Nikmati Panorama Alam yang Megah serta Kekayaan Sejarah dan Budaya! 19 Destinasi Wisata Pilihan di Yamaguchi

Nikmati Panorama Alam yang Megah serta Kekayaan Sejarah dan Budaya! 19 Destinasi Wisata Pilihan di Yamaguchi

Terakhir diperbarui :
Ditulis oleh:  GOOD LUCK TRIP

Prefektur Yamaguchi memiliki salah satu garis pantai terpanjang di Jepang.
Karena menghadap Laut Pedalaman Seto dan Laut Jepang, Anda dapat menikmati dua pesona laut yang berbeda hanya dalam satu prefektur: matahari terbenam yang indah di Laut Pedalaman Seto serta panorama Laut Jepang yang dramatis dengan bebatuan berbentuk unik dan tebing-tebing terjal.
Ada pula begitu banyak destinasi untuk mengenal sejarah dan budaya Jepang, mulai dari situs bersejarah yang berkaitan dengan akhir zaman keshogunan hingga bangunan berstatus Pusaka Nasional, sehingga tak semuanya dapat dikunjungi dalam sehari.
Berikut pilihan tempat menarik di Yamaguchi, prefektur yang dianugerahi dua laut dengan karakter berbeda serta kekayaan sejarah dan budaya.

Seperti Apa Yamaguchi?

Prefektur Yamaguchi terletak di wilayah Chugoku, di ujung paling barat Pulau Honshu.
Dengan salah satu garis pantai terpanjang di Jepang, prefektur ini menghadap Laut Pedalaman Seto yang tenang sekaligus Laut Jepang yang berombak ganas.
Karena itu, di Yamaguchi Anda dapat menikmati pemandangan indah Laut Pedalaman Seto serta panorama Laut Jepang yang dramatis.
Hanya di Yamaguchi Anda dapat menyaksikan dua panorama laut yang begitu berbeda dalam satu hari.
Di sini, Anda juga dapat merasakan perbedaan hidangan laut dari Laut Pedalaman Seto dan Laut Jepang.

Garis pantai Yamaguchi, salah satu yang terpanjang di Jepang, beserta pemandangan kotanya
Garis pantai Yamaguchi, salah satu yang terpanjang di Jepang, beserta pemandangan kotanya

Kapan Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Yamaguchi?

Musim panas di Yamaguchi tergolong cukup terik dibandingkan wilayah lain di Jepang, sedangkan pada musim dingin salju cukup sering turun.
Karena itu, musim gugur menjadi waktu terbaik untuk berwisata. Cuacanya relatif stabil dan nyaman untuk jalan-jalan, serta Anda dapat menikmati dedaunan musim gugur.

Pilihan Pakaian untuk Setiap Musim di Yamaguchi

  • Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
  • Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
  • Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
  • Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket

Bagaimana Cara Menuju Yamaguchi?

Penerbangan dari Bandara Haneda di Tokyo ke Bandara Yamaguchi Ube di Prefektur Yamaguchi memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Dari Nagoya atau Osaka, Anda dapat mencapai Yamaguchi dengan Shinkansen dalam waktu sekitar 3,5 jam.

Transportasi Utama untuk Berwisata di Yamaguchi

Untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Yamaguchi, bus wisata yang beroperasi secara terjadwal menjadi pilihan yang disarankan.
Setiap bus wisata melayani tempat dan kawasan yang berbeda. Sebelum naik, pastikan bus tersebut mengunjungi destinasi atau kawasan yang Anda tuju.
Jika ingin lebih leluasa menentukan perjalanan, taksi bisa menjadi pilihan.
Beberapa tempat wisata sulit dijangkau dengan kereta, jadi sebaiknya gunakan bus atau taksi sebagai sarana utama untuk berkeliling.

Nikmati Laut yang Indah serta Sejarah dan Budaya Jepang! 19 Destinasi Wisata Pilihan di Yamaguchi

Yamaguchi memiliki berbagai tempat dengan panorama menakjubkan yang terbentuk oleh Laut Pedalaman Seto dan Laut Jepang, serta destinasi untuk menikmati sejarah dan budaya Jepang.
Penggemar sejarah juga akan menemukan banyak tempat menarik, seperti situs yang berkaitan dengan akhir zaman keshogunan dan bangunan berstatus Pusaka Nasional yang masih memperlihatkan wujudnya pada masa lampau.
Dari sekian banyak destinasi menarik di Yamaguchi, berikut pilihan tempat yang paling direkomendasikan.

