
Nikmati Beragam Pesona meski Hanya Singgah Sebentar! 9 Destinasi Wisata Andalan di Kagawa
Sebagai prefektur dengan wilayah terkecil di Jepang, Kagawa menawarkan beragam tempat wisata menarik yang bisa dinikmati meski waktu kunjungan singkat, mulai dari kuil Shinto dan kastel bersejarah hingga panorama alam yang indah.
Pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto, seperti Shodoshima dan Naoshima, juga menjadi daya tarik Kagawa.
Berikut destinasi wisata, penginapan, dan kuliner yang wajib Anda coba saat menjelajahi Kagawa.
Seperti Apa Kagawa?
Prefektur Kagawa terletak di bagian timur laut Shikoku.
Wilayahnya diapit Pegunungan Sanuki di selatan dan Laut Pedalaman Seto di utara, dengan pulau-pulau yang tersebar di sekitarnya.
Salah satu cirinya adalah iklim sejuk cenderung hangat yang khas wilayah Setouchi.
Selain kekayaan alamnya, Kagawa juga terkenal sebagai salah satu tujuan wisata spiritual terkemuka di Shikoku.
Dua hal yang tak boleh dilewatkan saat membahas Shikoku adalah Kotohiragu, kuil Shinto bersejarah yang dipercaya mendatangkan banyak berkah, dan Ohenro, perjalanan ziarah ke 88 tempat suci di Shikoku.
Ohenro adalah perjalanan menelusuri tempat-tempat suci yang didirikan serta lokasi-lokasi tempat Kobo Daishi, atau Kukai, menjalani latihan spiritual sekitar 1.200 tahun lalu.
Menurut kepercayaan yang diwariskan, mengikuti Ohenro dapat membersihkan diri dari nafsu dan keterikatan batin serta membawa seseorang menuju pencerahan.
Pesertanya banyak yang berasal dari Jepang maupun luar negeri.
Titik akhir perjalanan Ohenro tersebut berada di Kagawa.
Selain itu, produksi dan konsumsi udon di sini begitu tinggi hingga Kagawa dijuluki “Prefektur Udon”. Di sinilah Anda bisa menikmati Sanuki udon langsung di daerah asalnya.
Hasil laut dari Laut Pedalaman Seto juga lezat. Kesempatan menikmati aneka kuliner khas setempat menjadi daya tarik lain Kagawa.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Kagawa?
Musim gugur adalah waktu terbaik untuk berwisata ke Kagawa.
Banyak tempat menawarkan pemandangan dedaunan musim gugur yang indah, dengan suasana khas musim ini.
Salah satu pengalaman yang tak boleh dilewatkan adalah menikmati taman berbalut dedaunan musim gugur dari perahu tradisional Jepang “Nanko Shuyu Wasen”, yang membawa Anda berkeliling santai di kolam Taman Ritsurin.
Jika berencana mengunjungi Kagawa, bagaimana kalau menyesuaikan jadwal perjalanan agar bisa datang pada musim gugur?
Panduan Pakaian untuk Setiap Musim di Kagawa
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Kagawa?
Kagawa memiliki Bandara Takamatsu, yang dapat dicapai dengan penerbangan singkat sekitar 1 jam dari Bandara Haneda di Tokyo.
Dari Osaka dan Nagoya, perjalanan dengan Shinkansen memakan waktu 2 hingga 2,5 jam.
Bandara Takamatsu juga melayani penerbangan internasional sehingga mudah diakses dari luar negeri.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Kagawa
Kagawa dilayani banyak jalur kereta, termasuk JR dan Takamatsu-Kotohira Electric Railroad. Dengan memadukannya dengan bus sirkuler, Anda bisa mencapai tempat-tempat wisata dengan nyaman tanpa repot.
Menyewa sepeda juga direkomendasikan untuk menikmati suasana pedesaan Kagawa yang tenang serta keindahan gugusan pulau di Laut Pedalaman Seto dengan santai.
Beragam Pesona dalam Wilayah yang Mungil! 9 Destinasi Wisata Andalan di Kagawa
Saat berwisata di Kagawa, sempatkan menikmati panorama Laut Pedalaman Seto yang tenang, mengunjungi bangunan dan taman bersejarah, serta menjelajahi tempat-tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual.
Ada banyak destinasi yang menawarkan pengalaman khas Kagawa, seperti Taman Ritsurin yang meraih tiga bintang dalam Michelin Green Guide Japan dan Kuil Kotohiragu yang memiliki aset budaya penting.
Dari sekian banyak tempat wisata di Kagawa, berikut destinasi andalan yang patut Anda kunjungi.
1. Taman Ritsurin
Taman Ritsurin dibangun sebagai kediaman kedua keluarga Matsudaira, penguasa Domain Takamatsu. Setelah berulang kali diperbaiki dan dikembangkan oleh para penguasa dari generasi ke generasi, taman ini rampung hampir 300 tahun lalu.
Bagian taman di lahan datarnya saja sudah sangat luas, mencapai 16 hektare. Jika Gunung Shiun yang menjadi latar belakangnya ikut dihitung, luas keseluruhannya mencapai sekitar 75 hektare.
Taman ini merupakan yang terluas di Jepang di antara taman warisan budaya yang ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah Istimewa tingkat nasional.

