suasana resor sambil menikmati angin laut dari Wakaura.
Tersedia sekitar 20 jenis wahana, mulai dari komidi putar dan roller coaster mini untuk anak-anak hingga wahana pemacu adrenalin seperti High Dive, wahana perahu luncur air. Dalam beberapa tahun terakhir, taman ini juga berfokus pada wahana VR dan permainan interaktif yang memanfaatkan teknologi digital terkini.

11. Air Terjun Nachi
Air terjun ini berada di kawasan suci Kumano Nachi Taisha, kuil induk bagi lebih dari 4.000 kuil Kumano di seluruh Jepang.
Ukurannya termasuk yang terbesar di Jepang, dengan tinggi 133 m, lebar bagian atas tempat air mulai jatuh 13 m, dan kedalaman kolam di bawahnya 10 m. Debit air yang jatuh melebihi 1 ton per detik.
Air mengalir dari tiga celah lalu menyatu saat jatuh, sehingga air terjun ini juga disebut “Misuji no Taki”, yang berarti air terjun tiga aliran.
Selain menjadi salah satu tempat berpemandangan indah yang mewakili Wakayama, air terjun ini sejak dahulu menjadi simbol kepercayaan Nachisan yang berlandaskan gagasan “air adalah ibu kehidupan”.

12. Kuil Buddha Kongobu-ji
Salah satu tempat suci agama Buddha di Jepang yang didirikan oleh Kobo Daishi Kukai.
Seluruh kawasan Koyasan yang berada pada ketinggian lebih dari 800 m menjadi kompleks kuilnya. Sebanyak 117 subkuil dibangun dengan Kondo, yang berfungsi sebagai balai utama, sebagai pusatnya.
Masuklah melalui pintu masuk untuk pengunjung umum lalu berjalan menuju aula besar. Di sana, Anda akan menjumpai lukisan sekawanan burung jenjang dan pohon pinus pada panel pintu geser fusuma, yang disebut sebagai karya Saito Toshitsu.
Lukisan fusuma di Ruang Ume yang terletak lebih ke dalam, serta di Ruang Yanagi yang konon dilukis oleh Kano Tansai, juga sangat mengagumkan.
Bangunan utama Daishuden atau Honbo, yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting, membentang sekitar 60 m dari timur ke barat dan 70 m dari utara ke selatan. Keanggunan bangunan yang begitu luas ini akan membuat siapa pun terkesan.

13. Pulau Engetsuto
Pulau yang menjadi salah satu ikon kawasan Nanki Shirahama ini sering dijadikan objek lukisan, foto, dan prangko. Nama resminya adalah Takashima, tetapi karena terdapat lubang akibat pengikisan laut di dekat bagian tengah pulau, pulau ini lebih dikenal sebagai Engetsuto, atau “pulau bulan bundar”.
Perairan di sekitarnya sangat jernih. Pada siang hari, ketika warna langit terpantul di permukaan laut, pulau ini tampak indah seolah mengambang di atas kanvas biru. Tempat ini juga terpilih sebagai salah satu dari “100 Tempat Terbaik untuk Menikmati Matahari Terbenam di Jepang”.

14. Tomogashima
Tomogashima adalah sebutan untuk empat pulau di Selat Kitan yang merupakan bagian dari taman nasional yang berpusat di Laut Pedalaman Seto. Salah satunya, Okinoshima, juga dijuluki “Pulau Laputa” karena suasananya menyerupai dunia dalam film animasi yang sangat dikenal di Jepang tersebut.
Satu-satunya akses dari daratan utama adalah dengan feri dari Pelabuhan Kada di dekatnya. Perjalanan singkat sekitar 20 menit akan membawa Anda tiba di pulau.

15. Wakayama Marina City
Pulau buatan di perairan Wakaura, kawasan berpemandangan indah di barat daya Kota Wakayama, ini dipenuhi beragam fasilitas hiburan.
Mulai dari Porto Europa, taman hiburan dengan suasana kota Eropa yang menawan, tersedia berbagai pilihan aktivitas untuk bersenang-senang sepanjang hari.