Peta tempat menarik di Prefektur Yamaguchi
Peta tempat menarik di Prefektur Yamaguchi

1. Jembatan Tsunoshima

Jembatan Tsunoshima dibuka pada tahun 2000. Jembatan ini menghubungkan wilayah daratan utama Kota Shimonoseki, Prefektur Yamaguchi, dengan Pulau Tsunoshima. Panjangnya 1.780 m, menjadikannya salah satu jembatan terpanjang di Jepang yang menghubungkan pulau terpisah dan dapat dilintasi tanpa biaya.
Terletak di dalam Taman Kuasi-Nasional Pesisir Kita-Nagato, jembatan ini dirancang dengan tinggi pilar yang dibatasi hingga 18 m agar selaras dengan pemandangan sekitarnya. Jarak antara permukaan laut dan jalan pun dekat, sehingga Anda dapat menikmati perjalanan berkendara sambil merasakan laut begitu dekat.

Jembatan fotogenik menuju pulau yang tampak menawan di atas laut biru kobalt
Jembatan fotogenik menuju pulau yang tampak menawan di atas laut biru kobalt

2. Kuil Shinto Motonosumi

Kuil Shinto Motonosumi di Yuya Tsuo, Kota Nagato, dikenal pula sebagai tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual di Yamaguchi.
Menurut kisah yang diwariskan, pada tahun 1955, seekor rubah putih bersih muncul di sisi bantal Hitoshi Okamura, seorang pemilik armada penangkapan ikan setempat. Rubah itu bertanya, “Berkat siapa engkau bisa terus menangkap ikan selama ini?” Setelah menjelaskan secara terperinci keterlibatannya sejak dahulu, rubah tersebut menyampaikan pesan, “Bangunlah tempat pemujaan untukku di tanah ini.” Kuil ini konon didirikan berdasarkan pesan tersebut.
Dewa yang dipuja di sini dipercaya memberikan berkah berupa usaha yang lancar, hasil tangkapan ikan melimpah, keselamatan di laut, jodoh yang baik, keturunan, keberuntungan dan perlindungan dari kesialan, keselamatan di jalan, keberhasilan belajar, serta terkabulnya harapan.

Deretan gerbang torii sepanjang sekitar 100 m dengan pemandangan laut biru
Deretan gerbang torii sepanjang sekitar 100 m dengan pemandangan laut biru

3. Akiyoshidai dan Gua Akiyoshido

Akiyoshidai merupakan salah satu dataran tinggi karst terbesar di Jepang, yang membentang di bagian tengah dan timur Kota Mine, di bagian tengah Prefektur Yamaguchi.
Terumbu karang di laut hangat sekitar 300 juta tahun lalu perlahan berubah menjadi batu kapur selama terbawa pergerakan lempeng bumi. Batu kapur tersebut kemudian terangkat ke permukaan, membentuk Akiyoshidai seperti yang terlihat sekarang.
Batu-batu kapur putih yang menyembul di antara rerumputan padang yang luas menghadirkan pemandangan mengagumkan.

Endapan batu kapur berundak yang disebut Hyakumaizara, atau “seratus piring”, di dalam Gua Akiyoshido
Endapan batu kapur berundak yang disebut Hyakumaizara, atau “seratus piring”, di dalam Gua Akiyoshido

4. Jembatan Kintai

Jembatan Kintai merupakan salah satu jembatan kayu paling terkenal di Jepang. Jembatan ini ditetapkan sebagai Tempat Berpanorama Indah tingkat nasional dan termasuk dalam tiga jembatan termasyhur di Jepang.
Melintasi Sungai Nishiki, jembatan megah dengan lima lengkungan yang indah ini memiliki panjang 193,3 m dan lebar 5 m.
Strukturnya tidak memiliki padanan di dunia, dan sedang diupayakan untuk masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Teknik sambungan kayunya yang kokoh dirancang agar tekanan dari atas jembatan justru menambah kekuatan strukturnya. Susunan sambungan kayu ini dapat terlihat jelas jika Anda memandang ke atas dari bawah jembatan.

Salah satu jembatan ikonis Jepang dengan lengkungan kayu indah yang strukturnya tak memiliki padanan di dunia
Salah satu jembatan ikonis Jepang dengan lengkungan kayu indah yang strukturnya tak memiliki padanan di dunia

5. Pagoda Lima Tingkat Kuil Rurikoji, Pusaka Nasional

Pagoda lima tingkat ini konon selesai dibangun pada tahun 1442. Pembangunannya direncanakan oleh Ouchi Morimi untuk mengenang kakaknya, Ouchi Yoshihiro, yang gugur dalam Pemberontakan Oei pada tahun 1399.
Selain menjadi salah satu contoh arsitektur terbaik dari pertengahan zaman Muromachi dan mahakarya budaya Ouchi, pagoda ini juga termasuk dalam tiga pagoda termasyhur di Jepang, bersama pagoda Kuil Horyuji dan Kuil Daigoji.