2. Kuil Kotohiragu
Terletak di Gunung Zozu, kuil ini merupakan kuil utama dari seluruh kuil Shinto Kotohira. Sekitar 4 juta peziarah berkunjung setiap tahun.
Dewa utama yang dipuja di sini, Omononushi, dikenal sebagai pelindung perjalanan laut sejak sebelum Abad Pertengahan. Ia juga dipercaya mendatangkan panen melimpah serta kemakmuran dalam bidang industri dan budaya.

3. Kastel Marugame
Kastel bersejarah berusia 400 tahun ini merupakan simbol Marugame.
Kastel ini dibangun di atas bukit di tengah dataran oleh panglima Ikoma Chikamasa bersama putranya, Kazumasa, selama lima tahun.
Susunan tembok batu dari parit dalam hingga menara utama mencapai ketinggian sekitar 60 meter, yang tertinggi di Jepang. Lengkungannya yang khas dikenal sebagai “kemiringan kipas”.
Menara utamanya merupakan salah satu dari hanya 12 menara utama kastel kayu yang masih tersisa di Jepang dan telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional.

4. Situs Bersejarah Reruntuhan Kastel Takamatsu (Taman Tamamo)
Kastel Takamatsu pernah menjadi kediaman para penguasa dari empat generasi keluarga Ikoma dan sebelas generasi keluarga Matsudaira.
Kastel ini juga dikenal dengan julukan Kastel Tamamo.
Dibangun menghadap Laut Pedalaman Seto, kastel tepi laut ini termasuk salah satu dari tiga kastel air utama di Jepang.
Kini, kawasan tersebut dibuka untuk umum sebagai Taman Tamamo.
Menara utamanya, yang dahulu merupakan salah satu bangunan terbesar dari jenisnya di Shikoku, dibongkar pada 1884 karena kondisinya yang sudah lapuk. Namun, sejumlah bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional masih tersisa dan dapat dikunjungi, yaitu Menara Tsukimi, Gerbang Mizute, Menara Watari, dan Menara Ushitora.

5. Yashima
Yashima terletak di bagian timur laut Kota Takamatsu. Kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Setonaikai serta ditetapkan sebagai Situs Bersejarah dan Monumen Alam nasional.
Bentang alamnya berupa dataran tinggi berbentuk meja yang disebut “mesa”, dengan lapisan batuan keras mendatar di bagian atas dan tebing curam di sebagian sisinya. Bentuknya menyerupai atap besar.
Yashima juga terkenal sebagai salah satu lokasi Perang Genpei (1180–1185).

6. Jembatan Seto Ohashi
Seto Ohashi menghubungkan Prefektur Okayama di Honshu dengan Prefektur Kagawa di Shikoku.
Nama Seto Ohashi merujuk pada rangkaian enam jembatan yang membentang sepanjang 9,4 km melintasi selat. Rangkaian ini memadukan berbagai jenis jembatan, termasuk jembatan gantung, jembatan beruji kabel, dan jembatan rangka, serta merupakan salah satu yang terbesar di dunia untuk jembatan yang menampung jalan raya sekaligus jalur kereta api.

7. Area Istirahat Yoshima
Area Istirahat Yoshima berada hampir tepat di tengah bagian Jalan Tol Seto-Chuo yang melintasi selat. Tempat ini menawarkan sudut pandang ideal untuk melihat dari dekat Jembatan Seto Ohashi yang menghubungkan Honshu dan Shikoku.
Di Yoshima Plaza terdapat area makan, toko oleh-oleh, serta restoran Kakehashi Yume Udon yang menyajikan Sanuki udon khas daerah ini.
Lengkapi udon Anda dengan beragam pilihan tempura yang direkomendasikan sebagai pelengkap.

8. Angel Road
Angel Road, yang berarti “jalan setapak malaikat”, berada di bagian barat daya Shodoshima. Jalur pasir ini muncul dari laut saat air surut dua kali sehari dan menghubungkan empat pulau. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan berkat cerita yang beredar bahwa dua orang yang berjalan sambil bergandengan tangan di sini akan bahagia di masa depan. Angel Road juga kerap digunakan sebagai lokasi syuting film dan drama.

