
19 Destinasi Pilihan yang Wajib Dikunjungi Saat Berwisata ke Yokohama
Yokohama memikat dengan lanskap kota modern bernuansa internasional yang kental berkat pengaruh budaya asing.
Kota ini memiliki banyak destinasi wisata, seperti Minato Mirai 21 (biasa disebut Minato Mirai), Pecinan Yokohama, dan Yokohama Red Brick Warehouse, serta beragam pilihan kuliner dan tempat belanja.
Artikel ini merangkum destinasi yang wajib dikunjungi, restoran ternama, hingga akomodasi populer agar Anda dapat menikmati pesona Yokohama sepenuhnya, meski baru pertama kali datang.
Jadikan artikel ini sebagai panduan untuk menikmati perjalanan Anda di Yokohama.
Seperti Apa Yokohama?
Yokohama adalah ibu kota Prefektur Kanagawa dan kota dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di Jepang setelah Tokyo.
Berkembang sebagai kota pelabuhan yang menghadap Teluk Tokyo, Yokohama menawarkan perpaduan sejarah, budaya, dan kegiatan ekonomi yang penuh daya tarik.
Masuknya budaya asing membentuk lanskap dan suasana kota yang khas dengan nuansa internasional. Jejak sejarahnya sebagai kota pelabuhan masih terasa, sementara deretan gedung tinggi dan pusat perbelanjaan menghadirkan pesona modern.
Minato Mirai khususnya merupakan kawasan yang menjadi simbol Yokohama, dengan pemandangan yang memukau saat malam tiba.
Cahaya gedung-gedung yang berpadu dengan pantulannya di permukaan laut menciptakan pemandangan malam yang indah dan suasana romantis di seluruh kawasan.
Selain untuk berwisata, kawasan ini juga cocok untuk berkencan atau berjalan-jalan santai.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Yokohama?
Dengan begitu banyak tempat menarik, Yokohama dapat dinikmati sepanjang tahun, pada keempat musimnya.
Setiap musim menawarkan beragam acara. Pada musim semi, Anda dapat melihat bunga-bunga bermekaran di taman Jepang Sankeien, sedangkan pada musim dingin, Anda dapat menikmati pasar Natal di Yokohama Red Brick Warehouse.
Sebelum berkunjung, cari tahu acara yang sedang berlangsung agar perjalanan Anda semakin menyenangkan.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Yokohama
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan atasan berlengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Yokohama?
Stasiun Yokohama, stasiun utama kota ini, mudah diakses karena melayani jalur dari enam operator—jumlah terbanyak di Jepang—yaitu JR, Keikyu, Tokyu Toyoko, Sotetsu, Kereta Bawah Tanah Kota Yokohama, dan Minatomirai.
Selain itu, di dalam Kota Yokohama terdapat Stasiun Shin-Yokohama yang disinggahi Tokaido Shinkansen, sehingga perjalanan dari wilayah Kansai, seperti Kyoto dan Osaka, juga mudah.
- Perjalanan dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Yokohama
- Sekitar 25 menit
- Perjalanan dari Stasiun Kyoto ke Stasiun Shin-Yokohama
- Sekitar 1 jam 55 menit dengan Shinkansen
- Perjalanan dari Stasiun Shin-Osaka ke Stasiun Shin-Yokohama
- Sekitar 2 jam 10 menit dengan Shinkansen
Transportasi Utama untuk Berwisata di Yokohama
Jaringan kereta, bus, dan kereta bawah tanah yang lengkap membuat perjalanan di dalam kota sangat praktis.
Jalur Minatomirai khususnya menghubungkan Stasiun Yokohama dengan Motomachi-Chukagai dan ideal untuk menjangkau berbagai destinasi wisata.
Bus wisata yang berkeliling ke tempat-tempat terkenal, seperti “Akai Kutsu” dan “BAYSIDE BLUE”, juga merupakan pilihan yang direkomendasikan.
Untuk berwisata di Yokohama dengan lebih efisien, simak juga artikel berikut.
19 Destinasi Wisata Pilihan untuk Kunjungan Pertama ke Yokohama
Yokohama menawarkan lanskap kota bernuansa internasional, pemandangan tepi laut yang lapang, serta beragam kuliner dan hiburan.
Selain Minato Mirai yang menjadi pusat berbagai destinasi wisata utama, tempat-tempat menarik juga tersebar di sekitar Stasiun Yokohama dan kawasan pinggiran kota.
Berikut adalah destinasi wisata pilihan yang paling direkomendasikan.
1. Taman Yamashita
Taman tepi laut ini terletak hanya beberapa menit berjalan kaki dari Pecinan Yokohama. Dibuka pada Maret 1930, taman ini dibangun di atas lahan reklamasi yang menggunakan puing-puing Gempa Besar Kanto.
Di area seluas 7,4 hektare terdapat jalur pejalan kaki yang lapang, hamparan bunga, air mancur, dan berbagai fasilitas lain yang menjadikannya tempat bersantai bagi warga Yokohama maupun wisatawan.
Anda dapat menikmati pemandangan indah khas Yokohama, termasuk Pelabuhan Yokohama dan deretan gedung seperti Landmark Tower. Pemandangannya populer baik pada siang maupun malam hari.

2. Yokohama Red Brick Warehouse
Dari era Meiji hingga Taisho, gudang bata merah ini berperan sebagai fasilitas pergudangan mutakhir yang menjadi kebanggaan Jepang di mata dunia.
Kini, dua bangunan gudang yang tetap mempertahankan suasana masa lalunya menjadi destinasi budaya dan belanja, dengan toko, restoran, ruang serbaguna, dan berbagai fasilitas lainnya.

3. Pecinan Yokohama
Pecinan Yokohama, salah satu dari tiga pecinan utama di Jepang, dipenuhi berbagai restoran masakan Tionghoa.
Anda dapat menyesuaikan pengalaman kuliner dengan anggaran, mulai dari makanan untuk dibawa pulang dan hidangan prasmanan sepuasnya dengan harga terjangkau hingga masakan Tionghoa autentik.
Toko oleh-olehnya juga beragam, menawarkan bahan makanan khas Tionghoa yang lezat serta aneka barang.

4. Yokohama Motomachi Shopping Street
Kawasan pertokoan ini berkembang dari kumpulan toko yang melayani warga asing saat Pelabuhan Yokohama dibuka lebih dari 150 tahun lalu.
Jalan utamanya yang sepanjang 600 meter memiliki suasana bergaya Barat yang elegan. Di sepanjang jalan berjajar beragam toko dengan pilihan produk bergaya, mulai dari pakaian dan aneka barang hingga interior dan aksesori.
Tak hanya di jalan utama, gang-gang di belakangnya juga dipenuhi toko unik, jadi luangkan cukup waktu untuk menjelajahinya.