Pagoda Lima Tingkat Kuil Rurikoji di tengah dedaunan hijau muda dan Kolam Toeichi yang memantulkan bayangannya
Pagoda Lima Tingkat Kuil Rurikoji di tengah dedaunan hijau muda dan Kolam Toeichi yang memantulkan bayangannya

6. Shokasonjuku (Kuil Shinto Shoin)

Shokasonjuku adalah sekolah swasta yang dipimpin Yoshida Shoin, tokoh kelahiran Hagi yang tumbuh besar di kota tersebut, pada akhir zaman keshogunan.
Nama Shokasonjuku konon diberikan karena kawasan sekitarnya dahulu disebut Desa Matsumoto.
Di dalam kompleks kuil terdapat Kuil Shinto Shomon yang memuja 53 tokoh, termasuk murid-murid Shoin, rumah tempat Shoin dilahirkan, gedung penyimpanan benda berharga Shiseikan yang memamerkan surat dan buku terkait Shoin, serta Museum Sejarah Yoshida Shoin.
Pada Juli 2015, Shokasonjuku terdaftar sebagai Warisan Dunia dalam “Situs Revolusi Industri Meiji Jepang”, bersama empat situs lainnya, termasuk kawasan kota kastel Hagi.

Sekolah yang melahirkan banyak tokoh penggerak Restorasi Meiji penerus cita-cita Yoshida Shoin
Sekolah yang melahirkan banyak tokoh penggerak Restorasi Meiji penerus cita-cita Yoshida Shoin

7. Kolam Beppu Benten

Kolam dengan keliling sekitar 40 m ini terletak di dalam kompleks Kuil Shinto Beppu Itsukushima. Konon, air tanah yang berasal dari Gunung Hanao di sebelah barat laut kolam mengalir di sepanjang patahan bumi dan tersaring selama waktu yang panjang, sehingga menghasilkan air yang sangat jernih.
Airnya yang sejuk bersuhu 14°C, khas kawasan karst, menampilkan gradasi biru kobalt bening yang indah dan suasana bak negeri dongeng. Pada tahun 1985, kolam ini juga terpilih dalam “100 Sumber Air Terbaik Jepang” oleh Badan Lingkungan Jepang.

Air bawah tanah dari dataran tinggi karst berkilau indah diterpa sinar matahari. Pergola wisteria di tepi kolam juga menghadirkan perpaduan cantik dengan bunga-bunganya
Air bawah tanah dari dataran tinggi karst berkilau indah diterpa sinar matahari. Pergola wisteria di tepi kolam juga menghadirkan perpaduan cantik dengan bunga-bunganya

8. Kuil Shinto Hofu Tenmangu

Didirikan pada tahun 904, Hofu Tenmangu merupakan kuil Tenmangu pertama di Jepang yang memuja Sugawara no Michizane, tokoh yang dihormati sebagai dewa ilmu pengetahuan.
Ada sekitar 12.000 kuil di seluruh Jepang yang memuja Sugawara no Michizane. Berdasarkan tahun pendiriannya, kuil ini menyebut dirinya sebagai kuil Tenjin pertama di Jepang. Bersama Kitano Tenmangu di Kyoto dan Dazaifu Tenmangu di Fukuoka, kuil ini dikenal sebagai salah satu dari tiga kuil Tenjin utama di Jepang.
Bangunan utamanya bergaya tenang yang mengingatkan pada zaman Heian. Banyak peninggalan budaya di kompleksnya, termasuk berbagai bangunan, ditetapkan sebagai Properti Budaya Berwujud Terdaftar tingkat nasional, Properti Budaya Berwujud tingkat prefektur, atau Situs Bersejarah tingkat prefektur.

Salah satu dari tiga kuil Tenjin utama di Jepang yang memuja Sugawara no Michizane, dewa ilmu pengetahuan. Di puncak tangga batu yang besar berdiri gerbang bertingkat berwarna merah terang
Salah satu dari tiga kuil Tenjin utama di Jepang yang memuja Sugawara no Michizane, dewa ilmu pengetahuan. Di puncak tangga batu yang besar berdiri gerbang bertingkat berwarna merah terang

9. Menara Kaikyo Yume

Sejak dibuka pada Juli 1996, Menara Kaikyo Yume telah menjadi ikon yang dicintai masyarakat Shimonoseki. Menara setinggi 153 m ini menjulang di tepi Selat Kanmon.
Lift berdinding transparan akan membawa Anda dalam 70 detik ke ruang observasi di ketinggian 143 m, salah satu yang tertinggi di Jepang. Ruang observasi berbentuk bola dengan dinding kaca dan tiga lantai ini menyuguhkan panorama megah 360 derajat, meliputi Laut Pedalaman Seto, Selat Kanmon, Pulau Ganryujima, Hibikinada di Laut Jepang, hingga Kyushu di seberang selat.