16. Museum Paus Kota Taiji
Museum di Kota Taiji ini secara khusus membahas paus.
Bangunan utamanya terdiri atas tiga lantai dan memamerkan berbagai materi dengan tema seperti “Hubungan Manusia dan Paus” serta “Paus dari Sudut Pandang Biologi”.
Salah satu daya tarik utamanya adalah spesimen kerangka utuh asli paus sikat dan orca yang dipajang di aula besar dengan ruang terbuka hingga lantai atas. Diorama yang menggambarkan perburuan paus tradisional juga menarik untuk dilihat.

17. Tebing Sandanbeki
Sandanbeki merupakan tebing sepanjang sekitar 2 km dengan tinggi sekitar 50 m. Konon, dahulu para nelayan menggunakan tempat ini untuk mengamati kapal yang melintas dan gerombolan ikan, lalu menyebutnya “Midan”, yang berarti tempat pengamatan. Seiring waktu, sebutan itu berubah menjadi “Sandanbeki”. Hantaman kuat arus Kuroshio pada permukaan tebing menciptakan pemandangan yang mengesankan.

18. Mercusuar Shionomisaki
Mercusuar putih ini pertama kali dinyalakan pada tahun 1873 (Meiji 6).
Berdiri di atas tebing di ujung paling selatan Pulau Honshu, bangunan putih setinggi 22,51 m ini telah lama menjadi simbol Shionomisaki.
Mercusuar Shionomisaki merupakan salah satu dari delapan mercusuar yang pertama dibangun. Karena wujud aslinya dari masa itu masih bertahan, mercusuar ini dinilai memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

19. Koyasan
Koyasan didirikan oleh Kobo Daishi, yang juga dikenal sebagai Kukai, pada tahun 816 (Konin 7).
Tempat ini merupakan pusat suci Buddhisme esoteris Shingon dengan Kuil Kongobu-ji sebagai pusatnya. Seluruh kota yang membentang di cekungan pegunungan pada ketinggian sekitar 800 m, dikelilingi pegunungan setinggi sekitar 1.000 m, dianggap sebagai bagian dari kompleks kuil.
Ada banyak tempat menarik yang mencerminkan sejarah sekitar 1.200 tahun, terutama Danjo Garan, tempat berdirinya Konpon Daito, pagoda tahoto pertama di Jepang sekaligus simbol Koyasan, serta Okunoin yang menjadi lokasi mausoleum Kobo Daishi.

20. Danjo Garan
Koyasan Kongobu-ji, kuil pusat aliran Shingon, membentang di puncak gunung pada ketinggian 900 m.
Ketika Kobo Daishi mendirikan Koyasan, Danjo Garan adalah tempat pertama yang mulai ia tata. Garan berarti “tempat tenang bagi para biksu untuk berkumpul dan menjalani latihan spiritual”. Bersama Okunoin, tempat peristirahatan Kobo Daishi, kompleks ini merupakan salah satu dari dua kawasan tersuci sekaligus pusat keagamaan di Koyasan.

21. Koyasan Okunoin
Koyasan Okunoin merupakan tempat suci tempat Kobo Daishi diyakini berada dalam meditasi abadi, sekaligus pusat keagamaan yang dikunjungi banyak peziarah.
Di antara pepohonan cedar yang usianya mencapai 800 tahun, berdiri lebih dari 200.000 batu nisan, monumen peringatan, dan tugu penghormatan bagi arwah.

22. Kuil Buddha Kimii-dera
Kuil ini didirikan lebih dari 1.250 tahun lalu oleh Ikko Shonin, seorang biksu terkemuka dari Dinasti Tang.
Objek pemujaan utamanya adalah patung Kannon Sebelas Wajah yang biasanya tidak diperlihatkan kepada umum dan telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting. Kuil ini juga dikenal sebagai tempat ziarah kedua dalam rute Ziarah Saigoku 33 Kuil.
Dari gerbang bertingkat di kaki gunung, pengunjung menaiki 231 anak tangga menuju balai Buddha di lereng Gunung Nagusa. Pemandangan dari sini termasuk salah satu yang terbaik di Prefektur Wakayama.