9. Desa Film Twenty-Four Eyes
Taman tematik perfilman dan sastra Jepang ini memanfaatkan set syuting luar ruang film Twenty-Four Eyes, yang mengisahkan hubungan seorang guru perempuan dengan 12 muridnya. Di lahan seluas sekitar 10.000 m² di tepi pantai yang menghadap Laut Pedalaman Seto, sebuah desa kecil dari era Taisho hingga awal era Showa dihadirkan kembali. Gedung sekolah kayu, rumah guru laki-laki, rumah nelayan, kedai teh, toko oleh-oleh, dan berbagai bangunan lain yang tampil dalam adegan film klasik tersebut berjajar di sini, menciptakan suasana nostalgia khas era Taisho dan awal era Showa.

Setouchi Triennale: Pengalaman yang Membuat Wisata Kagawa Makin Istimewa
Setouchi Triennale adalah festival seni kontemporer yang diselenggarakan di 17 kawasan pulau dan pesisir di Laut Pedalaman Seto, laut pedalaman terbesar di Jepang.
Sepanjang masa penyelenggaraannya, festival ini menampilkan 255 karya seni serta menghadirkan 7 proyek dan 25 acara.
Lokasinya terutama berada di pulau-pulau lepas pantai Kagawa yang belum dikembangkan menjadi kawasan wisata. Anda dapat berpindah dari satu pulau ke pulau lain dengan feri atau kapal cepat, menikmati perjalanan yang terasa seperti wisata pelayaran.
Sambil berjalan menjelajahi pulau, Anda bisa menikmati karya seni dan berinteraksi dengan warga setempat. Pengalaman ini memberi kesempatan untuk merasakan jejak sejarah tempat tersebut serta kehidupan masyarakatnya.
Melalui Setouchi Triennale, seni bukan lagi sekadar sesuatu untuk dilihat, melainkan juga sarana untuk memperkaya perjalanan.
Masukkan Setouchi Triennale ke dalam rencana wisata Anda untuk menikmati pesona Kagawa lebih mendalam.

3 Tempat Makan Populer di Kagawa, Daerah Asal Sanuki Udon
Berbicara tentang Kagawa, Sanuki udon tentu tak boleh dilewatkan.
Selain itu, ada banyak kuliner khas Kagawa lainnya. Jadi, sempatkan juga menikmati makanan di sela kunjungan wisata.
Berikut beberapa tempat makan populer yang patut Anda kunjungi.
1. Udon Honjin Yamadaya Sanuki Honten
Udon Honjin Yamadaya Sanuki Honten terletak sekitar 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Yakuri di Jalur Kotoden Shido. Restoran yang menyajikan Sanuki udon autentik ini bahkan terpilih sebagai salah satu restoran unggulan oleh situs kuliner ternama.
Menunya beragam, termasuk shippoku udon, hidangan khas daerah Sanuki; Sanuki udon suki, sajian udon dalam panci rebus; serta udon kaiseki, rangkaian hidangan yang memadukan udon dengan aneka masakan Jepang.

2. Teuchi Judan Udon Baka Ichidai
Udon Baka Ichidai adalah restoran khusus udon terkenal yang kerap dipenuhi antrean, sekitar 7 menit berjalan kaki dari Stasiun Kawaramachi di jalur Kotoden.
Restoran ini pernah diliput televisi, majalah, dan media lainnya, serta banyak dikunjungi selebritas.
Menu populernya adalah kama butter udon.
Mi udon dicampur dengan telur dan mentega, lalu diberi taburan lada hitam, menghasilkan cita rasa yang menyerupai carbonara.
Pilihan lainnya juga beragam, termasuk menu klasik seperti niku udon dengan daging dan bukkake udon yang disiram saus kaldu.

3. Benesse House Museum Cafe
Kafe ini berada di lantai 2 Benesse House Museum, yang memadukan museum seni dengan hotel.
Bukaan lebar di sisi selatan dan barat membuat ruang kafe bermandikan cahaya alami. Di sini, Anda bisa bersantai menikmati makanan ringan dan minuman sambil memandang Laut Pedalaman Seto yang membentang di bawah.

Sempatkan Berbelanja di Sela Wisata! 4 Tempat Belanja Andalan di Kagawa
Kagawa memiliki banyak tempat dan kawasan perbelanjaan.
Pilihannya mencakup toko bernuansa tempo dulu yang menjadi satu-satunya toko di sebuah pulau, hingga pusat perbelanjaan tempat Anda bisa berbelanja sepuasnya sambil sesekali beristirahat. Sempatkan mampir di sela kunjungan ke tempat wisata.
1. Toko Takeuchi
Sebagai satu-satunya toko di pulau tempatnya berada, Toko Takeuchi menjual segala hal, mulai dari bahan makanan hingga kebutuhan sehari-hari, sehingga berfungsi layaknya minimarket bagi warga pulau.
Penandanya adalah papan merah bertuliskan “es krim” dan “bir”. Di dalam toko, berbagai barang berjajar memenuhi ruang yang tersedia.