Menara tertinggi di Jepang bagian barat dengan desain yang terinspirasi dari mercusuar
Menara tertinggi di Jepang bagian barat dengan desain yang terinspirasi dari mercusuar

10. Kawasan Kota Kastel Hagi

Sejak Mori Terumoto membangun Kastel Hagi pada tahun 1604, Hagi berkembang selama 260 tahun sebagai kota kastel sebuah wilayah dengan nilai produksi setara 360.000 koku beras. Jalan-jalannya yang indah dihiasi dinding putih, dinding namako—teknik pelapisan dinding tradisional Jepang yang digunakan pada gudang dan bangunan sejenis—serta pagar papan hitam. Tata jalan zaman Edo masih begitu utuh hingga dikatakan bahwa “peta zaman Edo masih dapat digunakan apa adanya”, dan suasana masa lalu pun masih terasa kuat.
Pada bulan Mei, bunga jeruk natsumikan bermekaran dan menyelimuti kota dengan aroma manis segar bernuansa asam. Pemandangan buah-buah jingga yang menghiasi dinding putih terkenal sebagai ciri khas Hagi.

Kota yang menjadi latar serial drama sejarah “Hana Moyu” dan terdaftar sebagai Warisan Dunia
Kota yang menjadi latar serial drama sejarah “Hana Moyu” dan terdaftar sebagai Warisan Dunia

11. Taman Keluarga Mori dan Museum Mori

Tempat ini dahulu merupakan kediaman utama keluarga inti Mori, mantan penguasa Domain Choshu. Keluarga tersebut terkenal sebagai daimyo, atau penguasa feodal, yang menguasai wilayah Chugoku pada zaman Sengoku, lalu menyandang gelar adipati setelah Restorasi Meiji.
Kediaman megah bergaya shoin-zukuri dan taman yang dirancang untuk dinikmati sambil berjalan mengelilingi kolam besar ini memadukan keunggulan teknik pertamanan zaman Meiji dan Taisho. Kompleks ini ditetapkan sebagai Tempat Berpanorama Indah tingkat nasional.

Tempat Berpanorama Indah tingkat nasional yang memancarkan wibawa kediaman utama keluarga mantan daimyo
Tempat Berpanorama Indah tingkat nasional yang memancarkan wibawa kediaman utama keluarga mantan daimyo

12. Kastel Iwakuni

Kastel gunung ini dibangun pada tahun 1608 oleh Kikkawa Hiroie, penguasa pertama Iwakuni yang juga merupakan cucu Mori Motonari. Kastel ini terletak di Gunung Shiroyama pada ketinggian sekitar 200 m, dengan Sungai Nishiki yang mengalir di bawahnya sebagai parit pertahanan luar. Bangunannya bergaya nanban-zukuri, atau kara-zukuri, dari zaman Momoyama, dengan tiga susun atap dan empat lantai. Ciri khas strukturnya adalah lantai atas yang dibuat lebih besar daripada lantai di bawahnya.

Menara utama kastel yang direkonstruksi berdasarkan peta kuno ini tampil begitu megah
Menara utama kastel yang direkonstruksi berdasarkan peta kuno ini tampil begitu megah

13. Pasar Karato

Pasar ikan ini terbuka untuk wisatawan yang ingin berbelanja, bukan hanya pedagang dan pelaku usaha. Selain fugu, atau ikan buntal, yang menjadi kuliner khas Shimonoseki, pasar ini juga terkenal sebagai tempat perdagangan ikan tai dan hamachi. Berbagai ikan segar yang baru ditangkap nelayan setempat berjajar di sini.
Acara “Ikiiki Bakangai” yang diselenggarakan setiap akhir pekan juga populer.