23. Pemandian Umum Yunomine Onsen dan Tsuboyu
Terletak di sepanjang rute Nakahechi di Kumano Kodo, tepatnya pada jalur Akagigoe dan Dainichigoe, tempat ini dikenal di seluruh Jepang sebagai pemandian air panas tertua di negara tersebut.
Pemandian bersejarah ini mulai digunakan 1.800 tahun lalu. Konon, namanya menyebar luas berkat perjalanan ziarah ke Kumano yang dilakukan oleh para mantan kaisar, seperti Shirakawa, Toba, Go-Shirakawa, dan Go-Toba.
Yang paling direkomendasikan adalah Tsuboyu, pemandian umum yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.
Kolam kecil yang dikelilingi batu alami ini konon dapat berubah warna hingga tujuh kali dalam sehari pada hari-hari tertentu, menjadikannya tempat yang sangat diincar para penggemar pemandian air panas.

Nikmati Perjalanan Kereta di Wakayama! 3 Pilihan Transportasi
Saat berwisata di Wakayama, sempatkan juga menikmati perjalanan dengan kereta.
Mulai dari Jalur Kishigawa yang unik dengan kepala stasiun seekor kucing hingga “Koya Hana Tetsudo” dengan tampilan luar hijau bergaya retro,
berikut pilihan perjalanan kereta yang akan menambah keseruan liburan Anda.
1. Jalur Kishigawa, Wakayama Electric Railway
Jalur kereta lokal sepanjang 14,3 km ini menghubungkan Stasiun Wakayama dan Stasiun Kishi.
Awalnya dioperasikan oleh perusahaan besar, jalur ini sempat diajukan untuk ditutup akibat kerugian selama bertahun-tahun. Namun, berkat perjuangan gigih warga di sepanjang jalur untuk mempertahankannya, pemerintah setempat membuka seleksi operator pengganti. Jalur ini kemudian memulai babak baru sebagai Wakayama Electric Railway pada tahun 2006 (Heisei 18).

2. “Koya Hana Tetsudo” di Jalur Nankai Koya
Jalur Nankai Koya menghubungkan Namba, pusat kawasan Minami di Osaka, dengan Koyasan, gunung suci yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Ruas antara Stasiun Hashimoto dan Gokurakubashi dikenal dengan julukan “Koya Hana Tetsudo”. Jalur wisata populer yang dilalui kereta wisata “Tenku” ini memiliki banyak tempat menarik di sepanjang lintasannya, termasuk Kudoyama, tempat panglima perang zaman Sengoku, Sanada Yukimura, pernah menjalani pengasingan.

3. Tiket Wisata Wakayama
Tiket Wisata Wakayama yang dijual oleh Nankai Railway menawarkan paket praktis berupa tiket kereta pulang-pergi dengan harga diskon dan tiket bus bebas naik selama satu hari, seharga 2.080 yen untuk dewasa dan 1.040 yen untuk anak-anak.
Tiket kereta berlaku dari stasiun tempat pembelian, yaitu Namba, Shin-Imamiya, Tengachaya, Sumiyoshitaisha, atau Sakai, menuju Stasiun Wakayamashi. Tiket bus berlaku untuk seluruh rute Wakayama Bus dan Wakayama Bus Naga, kecuali beberapa layanan seperti bus ekspres antarkota dan bus limusin. Tersedia pula paket dengan reservasi kursi pulang-pergi kereta ekspres terbatas Southern, seharga 2.600 yen untuk dewasa dan 1.310 yen untuk anak-anak, sehingga Anda dapat memilih sesuai kebutuhan perjalanan.

