
Segarkan Jiwa dan Raga di Tempat Spiritual Bersejarah! 11 Destinasi Wisata Andalan di Shimane
Prefektur Shimane memiliki banyak tempat terkenal yang dipercaya menyimpan energi spiritual. Di antaranya adalah Kuil Izumo Taisha, yang dikenal paling ampuh untuk memohon jodoh, serta Kuil Tamatsukuriyu, tempat pengunjung dapat memohon jodoh dengan bantuan batu Negai-ishi dan Kanai-ishi.
Shimane terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu Izumo, Iwami, dan Oki, yang masing-masing memiliki destinasi wisata dengan daya tarik berbeda.
Begitu banyak tempat menarik di sini sehingga tidak sedikit wisatawan yang bingung harus mulai dari mana.
Untuk membantu Anda menikmati Shimane sepenuhnya, berikut pilihan destinasi wisata dan penginapan tempat Anda dapat mengenal sejarah serta budaya tradisionalnya.
Seperti Apa Shimane?
Prefektur Shimane terletak di bagian utara wilayah Chugoku.
Terkenal sebagai latar berbagai mitos Jepang, Shimane memiliki banyak kuil Shinto bersejarah yang memuja dewa-dewi Jepang.
Di antaranya, Kuil Izumo Taisha memiliki kedudukan yang sama tingginya dengan Kuil Ise Jingu dan dikunjungi banyak peziarah.
Dalam penanggalan tradisional Jepang, November disebut “Kannazuki”, yang berarti “bulan tanpa dewa”. Sebutan ini berasal dari kepercayaan bahwa pada November, para dewa dari seluruh Jepang berkumpul di Kuil Izumo sehingga tempat-tempat lain ditinggalkan para dewanya. Hanya di Izumo, November disebut “Kamiarizuki”, atau “bulan hadirnya para dewa”.
Karena itu, kuil ini menjadi tempat yang tidak boleh dilewatkan saat berwisata ke Izumo.
Selain destinasi wisatanya, budaya kuliner Shimane juga memiliki sejarah panjang.
Tradisi upacara minum teh telah mengakar di sini, dan Shimane juga terkenal sebagai pusat wagashi, kue tradisional Jepang, sejajar dengan Kyoto dan Kanazawa.
Jangan lewatkan kesempatan menikmati teh bersama wagashi yang mencerminkan keindahan setiap musim.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Shimane?
Musim terbaik untuk berwisata ke Shimane adalah musim gugur.
Pada November, ketika para dewa dari seluruh Jepang dipercaya berkumpul di sini, kuil-kuil bersejarah di Shimane menyelenggarakan ritual khidmat seperti Kamimukaesai, upacara penyambutan para dewa, dan Kamiarisai, perayaan kehadiran para dewa.
Jika berencana berkunjung, pertimbangkan untuk menyesuaikan waktu perjalanan agar Anda dapat menikmati budaya tradisional Shimane.
Pilihan Pakaian untuk Setiap Musim di Shimane
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian berbahan tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Shimane?
Prefektur Shimane memiliki Bandara Izumo, yang juga dikenal sebagai Bandara Izumo Enmusubi. Dari Tokyo, Osaka, dan Nagoya, yang juga memiliki bandara, perjalanan dapat ditempuh sekitar 1–1,5 jam.
Bandara Shimane juga melayani penerbangan internasional sehingga mudah diakses dari luar negeri.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Shimane
Prefektur Shimane memiliki jaringan transportasi yang lengkap, sehingga Anda dapat berpindah antardestinasi wisata dengan nyaman menggunakan kereta dan bus.
Tersedia pula berbagai tiket yang memudahkan perjalanan, termasuk tiket perjalanan tanpa batas. Manfaatkan pilihan ini sesuai kebutuhan Anda.
Berburu Keberuntungan di Tempat Spiritual! 11 Destinasi Wisata Pilihan di Shimane
Berkeliling tempat-tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual adalah kegiatan yang tidak boleh dilewatkan saat berwisata di Shimane.
Di antara tempat-tempat tersebut, kuil-kuil bersejarah sangat layak dikunjungi.
Kuil Izumo Taisha, salah satu kuil kuno terpenting di Jepang bersama Kuil Ise Jingu, juga terkenal sebagai tempat memohon jodoh.
Shimane memiliki banyak kuil berkedudukan tinggi lainnya, seperti Kuil Tamatsukuriyu yang juga terkenal untuk memohon jodoh, serta Kuil Hinomisaki yang dianggap sebagai pasangan Kuil Ise Jingu.
Setelah berkeliling tempat-tempat spiritual, berendamlah di Tamatsukuri Onsen, kawasan pemandian air panas dengan sejarah tertua di Jepang. Perpaduan kegiatan ini cocok untuk menyegarkan jiwa sekaligus raga.
1. Kuil Izumo Taisha
Kuil Izumo Taisha disebut dalam Kojiki (712), kitab sejarah tertua Jepang, dan merupakan salah satu kuil kuno terpenting di Jepang bersama Kuil Ise Jingu.
Dewa utama yang dipuja di sini adalah Okuninushi-no-Okami, yang terkenal sebagai dewa pengikat jodoh.