Pasar ikan di Shimonoseki untuk menikmati hasil laut segar sekaligus suasana pasar yang semarak
Pasar ikan di Shimonoseki untuk menikmati hasil laut segar sekaligus suasana pasar yang semarak

14. Taman Kikko

Taman ini dibangun di bekas kediaman keluarga Kikkawa, mantan penguasa Domain Iwakuni. Di areanya yang luas tersebar berbagai peninggalan sejarah, seperti Kuil Shinto Kikko, bangunan Kinkunkaku yang terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud Kota Iwakuni, serta bekas kediaman samurai dari zaman Edo. Taman bersejarah ini juga terpilih dalam “100 Taman Bersejarah Jepang”. Tempat ini dicintai banyak orang sebagai ruang untuk bersantai, baik oleh warga setempat maupun wisatawan yang ingin beristirahat di sela-sela jalan-jalan.

Di tengah taman terdapat air mancur besar. Pelangi terkadang muncul saat airnya menyembur membentuk lengkungan tinggi
Di tengah taman terdapat air mancur besar. Pelangi terkadang muncul saat airnya menyembur membentuk lengkungan tinggi

15. Taman Sesshu di Kuil Joeiji

Sesshu adalah pelukis tinta sekaligus biksu Zen yang berkarya pada zaman Muromachi. Di bawah perlindungan keluarga Ouchi, ia pindah ke Suo, kemudian berangkat ke Tiongkok pada masa Dinasti Ming untuk mempelajari seni lukis tinta. Kepiawaiannya membuatnya dijuluki sebagai maestro agung seni lukis. Enam karyanya yang masih ada, termasuk “Pemandangan Amanohashidate” dan “Pemandangan Empat Musim (Gulungan Panjang Lanskap)”, ditetapkan sebagai Pusaka Nasional. Ia pun mendapat penghargaan istimewa dalam sejarah seni lukis Jepang.

Taman yang konon dirancang oleh Sesshu, sang maestro agung seni lukis
Taman yang konon dirancang oleh Sesshu, sang maestro agung seni lukis

16. Senjojiki

Senjojiki adalah padang rumput seluas sekitar 26.400 m² di dataran tinggi berketinggian 333 m, di sisi timur Semenanjung Mukatsuku yang menjorok ke Laut Jepang.
Nikmati panorama Laut Jepang yang berwarna biru kobalt dengan santai, sambil merasakan angin laut segar yang membawa suara deburan ombak.

Padang rumput pada ketinggian 333 m dengan pemandangan Laut Jepang yang biru kobalt dan bunga-bunga yang berganti sesuai musim
Padang rumput pada ketinggian 333 m dengan pemandangan Laut Jepang yang biru kobalt dan bunga-bunga yang berganti sesuai musim

17. Kuil Shinto Akama Jingu

Kuil ini menarik perhatian dengan Gerbang Suitenmon berwarna merah terang yang dibangun dengan inspirasi dari Ryugujo, istana bawah laut dalam cerita rakyat Jepang. Kuil ini memuja Kaisar Antoku, yang menceburkan diri ke laut pada usia delapan tahun setelah kekalahan dalam Pertempuran Dan-no-ura. Kuil Buddha Amidaji, pendahulu Akama Jingu, juga menjadi latar kisah hantu terkenal “Hoichi Tanpa Telinga”.
Karena berdiri menghadap laut, kuil ini dikenal dengan berkah yang berkaitan dengan air. Secara khusus, kuil ini dipercaya memberikan perlindungan dari bahaya di air serta kelancaran usaha hiburan malam.

Kuil yang memuja kaisar cilik bernasib tragis, dengan Gerbang Suitenmon merah terang yang indah
Kuil yang memuja kaisar cilik bernasib tragis, dengan Gerbang Suitenmon merah terang yang indah

18. Pulau Ganryujima

Pulau kecil tak berpenghuni dengan keliling sekitar 1,6 km ini terletak di Selat Kanmon, Laut Pedalaman Seto. Pulau ini terkenal sebagai lokasi duel pada tahun 1612 antara Miyamoto Musashi, pendekar pedang yang dikenal tak tertandingi, dan Sasaki Kojiro, pencipta jurus hebat Tsubame-gaeshi. Nama resmi pulau ini adalah Funashima.
Jangan lewatkan “Patung Musashi dan Kojiro” yang menggambarkan adegan duel mereka. Patung ini berdiri di area pandang dengan panorama Selat Kanmon yang terbentang luas.

Pulau yang sarat pesona sejarah sebagai lokasi duel termasyhur
Pulau yang sarat pesona sejarah sebagai lokasi duel termasyhur

19. Akuarium Kota Shimonoseki “Kaikyokan”

Akuarium ini memiliki banyak pameran khas Shimonoseki, seperti akuarium arus Selat Kanmon yang mereplikasi arus indah selat tersebut, serta koleksi ikan dari kelompok ikan buntal dengan jumlah jenis terbanyak di dunia, termasuk ikan buntal harimau dan ikan mola-mola.
Berbagai acara unik yang dirancang dengan kreatif juga menjadi daya tarik, seperti pertunjukan bersama lumba-lumba dan singa laut, serta demonstrasi cincin gelembung yang dibuat oleh pesut tanpa sirip.