Cicipi Kuliner Kesayangan Warga Wakayama! 3 Tempat Makan Populer
Wakayama kaya akan kuliner yang memanfaatkan hasil laut Samudra Pasifik serta hasil pegunungan dari alamnya yang subur.
Berikut kuliner khas populer yang dapat dinikmati dengan santai di sela-sela berwisata.
1. Kedai Khusus Chuka Soba Ide Shoten
Ramen Wakayama memiliki sejarah panjang sejak sebelum perang dan telah menjadi makanan kesayangan masyarakat setempat.
Semangkuk ramen dengan kuah kental berbahan tulang babi dan kecap asin, mi tipis lurus bertekstur kenyal, serta hiasan kamaboko, olahan ikan berwarna-warni, ini merupakan salah satu ramen khas daerah yang terkenal di seluruh Jepang.

2. Sohonke Mehariya, Cabang Utama Shingu
Mehari-zushi adalah nasi kepal berbentuk lonjong yang dibungkus dengan acar daun takana, sejenis sawi. Hidangan ini sejak lama menjadi makanan kesayangan di kawasan Nanki, terutama di Shingu.
Konon, hidangan ini awalnya merupakan bekal andalan orang-orang yang bekerja di laut dan pegunungan. Dalam beberapa tahun terakhir, mehari-zushi juga menarik perhatian sebagai makanan yang dijual di minimarket berkat cita rasa alaminya yang memadukan acar sayuran dan nasi, serta tampilannya yang tetap rapi meski disimpan beberapa waktu.

3. Kadoya Shokudo
Rumah makan legendaris ini telah dikelola oleh tiga generasi dalam satu keluarga. Menu shirasu, ikan-ikan kecil muda, yang disajikan di atas nasi panas sangat digemari. Kedai ini bahkan disebut-sebut sebagai tempat lahirnya shirasu-don, semangkuk nasi dengan taburan shirasu.
Rahasia yang menonjolkan cita rasa lembut shirasu terletak pada saus racikan khasnya.
Berbahan dasar kecap asin Yuasa yang merupakan produk khas setempat, saus ini dipadukan dengan madu yang mengandung jeruk mandarin Arida serta umeboshi, acar buah ume dari Kishu, sehingga menghasilkan rasa yang sangat cocok dengan shirasu.

4 Tempat Belanja Favorit di Wakayama
Selain memiliki banyak tempat wisata, Wakayama juga menawarkan beragam pilihan tempat belanja.
Bagaimana jika Anda menyempatkan diri berbelanja di sela-sela perjalanan?
Jika baru menyadari ada barang yang tertinggal saat bepergian, Anda pun tak perlu khawatir karena berbagai kebutuhan sehari-hari tersedia lengkap.
1. AEON Mall Wakayama
Pusat perbelanjaan terbesar di Prefektur Wakayama ini menempati lahan seluas lebih dari 150.000 m².
Lokasinya sekitar 40 menit berkendara dari Bandara Kansai dan mudah diakses dari akses keluar Hirai di Jalan Nasional Daini Hanwa. Selain warga sekitar, banyak pengunjung datang dari kawasan Sennan dan Hannan di Osaka.

2. WAKAYAMA MIO
Pusat perbelanjaan ini berada di Stasiun JR Wakayama dan terhubung langsung dengan gerbang tiket.
Saat ini, kompleksnya terdiri atas dua bangunan, yaitu gedung utama dan gedung utara, dengan sekitar 70 toko yang menyediakan beragam pilihan, mulai dari busana, kuliner, dan oleh-oleh Wakayama hingga layanan relaksasi.

3. Pasar Nigiwai Pelabuhan Perikanan Katsuura
Pelabuhan Perikanan Katsuura memiliki volume pendaratan tuna segar tertinggi di Jepang. Pasar Nigiwai ini terletak di sebelah Pasar Pelabuhan Perikanan Katsuura, tempat pelelangan dan perdagangan tuna dalam jumlah besar berlangsung.
Di dalam pasar yang pintu masuknya dihiasi patung tuna raksasa ini, berjajar banyak tempat makan.
Daya tarik utamanya tentu saja berbagai hidangan tuna. Tuna segar yang baru didaratkan pada hari itu dapat dinikmati dalam beragam sajian, mulai dari nasi tuna, sashimi, dan sushi hingga tuna goreng karaage.

4. Pasar Kuroshio
Wakayama Marina City adalah kompleks resor di perairan Wakaura yang memiliki beragam fasilitas, termasuk taman hiburan, pemandian air panas, dan hotel.
Di dalamnya terdapat Pasar Kuroshio, destinasi kuliner tempat Anda dapat membeli dan menikmati hasil laut segar yang didatangkan dari daerah setempat maupun berbagai wilayah Jepang.
Area penjualannya menawarkan beragam produk, mulai dari ikan segar musiman dan ikan hidup hingga ikan kering serta aneka produk khas dan unggulan Wakayama.

Bersantai di Tengah Alam! 2 Pemandian Air Panas di Wakayama
Salah satu daya tarik pemandian air panas di Wakayama adalah kesempatan untuk bersantai sambil menikmati alam yang luas.
Dari sekian banyak pemandian air panas di Wakayama, berikut pilihan yang paling direkomendasikan.
1. Ryujin Onsen
Meski terletak jauh di pedalaman Pegunungan Kii yang tidak dilalui jalur kereta, pemandian air panas populer ini terus didatangi penggemar yang rela menempuh perjalanan jauh.
Alasan kepopulerannya terletak pada kualitas airnya, yang membuatnya termasuk salah satu dari tiga pemandian air panas terbaik di Jepang untuk kecantikan kulit.
Setelah berendam, kulit tidak hanya terasa halus, tetapi juga tetap lembap seolah baru diolesi serum kecantikan.
Selain bermanfaat bagi kecantikan kulit, airnya juga berkhasiat untuk mengatasi tubuh yang mudah kedinginan, nyeri saraf, dan bahu kaku. Konon, cukup banyak pengunjung yang menginap dalam waktu lama untuk menjalani terapi berendam.

2. Shirahama Onsen
Bersama Dogo Onsen dan Arima Onsen, Shirahama Onsen merupakan salah satu dari tiga pemandian air panas tertua di Jepang.
Hotel dan ryokan di kawasan ini menggunakan sumber air panas dengan karakteristik serta khasiat yang sedikit berbeda, sehingga masing-masing menawarkan pengalaman berendam yang khas.
Nikmati pesona Shirahama Onsen dengan berkeliling mencoba berbagai pemandian, mulai dari kolam terbuka dengan panorama laut megah hingga pemandian bersama yang luas di hotel mewah.

Menginap di Sini! 3 Pilihan Akomodasi di Wakayama
Setelah puas menikmati situs Warisan Dunia dan panorama alam Wakayama, pulihkan tubuh dari lelah berwisata dengan berendam di pemandian air panas dan menyantap hidangan khas yang lezat.
Dari banyaknya akomodasi menarik di Wakayama, berikut pilihan penginapan istimewa.
1. Hotel Urashima
Ryokan besar dengan pemandian air panas ini tampil menonjol di kawasan Nanki Katsuura Onsen, tidak jauh dari Kumano Nachi Taisha yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.
Terdiri atas empat gedung, yaitu Honkan, Nisshokan, Sanjokan, dan Nagisakan, penginapan ini memiliki 404 kamar dan termasuk salah satu yang terbesar di Jepang.

2. Hotel Kawakyu
Dibuka pada tahun 1993 dengan konsep “liburan istimewa seolah menginap di museum seni”. Dilandasi keinginan untuk menciptakan bangunan yang akan dikenang dalam sejarah, hotel yang dirancang dengan perhatian hingga ke detail terkecil ini merupakan karya bersama para arsitek dan kreator ternama yang berkiprah di dunia internasional.
Keaslian desainnya mendapat pengakuan melalui Penghargaan Togo Murano, salah satu penghargaan bergengsi di bidang arsitektur.

3. Ryokan Adumaya
Penginapan dengan pemandian air panas ini sangat terkenal berkat pujian Andre Malraux, penulis Prancis yang juga pernah menjabat sebagai menteri kebudayaan, yang menyebutnya sebagai “inilah penginapan Jepang yang sesungguhnya”.
Sejak didirikan pada zaman Edo, penginapan ternama yang mewakili Wakayama ini telah dicintai banyak penulis dan seniman, termasuk Takahama Kyoshi dan Minakami Tsutomu.

3 Oleh-Oleh Pilihan dari Wakayama
Wakayama memiliki banyak makanan dan kue yang dibuat dengan metode tradisional, sehingga tersedia beragam pilihan oleh-oleh lezat.
Banyak pula oleh-oleh yang hanya dijual di toko-toko dalam prefektur ini.
Berikut pilihan oleh-oleh yang tidak boleh dilewatkan saat berwisata di Wakayama.
1. “Kagerou” dari Fukubishi
Fukubishi adalah toko kue legendaris yang namanya langsung terlintas ketika membicarakan toko kue di Kota Shirahama, Prefektur Wakayama.
Didirikan pada tahun 1933 (Showa 8), toko ini selama tiga generasi terus mempertahankan prinsip menghadirkan produk yang tepercaya, aman, dan lezat.
Penghargaan yang diraihnya dalam berbagai kompetisi bergengsi, termasuk Pameran Kue Nasional Jepang, sudah tak terhitung banyaknya.

2. “Temari Mikan” dari Sowa Kajuen
Dengan semboyan “Mari Berkenalan dengan Jeruk Mandarin Jepang yang Lezat”, Sowa Kajuen terus mengejar kualitas terbaik dan menangani sendiri seluruh proses, mulai dari budidaya hingga pengolahan dan penjualan.
Salah satu produk olahannya yang paling laris adalah “Temari Mikan”.
Kompot buah dalam stoples berisi jeruk mandarin Arida utuh berdiameter sekitar 5 cm yang tidak memenuhi standar ukuran, diawetkan bersama sirup. Ciri khasnya adalah dapat dinikmati dalam sekali suap.
Ukurannya yang kecil membuat kulitnya tipis dan rasa manisnya terkonsentrasi. Karena diolah segera setelah dipanen, buahnya juga tetap kaya sari buah!

3. “Kishu Godai Ume” dari Godaian, Toko Khusus Ume Kishu
Godaian memperkenalkan daya tarik buah ume Nanko dari Kishu melalui toko-toko yang dikelolanya langsung, bukan hanya di Wakayama, tetapi juga di Tokyo dan Osaka.
Proses pengasinannya tidak hanya memakan waktu 30–40 hari, tetapi juga mencakup pemberian bumbu dalam tiga tahap, sesuai metode khas toko ini.
Tersedia beragam produk umeboshi, yaitu acar buah ume, dengan rasa dan kadar garam yang berbeda-beda.
Di antaranya, “Kishu Godai Ume” merupakan produk premium yang cocok dijadikan hadiah, dengan pilihan kemasan kotak kayu maupun kotak hadiah dekoratif.

Penutup
Untuk menikmati Wakayama yang penuh daya tarik secara maksimal, susunlah rencana perjalanan dengan merujuk pada tempat wisata, pemandian air panas, dan penginapan yang diperkenalkan di artikel ini.
Bagi pencinta sejarah, sempatkan pula melanjutkan perjalanan ke Prefektur Nara yang terhubung melalui Kumano Kodo.
Nara, ibu kota kuno yang kaya nuansa sejarah dan dapat dicapai dalam sekitar 1 jam 50 menit dengan kereta ekspres terbatas, juga memiliki banyak tempat wisata menarik.
Penulis