5. CUPNOODLES MUSEUM Yokohama
Melalui berbagai pameran, Anda dapat mengenal “cara berpikir kreatif” Momofuku Ando, pendiri Nissin Foods yang menciptakan ramen instan pertama di dunia.
Aktivitas yang sangat populer adalah “Chicken Ramen Factory”, tempat Anda membuat mi mulai dari menguleni adonan tepung, dan “My CUPNOODLES Factory”, tempat Anda membuat CUPNOODLES kreasi sendiri.

6. Yokohama Cosmo World
Taman hiburan perkotaan bertingkat ini menawarkan berbagai wahana, mulai dari bianglala raksasa dan roller coaster yang memacu adrenalin hingga permainan, rumah hantu, serta atraksi realitas virtual berbasis VR dan 3D. Ada pula komidi putar dan mobil karakter yang dapat dinikmati anak-anak.
Salah satu atraksi populernya adalah bianglala raksasa “Cosmo Clock 21”. Selama sekitar 15 menit, Anda dapat menikmati perjalanan di udara sambil memandang berbagai landmark Yokohama.

7. Terminal Penumpang Internasional Osanbashi, Pelabuhan Yokohama
Terminal ini menjadi tempat berlabuh kapal pesiar dari berbagai negara.
Lantai 1 merupakan area parkir, lantai 2 memiliki lobi keberangkatan dan kedatangan internasional serta aula, sedangkan bagian atap memiliki plaza dan dek untuk mengantar serta menyambut penumpang.
Atapnya dirancang menyerupai gelombang laut, sementara bagian dalam bangunan dibuat tanpa tiang sehingga terasa terbuka dan lapang.
Berbagai acara juga diselenggarakan di area atap, tempat pengunjung dapat memandang laut dan kapal.

8. YOKOHAMA AIR CABIN
YOKOHAMA AIR CABIN menghubungkan “Stasiun Sakuragicho” yang berada di depan Stasiun JR Sakuragicho dengan “Stasiun Unga Park” di Unga Park, kawasan Shinko.
Rutenya sepanjang sekitar 630 meter, dengan ketinggian maksimum sekitar 40 meter dan waktu perjalanan sekali jalan sekitar 5 menit.
Dari jendela kabin, Anda dapat menikmati lanskap indah yang menjadi ciri khas Minato Mirai, Yokohama, termasuk bianglala raksasa “Cosmo Clock 21” di Yokohama Cosmo World dan InterContinental Yokohama Grand.

9. Sankeien
Taman Jepang ini dibangun oleh Sankei Hara, seorang cendekiawan sekaligus pengusaha.
Di area luas seluas 175.000 m², berbagai bangunan yang dipindahkan dari Kyoto, Kamakura, dan tempat lain ditata dengan cermat, termasuk bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Beragam bunga bermekaran mengikuti musim, disertai acara untuk menikmati keindahannya.

10. Yokohama Hakkeijima Sea Paradise
Terletak di Distrik Kanazawa, Kota Yokohama, Yokohama Hakkeijima Sea Paradise merupakan kompleks rekreasi bertema laut yang dilengkapi akuarium, wahana, restoran, pertokoan, hotel, dan fasilitas lainnya.
Dikenal dengan julukan “Sea Para”, tempat ini memiliki empat akuarium dengan tema berbeda sebagai daya tarik utama: “Aqua Museum” yang dihuni 120.000 makhluk hidup dari 700 spesies, “Dolphin Fantasy” untuk mengamati lumba-lumba dari berbagai sudut, “Fureai Lagoon” untuk berinteraksi dengan biota laut, serta “Umi Farm” yang mengusung tema belajar melalui laut.

11. Kebun Binatang Yokohama Zoorasia
Dengan tema utama “hidup berdampingan antar makhluk hidup dan keselarasan dengan alam”, kebun binatang ini memamerkan, memelihara, dan mengembangbiakkan satwa liar dari seluruh dunia.
Areanya dibagi berdasarkan iklim dan wilayah dunia, seperti “Hutan Tropis Asia”, “Pedesaan Pegunungan Jepang”, dan “Sabana Afrika”, sehingga Anda seolah berkeliling dunia sambil mengenal satwa.
Anda dapat melihat sekitar 100 spesies satwa dari seluruh dunia, mulai dari gajah India hingga beruang kutub.

12. Sky Garden, Lantai Observasi ke-69 Yokohama Landmark Tower
Yokohama Landmark Tower, salah satu simbol kota ini, merupakan gedung pencakar langit setinggi 296 meter dengan 70 lantai di atas permukaan tanah. Kompleks ini menampung pusat perbelanjaan, tempat makan, klinik, dan fasilitas lainnya.
“Sky Garden” yang berada di lantai 69 merupakan lantai observasi untuk menikmati panorama 360 derajat.
Selain Yokohama, Anda juga dapat melihat Tokyo Tower, Tokyo Skytree, Semenanjung Boso, Semenanjung Izu, bahkan Gunung Fuji saat cuaca cerah.

13. Yokohama Anpanman Children's Museum
Museum di lantai 3 ini mengajak pengunjung memasuki dunia “Soreike! Anpanman” dan berinteraksi dengan Anpanman serta teman-temannya.
Karakter populer seperti Anpanman dan Baikinman tampil dalam berbagai pertunjukan panggung, tempat anak-anak dapat bernyanyi dan menari bersama mereka.
Tersedia banyak wahana dan area bermain untuk anak-anak bereksplorasi, bergerak aktif, serta bermain peran sebagai penjaga toko.

14. Museum Ramen Shin-Yokohama
Museum bertema ramen ini menghimpun kedai ramen khas daerah dari berbagai penjuru dunia. Anda dapat mencicipi cita rasa kedai ternama dari berbagai tempat tanpa perlu naik pesawat.
Setiap kedai juga menyediakan ramen porsi mini, sehingga Anda dapat mencoba dan membandingkan beberapa jenis ramen.
Interior museum menghadirkan kembali suasana kota bergaya retro dari tahun 1958, atau tahun ke-33 era Showa.