Akuarium unik dengan sekitar 100 jenis ikan dari kelompok ikan buntal, pertunjukan bersama lumba-lumba dan singa laut, serta kesempatan mengamati kehidupan penguin
Akuarium unik dengan sekitar 100 jenis ikan dari kelompok ikan buntal, pertunjukan bersama lumba-lumba dan singa laut, serta kesempatan mengamati kehidupan penguin

Jadikan Perjalanan Bagian dari Liburan! 2 Pilihan Transportasi Unik di Yamaguchi

Nikmati perjalanan santai dengan Tokotoko Train sambil mengagumi keindahan alam sepanjang Sungai Nishiki yang jernih, dengan panorama yang berubah setiap musim.
Atau, rasakan sensasi seolah kembali ke masa lalu dengan kereta uap yang memiliki badan hitam legam nan gagah, bunyi peluit nyaring, dan aroma batu bara.
Berikut kereta-kereta unik yang patut Anda coba saat berwisata di Yamaguchi.

1. Jalur Nishikigawa Seiryu dan Tokotoko Train

Nishikigawa Seiryu adalah jalur kereta sepanjang 38,3 km yang menghubungkan Stasiun Iwakuni dan Stasiun Nishikicho di Kota Iwakuni.
Tampilan keretanya mengusung tema “Pemandangan Alam yang Selaras dengan Sungai Jernih”.
Terdapat empat desain, yaitu “Merah Muda Sakura”, “Hijau Hutan”, “Kuning Cahaya Kunang-Kunang”, dan “Biru Sungai Jernih”, yang masing-masing menghiasi badan kereta berwarna pastel.
Hampir seluruh jalurnya membentang mengikuti Jalan Nasional 187 dan Sungai Nishiki, sungai yang dilintasi Jembatan Kintai.

Nikmati alam dengan kereta lokal Iwakuni
Nikmati alam dengan kereta lokal Iwakuni

2. Kereta Uap SL Yamaguchi

Kereta uap, yang sempat menghilang seiring modernisasi perkeretaapian, kembali hadir di Jalur Yamaguchi pada tahun 1979. Kereta ini kini beroperasi sebagai kereta cepat wisata tambahan.
Berangkat dari Stasiun Shin-Yamaguchi, kereta melewati Yuda Onsen, Ngarai Chomonkyo, dan tempat-tempat lainnya menuju Stasiun Tsuwano di Prefektur Shimane, kawasan yang dijuluki “Kyoto Kecil di San'in”. Sepanjang perjalanan 62,9 km yang penuh tempat menarik ini, bunyi peluit kereta akan menemani perjalanan bernuansa nostalgia selama sekitar dua jam.

Kereta uap yang menghubungkan Shin-Yamaguchi dan Tsuwano
Kereta uap yang menghubungkan Shin-Yamaguchi dan Tsuwano

Ingin Mencicipi Kuliner Khas? Inilah 3 Tempat Makan Populer di Yamaguchi

Berwisata ke Yamaguchi tentu belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya.
Di tempat-tempat makan populer berikut, Anda dapat menikmati bukan hanya hidangan berbahan lokal, tetapi juga kuliner khas yang mencerminkan budaya makan Yamaguchi.
Selain mengunjungi tempat wisata, luangkan waktu untuk menikmati kelezatan kuliner Yamaguchi.

1. Mirangyu Dining Gen

Restoran ini menyajikan hidangan berbahan daging sapi Mishima, yang disebut-sebut sebagai asal-usul wagyu, serta sapi Miran yang mewarisi garis keturunannya.
Dikelola oleh Midoriya Farm, toko daging lokal yang juga menangani pemeliharaan sapi, restoran ini terkenal sebagai tempat untuk menikmati daging sapi berkualitas dengan harga terjangkau.