2. Museum Seni Adachi
Museum ini didirikan oleh Adachi Zenko, seorang pengusaha asal Kota Yasugi, Prefektur Shimane.
Koleksinya berjumlah sekitar 2.000 karya, terutama lukisan Jepang modern dan kontemporer karya Yokoyama Taikan, Takeuchi Seiho, Uemura Shoen, Hashimoto Kansetsu, dan Sakakibara Shiho, serta keramik dan ukiran kayu. Karya-karya tersebut dipamerkan secara bergiliran.
Khusus karya Yokoyama Taikan, museum ini memiliki sekitar 120 karya, sehingga bahkan dijuluki “Museum Taikan”.

3. Mercusuar Izumo Hinomisaki
Berdiri di tebing Hinomisaki di ujung barat Prefektur Shimane, mercusuar ini memiliki tinggi 43 m dari permukaan tanah hingga puncak menara, sementara lampunya berada 63 m di atas permukaan laut. Inilah mercusuar batu tertinggi di Jepang.
Mercusuar batu besar bergaya Barat yang menjadi salah satu mercusuar terkemuka di Jepang ini juga terpilih dalam daftar “100 Mercusuar Dunia” dan “50 Mercusuar Pilihan Jepang”.

4. Akuarium Shimane AQUAS
Terletak di dalam Taman Pesisir Iwami milik Prefektur Shimane, akuarium ini termasuk yang terbesar di wilayah Chugoku dan Shikoku.
Di sini dipamerkan sekitar 10.000 satwa laut dari sekitar 400 spesies.
Akuarium ini juga merupakan satu-satunya di Jepang bagian barat yang memelihara paus beluga, satwa yang hidup di Samudra Arktik.
Terdapat pula panggung terbuka untuk pertunjukan seni tradisional Iwami Kagura, serta AQUAS Land dengan wahana permainan ketangkasan raksasa yang termasuk terbesar di Jepang. Anda tidak akan bosan meski menghabiskan waktu seharian di sini.

5. Kuil Tamatsukuriyu
Kuil kuno ini tercatat dengan nama “Tamatsukuriyu-sha” dalam Izumo no Kuni Fudoki, catatan tentang wilayah Izumo. Terletak di bagian dalam kawasan Tamatsukuri Onsen yang memiliki sejarah 1.300 tahun, kuil ini dikenal sebagai tempat pemujaan dewa air panas pada zaman Edo.
Para penguasa Domain Matsue dari generasi ke generasi kerap berziarah ke kuil ini ketika menginap di kawasan tersebut untuk berendam di pemandian air panas.

6. Kuil Hinomisaki
Terletak di Hinomisaki, ujung paling barat Semenanjung Shimane, kuil ini tercatat sebagai “Misaki-sha” dalam Izumo no Kuni Fudoki.
Kompleksnya terdiri dari dua kuil utama: kuil bawah “Hishizumi-no-miya” di bagian depan dan kuil atas “Kami-no-miya” di tempat yang sedikit lebih tinggi di sebelah kanan. Jika Kuil Ise Jingu dipercaya melindungi Jepang pada siang hari, Kuil Hinomisaki dipercaya melindungi Jepang pada malam hari.

7. Tempat Menikmati Matahari Terbenam di Danau Shinji
Untuk menikmati matahari terbenam di Danau Shinji yang terpilih dalam daftar “100 Pemandangan Matahari Terbenam Pilihan Jepang”, tepian timur danau sepanjang 300 m di sisi Jalan Nasional 9 ditata menjadi jalur pejalan kaki. Tempat yang populer untuk berfoto ini ditetapkan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang sebagai “Torupa”, area parkir untuk memotret matahari terbenam.

8. Tambang Perak Iwami Ginzan: Area Omori dan Area Ginzan
Dikenal di dalam dan luar negeri sebagai salah satu tambang perak terkemuka Jepang, Iwami Ginzan terdaftar sebagai Warisan Dunia pada 2007. Area Omori dan Ginzan merupakan pusat kegiatan pertambangan dan ekonomi yang tersebar di sekitar Gunung Sennoyama.
Di antara kedua area tersebut terdapat Pusat Informasi Wisata Iwami Ginzan Omori.

9. Tamatsukuri Onsen
Kawasan pemandian air panas dengan sejarah tertua di Jepang ini terletak di antara pegunungan, menyusuri Sungai Tamayu ke arah hulu dari tepi selatan Danau Shinji.
Izumo no Kuni Fudoki mencatat, “Sekali berendam membuat Anda cantik, dua kali berendam menyembuhkan segala penyakit.” Air panas yang dikenal untuk memperindah kulit ini juga dipuji oleh Sei Shonagon dalam karyanya, Makura no Soshi.

10. Kastel Matsue
Kastel Matsue merupakan kastel di atas bukit yang dikelilingi dataran, berdiri megah di Gunung Kameda setinggi 29 m, tidak jauh dari Danau Shinji.
Ditetapkan sebagai Pusaka Nasional pada 2015, kastel ini dibangun sekitar 400 tahun lalu oleh Horio Yoshiharu, penguasa wilayah Izumo dan Oki.
Kastel ini juga disebut “Kastel Chidori” karena hiasan segitiga pada atapnya menyerupai burung cerek, atau chidori, yang sedang membentangkan sayap.

11. Shimane Winery
Tempat produksi wine yang terbuka untuk wisatawan ini berjarak sekitar 5 menit berkendara dari Kuil Izumo Taisha.
Didirikan pada 1986, atau tahun ke-61 era Showa, tempat ini bertujuan memanfaatkan anggur budidaya rumah kaca dari Izumo, salah satu daerah penghasil anggur terkemuka di Jepang.
Khususnya pada April–Juni, volume pengiriman anggur Delaware dari daerah ini termasuk yang terbesar di Jepang. Anggur tersebut dikenal memiliki kadar gula tinggi, aroma yang kaya, dan banyak sari buah.

Perjalanan Makin Seru! 2 Pilihan Transportasi Wisata di Shimane
Selain memiliki banyak destinasi wisata menarik, Shimane juga menawarkan sarana transportasi yang membuat perjalanan itu sendiri menjadi pengalaman menyenangkan.
Nikmati pemandangan alam dari perahu wisata yang menyusuri parit di sekeliling Kastel Matsue, sebuah Pusaka Nasional, atau dari kereta uap yang menghubungkan Shin-Yamaguchi dan Tsuwano.
1. Tur Perahu Gurutto Matsue Horikawa Meguri
Tur ini mengajak Anda menaiki perahu kecil beratap untuk menyusuri parit sepanjang sekitar 3,7 km yang mengelilingi Kastel Matsue, sebuah Pusaka Nasional.
Anda dapat menikmati pemandangan dengan santai sambil mendengarkan penjelasan penuh humor dari pengemudi perahu.

2. Kereta Uap SL Yamaguchi
Lokomotif uap, yang sempat menghilang seiring modernisasi perkeretaapian, kembali hadir di Jalur Yamaguchi pada 1979, atau tahun ke-54 era Showa. Kini kereta ini beroperasi sebagai layanan kereta cepat wisata tambahan.
Berangkat dari Stasiun Shin-Yamaguchi, kereta melewati Yuda Onsen, Ngarai Chomonkyo, dan berbagai tempat menarik lainnya sebelum tiba di Stasiun Tsuwano, Prefektur Shimane, yang dijuluki “Kyoto Kecil di San'in”. Sepanjang perjalanan 62,9 km yang ditempuh sekitar 2 jam, bunyi peluit kereta menambah suasana romantis perjalanan.

3 Tempat Makan Populer di Shimane
Untuk wisata kuliner di Shimane, kawasan sekitar Stasiun Izumo Taisha-mae patut menjadi pilihan.
Berbagai jenis tempat makan berjajar di sini, sehingga Anda dapat menemukan tempat yang sesuai dengan selera hari itu.
Jika bingung memilih, cobalah mengunjungi tempat-tempat populer berikut yang juga disukai warga setempat.
1. Sakaneya Cabang Taisha, Izumo Zenzai Mochi
Kedai teh ini berada di Goen Yokocho, kawasan yang menghimpun berbagai kuliner lokal di depan gerbang utama Kuil Izumo Taisha.
Dikelola oleh toko kue tradisional Jepang “Sukunemochi Honpo Sakaneya” yang berdiri sejak 1872, kedai ini terkenal dengan Izumo zenzai.
Zenzai adalah salah satu hidangan manis khas Jepang, berupa kacang azuki yang dimasak dengan gula dan disajikan bersama mochi, kue beras kenyal. Hidangan ini dipercaya berasal dari Izumo.

2. Sobadokoro Tanakaya Cabang Utama
Restoran khusus soba Izumo ini terletak di depan gerbang utama Kuil Izumo Taisha.
Soba Izumo adalah mi soba khas Izumo yang termasuk dalam tiga soba utama Jepang, bersama wanko soba dari Prefektur Iwate dan Togakushi soba dari Prefektur Nagano. Mi ini dibuat dengan metode hikigurumi, yaitu menggiling biji soba utuh beserta kulitnya, sehingga memiliki warna gelap dan cita rasa yang kaya.

3. Kan'unro
Restoran kappo, yang menyajikan masakan Jepang dengan pengolahan saksama, ini telah lama menjadi tempat makan favorit para peziarah Kuil Izumo Taisha dan pengunjung lainnya.
Didirikan pada 1882, atau tahun ke-15 era Meiji, oleh Yasui Kumaichi yang pernah menjadi juru masak Kementerian Rumah Tangga Kekaisaran. Sejak saat itu, restoran ini menjaga tradisinya dengan sungguh-sungguh, termasuk menyajikan hidangan kepada utusan Kaisar pada festival tahunan musim semi.

Berendam agar Lebih Cantik? 3 Ryokan Onsen Pilihan di Shimane
Jika menginap di Shimane, bagaimana jika Anda memilih penginapan di kawasan onsen yang menawarkan air panas untuk memperindah kulit, termasuk salah satu dari tiga pemandian air panas kecantikan utama Jepang?
Hanya di Shimane Anda dapat berendam dalam air panas yang kualitasnya bahkan dijuluki “losion alami”.
Setelah berendam, nikmati masakan Jepang yang menggunakan bahan-bahan dari Shimane.
Berikut pilihan ryokan, penginapan tradisional Jepang, tempat Anda dapat menikmati pemandian air panas sekaligus kuliner lokal.
1. Yuyado Souan
Penginapan di bangunan rumah tradisional ini hanya memiliki 17 kamar dan terletak di Yunokawa Onsen, yang dikenal sebagai salah satu dari “tiga pemandian air panas kecantikan utama Jepang”. Ryokan onsen yang penuh suasana ini menghidupkan kembali rumah tradisional dari era Tenpo pada zaman Edo, di kawasan pedesaan perbukitan yang tenang.

2. KAI Tamatsukuri
Penginapan di kawasan Tamatsukuri Onsen ini menyediakan pemandian terbuka di setiap kamar.
Anda dapat menikmati air panas yang dijuluki “losion alami” dan telah disebut sebagai air panas untuk memperindah kulit dalam Izumo no Kuni Fudoki sekitar 1.300 tahun lalu.

3. Inishie no Yado Keiun
Penginapan onsen bergaya Jepang yang mewah ini berjarak sekitar 2 menit berkendara dari Kuil Izumo Taisha.
Meski ditata dengan elegan dan berkelas, suasananya tetap nyaman dan menenangkan, sehingga Anda dapat bersantai sambil merasakan tradisi serta sejarah Jepang.
Berbagai sudut interiornya menampilkan desain yang terinspirasi oleh legenda Izumo.
Topeng Izumo Kagura menyambut tamu di pintu masuk, sementara beragam ornamen yang mengikuti kisah mitologis Yamata no Orochi, ular raksasa berkepala delapan, memperkaya arsitektur tradisionalnya.

Penutup
Berbagai destinasi wisata bersejarah, transportasi yang membuat perjalanan terasa menyenangkan, serta penginapan dengan pemandian air panas ternama di atas menawarkan kesempatan untuk menikmati pesona Shimane sepenuhnya.
Berkelilinglah ke tempat-tempat spiritual seperti Kuil Izumo Taisha, lalu segarkan tubuh di Tamatsukuri Onsen yang memiliki sejarah tertua di Jepang.
Rencana perjalanan seperti ini cocok untuk menyegarkan jiwa sekaligus raga.
Di Prefektur Yamaguchi, tetangga Shimane, Anda juga dapat menikmati pemandangan alam yang megah serta kekayaan sejarah dan budaya.
Perjalanan dengan kereta dapat ditempuh sekitar 1–2 jam, jadi sempatkan pula untuk singgah di Prefektur Yamaguchi.
Penulis