15. Taman Minato no Mieru Oka
Taman ini berada di atas bukit kecil yang menghadap Pelabuhan Yokohama.
Saat pelabuhan dibuka, tempat ini merupakan kawasan permukiman warga asing, dengan pasukan Inggris ditempatkan di atas bukit dan pasukan Prancis di bawahnya. Kini, di sini terdapat “France Yama” atau Bukit Prancis dan “Yokohama British House”.
Sesuai namanya, yang berarti “taman di bukit dengan pemandangan pelabuhan”, area observasinya menawarkan pandangan luas hingga ke laut.

16. Yokohama Marine Tower
Yokohama Marine Tower dibangun pada 1961, atau tahun ke-36 era Showa, untuk memperingati 100 tahun pembukaan Pelabuhan Yokohama.
Menara setinggi 106 meter yang dirancang menyerupai mercusuar ini dapat terlihat dari berbagai tempat di kawasan teluk dan dicintai warga sebagai salah satu simbol Yokohama.
Renovasi pada 2022 menjadikannya destinasi yang semakin menarik.

17. Yokohama Hammerhead
Dibuka pada 2019 di Dermaga Shinko, kawasan Minato Mirai, Yokohama Hammerhead merupakan kompleks pertama di Jepang yang menyatukan fasilitas komersial, terminal penumpang kapal, dan hotel.
Namanya berasal dari “Hammerhead Crane” yang hingga kini berdiri sebagai simbol di ujung dermaga. Derek ini merupakan peninggalan industri bersejarah yang digunakan untuk bongkar muat barang hingga tahun 1970-an.
Area komersial “Hammerhead SHOP&RESTAURANT” menampung lebih dari 20 tempat makan. Ciri khasnya adalah banyak toko yang dilengkapi fasilitas produksi, sehingga Anda dapat melihat langsung proses pembuatannya. Sekadar melihat-lihat pun terasa menyenangkan.

18. Taman Motomachi
Terletak di kawasan Yamate, Yokohama, Taman Motomachi memadukan alam, sejarah, dan fasilitas modern. Dikelilingi pepohonan yang rimbun, taman ini menarik banyak pengunjung sebagai tempat melihat sakura dari akhir Maret hingga awal April.
Elemen taman air yang indah di dalamnya menghadirkan suasana santai dan menenangkan bagi pengunjung.
Taman ini juga dipenuhi peninggalan sejarah yang menarik, seperti “Situs Rumah Air Gerard”, jejak permukiman warga asing dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, serta “Situs Yamate No. 80”, satu-satunya peninggalan rumah warga asing di Yokohama yang berasal dari sebelum Gempa Besar Kanto tahun 1923.

19. Kawasan Pertokoan Yokohamabashi
Kawasan pertokoan beratap ini memiliki sekitar 130 toko dan terletak 2 menit berjalan kaki dari Stasiun Bandobashi pada jaringan Kereta Bawah Tanah Kota Yokohama.
Sepertiga dari seluruh tokonya menjual bahan makanan segar, sedangkan sekitar separuh dari sisanya menjual lauk siap santap, sehingga Anda dapat menikmati aneka jajanan lokal sambil menjelajah.
Dengan sejarah sekitar 90 tahun, kawasan ini telah lama ramai sebagai “dapur warga” di lingkungan tradisional Yokohama.
Daya tarik lainnya adalah banyaknya tempat makan yang telah menjadi bagian dari kehidupan warga setempat, seperti “Toyonodon”, kedai tendon atau nasi dengan tempura yang berkali-kali diliput televisi, restoran belut “Yafune”, dan kedai soba “Anraku”.

- Alamat
- Kawasan Pertokoan Yokohamabashi-dori, 1-4-4 Takanecho, Distrik Minami, Kota Yokohama, Prefektur Kanagawa 232-0022
- Jam Buka
- Berbeda-beda menurut toko
5 Hal yang Wajib Dilakukan di Yokohama
Berikut adalah lima hal yang sebaiknya dimasukkan ke dalam rencana perjalanan Anda saat berwisata di Yokohama.
Jadikan daftar ini sebagai panduan agar Anda lebih mudah menyusun perjalanan sekaligus menikmati pesona Yokohama sepenuhnya.
1. Berjalan-jalan di Minato Mirai dan Menikmati Pemandangan Khas Kota Pelabuhan
Minato Mirai merupakan salah satu kawasan paling populer di Yokohama.
Landmark Tower, Red Brick Warehouse, dan bianglala raksasa berjajar di tepi laut, menghadirkan pemandangan khas kota pelabuhan.
Menikmati pemandangan sambil mengunjungi fasilitas rekreasi dan pusat perbelanjaan merupakan cara klasik untuk berwisata di Yokohama.
Salah satu daya tarik Minato Mirai adalah suasananya yang berubah antara siang dan malam.
Saat malam tiba, kawasan teluk dipenuhi cahaya, sementara iluminasi bianglala raksasa menambah warna pada pemandangan malamnya.
Suasananya yang romantis juga menjadikan kawasan ini populer untuk berkencan.

2. Menyusuri Motomachi dan Yamate dengan Nuansa Internasionalnya yang Kental
Kawasan yang membentang dari Motomachi hingga Yamate populer berkat lanskap kotanya yang menghadirkan nuansa internasional khas Yokohama.
Di kawasan pertokoan Motomachi, bangunan bergaya Barat dan toko-toko yang telah lama berdiri berjajar, cocok untuk berbelanja maupun berjalan-jalan.
Jika Anda mendaki menuju Yamate, Anda akan menemukan jejak kawasan yang dahulu berkembang sebagai permukiman warga asing, dengan bangunan bersejarah bergaya Barat seperti Yokohama British House, Yamate No. 111, dan Berrick Hall.
Banyaknya taman dan jalan berpohon juga memungkinkan Anda berjalan santai dalam suasana tenang di tengah kehijauan. Banyak bangunan dibuka untuk umum secara gratis, sehingga Anda dapat mengenal gaya arsitektur dan budaya kehidupan pada masa itu.


3. Memandang Pelabuhan Yokohama dari Taman Minato no Mieru Oka
Terletak di dataran tinggi, Taman Minato no Mieru Oka merupakan tempat populer untuk menikmati pemandangan ke arah Pelabuhan Yokohama dan Yokohama Bay Bridge.
Dari area observasi, Anda dapat melihat kapal yang lalu-lalang di pelabuhan dan pemandangan dermaga, dengan perpaduan laut dan lanskap kota yang khas Yokohama.
Di taman ini terdapat kebun mawar dan hamparan bunga musiman. Pada musim semi dan musim gugur, mawar berwarna-warni bermekaran dengan indah.
Terdapat pula jalur jalan kaki yang dikelilingi pepohonan dan masih menyisakan suasana masa permukiman warga asing. Selain menikmati panorama Pelabuhan Yokohama, luangkan waktu untuk menjelajahi tamannya.

4. Menikmati Masakan Tionghoa Autentik di Pecinan Yokohama
Pecinan Yokohama merupakan salah satu pecinan terbesar di Jepang. Menikmati masakan autentik Kanton, Sichuan, atau Beijing sambil berwisata dan berjalan-jalan merupakan kegiatan favorit di sini.
Selain menu klasik seperti xiaolongbao, siomai, bakpao isi daging, dan nasi goreng, tersedia beragam hidangan mi hingga makanan penutup khas Tionghoa.
Pilihan jajanan untuk dinikmati sambil menjelajah juga banyak, dengan xiaolongbao, bola wijen, dan es krim lembut rasa annin atau almond Tionghoa sebagai beberapa yang paling populer.
Belakangan ini, restoran dengan paket makan sepuasnya juga semakin banyak, sehingga kawasan ini mudah dinikmati bersama rombongan.

5. Menjelajahi Pinggiran Yokohama untuk Menikmati Suasana yang Lebih Lapang
Destinasi klasik wisata Yokohama adalah Minato Mirai, kawasan Motomachi dan Yamate, serta Pecinan Yokohama yang telah diperkenalkan sebelumnya.
Namun, berbagai tempat menarik juga tersebar di pinggiran kota.
Di Kebun Binatang Yokohama Zoorasia dan Satoyama Garden, misalnya, Anda dapat menikmati suasana lapang sambil mengenal satwa dan tumbuhan.
Di Sankeien, taman Jepang yang menjadi salah satu kebanggaan Yokohama, Anda dapat menikmati pemandangan empat musim dan bangunan bersejarah dalam lingkungan yang tenang.
Semua tempat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata di pusat kota Yokohama.
Selain itu, pameran hortikultura internasional “GREEN×EXPO 2027” dijadwalkan berlangsung pada 2027. Distrik Seya, yang sedang menjalani pengembangan, juga patut diperhatikan.

5 Tempat di Yokohama untuk Menikmati Pengalaman Istimewa
Dari sekian banyak tempat dan fasilitas, berikut adalah pilihan destinasi yang menawarkan pengalaman istimewa khas Yokohama.
Selagi berwisata di Yokohama, sempatkan juga mengunjungi tempat-tempat berikut.
1. Shiseido Beauty Park
Shiseido Beauty Park berada di Stasiun Shin-Takashima pada Jalur Minatomirai.
Fasilitas kecantikan interaktif milik Shiseido ini mengusung konsep “Membangkitkan kecantikan unik Anda melalui sains yang menghubungkan kulit, tubuh, dan pikiran.”
Di dalamnya terdapat “Kitchen Lab”, yang menawarkan pengalaman kuliner baru untuk membangun kecantikan dan kesehatan kulit, tubuh, serta pikiran; “Art & Science Lab”, yang menghadirkan pengalaman visual dengan fokus pada “AWE” atau rasa takjub yang memberi pengaruh baik bagi tubuh dan pikiran hanya dengan melihatnya; serta “fibona Lab”, ruang eksperimen untuk mencoba produk kecantikan hasil kreasi bersama yang berangkat dari penelitian guna menghasilkan sesuatu yang belum ada di dunia (wajib reservasi terlebih dahulu/berbayar).

2. Hara Model Railway Museum
Museum ini memamerkan model kereta dan koleksi terkait perkeretaapian yang dibuat serta dimiliki oleh Shintaro Hara, pembuat sekaligus kolektor model kereta yang terkenal di dunia.
Model-model yang dibuat sendiri oleh Hara mereproduksi kereta dari Jepang, Eropa, Amerika, dan berbagai tempat lain di dunia dengan sangat akurat. Museum ini menyimpan sekitar 1.500 unit kereta, dengan sekitar 1.000 unit dipamerkan.
Model keretanya mengambil listrik dari kabel di atas jalur dan melaju di atas rel besi dengan bunyi gemeretak, menyerupai kereta sungguhan.

3. Noge Ichibangai
Noge dikenal sebagai “surga untuk berpindah dari satu tempat minum ke tempat lainnya”, dengan sekitar 600 tempat yang berdesakan, mulai dari izakaya atau kedai minum rakyat bergaya lama hingga tempat makan modern yang trendi.
Noge Ichibangai merupakan kawasan kuliner bergaya gang yang terletak di Noge Hondori.
Di dalamnya terdapat enam kedai dengan beragam jenis masakan, seperti sate panggang, yakitori atau sate ayam, bar hidangan daging, hidangan laut, sate goreng, dan masakan Korea.
Salah satu daya tariknya adalah suasana setiap kedai yang meriah dan khas izakaya.
Di sini, Anda dapat menikmati berbagai makanan dan minuman sambil berpindah kedai di kawasan dengan suasana lokal yang kental.

4. SEA BASS
SEA BASS merupakan layanan kapal yang menghubungkan tiga kawasan wisata: pintu timur Stasiun Yokohama, Minato Mirai, dan Red Brick Warehouse.
Sambil menuju tujuan, Anda dapat menikmati pelayaran singkat dengan pemandangan Pelabuhan Yokohama.
Ruang penumpangnya berada hampir sejajar dengan permukaan air, sehingga Anda dapat melihat Yokohama dari ketinggian yang berbeda dibandingkan moda transportasi lain.
Kabin dilengkapi pengatur suhu, sehingga perjalanan tetap nyaman pada musim apa pun.
Di dek belakang, Anda juga dapat menikmati pelayaran sambil merasakan angin laut.
Setiap akhir pekan (Jumat, Sabtu, dan Minggu), tersedia perjalanan malam dengan pemandu yang membawa Anda mengunjungi lokasi-lokasi pemandangan malam terkenal di Yokohama.

5. Kawasan Motomachi dan Yamate
Kawasan Yamate membentang di atas bukit kecil di selatan Pecinan Yokohama. Setelah pelabuhan dibuka pada 1859, atau tahun ke-6 era Ansei, kawasan dengan pemandangan laut ini menjadi permukiman warga asing setelah Kannai.
Di tengah kehijauan tersebar banyak bangunan bergaya Barat yang masih menyimpan suasana masa itu, baik yang tetap berada di lokasi semula maupun yang dipindahkan ke sini. Salah satunya adalah “Museum Yamate”, rumah kayu perpaduan gaya Jepang dan Barat yang dibangun pada 1909, atau tahun ke-42 era Meiji.
Banyak bangunan selain rumah pribadi kini menjadi toko, galeri, atau kafe, sehingga Anda juga dapat melihat bagian dalamnya.

5 Restoran Ternama yang Wajib Dikunjungi untuk Menikmati Kuliner Yokohama
Berkat latar belakang sejarahnya, Yokohama menawarkan beragam kuliner, bukan hanya masakan Jepang, tetapi juga masakan Tionghoa dan hidangan bergaya Barat.
Berikut adalah restoran ternama yang paling direkomendasikan dari sekian banyak tempat makan di Yokohama.
1. Jukei Hanten Honkan
Restoran masakan Sichuan ini mulai beroperasi pada 1959. Pada 2018, dalam rangka memperingati 60 tahun pendiriannya, gedung utama tujuh lantai dibuka di lokasi awal sebagai restoran unggulan. Bangunan ini dirancang oleh desainer kelas dunia Alan Chan, dengan tampilan luar yang megah dan interior bersuasana tenang.
Lantai 6 dan 7 beroperasi sebagai “Yokohama Hinkan”, yang memiliki banyak ruang privat dan ruang khusus. Menu paket maupun à la carte tersedia saat makan siang dan makan malam.

2. Coffee House The Cafe di Hotel New Grand
Kafe dan restoran ini berada di lantai 1 Hotel New Grand, salah satu simbol Yokohama.
Di sini tersedia hidangan bergaya Barat ala Jepang serta menu yang mengadaptasi masakan Prancis tradisional.
Tiga hidangan yang paling terkenal adalah “Seafood Doria”, “Spaghetti Napolitan”, dan “Pudding à la Mode”, yang semuanya berasal dari hotel ini.
“Seafood Doria” merupakan nasi yang diberi limpahan hidangan laut, saus kaya rasa sari laut, serta saus gratin yang lembut, lalu dipanggang.

3. Yamate Jyubankan Restaurant & Cafe
Yamate Jyubankan dibangun pada 1967, atau tahun ke-42 era Showa, untuk memperingati 100 tahun era Meiji. Bangunannya meniru kantor dagang asing dari masa pembukaan Pelabuhan Yokohama.
Bangunan bergaya Barat ini terletak di perbukitan Yamate, tepat menghadap Pemakaman Warga Asing. Lantai 1 merupakan kafe kasual, sedangkan lantai 2 adalah restoran Prancis yang menyajikan makan siang dan makan malam. Angin yang nyaman berembus melewati tamannya yang hijau.

4. Araiya Honten
Terletak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Isezaki-Chojamachi, Araiya Honten merupakan restoran gyunabe, hidangan rebus daging sapi dalam panci, yang didirikan pada 1895.
Restoran ini mewarisi sejarah dan tradisi lebih dari 120 tahun dari generasi sebelumnya, sehingga layak disebut sebagai salah satu pelopor restoran gyunabe di Jepang. Dari berbagai menu yang menggugah selera, paket hidangan andalan “Nadai Gyunabe” sangat populer.
Wagyu produksi Jepang yang dipilih dengan saksama memiliki cita rasa halus dan tekstur sangat empuk. Bumbu kuah warishita rahasia meresap dengan pas, menghasilkan rasa yang mendalam.
Bahan pelengkap seperti tahu dan shirataki, mi dari konjak, menambah variasi tekstur sekaligus semakin menonjolkan kelezatan daging sapi.

5. Queen Alice
Restoran Prancis ini berada di lantai 3 The Yokohama Bay Hotel Tokyu.
Dalam suasana yang mengingatkan pada “Alice in Wonderland”, Anda dapat menikmati “masakan Prancis untuk orang Jepang”, dengan bahan dan teknik memasak yang disesuaikan dengan budaya kuliner Jepang.
Menu paket yang disajikan oleh koki berpengalaman di restoran kelas atas menawarkan hidangan berlimpah sayuran dengan porsi memuaskan, sambil tetap menonjolkan karakter asli setiap bahan.
Penyajian indahnya juga menjadi daya tarik, layak disebut “seni di atas piring”.
Menu paket menggunakan sistem prix fixe, sehingga Anda dapat memilih hidangan sesuai selera dari beberapa pilihan yang tersedia.

Mulai Belanja dari Sini! 5 Tempat Belanja Pilihan di Yokohama
Yokohama memiliki banyak pusat perbelanjaan besar, sehingga Anda dapat menikmati belanja sekaligus berwisata dan mencicipi kuliner.
Dari banyak pilihan yang ada, berikut adalah tempat-tempat yang akan membuat pengalaman belanja Anda di Yokohama terasa memuaskan.
1. Yokohama World Porters
Kompleks pertokoan dan tempat makan ini dibuka pada 1999 dengan konsep “Beragam dunia ada di sini”.
Terletak di salah satu sudut Minato Mirai 21, kawasan pengembangan kembali yang menghadap Pelabuhan Yokohama, tempat ini menjadi destinasi favorit untuk belanja dan berkencan bersama Yokohama Red Brick Warehouse, Yokohama Cosmo World, dan tempat-tempat lain di sekitarnya.
Lokasinya strategis, hanya 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Minatomirai, dengan sekitar 150 toko berkarakter yang menawarkan produk mode, interior, aneka barang, dan lainnya.

2. MARINE & WALK YOKOHAMA
Bersebelahan dengan Yokohama Red Brick Warehouse, MARINE & WALK YOKOHAMA merupakan mal terbuka yang lahir dari gagasan “menciptakan jalan-jalan di kawasan pergudangan tepi laut”. Dengan suasana lapang yang mengingatkan pada kawasan kota di luar Jepang, mal ini memiliki lebih dari 20 gerai beragam untuk pengunjung dewasa, termasuk kafe dan restoran berpemandangan laut, butik pilihan bergaya yang menawarkan merek impor, serta toko produk gaya hidup.

3. MARK IS Minatomirai
Pusat perbelanjaan ini berada di Minato Mirai, kawasan yang dikenal sebagai destinasi wisata Yokohama. Di area luas yang membentang dari lantai bawah tanah ke-4 hingga lantai 6, terdapat sekitar 175 gerai, termasuk toko mode, aneka barang, makanan, dan restoran.
Bioskop “Lawson United Cinemas STYLE-S Minatomirai” di lantai 5 menggunakan kursi berteknologi audio imersif mutakhir di seluruh tempat duduknya.
Speaker terpasang di dalam kursi, menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda melalui gambar dan suara yang terasa nyata.

4. Queen's Square Yokohama
Queen's Square Yokohama merupakan kompleks besar yang terdiri dari tiga gedung pencakar langit dan terhubung langsung dengan Stasiun Minatomirai. Di sini, Anda dapat menikmati belanja, kuliner, hiburan, hingga menginap dalam satu tempat.
“Minatomirai Tokyu Square”, pusat kegiatan belanjanya, memiliki sekitar 120 gerai khusus yang menawarkan mode, kuliner, aneka barang, kosmetik, dan lainnya, mulai dari merek terkenal Jepang dan internasional hingga toko spesialis, untuk memenuhi beragam kebutuhan.

5. Yokohama Bay Quarter
Terhubung langsung dengan Stasiun Yokohama dan dilengkapi dermaga SEA BASS, Yokohama Bay Quarter merupakan mal khas Yokohama yang memadukan suasana laut, pelabuhan, dan gaya perkotaan. Tempat ini juga dikenal dengan pilihan toko interior, kafe, dan restoran yang beragam.
Selain sekitar 30 restoran dan kafe, terdapat pula gerai kendaraan makanan. Anda dapat membeli makanan untuk dibawa dan menikmatinya di area istirahat atau bangku di dalam kawasan Yokohama Bay Quarter.

5 Akomodasi Populer di Yokohama untuk Menikmati Suasana Khas Kota Pelabuhan
Di antara beragam jenis akomodasi di Yokohama, berikut adalah hotel-hotel pilihan yang menawarkan pengalaman khas kota ini.
Semuanya tidak hanya menghadirkan ruang mewah, tetapi juga pemandangan Yokohama yang indah.
Jika berencana menginap di Yokohama, pertimbangkan salah satu akomodasi berikut.
1. Hotel New Grand
Salah satu hotel klasik terkemuka di Jepang ini merupakan landmark kota pelabuhan Yokohama yang berdiri tepat di seberang Taman Yamashita, tempat terkenal untuk menikmati pemandangan laut.
Hotel ini terdiri dari gedung utama yang dibuka pada 1927, atau tahun ke-2 era Showa, sebagai simbol kebangkitan setelah Gempa Besar Kanto, serta gedung menara 18 lantai dengan pemandangan istimewa yang selesai dibangun pada 1991, atau tahun ke-3 era Heisei.
Begitu memasuki pintu gedung utama, Anda akan dibuat kagum. Tangga besar berubin krem menjulang di depan mata, dihiasi karpet biru cerah yang dikenal sebagai “New Grand Blue”.

2. InterContinental Yokohama Pier 8
Terletak di Dermaga Shinko, Yokohama, InterContinental Yokohama Pier 8 merupakan hotel mewah dengan lokasi di atas perairan yang jarang ditemukan di Jepang.
Lokasinya yang istimewa, dikelilingi air pada tiga sisi, memungkinkan Anda menikmati Teluk Yokohama dan lanskap kotanya sepenuhnya.
Semua kamar memiliki luas minimal 46 m² dan dirancang dengan tema pelayaran. Cahaya dan angin dihadirkan ke dalam desain untuk menciptakan ruang baru yang berbeda.
Anda dapat menikmati waktu istimewa dengan pemandangan pelabuhan yang lapang di depan mata serta lanskap penuh suasana yang memperlihatkan pergantian musim.
Hotel ini dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk restoran dan bar yang menyajikan hidangan berbahan lokal.
“Rooftop 1859”, area atap khusus tamu hotel, sangat direkomendasikan untuk menikmati pemandangan malam Yokohama dan angin laut.

3. The Yokohama Bay Hotel Tokyu
Hotel ini terhubung langsung dengan Stasiun Minatomirai pada layanan Jalur Tokyu Toyoko–Minatomirai, dengan waktu berjalan kaki sekitar 1 menit.
Hotel mewah ini menawarkan pemandangan malam Yokohama yang indah dan panorama laut.
Lokasinya strategis di tepi perairan, tepat menghadap bianglala raksasa “Cosmo Clock 21” yang gemerlap, salah satu simbol kawasan Minato Mirai.
Salah satu ciri khasnya adalah pilihan kamar luas dengan balkon, yang populer karena tamu dapat menikmati pemandangan malam indah sambil merasakan angin laut.

4. The Kahala Hotel & Resort Yokohama
Fasad kaca berkilau hotel ini dirancang menyerupai gelombang yang menerpa pelabuhan.
The Kahala Hotel & Resort Yokohama, yang tampil mencolok di kawasan Minato Mirai, merupakan hotel kedua di dunia yang dibuka oleh resor ternama Hawaii, The Kahala.
Interiornya mengusung konsep “Crystal Modern”, terinspirasi dari kilauan laut sekaligus dipenuhi kehangatan semangat aloha.
Semua kamar memiliki luas minimal 47 m² dengan desain modern bernuansa hitam, putih, dan perak, termasuk kamar suite yang menampilkan Hawaii dalam gaya elegan.

5. Hyatt Regency Yokohama
Hotel ini memiliki lokasi yang mudah diakses, dekat stasiun dan dalam jarak berjalan kaki dari destinasi populer Yokohama seperti Taman Yamashita, Pecinan Yokohama, dan Minato Mirai.
Seluruh 315 kamarnya memiliki luas minimal 37 m², dengan suasana internasional yang elegan berkat perpaduan keindahan tradisional Jepang dan desain Barat.
Sentuhan kerajinan Jepang hadir di berbagai sudut, mulai dari kepala tempat tidur bermotif byobu atau penyekat lipat yang terinspirasi kebiasaan keluarga samurai, hingga dekorasi yang mengambil inspirasi dari kaca potong Edo Kiriko, seni tatah kayu yosegi, dan pelapisan lak. Perpaduan ini menciptakan ruang yang tenang dan berkelas.

5 Oleh-Oleh Klasik yang Wajib Dibeli di Yokohama
Dari begitu banyak produk, berikut adalah oleh-oleh pilihan yang sarat dengan pesona khas Yokohama.
Jika bingung memilih oleh-oleh, pertimbangkan produk-produk berikut.
1. Ariake “Yokohama Harbor Double Marron”
Kue kastanya ini dikenal dengan kemasan orisinal karya ilustrator populer Ryohei Yanagihara dan bentuk khas yang terinspirasi kapal yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama.
Adonan bolu kasutera yang lembut membungkus isian kastaña racikan khusus, berbahan dasar pasta kacang putih dengan rasa manis ringan yang dipadukan dengan kastaña yang dimasak dalam sirup dan pasta kastaña.
Teksturnya yang lembap berpadu sempurna dengan cita rasa kastaña yang kaya di mulut. Kue ini cocok dipadukan dengan kopi, teh hitam, maupun teh Jepang.

2. FRANÇAIS “Yokohama Millefeuille”
FRANÇAIS merupakan merek kue bergaya Barat yang mengajak Anda “menikmati buah”. Merek ini mendapat penilaian tinggi dalam Monde Selection, ajang penilaian makanan berkualitas terbaik yang diakui para pencinta kuliner dunia.
“Yokohama Millefeuille” direkomendasikan sebagai oleh-oleh dari Kanagawa. Tersedia dalam dua rasa, “susu” dan “teh hitam”, masing-masing berupa krim yang diapit lapisan pastri renyah lalu dibalut cokelat, menghasilkan cita rasa yang halus.

3. Bashamichi Jyubankan “Biscout”
Biskuit lapis krim dari Bashamichi Jyubankan, yang didirikan pada 1970, telah dicintai selama lebih dari setengah abad.
Permukaan biskuitnya dicetak dengan gambar lampu gas, sedangkan kertas kemasannya dihiasi ilustrasi jam besar, kereta kuda, gramofon, dan benda lainnya.
Pilih oleh-oleh khas Yokohama ini untuk merasakan nuansa budaya modern bergaya Barat dari masa lalu dalam setiap gigitan.
Produk andalan berupa krim yang diapit dua biskuit tebal ini memiliki cita rasa kaya dan tekstur renyah.

4. Mutekiro “Yokohama Renga Fondant Chocolat”
“Yokohama Renga Fondant Chocolat” merupakan salah satu produk dari restoran Prancis ternama “Yokohama Motomachi Mutekiro”, yang didirikan pada 1981, dengan konsep “menghadirkan hidangan penutup restoran di rumah”.
Kue cokelat yang dipanggang dengan cermat lalu diresapi saus cokelat dan pasta kenari ini memiliki aroma kakao pekat serta rasa manis yang halus.
Lapisan cokelat yang mudah meleleh di mulut pada bagian atasnya semakin memperkaya cita rasa.

5 Koroan “Fune Monaka”
Koroan merupakan toko ternama yang terus menciptakan produk orisinal dengan mempertahankan kelezatan asli wagashi atau kue tradisional Jepang, sambil menyisipkan unsur keseruan dan kegembiraan khas Yokohama.
Di antara berbagai produk populernya, termasuk “Kokuto Dorayaki” atau dorayaki gula hitam yang menjadi andalan sejak toko berdiri, “Fune Monaka” ini mendapat perhatian khusus dalam beberapa tahun terakhir.
Terinspirasi kapal penumpang yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama, kulit wafer monaka berbentuk kapal ini dirancang langsung oleh pemilik toko, dengan bentuk membulat dan menggemaskan.

Festival dan Acara Pilihan di Yokohama Menurut Musim
Berikut adalah beberapa acara paling populer di Yokohama yang menghadirkan suasana khas setiap musim.
Jika waktu kunjungan Anda bertepatan dengan penyelenggaraannya, sempatkan mengikuti acara-acara berikut.
Musim Semi: Minato Mirai 21 Sakura Festa
Minato Mirai 21 Sakura Festa merupakan acara bertema sakura yang diadakan pada musim semi di kawasan pusat Yokohama.
Setiap tahun, deretan sakura sepanjang sekitar 500 meter di Sakura-dori biasanya mencapai masa terbaiknya dari akhir Maret hingga awal April.
Lokasinya berada di kawasan yang menghubungkan Stasiun JR Sakuragicho dan Stasiun Minatomirai, sehingga mudah diakses.
Selama acara berlangsung, pohon sakura diterangi lampu yang menciptakan suasana memikat pada malam hari.
Pada akhir pekan, jalan juga ditutup bagi kendaraan dan dijadikan kawasan pejalan kaki, dengan parade, pertunjukan musik, serta gerai kendaraan makanan.
Perpaduan lanskap perkotaan dan sakura pada musim semi ini populer di kalangan warga lokal maupun wisatawan.
Keunikan acara ini adalah kesempatan menikmati bunga sakura sekaligus lanskap kota khas Yokohama.

Musim Panas: Minato Mirai Dai Bon Odori
Minato Mirai Dai Bon Odori merupakan acara tahunan musim panas yang diselenggarakan setiap akhir Agustus di Taman Rinko, di sebelah Pacifico Yokohama.
Di area lapang yang menghadap Pelabuhan Yokohama, didirikan panggung menara yagura. Pengunjung dapat menikmati bon odori, tarian musim panas Jepang, yang memadukan tradisi dan unsur modern dengan lagu seperti “Arameya Ondo” khas setempat dan “Dancing Hero”.
Para penari memberikan contoh gerakan agar pengunjung yang baru pertama kali ikut pun mudah mengikutinya, sehingga siapa saja dapat berpartisipasi dengan santai.
Di lokasi berjajar gerai kendaraan makanan dari hotel dan tempat makan lokal, menawarkan kuliner khas Yokohama.
Tersedia pula program yang dapat dinikmati anak-anak hingga orang dewasa, seperti pertunjukan panggung oleh tim olahraga lokal.
Pada malam hari, menari di sekitar yagura yang diterangi lampu sambil merasakan angin laut menjadi pengalaman yang mewarnai akhir musim panas.

Musim Gugur: Yokohama Oktoberfest
Oktoberfest ini biasanya diadakan dari akhir September hingga pertengahan Oktober di Yokohama Red Brick Warehouse.
Anda dapat mencicipi sekitar 100 jenis bir, termasuk bir lokal Yokohama, bir yang baru pertama kali hadir di Jepang, dan bir yang hanya tersedia di lokasi acara.
Semua gerai makanan dan minuman juga menyediakan minuman nonalkohol, sehingga pengunjung yang tidak dapat minum bir pun tetap bisa menikmatinya. Jangan lewatkan pula masakan Jerman yang cocok sebagai pendamping bir.
Daya tarik lainnya adalah suasana yang berbeda menurut area tempat duduk, mulai dari area taman bir bernuansa autentik Jerman hingga tenda besar tempat Anda dapat mendengarkan penampilan kelompok musik Jerman.

Musim Dingin: Christmas Market di Yokohama Red Brick Warehouse
Pasar Natal autentik di Yokohama Red Brick Warehouse ini biasanya berlangsung dari akhir November hingga 25 Desember.
Dekorasi yang didatangkan dari Jerman menghadirkan suasana seolah Anda berada di pasar Natal di negara asalnya.
Di area utama berdiri pohon Natal setinggi sekitar 10 meter, sementara beragam iluminasi menambah semarak suasana Natal. Makanan Jerman dan minuman hangat terasa istimewa saat dinikmati dalam suasana ini.
Anda juga dapat membeli aneka barang khas Natal.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berwisata di Yokohama
Berikut adalah lima hal yang perlu Anda ketahui agar dapat menikmati Yokohama sepenuhnya.
Jadikan informasi ini sebagai panduan agar Anda tidak menyesal karena kurang persiapan.
1. Berjalan-jalan di Minato Mirai Memerlukan Waktu Lebih Lama dari Perkiraan
Destinasi wisata Minato Mirai tersebar luas di sepanjang tepi laut. Jika mengunjungi tempat-tempat utama seperti Red Brick Warehouse dan Taman Yamashita dengan berjalan kaki, Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga daripada yang dibayangkan.
Jika ditambah dengan kunjungan ke Motomachi, Yamate, dan Pecinan, perjalanan akan semakin melelahkan.
Karena itu, pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan.
Anda juga perlu mengurangi jarak berjalan kaki dengan memadukan SEA BASS, bus kota, dan kereta bawah tanah secara tepat.

2. Angin di Tepi Laut Kencang dan Suhu yang Terasa Berubah Banyak Menurut Musim
Kawasan Minato Mirai yang menghadap Pelabuhan Yokohama sering mengalami hari berangin kencang sepanjang tahun.
Pada musim dingin, angin laut membuat suhu terasa jauh lebih rendah. Tanpa perlengkapan penghangat, sulit untuk berlama-lama menikmati pemandangan malam atau berjalan-jalan di Osanbashi.
Sementara pada musim panas, minimnya bangunan yang menaungi dari sinar matahari dan kuatnya pantulan panas membuat tubuh mudah lelah.
Saat menaiki bianglala atau mengunjungi teras luar ruangan dan kafe tepi laut, persiapan menghadapi panas atau dingin sesuai musim sangat penting.
Pada hari berangin kencang, topi dan syal juga dapat terbang tertiup angin, jadi perhatikan barang yang Anda kenakan.
Bahkan pada musim semi dan musim gugur, ingatlah bahwa tepi laut dapat terasa lebih dingin daripada kawasan pusat kota agar kunjungan Anda tetap nyaman.

3. Kawasan Motomachi dan Yamate Memiliki Banyak Tanjakan dan Tangga
Kawasan Yamate berada di dataran tinggi, sehingga perjalanan di sini melibatkan banyak tanjakan, turunan, dan tangga.
Saat berkeliling bangunan bergaya Barat, Anda biasanya melewati jalan menanjak curam seperti “Daikanzaka” dan “Yatozaka” dari Motomachi menuju Yamate. Meski jaraknya pendek, rute ini cukup menguras tenaga.
Jika ingin menghindari tanjakan, gunakan pintu keluar nomor 6 Stasiun Motomachi-Chukagai pada Jalur Minatomirai.
Eskalator akan membawa Anda naik ke dataran tinggi, sehingga kawasan bangunan bergaya Barat di Yamate dapat dicapai tanpa mendaki jalan menanjak.
Pertimbangkan juga bus kota atau taksi sebagai pilihan transportasi.

4. Sankeien Jauh dari Pusat Kota dan Memerlukan Waktu Kunjungan yang Cukup
Sankeien terletak jauh dari Minato Mirai dan sekitar Stasiun Yokohama, sehingga akses utamanya menggunakan bus.
Waktu tempuh dari kawasan Minato Mirai dan Stasiun Yokohama adalah sebagai berikut.
- Dari Stasiun Sakuragicho ke Sankeien
- Sekitar 30 menit
- Dari Stasiun Yokohama ke Sankeien
- Sekitar 40 menit
Meski bus cukup sering beroperasi, waktu perjalanan dapat lebih lama daripada perkiraan, tergantung kondisi lalu lintas.
Selain itu, area Sankeien sangat luas dan memiliki banyak hal menarik, jadi sediakan 2–3 jam untuk menjelajahinya dengan santai.
Jika termasuk perjalanan pulang-pergi, total waktu yang dibutuhkan sekitar 3–4 jam. Karena itu, buat jadwal yang cukup longgar pada hari Anda mengunjungi Sankeien.

5. Kunjungan ke Yokohama Hakkeijima Sea Paradise Memerlukan Sehari Penuh
Selain empat akuarium, Yokohama Hakkeijima Sea Paradise juga memiliki taman hiburan dengan beragam wahana.
Ada pertunjukan lumba-lumba, berbagai program pengalaman, tempat belanja, dan kuliner, sehingga satu hari penuh pun belum tentu cukup untuk menikmati semuanya.
Terlebih lagi, gerbang masuk dan wahana populer cenderung ramai pada akhir pekan serta libur panjang.
Agar kunjungan lebih efisien, perhatikan tiga hal berikut.
- Kunjungi wahana dan area pameran populer segera setelah tempat dibuka
- Susun jadwal dengan menjadikan pertunjukan dan program pengalaman sebagai kegiatan utama
- Atur waktu makan siang di luar pukul 11.00–13.00
Jika datang bersama anak-anak, cari tahu terlebih dahulu lokasi tempat istirahat dan tempat makan agar Anda dapat menikmati kunjungan dengan ritme yang nyaman.

Pertanyaan Umum tentang Wisata Yokohama
Q
Transportasi apa yang direkomendasikan untuk berkeliling Kota Yokohama?
Gunakan kereta, seperti Jalur Minatomirai, agar Anda dapat berkeliling dengan efisien.
Q
Ke mana sebaiknya pergi jika ingin menikmati Yokohama dalam waktu singkat?
Fokuskan kunjungan di kawasan Minato Mirai agar Anda dapat merasakan Yokohama meski hanya memiliki beberapa jam.
Q
Bagaimana cara menuju Yokohama dari Bandara Narita?
Dari Bandara Narita, Anda dapat mencapai Stasiun Yokohama dalam sekitar 1 jam 30 menit dengan Narita Express.
Q
Bagaimana cara menuju Yokohama dari Bandara Haneda?
Dari Bandara Haneda, perjalanan ke Stasiun Yokohama memerlukan sekitar 40 menit dengan berpindah kereta pada jalur reguler.
Penutup
Artikel ini telah memperkenalkan destinasi wisata, tempat makan, dan akomodasi pilihan bagi Anda yang baru pertama kali berwisata ke Yokohama.
Masukkan tempat-tempat tersebut ke dalam rencana perjalanan dan nikmati pesona Yokohama sepenuhnya.
Jika Anda juga berencana menjelajahi destinasi lain di Prefektur Kanagawa selain Yokohama, simak artikel berikut.
Penulis