Restoran di area singgah michi-no-eki yang menyajikan daging sapi bermerek asal Yamaguchi dengan harga terjangkau
Restoran di area singgah michi-no-eki yang menyajikan daging sapi bermerek asal Yamaguchi dengan harga terjangkau

2. Ganso Barisoba Honpo Shunraiken Cabang Nakaichi

Di sini Anda dapat mencicipi barisoba, kuliner khas Yamaguchi yang diciptakan dengan inspirasi dari hidangan mi Taiwan dan memiliki sejarah lebih dari setengah abad.
Barisoba berupa mi yang dipanggang hingga renyah lalu disiram kuah. Namanya konon berasal dari bunyi “bari-bari”, yaitu suara renyah saat mi dimakan.
Sekilas hidangan ini mirip dengan sara udon khas Nagasaki. Namun, jika sara udon menggunakan kuah kental berbahan dasar tulang babi, barisoba memakai kuah encer berbahan dasar tulang ayam sehingga rasanya relatif ringan.

Cicipi barisoba, hidangan kesayangan masyarakat Yamaguchi, di kedai lokal yang populer
Cicipi barisoba, hidangan kesayangan masyarakat Yamaguchi, di kedai lokal yang populer

3. Ganso Kawarasoba Takase Kawatana Honkan

Restoran yang telah lama berdiri ini dikenal sebagai tempat lahirnya kawara soba, hidangan tradisional Prefektur Yamaguchi.
Kawara soba adalah soba teh hijau yang disajikan di atas genting panas dengan tambahan daging sapi, irisan tipis telur dadar, dan bahan lainnya. Takase mulai menyajikannya setelah terinspirasi oleh kisah tentang orang-orang yang menggunakan genting untuk memasak tumbuhan liar dan daging di sela-sela pertempuran selama Pemberontakan Satsuma. Seiring waktu, hidangan ini menjadi kuliner khas Yamaguchi.

Restoran bersejarah tempat lahirnya kawara soba, hidangan tradisional Yamaguchi
Restoran bersejarah tempat lahirnya kawara soba, hidangan tradisional Yamaguchi

Beragam Pilihan Barang! 2 Tempat Belanja Populer di Yamaguchi

Jika ingin berbelanja di Yamaguchi, kunjungi tempat-tempat berikut.
Anda akan menemukan beragam pilihan barang, mulai dari produk khas dan oleh-oleh hingga busana serta aneka barang keperluan sehari-hari.

1. Kamon Wharf

Kamon Wharf dibuka pada tahun 2002 di kawasan Karato, Pelabuhan Shimonoseki.
Pusat perbelanjaan tepi laut ini memiliki deretan tempat makan yang menyajikan hasil laut tangkapan kawasan Kanmon, seperti hidangan ikan buntal khas Shimonoseki, sushi, dan semangkuk nasi dengan aneka hasil laut. Ada pula toko-toko yang menjual produk khas setempat dan oleh-oleh.

Pusat perbelanjaan tepi laut untuk menikmati kuliner, berbelanja, dan berjalan-jalan dengan pemandangan indah
Pusat perbelanjaan tepi laut untuk menikmati kuliner, berbelanja, dan berjalan-jalan dengan pemandangan indah

2. Sea Mall Shimonoseki

Sea Mall Shimonoseki di Kota Shimonoseki merupakan salah satu kompleks pusat perbelanjaan terbesar di Prefektur Yamaguchi, yang terdiri atas toserba, area pertokoan khusus, dan beragam fasilitas lainnya.
Bagian utama kompleks ini adalah Toserba Daimaru Shimonoseki, dengan tujuh lantai di atas tanah dan satu lantai bawah tanah.
Selain itu, Anda dapat berbelanja di area pertokoan khusus yang memiliki sekitar 130 toko serta di supermarket.

Pusat perbelanjaan terbesar di Prefektur Yamaguchi, bersebelahan dengan Stasiun Shimonoseki
Pusat perbelanjaan terbesar di Prefektur Yamaguchi, bersebelahan dengan Stasiun Shimonoseki

Bersantai di Empat Onsen Bocho! 3 Pilihan Penginapan

Saat berwisata ke Yamaguchi, sempatkan menikmati Yuda Onsen, Nagato Yumoto Onsen, Tawarayama Onsen, dan Kawatana Onsen. Keempat pemandian air panas yang telah lama dicintai ini dikenal dengan sebutan “Empat Onsen Bocho”.
Setiap onsen memiliki suhu air dan khasiat yang berbeda, sehingga Anda dapat menikmati beragam pengalaman berendam hanya dalam satu prefektur.
Berikut pilihan penginapan dengan pemandian air panas untuk menikmati “Empat Onsen Bocho”.