2. Youme Town Takamatsu
Pusat perbelanjaan populer ini banyak dikunjungi orang dari seluruh Kagawa maupun luar prefektur.
Di dalamnya terdapat sekitar 160 toko, termasuk toko busana populer, toko aneka barang, toko perlengkapan interior, dan toko elektronik.
Area istirahat gratis tersebar di berbagai sudut, sehingga Anda bisa segera duduk beristirahat saat lelah.

3. AEON Mall Takamatsu
AEON Mall Takamatsu merupakan pusat perbelanjaan dengan AEON Takamatsu sebagai gerai utama, dilengkapi beragam toko khusus yang menawarkan busana, aneka barang, makanan, dan layanan.
Pilihan tempat makannya juga lengkap. Kawasan restoran di lantai 1 dan area makan di lantai 3 menghadirkan beragam jenis hidangan yang dapat dinikmati orang dewasa maupun anak-anak. Tempat ini juga cocok untuk sekadar beristirahat.

4. Michi-no-Eki Shodoshima Olive Park
Taman yang juga menjadi tempat persinggahan tepi jalan ini populer berkat pemandangannya yang mengingatkan pada kawasan Mediterania serta fasilitasnya yang lengkap. Ada banyak sudut yang mengundang untuk dipotret, seperti kincir angin putih di atas bukit yang menghadap Laut Pedalaman Seto dan taman bergaya Inggris dengan sekitar 120 jenis herba dan mawar yang bermekaran.

Beristirahat dan Pulihkan Tenaga! 3 Pilihan Penginapan di Kagawa
Terkenal dengan destinasi wisata yang kaya akan alam dan kulinernya, Kagawa memiliki banyak pilihan penginapan.
Berikut beberapa penginapan yang direkomendasikan untuk melepas lelah setelah perjalanan sambil menikmati panorama alam yang indah dan pemandian air panas alami.
1. Kotohira Grand Hotel Sakura no Sho
Hotel ini berada dekat jalur menuju Kuil Kotohiragu, sehingga praktis untuk berwisata.
Salah satu fasilitas yang patut dicoba adalah pemandian air panasnya, tempat melepas lelah setelah berkunjung ke Kotohiragu.
Di pemandian terbuka yang menghadap Konpira-san, Anda bisa bersantai sambil menikmati pemandangan yang berubah mengikuti musim.

2. Shimayado Mari
Penginapan ini terletak di Hishio no Sato, kawasan dengan deretan bangunan pembuatan kecap asin Jepang yang menciptakan pemandangan khas.
Ruang makannya memanfaatkan rumah tradisional yang terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud, sementara sebagian kamar merupakan hasil renovasi bangunan gudang tradisional. Suasananya modern, tetapi tetap tenang dan bernuansa nostalgia, dengan pesona yang begitu terasa.
Tersedia total 8 kamar, semuanya dilengkapi pemandian air panas dengan air yang terus mengalir langsung dari sumbernya.

3. Le Port Awashima
Penginapan ini berada di kawasan Taman Peringatan Maritim Awashima, di dalam Taman Nasional Setonaikai.
Suasananya menenangkan, cocok untuk menikmati ritme kehidupan pulau yang santai sekaligus menjadi tempat menginap saat menjelajahi Awashima.
Tersedia kamar bergaya Barat dan Jepang. Sejak 2020, penginapan ini juga menawarkan kamar seni yang memajang karya seniman.
Inisiatifnya untuk menyisihkan 500 yen dari biaya menginap sebagai dukungan bagi seniman muda juga patut diperhatikan.

Penutup
Itulah berbagai destinasi untuk menikmati kekayaan alam, sejarah, dan budaya Kagawa, kuliner khas seperti Sanuki udon, serta penginapan dengan pemandian air panas untuk melepas lelah.
Pulau-pulau yang kaya akan alam, seperti Shodoshima dan Naoshima, dapat dicapai dengan feri dari Pelabuhan Takamatsu dalam waktu kurang dari 1 jam. Jangan lupa memasukkannya ke dalam rencana perjalanan Anda.
Prefektur Tokushima yang bertetangga dengan Kagawa juga memiliki banyak daya tarik, termasuk pusaran air di Selat Naruto, salah satu dari tiga arus pasang surut utama di dunia, serta Awa Odori, seni pertunjukan tradisional yang berasal dari Tokushima.
Dengan kereta ekspres terbatas Uzushio di Jalur JR Kotoku, perjalanan hanya memakan waktu 1 jam. Jadi, sempatkan juga mampir ke Prefektur Tokushima.
Penulis