1. Matsudaya Hotel

Matsudaya Hotel adalah ryokan, atau penginapan tradisional Jepang, yang telah lama berdiri di kawasan Yuda Onsen, Kota Yamaguchi. Nama penginapan ini diubah dari Matsudaya menjadi Matsudaya Hotel pada tahun 1932.
Didirikan pada tahun 1675 di kawasan yang sejak dahulu memiliki pasokan air panas melimpah, tempat ini juga menjadi lokasi berendam untuk pemulihan kesehatan bagi Domain Choshu dan keluarga Mori.
Konon, para tokoh penggerak Restorasi Meiji, seperti Sakamoto Ryoma, Saigo Takamori, dan Okubo Toshimichi, sering datang untuk mengadakan pertemuan rahasia, minum sake, dan melepas kelelahan tubuh serta pikiran di pemandian air panasnya.

Penginapan yang mewarisi sejarah 340 tahun sejak didirikan dan memiliki kaitan erat dengan para tokoh Restorasi Meiji
Penginapan yang mewarisi sejarah 340 tahun sejak didirikan dan memiliki kaitan erat dengan para tokoh Restorasi Meiji

2. KAI Nagato

Nagato Yumoto Onsen memiliki sejarah lebih dari 600 tahun dan konon ditemukan melalui petunjuk dewa.
Di kawasan onsen yang menjadi salah satu kebanggaan Prefektur Yamaguchi ini, KAI Nagato dibuka pada tahun 2020 sebagai bagian dari jaringan KAI yang dikembangkan Hoshino Resorts di berbagai wilayah Jepang.
Penginapan ini mengusung konsep “kediaman teh penguasa domain” yang mencerminkan budaya keluarga samurai pada zaman Edo.
Bangunannya berdiri di sepanjang Sungai Otozure yang mengalir tenang, dikelilingi pepohonan hijau yang indah.

Ryokan dengan pemandian air panas bergaya modern di tepi Sungai Otozure
Ryokan dengan pemandian air panas bergaya modern di tepi Sungai Otozure

3. Hagi Onsenkyo Yoimachi no Yado Hagi Ichirin

Ryokan dengan pemandian air panas di Hagi ini menghadap Kikugahama, pantai indah berpasir putih dengan deretan pinus hijau yang terpilih dalam “100 Pemandangan Matahari Terbenam Terbaik”.
Dari kamar dengan pemandian terbuka pribadi maupun lounge teh, Anda dapat menikmati panorama indah Laut Jepang dan Gunung Shizukiyama.
Pemandian yang menggunakan sumber air panas milik penginapan ini memiliki total 11 bak: empat bak terbuka, termasuk bak keramik, empat bak semi-terbuka, dan tiga bak dalam ruangan.
Area untuk tamu pria dan wanita ditukar setiap hari, sehingga Anda berkesempatan mencoba seluruh bak pemandian.

Penginapan tepi laut yang menghadap pantai pilihan dalam “100 Pemandangan Matahari Terbenam Terbaik”, dengan panorama menawan dari kamar dan pemandian terbukanya
Penginapan tepi laut yang menghadap pantai pilihan dalam “100 Pemandangan Matahari Terbenam Terbaik”, dengan panorama menawan dari kamar dan pemandian terbukanya

Pertanyaan Umum tentang Wisata Yamaguchi

Q

Ke mana sebaiknya saya pergi agar dapat menikmati Yamaguchi dalam waktu singkat?

A

Kota Shimonoseki direkomendasikan karena memiliki banyak tempat dengan panorama alam indah serta daya tarik sejarah dan budaya. Pilihan lainnya adalah Kota Iwakuni, tempat Anda dapat mengunjungi destinasi populer Kastel Iwakuni dan Jembatan Kintai, lalu menikmati kuliner dan berbelanja di sekitarnya.

Q

Apa saja kuliner khas Yamaguchi?

A

Kuliner khasnya antara lain barisoba, yaitu mi panggang yang disiram kuah, serta kawara soba, yaitu soba teh hijau dengan berbagai tambahan yang disajikan di atas genting panas. Di Shimonoseki, yang memiliki hasil tangkapan ikan buntal melimpah, hidangan ikan buntal juga menjadi kuliner khas.

Penutup

Itulah pilihan destinasi dengan kekayaan alam, sejarah, dan budaya, kereta unik, serta penginapan dengan pemandian air panas ternama untuk menikmati pesona Yamaguchi.
Jadikan pilihan-pilihan di atas sebagai bagian dari rencana perjalanan Anda.
Prefektur Hiroshima yang bertetangga dengan Yamaguchi terkenal dengan dua Warisan Budaya Dunia, yaitu Kuil Shinto Itsukushima dan Kubah Bom Atom, serta kuliner lokalnya, termasuk okonomiyaki.
Perjalanan dengan kereta hanya memakan waktu sekitar satu hingga dua jam, jadi sempatkan pula untuk singgah di Prefektur Hiroshima.

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa