Panduan Wisata Hiroshima: Destinasi Andalan dan Cara Menikmatinya untuk Pengunjung Pertama

Panduan Wisata Hiroshima: Destinasi Andalan dan Cara Menikmatinya untuk Pengunjung Pertama

Terakhir diperbarui :
Ditulis oleh:  GOOD LUCK TRIP

Hiroshima menawarkan beragam daya tarik, mulai dari panorama indah Laut Pedalaman Seto yang tenang dan aneka kuliner khas daerah hingga tempat-tempat yang menyampaikan sejarah pengeboman atom.
Artikel ini memperkenalkan daya tarik dan destinasi andalan berdasarkan kawasan wisata populer agar pengunjung pertama pun dapat menikmati Hiroshima sepenuhnya.
Temukan pula tempat makan populer dan rekomendasi penginapan yang dapat membantu Anda merencanakan perjalanan ke Hiroshima.

Seperti Apa Hiroshima?

Hiroshima berada di bagian barat daya Pulau Honshu, kurang lebih di tengah wilayah Chugoku.
Dikelilingi pegunungan dan Laut Pedalaman Seto, daerah ini memiliki banyak tempat untuk menikmati pemandangan alam yang indah, terutama panorama laut dengan pulau-pulau yang tersebar di atasnya.
Di Kuil Shinto Itsukushima, yang terdaftar sebagai Warisan Dunia, Anda dapat menyaksikan pemandangan menawan yang memadukan bangunan bersejarah dan alam secara harmonis.
Di balik keindahannya, Hiroshima juga memiliki sejarah kelam sebagai kota yang mengalami kerusakan besar akibat pengeboman atom.
Kubah Bom Atom, situs Warisan Dunia yang menjadi saksi kengerian bom atom, serta Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima, yang menyuarakan harapan akan dunia tanpa bom atom, merupakan destinasi yang sangat khas Hiroshima.

Pemandangan Kota Hiroshima yang dianugerahi alam indah dan iklim sejuk bersahabat
Pemandangan Kota Hiroshima yang dianugerahi alam indah dan iklim sejuk bersahabat

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Hiroshima?

Alam Hiroshima menawarkan panorama indah sepanjang empat musim, tetapi musim gugur menghadirkan pemandangan yang istimewa.
Biasanya, warna dedaunan musim gugur mencapai puncaknya pada akhir Oktober hingga pertengahan November. Destinasi berpemandangan indah seperti Miyajima dan Sandankyo, yang dikenal sebagai salah satu kawasan alam terpencil terkemuka di Jepang barat, pun berselimut warna merah dan kuning.
Jika ingin menikmati kuliner, musim dingin juga direkomendasikan karena merupakan musim terbaik untuk tiram dan anago, yaitu sejenis belut laut.

Cara Menuju Hiroshima

Dari kota-kota besar, shinkansen merupakan pilihan transportasi yang umum digunakan untuk menuju Stasiun Hiroshima.
Dari Tokyo, Anda juga dapat naik pesawat. Namun, perjalanan dari Bandara Hiroshima ke Stasiun Hiroshima memakan waktu sekitar 1 jam. Jika memperhitungkan perjalanan dan prosedur sebelum serta sesudah penerbangan, total waktu yang dibutuhkan sekitar 3 hingga 3,5 jam.
Karena itu, jika tujuan Anda berwisata di Kota Hiroshima, shinkansen lebih praktis bahkan untuk perjalanan dari Tokyo.
Berikut perkiraan waktu perjalanan menuju Stasiun Hiroshima dari Tokyo, Osaka, Nagoya, dan Fukuoka.

Tokyo
Sekitar 4 jam dengan shinkansen
Osaka
Sekitar 1 jam 20 menit dengan shinkansen
Nagoya
Sekitar 2 jam 25 menit dengan shinkansen
Fukuoka
Sekitar 1 jam dengan shinkansen

3 Pengalaman yang Wajib Dicoba di Hiroshima

Dari beragam daya tarik dan tempat menarik di Hiroshima, berikut tiga pengalaman yang paling direkomendasikan.
Jadikan ketiganya sebagai acuan dalam menyusun rencana perjalanan agar Anda dapat menikmati pesona Hiroshima sepenuhnya.

1. Menikmati Keindahan Laut Pedalaman Seto

Bagian selatan Prefektur Hiroshima menghadap Laut Pedalaman Seto, dengan panorama menawan berupa gugusan pulau yang tersebar di laut.
Di antaranya, yang paling terkenal adalah Miyajima atau Itsukushima, salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang dan lokasi Kuil Shinto Itsukushima yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.
Bangunan kuil berwarna merah vermilion yang tampak mengapung di atas laut, gerbang torii besar yang penampilannya berubah mengikuti pasang surut, serta panorama luas dari Gunung Misen merupakan pemandangan terkemuka di Jepang yang menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ada pula banyak kawasan bernuansa sejarah dan budaya, seperti Onomichi dan Kure, tempat Anda dapat menikmati perubahan pemandangan sepanjang musim.
Selain itu, pulau-pulau besar dan kecil di kawasan ini dihubungkan oleh jembatan pada rute seperti Shimanami Kaido dan Akinada Tobishima Kaido. Menjelajah dengan mobil, bersepeda, atau berlayar juga menjadi pilihan yang menyenangkan.

Pemandangan indah Kuil Shinto Itsukushima
Pemandangan indah Kuil Shinto Itsukushima

2. Mencicipi Ragam Kuliner Hiroshima

Saat berwisata ke Hiroshima, yang kaya akan hasil laut Seto serta hasil pegunungan, jangan lewatkan kuliner khasnya.
Daerah ini merupakan surga kuliner yang menawarkan segalanya, mulai dari makanan lokal dengan harga terjangkau, bahan makanan premium, masakan tradisional, dan hidangan manis hingga sake lokal. Anda dapat mencicipi berbagai jajanan sambil berjalan-jalan ataupun menikmati cita rasa setempat.
Berikut kuliner khas yang wajib dicoba saat berada di Hiroshima.

Okonomiyaki
Salah satu kuliner paling khas Hiroshima, dibuat dengan menumpuk banyak kol, taoge, dan daging babi di atas adonan tipis yang dipanggang, lalu menambahkan yakisoba atau mi goreng dan menyatukannya dengan telur.
Hidangan tiram
Tersedia dalam beragam olahan, mulai dari tiram segar yang disantap mentah, tiram panggang, nasi tiram, hingga tiram goreng berbalut tepung roti. Setiap cara pengolahan menghadirkan cita rasa berbeda.
Anagomeshi
Hidangan khas yang berasal dari Miyajimaguchi, berupa anago dari Laut Pedalaman Seto yang dipanggang perlahan dan disajikan dengan saus manis-gurih di atas nasi.
Tiram Hiroshima yang tumbuh di laut kaya nutrisi memiliki cita rasa istimewa
Tiram Hiroshima yang tumbuh di laut kaya nutrisi memiliki cita rasa istimewa

3. Memahami Dampak Bom Atom dan Sejarah Kebangkitan Hiroshima

Hiroshima merupakan tempat pertama di dunia yang dijatuhi bom atom.
Pada 6 Agustus 1945, bom meledak di ketinggian sekitar 600 m di atas pusat kota. Sekitar 50.000 bangunan runtuh seketika, dan diperkirakan 150.000 orang meninggal dalam beberapa bulan setelahnya.
Para penyintas pun menderita akibat paparan radiasi, dampak psikologis berkepanjangan, dan diskriminasi. Penderitaan yang ditimbulkan begitu luar biasa, merenggut kehidupan tak terhitung banyaknya orang.
Di tengah duka mendalam, upaya pemulihan dimulai tak lama setelah perang berakhir. Disahkannya Undang-Undang Pembangunan Kota Peringatan Perdamaian Hiroshima pada 1949 menjadi titik awal pelaksanaan rekonstruksi berskala penuh yang mendorong kebangkitan kota.
Kini, pelestarian Kubah Bom Atom dan penataan Taman Peringatan Perdamaian menjadi bagian dari upaya menyampaikan sejarah pengeboman atom dan pentingnya perdamaian kepada generasi mendatang.
Kunjungilah tempat-tempat ini untuk memahami secara lebih nyata dampak bom atom, agar sejarah kelam tersebut tidak dilupakan dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kubah Bom Atom yang menjadi saksi sejarah pengeboman atom hingga kini
Kubah Bom Atom yang menjadi saksi sejarah pengeboman atom hingga kini

Destinasi Andalan Hiroshima Berdasarkan Kawasan Wisata Populer

Berikut tempat-tempat wisata populer di Prefektur Hiroshima yang dikelompokkan berdasarkan kawasan.
Selain Kota Hiroshima dan Miyajima yang menjadi destinasi utama, Hiroshima memiliki banyak kota daerah yang penuh karakter dan pesona, termasuk Fukuyama dan Kure yang belum begitu dikenal.
Setiap kawasan memiliki ciri khas dan pengalaman menarik yang berbeda. Gunakan ulasan berikut untuk memilih tempat yang ingin Anda kunjungi.

Pertama Kali Berkunjung? Inilah 5 Destinasi Andalan di Kota Hiroshima

Mari mulai dengan tempat-tempat wisata populer di Kota Hiroshima.
Kota Hiroshima merupakan salah satu kota wisata terkemuka di Jepang yang menawarkan perpaduan sejarah, budaya, alam, dan kuliner.
Selain destinasi populer seperti Kubah Bom Atom dan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima, tersedia pula banyak pilihan tempat makan dan penginapan.
Jika ini kunjungan pertama Anda ke Hiroshima, Kota Hiroshima direkomendasikan sebagai basis perjalanan.

1. Kubah Bom Atom (Taman Peringatan Perdamaian)

Bangunan Kubah Bom Atom awalnya dirancang oleh arsitek asal Ceko, Jan Letzel, dan selesai dibangun pada 5 April 1915, tahun ke-4 era Taisho, sebagai Gedung Pameran Produk Prefektur Hiroshima.
Namun, bangunan ini mengalami kerusakan saat bom atom dijatuhkan karena berada sangat dekat, hanya 160 m dari hiposentrum.
Rangka baja yang terbuka dan dinding luar yang hancur dibiarkan dalam kondisi seperti saat terkena ledakan. Seiring waktu, bangunan ini mulai dikenal sebagai Kubah Bom Atom. Bangunan berharga ini menyampaikan kisah sejarah tragis kepada masyarakat masa kini.

Kubah Bom Atom yang menyampaikan kisah masa lalu yang tragis kepada generasi masa kini
Kubah Bom Atom yang menyampaikan kisah masa lalu yang tragis kepada generasi masa kini

2. Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima

Pada 1945, Hiroshima menjadi kota pertama di dunia yang mengalami dampak pengeboman atom.
Museum ini dibuka pada 1955 untuk menyampaikan tragedi tersebut kepada masyarakat dunia serta berkontribusi pada penghapusan senjata nuklir dan terwujudnya perdamaian dunia yang abadi.
Terletak di dalam Taman Peringatan Perdamaian yang terkenal dengan Kubah Bom Atom, museum ini terdiri atas gedung utama dan gedung timur. Gedung utama memamerkan barang-barang peninggalan korban serta foto-foto yang memperlihatkan kehancuran akibat bom atom.

Museum yang menyampaikan kengerian bom atom dan harapan akan perdamaian dunia
Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima Museum yang menyampaikan kengerian bom atom dan harapan akan perdamaian dunia

3. Kastel Hiroshima

Kastel Hiroshima dibangun pada 1589 oleh Mori Terumoto, yang dikenal sebagai salah satu dari lima tetua pemerintahan Toyotomi Hideyoshi.
Terletak di pusat Kota Hiroshima, kastel ini terkenal sebagai tempat wisata yang mudah dijangkau. Menara utamanya berfungsi sebagai ruang pamer yang menampilkan pedang Jepang, baju zirah, dan koleksi lainnya. Dari dek observasi di lantai teratas, Anda dapat menikmati pemandangan Kota Hiroshima.
Bangunan seperti Gerbang Omote Gomon dan menara Taiko Yagura yang terbakar akibat pengeboman atom telah direkonstruksi pada 1990-an, sehingga keindahan kompleks kastel ini dapat kembali dinikmati.

Destinasi wisata yang mudah dijangkau di pusat Kota Hiroshima
Destinasi wisata yang mudah dijangkau di pusat Kota Hiroshima

4. Orizuru Tower

Gedung multifungsi yang bersebelahan dengan Kubah Bom Atom ini merupakan salah satu tengara Hiroshima, dengan pemandangan dan pengalaman yang hanya bisa dinikmati di sini.
Area yang dibuka untuk wisatawan mencakup toko produk daerah dan kafe di lantai 1, Orizuru Square serta Orizuru Wall di lantai 12, dan dek observasi atap Hiroshima no Oka.
Dek observasi atapnya merupakan ruang yang nyaman, dengan angin sepoi-sepoi dan dek kayu yang menghadirkan suasana hangat. Selain Taman Peringatan Perdamaian dan Kubah Bom Atom, pada hari cerah Anda bahkan dapat melihat Gunung Misen di Miyajima.

Tempat untuk menikmati pengalaman khas Hiroshima: bersama-sama membentuk Orizuru Wall dari lipatan burung bangau kertas yang membawa doa
Tempat untuk menikmati pengalaman khas Hiroshima: bersama-sama membentuk Orizuru Wall dari lipatan burung bangau kertas yang membawa doa

5. Taman Shukkeien

Pembangunan Shukkeien dimulai pada 1620, tahun ke-6 era Genna, sebagai taman kediaman terpisah milik penguasa Domain Hiroshima, Asano Nagaakira.
Di Kolam Takueichi yang membentang di tengah taman terdapat pulau-pulau bernama Tsurushima atau Pulau Bangau dan Kameshima atau Pulau Kura-Kura, yang melambangkan harapan akan umur panjang.
Rumah teh, paviliun kecil, bukit, sungai, dan pulau ditata dengan cermat di sekitar kolam. Sebagai taman bergaya jalan melingkar, taman ini dapat dijelajahi dengan mengikuti jalur setapaknya.
Daya tarik lainnya adalah ragam bunga dan pepohonan yang berganti sepanjang musim: sakura dan persik pada musim semi, dedaunan hijau segar pada musim panas, warna-warni daun musim gugur, serta bunga ume dan kamelia pada musim dingin.

Taman di pusat Hiroshima yang menawarkan pemandangan indah sepanjang tahun
Taman di pusat Hiroshima yang menawarkan pemandangan indah sepanjang tahun

5 Destinasi Andalan Miyajima untuk Melengkapi Kunjungan ke Kota Hiroshima

Miyajima, yang terletak di Kota Hatsukaichi di sebelah barat daya Kota Hiroshima, merupakan salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang.
Sejak dahulu, pulau ini sendiri menjadi objek pemujaan alam dan dihormati sebagai “pulau para dewa”.
Daya tariknya seakan tak ada habisnya, mulai dari Kuil Shinto Itsukushima yang terdaftar sebagai Warisan Dunia, gerbang torii besar berwarna merah vermilion, bangunan keagamaan bersejarah seperti pagoda lima tingkat dan Senjokaku, hingga laut jernih serta deretan pegunungan bernuansa misterius.
Pilihan kuliner dan aktivitasnya pun beragam, sehingga Anda dapat menikmati banyak pengalaman memuaskan di satu tempat.
Miyajima dapat menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perjalanan ke Hiroshima, sehingga layak dikunjungi bersamaan dengan Kota Hiroshima.
Berikut beberapa tempat wisata populer di Miyajima.

1. Kuil Shinto Itsukushima

Kuil Shinto Itsukushima berdiri di Pulau Itsukushima yang dikenal sebagai pulau para dewa. Sebagian besar bangunan kuil di kompleks ini ditetapkan sebagai Pusaka Nasional atau Properti Budaya Penting.
Gerbang torii besarnya yang berdiri di laut kembali berwarna merah vermilion cerah setelah “Pemugaran Besar Era Reiwa” selama tiga setengah tahun selesai pada 2022, sehingga penampilannya terasa semakin megah.
Pencahayaan malam yang dimulai sekitar matahari terbenam dan berlangsung hingga pukul 23.00 menghadirkan suasana memukau yang berbeda dari siang hari.

Kuil Shinto yang terdaftar sebagai Warisan Dunia pada 1996, tahun ke-8 era Heisei
Kuil Shinto yang terdaftar sebagai Warisan Dunia pada 1996, tahun ke-8 era Heisei

2. Akuarium Miyajima “Miyajimarine”

Akuarium ini berada di Miyajima, pulau yang dikenal sebagai lokasi Kuil Shinto Itsukushima yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Letaknya sekitar 5 menit berjalan kaki dari pintu keluar kuil, sehingga mudah dimasukkan ke dalam rute wisata.
Bangunan bergaya Jepang dengan atap gentengnya dirancang agar selaras dengan lanskap bersejarah Miyajima. Di dalamnya terdapat lebih dari 15.000 biota laut dari 380 spesies, termasuk ikan dan mamalia.
Pameran yang berkaitan dengan lingkungan setempat pun beragam, mulai dari akuarium pesut tanpa sirip yang hidup di Laut Pedalaman Seto hingga zona yang merekonstruksi dataran lumpur pasang surut Miyajima dan lanskap perbukitan pedesaan Hiroshima.

Akuarium tempat berinteraksi dengan makhluk air di Miyajima, pulau dengan situs Warisan Dunia
Akuarium tempat berinteraksi dengan makhluk air di Miyajima, pulau dengan situs Warisan Dunia

3. Kuil Utama Daishoin

Daishoin merupakan kuil Buddha tertua di Miyajima, Prefektur Hiroshima, yang didirikan pada 806, tahun pertama era Daido.
Menurut tradisi, Kobo Daishi mendirikan kuil ini setelah kembali dari Tiongkok pada masa Dinasti Tang, menyeberang ke Miyajima, dan menjalani latihan spiritual di Gunung Misen.
Di berbagai bagian Gunung Misen yang disucikan terdapat situs-situs peninggalan yang berkaitan dengan Kobo Daishi. Daishoin adalah kuil utama yang menaungi situs-situs tersebut.
Di kompleks kuil ini dipuja antara lain Sanki Daigongen, dewa pelindung Gunung Misen; Namikiri Fudo Myoo, yang dipanjatkan doa oleh Toyotomi Hideyoshi sebagai pelindung dirinya; serta Juichimen Kanzeon Bosatsu atau Bodhisattwa Kannon Berwajah Sebelas, yang dahulu dianggap sebagai perwujudan Buddha dari dewa Kuil Shinto Itsukushima.

Kuil Buddha ternama yang didirikan oleh Kobo Daishi dan memiliki sejarah tertua di Miyajima
Kuil Buddha ternama yang didirikan oleh Kobo Daishi dan memiliki sejarah tertua di Miyajima

4. Taman Momijidani

Taman ini merupakan salah satu tempat utama untuk menikmati dedaunan musim gugur di Miyajima.
Pada musim perubahan warna daun, biasanya pertengahan hingga akhir November, sekitar 700 pohon maple di taman ini berubah warna dengan indah.
Jenis yang paling banyak adalah iroha-kaede, yang daunnya berubah merah menyala, dengan sekitar 560 pohon. Berikutnya ada sekitar 100 pohon omomiji yang berdaun besar, serta sekitar 40 pohon jenis lain seperti urihada-kaede dan yamamomiji.
Momiji manju, kue terkenal khas Hiroshima berbentuk daun maple, konon diciptakan pada era Meiji dengan mengambil inspirasi dari taman ini.

Tempat terkenal untuk menikmati dedaunan musim gugur di Miyajima, pulau dengan situs Warisan Dunia
Tempat terkenal untuk menikmati dedaunan musim gugur di Miyajima, pulau dengan situs Warisan Dunia

5. Kawasan Pertokoan Miyajima Omotesando

Miyajima Omotesando merupakan jalan paling ramai di pulau ini, dipenuhi toko-toko yang menjual produk khas Miyajima.
Di sepanjang kawasan pertokoan beratap sepanjang sekitar 350 m yang mengarah ke gerbang torii besar Kuil Shinto Itsukushima, berderet toko oleh-oleh, toko kerajinan rakyat, dan tempat makan yang menyajikan kuliner Miyajima.
Karena berbagai toko suvenir dan kuliner khas Miyajima terkumpul di sini, kawasan ini cocok menjadi tempat pertama yang Anda jelajahi saat tiba di pulau.

Jalan utama yang ramai dan layak dijelajahi terlebih dahulu saat berkunjung ke Miyajima
Jalan utama yang ramai dan layak dijelajahi terlebih dahulu saat berkunjung ke Miyajima

Pesona Kota Bernuansa Nostalgia: 3 Destinasi Andalan di Onomichi

Onomichi terletak sekitar 85 km di sebelah timur Kota Hiroshima, atau sekitar 1 jam 30 menit dengan kereta. Kawasan berpemandangan indah ini dikelilingi Selat Onomichi dan pegunungan.
Dikenal dengan berbagai julukan seperti “kota lereng”, “kota sastra”, “kota film”, dan “kota kucing”, Onomichi memikat lewat lanskap kota bersejarah yang diakui sebagai Warisan Jepang.
Tangga batu dan gang-gang sempit yang pernah menjadi lokasi syuting film maupun drama, serta rumah-rumah kota tradisional yang tersebar, menghadirkan suasana nostalgia. Berjalan-jalan saja sudah menjadi kegiatan wisata yang menyenangkan.
Tempat ini direkomendasikan bagi Anda yang ingin menikmati suasana retro kota pelabuhan sambil mengunjungi kafe-kafe bergaya.
Berikut tempat-tempat populer di Onomichi.

1. Kuil Senkoji

Terletak kurang lebih di pertengahan lereng Gunung Senkoji, Kuil Senkoji memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada 806.
Aula utamanya berwarna merah vermilion cerah dan juga dikenal sebagai Akado, atau “aula merah”.
Ada banyak hal menarik di sini, antara lain Tama no Iwa, batu yang menurut legenda dahulu memiliki permata bercahaya; Kagami Iwa, yang konon memantulkan cahaya dari Tama no Iwa, matahari, dan bulan; menara lonceng yang terkenal dengan sebutan “lonceng penanda waktu”; serta Aula Sanjusan Kannon, yang konon memberikan pahala spiritual setara dengan menziarahi seluruh tempat suci Kannon dalam rute ziarah Saigoku.

Kuil bersejarah dengan legenda yang terus diwariskan serta banyak titik berpemandangan indah
Kuil bersejarah dengan legenda yang terus diwariskan serta banyak titik berpemandangan indah

2. Shimanami Kaido

Shimanami Kaido merupakan rute sepanjang sekitar 60 km yang menghubungkan Honshu dan Shikoku.
Membentang dari Kota Onomichi di Prefektur Hiroshima hingga Kota Imabari di Prefektur Ehime, rute ini memungkinkan Anda menyeberangi enam pulau di Laut Pedalaman Seto melalui jembatan. Rute ini terdiri atas Jalan Tol Nishiseto, Jalan Ikuchijima, dan Jalan Oshima.
Setiap jembatan selain Jembatan Shin-Onomichi dilengkapi jalur untuk sepeda motor berkapasitas kecil serta jalur khusus sepeda dan pejalan kaki. Anda dapat bersepeda sambil memandangi pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto.
Jalur ini juga terkenal sebagai jalur sepeda pertama di Jepang yang memungkinkan pesepeda menyeberangi selat.

Rute laut indah yang menghubungkan Honshu dan Shikoku, juga dikenal sebagai destinasi impian para pesepeda
Rute laut indah yang menghubungkan Honshu dan Shikoku, juga dikenal sebagai destinasi impian para pesepeda

3. Neko no Hosomichi

Gang sempit sepanjang sekitar 200 m yang berawal dari Kuil Shinto Ushitora di Nagae, Kota Onomichi, Prefektur Hiroshima, dikenal sebagai Neko no Hosomichi, atau “gang kucing”.
Pada 1998, seniman Shunji Sonoyama mulai menempatkan karya buatannya yang disebut Fukuishi Neko di gang ini.
Sejak saat itu, gang tersebut mendapat julukan Neko no Hosomichi dan menjadi salah satu tempat wisata di Onomichi.
Berbagai hiasan bertema kucing menghiasi jalan ini, mulai dari Fukuishi Neko berupa batu bulat yang dilukis dengan gambar kucing lucu hingga ubin bergambar kucing.

Jalan yang dihiasi berbagai karya bertema kucing
Jalan yang dihiasi berbagai karya bertema kucing

3 Destinasi Andalan Fukuyama dengan Pesona yang Berbeda dari Kawasan Perkotaan

Fukuyama berada di ujung timur Prefektur Hiroshima, di antara Kota Hiroshima dan Kota Okayama. Kota ini merupakan pusat regional dengan jumlah penduduk terbesar kedua di prefektur tersebut.
Berkembang sebagai kota kastel yang dibangun pada zaman Edo (1603–1868), Fukuyama menawarkan pesona sejarah dan budaya yang berpusat pada tengaranya, Kastel Fukuyama.
Menara utama Kastel Fukuyama telah dibangun kembali. Selain menikmati peninggalan sejarah dan taman yang indah, Anda dapat menjumpai pemandangan kota yang penuh suasana khas.
Latar belakang sejarah dan geografisnya membentuk karakter tersendiri dengan suasana yang berbeda dari kawasan perkotaan, sehingga cocok bagi Anda yang menginginkan pengalaman agak lain dari biasanya.
Berikut tempat-tempat populer yang tak boleh dilewatkan saat berwisata di Fukuyama.

1. Tomonoura

Sejak dahulu, Tomonoura berkembang sebagai pelabuhan tempat kapal menunggu arus pasang yang sesuai untuk berlayar.
Tempat ini juga dikenal karena disebut dalam puisi-puisi antologi Manyoshu.
Kawasan ini ditetapkan sebagai bagian dari taman nasional pertama di Jepang, dengan pemandangan tenang Pulau Sensuijima dan Pulau Bentenjima di Laut Pedalaman Seto.
Keindahannya membuat tempat ini dipilih sebagai lokasi syuting film Hollywood terkenal maupun latar anime, sekaligus menjadikannya destinasi populer di kalangan wisatawan.

Pelabuhan yang disebut dalam Manyoshu serta dipilih sebagai lokasi syuting film Hollywood dan latar anime
Pelabuhan yang disebut dalam Manyoshu serta dipilih sebagai lokasi syuting film Hollywood dan latar anime

2. Museum Kastel Fukuyama

Museum sejarah ini berada di dalam menara utama Kastel Fukuyama, tepat di depan Stasiun Fukuyama, Prefektur Hiroshima.
Kastel Fukuyama dibangun pada 1622, tahun ke-8 era Genna, oleh Mizuno Katsunari, sepupu Tokugawa Ieyasu.
Kastel dengan tampilan megah ini juga terpilih sebagai salah satu dari “100 Kastel Terbaik Jepang”.
Ruang museum terbagi menjadi enam lantai. Saat masuk, Anda akan disambut tayangan mengesankan yang memenuhi seluruh dinding.
Penjelasan mengenai latar belakang pembangunan dan struktur Kastel Fukuyama disajikan dengan mudah dipahami, sehingga pengunjung pertama pun dapat mengikutinya dengan nyaman.

Rasakan kembali budaya samurai sambil mempelajari sejarah Kastel Fukuyama, salah satu dari “100 Kastel Terbaik Jepang”
Rasakan kembali budaya samurai sambil mempelajari sejarah Kastel Fukuyama, salah satu dari “100 Kastel Terbaik Jepang”

3. Aula Kannon Kuil Bandaiji / Aula Abuto Kannon

Abuto Kannon di Kuil Bandaiji, Kota Fukuyama, Prefektur Hiroshima, merupakan tempat untuk menikmati panorama Laut Pedalaman Seto.
Aula berwarna merah vermilion yang berdiri di antara laut biru dan bebatuan terjal tampak anggun sekaligus menyimpan nuansa misterius.
Tempat ini juga terkenal karena dilukis oleh seniman ukiyo-e zaman Edo, Utagawa Hiroshige, dalam seri “Pemandangan Terkenal dari Enam Puluh Lebih Provinsi”. Keindahannya telah memikat banyak orang sejak dahulu.

Aula Kannon di atas tebing terjal yang juga menawarkan sedikit sensasi mendebarkan
Aula Kannon di atas tebing terjal yang juga menawarkan sedikit sensasi mendebarkan

Pengalaman Khas Kota Pelabuhan Angkatan Laut: 3 Destinasi Andalan di Kure

Kure merupakan kota pelabuhan yang menghadap Laut Pedalaman Seto, di sebelah tenggara Kota Hiroshima.
Kota ini dikenal sebagai pelabuhan angkatan laut karena menjadi tempat pembangunan Yamato, kapal tempur terbesar di dunia pada masa Perang Dunia II.
Jejak kejayaannya masih terlihat dalam lanskap kota hingga kini. Banyak tempat berkaitan dengan laut yang dapat dikunjungi, mulai dari fasilitas pelabuhan dan peninggalan galangan kapal hingga pemandangan kawasan industri.
Panorama indah perpaduan laut dan pulau-pulau juga menjadi daya tarik, sehingga perjalanan dengan mobil dan kapal pesiar untuk menikmati pemandangan cukup populer.
Selain itu, tersedia berbagai makanan lokal seperti Kure reimen atau mi dingin khas Kure dan Kure Kaiji Curry, kari khas Pasukan Bela Diri Maritim di Kure. Kota ini cocok bagi Anda yang menyukai pengalaman unik dengan suasana bahari.
Berikut destinasi wisata utama di Kure.

1. Museum Yamato

Museum ini memperkenalkan Yamato, kapal tempur terbesar di dunia pada masa Perang Dunia II.
Anda juga dapat mempelajari sejarah Kure serta ilmu pengetahuan dan teknologinya.
Model kapal tempur Yamato berskala 1:10 yang menjadi simbol museum direkonstruksi berdasarkan gambar rancangan asli, rekaman survei bawah laut, dan kesaksian awak kapal.
Melalui pamerannya, museum ini menyampaikan pentingnya perdamaian dan pencapaian ilmu pengetahuan serta teknologi kepada generasi mendatang.

Catatan: Dalam rangka ulang tahun ke-20 Museum Yamato pada 23 April 2025, museum ini dijadwalkan menjalani renovasi selama satu tahun. Harap perhatikan hal ini jika Anda berencana berkunjung.

Museum yang memperkenalkan sejarah, ilmu pengetahuan, dan teknologi pembuatan kapal Kure yang pernah dibanggakan di dunia
Museum yang memperkenalkan sejarah, ilmu pengetahuan, dan teknologi pembuatan kapal Kure yang pernah dibanggakan di dunia

2. Taman Alley Karasukojima

Taman ini merupakan salah satu komponen Warisan Jepang “Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka, Kure, Sasebo, dan Maizuru: Kota-Kota untuk Merasakan Dinamika Modernisasi Jepang”. Di sini, Anda dapat merasakan jejak masa lalu Kure yang berkembang sebagai pelabuhan angkatan laut.
Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi langka di dunia tempat pengunjung dapat melihat kapal selam dari dekat.
Pangkalan Angkatan Laut Kure dibuka pada 1889, tahun ke-22 era Meiji. Pada 1903, tahun ke-36 era Meiji, didirikan galangan angkatan laut yang kemudian membangun kapal tempur dan kapal lainnya.
Yamato, yang disebut sebagai kapal tempur terbesar di dunia, konon juga dibangun secara sangat rahasia di dekat tempat ini.

Taman langka di dunia tempat Anda dapat melihat kapal selam dari dekat
Taman langka di dunia tempat Anda dapat melihat kapal selam dari dekat

3. Museum Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Kure

Museum Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Kure, yang juga dikenal sebagai Tetsu no Kujira-kan atau “Museum Paus Besi”, membuka kapal selam Akishio untuk dikunjungi sebagai museum. Kapal ini pernah aktif bertugas dalam Pasukan Bela Diri Jepang dari 1986 hingga 2004.
Museum berharga ini merupakan satu-satunya di Jepang tempat pengunjung dapat melihat bagian dalam kapal selam yang benar-benar pernah beroperasi.
Di lantai 1, Anda akan diperkenalkan pada sejarah Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dan perkembangan Kure sebagai “kota angkatan laut” sejak pangkalan angkatan laut lama dibuka pada 1889, tahun ke-22 era Meiji.

Satu-satunya museum di Jepang tempat Anda dapat mengunjungi bagian dalam kapal selam yang benar-benar pernah beroperasi
Satu-satunya museum di Jepang tempat Anda dapat mengunjungi bagian dalam kapal selam yang benar-benar pernah beroperasi

Kawasan Populer yang Ramai Dibicarakan di Media Sosial: 3 Destinasi Andalan di Etajima

Etajima merupakan kota kepulauan yang terdiri atas sekitar sembilan pulau besar dan kecil di Laut Pedalaman Seto, di sebelah selatan Kota Hiroshima.
Selain menyimpan situs bersejarah dari masa kejayaannya dalam industri pembuatan kapal dan pendidikan angkatan laut, tempat ini terkenal dengan panorama gugusan pulau dan matahari terbenam di Seto. Olahraga air, termasuk SUP atau mendayung sambil berdiri di atas papan, pun populer di sini.
Kaya hasil laut dan termasuk salah satu daerah penghasil tiram terkemuka di Jepang, Etajima juga memiliki budaya kuliner lokal yang beragam. Dengan begitu banyak daya tarik, kawasan ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati waktu santai dalam ketenangan pulau.
Berikut tempat-tempat wisata populer di Etajima.

1. Etajima Olive Factory

Etajima Olive Factory merupakan kompleks usaha terpadu yang tergolong langka di Jepang, memadukan budidaya zaitun, ekstraksi minyak, pengolahan, penjualan, dan layanan makan dalam satu tempat.
Selain melihat proses dari budidaya zaitun hingga ekstraksi minyak, Anda dapat mengikuti lokakarya musiman seperti pengalaman memanen zaitun dan kelas mencicipi minyak zaitun.
Restorannya menyajikan hidangan dengan minyak zaitun, sementara tokonya menjual produk perawatan kulit. Daya tariknya adalah kesempatan menikmati kuliner, berbagai aktivitas, dan belanja di satu lokasi.
Produk “Aki no Shima no Mi Etajima Shibori” dari tempat ini meraih medali emas dalam Kompetisi Minyak Zaitun Internasional New York pada 2025.

Temukan produk yang cocok sebagai oleh-oleh maupun hadiah untuk diri sendiri
Temukan produk yang cocok sebagai oleh-oleh maupun hadiah untuk diri sendiri

2. Gunung Mitaka (Gunung Hodai)

Gunung Mitaka, yang juga dikenal sebagai Gunung Hodai, memiliki ketinggian sekitar 402 m. Tempat bersejarah ini menyimpan bekas Baterai Artileri Mitakayama yang dibangun pada akhir era Meiji (1868–1912) untuk mempertahankan Teluk Hiroshima.
Baterai Artileri Mitakayama merupakan salah satu yang terbesar di kawasan Laut Pedalaman Seto, tetapi berakhir masa tugasnya tanpa pernah digunakan dalam pertempuran. Kini, situs tersebut dilestarikan sebagai warisan teknik sipil pilihan.
Peninggalan seperti lengkungan bata, gudang amunisi bawah tanah, dan bekas dudukan meriam besar masih dapat ditemukan. Pemandangan serta suasana fantastis yang mengingatkan pada film Studio Ghibli “Castle in the Sky” menjadi daya tariknya.

Kompleks baterai artileri yang termasuk terbesar di Jepang pada masanya
Kompleks baterai artileri yang termasuk terbesar di Jepang pada masanya

3. Gunung Dabo

Dengan ketinggian 438 m, Gunung Dabo merupakan gunung tertinggi di Kota Etajima dan sering disebut sebagai tempat berpemandangan paling indah di Etajima.
Di puncaknya terdapat Dek Observasi Panorama Dabo, tempat Anda dapat menikmati panorama luas Pulau Kurahashi, Miyajima, dan Pegunungan Shikoku.
Daya tarik utamanya adalah Tengu Iwa, titik pandang mengesankan yang menawarkan pemandangan Laut Pedalaman Seto dan pulau-pulau di sekitarnya dari atas.
Tempat ini juga terkenal sebagai lokasi syuting film “Rurouni Kenshin”. Bentuk bebatuannya yang khas serta pemandangan laut dan langit yang seakan menyatu membuat pengunjung terpukau.
Jalan beraspal tersedia hingga puncak dan dapat dilalui mobil, sehingga tempat ini juga direkomendasikan sebagai bagian dari rute wisata berkendara.

Panorama menakjubkan Laut Pedalaman Seto dari Tengu Iwa
Panorama menakjubkan Laut Pedalaman Seto dari Tengu Iwa

Bingung Memilih? Coba 3 Tempat Makan Populer untuk Mencicipi Kuliner Hiroshima

Berikut beberapa tempat makan populer di Hiroshima.
Semuanya direkomendasikan karena menyajikan kuliner khas yang mewakili Hiroshima sebagai menu andalan.
Dengan menggunakan hasil laut yang melimpah dan produk khas setempat, tempat-tempat ini juga mengutamakan kesegaran serta kualitas bahan untuk menghadirkan hidangan lezat.
Sempatkan mampir saat Anda mengunjungi kawasan di sekitarnya.

1. Yagenbori Hassho

Di antara banyaknya kedai okonomiyaki di Kota Hiroshima, Yagenbori Hassho termasuk yang paling populer.
Antrean terbentuk di depan kedai setiap hari, dan tempat ini telah diliput berbagai media.
Proses memanggang okonomiyaki memakan waktu 20–30 menit. Mi bergaya Tiongkok di dalamnya dipanggang hingga renyah, menghasilkan tekstur yang menggugah selera.
Menariknya lagi, meski dibuat dengan teliti oleh juru masak berpengalaman, hidangan ini tetap dapat dinikmati dengan harga terjangkau.

Layak diantre! Kedai okonomiyaki yang sangat populer dan menjadi salah satu ikon kuliner Hiroshima
Layak diantre! Kedai okonomiyaki yang sangat populer dan menjadi salah satu ikon kuliner Hiroshima

2. Kakiya

Kakiya merupakan restoran spesialis tiram di pusat Kawasan Pertokoan Miyajima Omotesando yang mengarah ke Kuil Shinto Itsukushima.
Restoran ini menggunakan tiram dari Jigozen, yang termasuk berkualitas tertinggi di antara tiram khas Hiroshima.
Karena yakin akan cita rasa tiramnya, restoran ini menyajikannya dengan bumbu sederhana.
Tiram mentah yang cangkangnya dibuka dengan cepat setelah dipesan dan disantap dalam keadaan hidup, tersedia hanya pada musim dingin, serta tiram goreng berbalut tepung roti merupakan sajian yang istimewa.

Restoran spesialis tiram untuk menikmati tiram berkualitas dan wine dalam suasana bergaya
Restoran spesialis tiram untuk menikmati tiram berkualitas dan wine dalam suasana bergaya

3. Fujitaya

Didirikan pada 1902, Fujitaya merupakan restoran anagomeshi legendaris di kawasan permukiman dekat Kuil Shinto Itsukushima.
Anagomeshi, hidangan khas Miyajima, berupa semangkuk nasi dengan anago yang dibelah dari bagian punggung, diolesi saus berbahan dasar kecap asin Jepang, lalu dipanggang dan diletakkan di atas nasi.
Satu-satunya menu utama adalah anagomeshi, yang disajikan bersama sup bening dan acar.
Selain itu, tersedia hanya beberapa hidangan pendamping dalam mangkuk kecil dan beberapa jenis minuman beralkohol.
Restoran ini khusus menggunakan anago tangkapan liar dari Miyajima, terutama yang berbobot 100–120 g per ekor, yang disebut memiliki cita rasa sangat baik.

Anagomeshi istimewa dari satu-satunya restoran di Miyajima yang meraih satu bintang Michelin
Anagomeshi istimewa dari satu-satunya restoran di Miyajima yang meraih satu bintang Michelin

3 Destinasi Belanja Andalan Hiroshima yang Juga Cocok untuk Berburu Oleh-Oleh

Berikut destinasi belanja andalan di Hiroshima.
Kompleks-kompleks komersial ini memadukan budaya lokal dan tren, sehingga Anda dapat menikmati belanja, kuliner, serta hiburan dalam satu kunjungan. Kepraktisannya sebagai tempat beristirahat juga menjadi daya tarik.
Saat berwisata di Hiroshima, sempatkan mengunjungi salah satunya.

1. minamoa

minamoa merupakan kompleks komersial besar yang terhubung langsung dengan Stasiun Hiroshima dan resmi dibuka pada 2025.
Dengan memadukan belanja, kuliner, hiburan, dan oleh-oleh, tempat ini segera menjadi populer sebagai gerbang baru Hiroshima.
Daya tariknya terletak pada pilihan sekitar 220 gerai yang beragam, mulai dari toko ternama Hiroshima hingga toko roti asal New York dan merek fesyen global.
Ada pula berbagai hal menarik, seperti Rute Ekimae Ohashi, rute pertama di Jepang yang membawa trem melalui jalur layang langsung ke lantai 2 gedung stasiun, serta Soramoa Square di area atap lantai 9.

Kompleks komersial besar dengan beragam gerai yang terhubung langsung ke Stasiun Hiroshima
Kompleks komersial besar dengan beragam gerai yang terhubung langsung ke Stasiun Hiroshima

2. ekie Hiroshima

ekie Hiroshima merupakan fasilitas komersial di area stasiun yang terhubung langsung dengan Stasiun Hiroshima dan berada di lantai yang sama dengan gerbang tiket.
Di lantai 1 terdapat ekie KITCHEN yang menawarkan hidangan siap santap dan makanan manis, serta ekie DINING yang menghimpun kuliner khas Hiroshima. Di lantai 2 terdapat Omiyage-kan, area oleh-oleh dengan beragam produk andalan.
Pilihan yang mengikuti tren terbaru juga beragam, termasuk gerai yang pertama kali hadir di wilayah Chugoku dan Shikoku serta jaringan toko populer. Anda dapat menikmati kuliner, budaya, dan belanja khas Hiroshima sekaligus.
Tempat ini ideal untuk disinggahi sebelum memulai wisata maupun menjelang pulang, dan praktis untuk berbagai kebutuhan.

Fasilitas komersial di area stasiun yang cocok untuk memilih oleh-oleh Hiroshima
Fasilitas komersial di area stasiun yang cocok untuk memilih oleh-oleh Hiroshima

3. THE OUTLETS HIROSHIMA

Terletak di Distrik Saeki, Kota Hiroshima, tempat ini merupakan salah satu mal outlet terbesar di wilayah Chugoku dan Shikoku.
Kompleks seluas sekitar 268.000 m² ini menampung kurang lebih 220 toko.
Sesuai namanya, lantai 2 merupakan area outlet dengan sekitar 140 toko, termasuk fesyen, barang kebutuhan sehari-hari, serta perlengkapan olahraga dan aktivitas luar ruang.
Daya tariknya adalah kesempatan membeli produk merek populer dari Jepang maupun luar negeri dengan harga terjangkau.
Selain itu, tersedia banyak kafe dan toko makanan manis untuk bersantai di sela-sela berbelanja.

Salah satu mal outlet terbesar di wilayah Chugoku dan Shikoku, dengan pilihan belanja, kuliner, dan hiburan
Salah satu mal outlet terbesar di wilayah Chugoku dan Shikoku, dengan pilihan belanja, kuliner, dan hiburan

3 Penginapan Ideal sebagai Basis Wisata di Hiroshima

Berikut tiga rekomendasi penginapan untuk melengkapi perjalanan Anda ke Hiroshima.
Hotel-hotel perkotaan ini menonjol berkat akses transportasinya yang praktis. Kamar yang dirancang dengan nuansa bersih, pelayanan berkualitas, dan pemandangan indah mendukung pengalaman menginap yang nyaman.
Jika belum menentukan tempat menginap, pertimbangkan salah satunya.

1. Hotel Granvia Hiroshima South Gate

Hotel perkotaan baru ini berdiri tepat di atas Stasiun JR Hiroshima dan termasuk salah satu yang terbesar di Hiroshima.
Sesuai konsepnya sebagai “gerbang menuju Setouchi”, hotel ini menghadirkan berbagai sentuhan yang membuat pengalaman menginap terasa seperti perjalanan menjelajahi kawasan Laut Pedalaman Seto.
Interiornya dirancang dengan suasana tenang menggunakan pencahayaan tidak langsung dan material alami. Semua kamar memiliki desain modern yang nyaman, dengan ruang mandi dan toilet terpisah.
Dari lantai atas, yaitu lantai 20 dan 21, Anda dapat menikmati panorama Laut Pedalaman Seto serta Kota Hiroshima.
Tingkat kepuasan tamu secara keseluruhan juga tinggi, termasuk terhadap pelayanan staf dan kebersihannya, sehingga hotel ini cocok sebagai basis wisata di Hiroshima.

Kamar untuk bersantai sambil menikmati panorama indah Hiroshima dan Laut Pedalaman Seto
Kamar untuk bersantai sambil menikmati panorama indah Hiroshima dan Laut Pedalaman Seto

2. Grand Prince Hotel Hiroshima

Hotel resor di tepi Laut Pedalaman Seto ini berlokasi di Motoujinamachi, Distrik Minami, Kota Hiroshima.
Lokasinya sangat praktis: tersedia bus antar-jemput gratis dari Stasiun Hiroshima dengan perjalanan sekitar 30 menit, dan dari dermaga di depan hotel Anda dapat naik kapal cepat menuju Miyajima dalam waktu sekitar 26 menit.
Meski dekat dengan pusat kota dan mudah dijangkau, hotel ini menawarkan suasana berkelas serta keramahtamahan yang juga menjadikannya lokasi penyelenggaraan KTT G7 Hiroshima.
Daya tariknya adalah pemandangan laut yang dapat dinikmati dari berbagai tempat, mulai dari kamar, restoran, hingga pemandian air panas.
Perubahan panorama dalam cahaya pagi dan senja akan membuat pengalaman menginap semakin berkesan.

Restoran hotel dengan pemandangan indah (foto hanya sebagai ilustrasi)
Restoran hotel dengan pemandangan indah (foto hanya sebagai ilustrasi)

3. RIHGA Royal Hotel Hiroshima

Berada di pusat Kota Hiroshima, hotel setinggi 35 lantai di atas permukaan tanah ini merupakan tengara yang menonjol di antara bangunan kota.
Tersedia sekitar 490 kamar dengan pilihan luas, dari kelas standar hingga eksekutif, untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti wisata, perjalanan bisnis, dan perayaan hari istimewa.
Khusus di Executive Floor pada lantai-lantai atas, Anda dapat menikmati pengalaman menginap yang lebih istimewa dengan fasilitas seperti akses kolam renang, paket sarapan khusus, dan perlengkapan kamar eksklusif.
Selain itu, terdapat tujuh pilihan restoran dan bar yang memanfaatkan bahan lokal, sehingga hotel ini juga direkomendasikan bagi pencinta kuliner.

Lokasi yang memungkinkan Anda berjalan kaki ke tempat-tempat wisata utama Kota Hiroshima juga menjadi daya tarik
Lokasi yang memungkinkan Anda berjalan kaki ke tempat-tempat wisata utama Kota Hiroshima juga menjadi daya tarik

3 Oleh-Oleh Khas Hiroshima yang Tak Boleh Dilewatkan

Berikut oleh-oleh khas Hiroshima yang sudah menjadi pilihan andalan dan populer.
Semuanya merupakan kudapan berkualitas dari produsen spesialis yang telah lama berdiri, dengan cita rasa yang menghargai bahan serta karakter alam Hiroshima.
Produk-produk ini juga disukai sebagai oleh-oleh Hiroshima, sehingga cocok dipilih jika Anda bingung hendak membeli apa.

1. Momiji Manju dari Nishikido

Momiji manju, kue berbentuk daun maple, merupakan kudapan khas Hiroshima yang dijual oleh berbagai toko. Versi Nishikido memiliki cita rasa sederhana yang lezat dengan rasa manis yang tidak berlebihan, dan telah mendapat pengakuan “The Hiroshima Brand” sebagai salah satu produk khas unggulan.
Nama Momiji, varian momiji manju bergaya kue segar dengan tekstur kenyal dari tepung ketan dan tepung beras pilihan, juga populer berkat cita rasanya yang lembut dan berkelas.

Momiji manju, oleh-oleh andalan Hiroshima
Momiji manju, oleh-oleh andalan Hiroshima

2. Kaki Marugoto Senbei dari Maruichi Shoten

Maruichi Shoten merupakan toko spesialis tiram yang telah berdiri lebih dari 120 tahun.
Toko ini populer berkat ragam produknya, mulai dari tiram mentah hingga tiram yang direndam dalam minyak.
Salah satu produknya adalah Kaki Marugoto Senbei, kerupuk panggang dari adonan kentang bercita rasa manis yang diberi satu tiram utuh dengan rasa kaya.
Teksturnya yang renyah, aroma tiram, dan manisnya kentang menghasilkan perpaduan yang membuat ingin mencicipinya lagi.
Produk ini telah mendapat pengakuan “The Hiroshima Brand” sebagai salah satu produk khas unggulan.

Kaki Marugoto Senbei, kudapan khas buatan toko spesialis tiram
Kaki Marugoto Senbei, kudapan khas buatan toko spesialis tiram

3. Hitotsubu no Muscat dari Kyorakudo

Kyorakudo merupakan toko kue legendaris yang menawarkan hidangan manis bergaya Jepang dengan buah-buahan musiman.
Selain produk andalannya, produk edisi terbatas yang berganti setiap musim juga patut diperhatikan.
Hitotsubu no Muscat, produk yang identik dengan musim panas di Kyorakudo, berupa sebutir anggur muskat segar yang dibungkus gyuhi.
Gyuhi adalah adonan lembut seperti mochi tipis yang dibuat dari tepung ketan shiratamako yang diuleni dan dicampur dengan sirup pati serta gula.
Rasa manis lembut gyuhi berpadu dengan rasa manis-asam anggur muskat di dalam mulut, menghasilkan kudapan yang istimewa.

Hitotsubu no Muscat menggunakan anggur muskat segar yang baru dipetik pada pagi hari
Hitotsubu no Muscat menggunakan anggur muskat segar yang baru dipetik pada pagi hari

Festival dan Acara Terkenal Hiroshima yang Patut Dikunjungi jika Waktunya Tepat

Sebagai penutup rangkaian rekomendasi, berikut beberapa acara paling terkenal di Hiroshima berdasarkan musim.
Meski hanya berlangsung dalam waktu terbatas, semuanya menawarkan kesempatan untuk mengenal sejarah dan budaya daerah serta menikmati pengalaman khas Hiroshima.
Jika jadwal perjalanan Anda bertepatan dengan acaranya, sempatkan untuk ikut meramaikan.

Musim Semi: Hiroshima Flower Festival

Festival ini diselenggarakan setiap tahun pada 3–5 Mei, dengan area sekitar Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima dan Jalan Heiwa Odori sebagai lokasi utama.
Pada hari pertama, tanggal 3 Mei, sekitar 8.000 peserta berparade di Jalan Heiwa Odori dalam “Parade Bunga”, dengan bunga sebagai bagian dari kostum dan pertunjukan mereka.
Pada hari terakhir, tanggal 5 Mei, digelar Kinsai YOSAKOI di Jalan Heiwa Odori dan Panggung Carnation di Taman Peringatan Perdamaian. Sekitar 5.000 peserta dari 90 kelompok menampilkan tarian.

Festival bunga dengan beragam acara yang menyampaikan pesan perdamaian dari Hiroshima kepada dunia
Festival bunga dengan beragam acara yang menyampaikan pesan perdamaian dari Hiroshima kepada dunia

Musim Panas: Festival Besar Toukasan

Salah satu dari tiga festival besar Hiroshima ini diselenggarakan setiap tahun pada Jumat, Sabtu, dan Minggu pertama bulan Juni, dengan Kuil Enryuji di Kota Hiroshima sebagai pusatnya.
Festival tahunan untuk memuja Inari Daimyojin ini memiliki sejarah sekitar 400 tahun dan menjadi tradisi yang menandai datangnya awal musim panas di Hiroshima.
Acara ini juga dikenal sebagai “festival mulai mengenakan yukata”. Seluruh kota menjadi semarak oleh orang-orang yang berlalu-lalang mengenakan yukata, kimono ringan untuk musim panas, dengan sekitar 450.000 pengunjung selama tiga hari.
Selain kios makanan, lapak, dan stan acara di kompleks kuil, kawasan sekitarnya juga menggelar arak-arakan mikoshi atau kuil portabel serta prosesi anak-anak berkostum tradisional. Festival ini dapat dinikmati oleh orang dewasa maupun anak-anak sambil mengenal kehidupan keagamaan setempat.

Salah satu dari tiga festival besar Hiroshima, dengan sekitar 1.000 kios dan beragam kegiatan tradisional
Salah satu dari tiga festival besar Hiroshima, dengan sekitar 1.000 kios dan beragam kegiatan tradisional

Musim Gugur: Pencahayaan Dedaunan Musim Gugur di Taman Momijidani

Acara khas musim gugur Miyajima ini berlangsung di Taman Momijidani, sekitar 5 menit berjalan kaki dari Kuil Shinto Itsukushima. Biasanya, acara digelar dari awal hingga akhir November, mulai matahari terbenam sampai pukul 21.00.
Sekitar 700 pohon maple di dalam taman menghadirkan gradasi warna merah, jingga, dan kuning yang cerah.
Ketika lampu dinyalakan, warna dedaunan tampak semakin pekat di tengah gelap malam, memperlihatkan suasana memukau yang berbeda dari siang hari.
Pemandangan Jembatan Momiji yang diselimuti cahaya merah dan jingga sangat populer sebagai spot foto.
Berpadu dengan suasana khidmat Kuil Shinto Itsukushima, pengalaman ini dapat membuat Anda merasa seolah memasuki dunia lain.

Nikmati kontras pemandangan dengan Jembatan Momiji yang berwarna merah menyala
Nikmati kontras pemandangan dengan Jembatan Momiji yang berwarna merah menyala

Musim Dingin: Hiroshima Dreamination

Acara iluminasi berskala besar ini digelar di Kota Hiroshima setiap tahun dari pertengahan November hingga awal Januari, dengan Jalan Heiwa Odori sebagai lokasi utama.
Mengusung konsep negeri dongeng, berbagai pertunjukan cahaya ditampilkan di setiap area. Acara khas musim dingin ini menghiasi seluruh kota dengan gemerlap lampu.
Instalasi besar yang baru maupun yang pernah ditampilkan sebelumnya, seperti Shining Castle yang berkilau keemasan dan Greenwood Man berupa pohon yang dapat berbicara, memikat pengunjung melalui suara dan berbagai efek.
Banyak unsur interaktif yang dapat dinikmati bersama, serta beragam spot foto menarik, termasuk panel foto berlubang untuk menyelipkan wajah dan terowongan berbentuk ombak besar.

Hiroshima Dreamination dengan tema negeri dongeng yang indah
Hiroshima Dreamination dengan tema negeri dongeng yang indah

Pertanyaan Umum Seputar Wisata Hiroshima

Q

Ke mana sebaiknya pergi untuk menikmati Hiroshima dalam waktu singkat?

A

Fokuskan kunjungan pada Kota Hiroshima, tempat Kastel Hiroshima dan Kubah Bom Atom di Taman Peringatan Perdamaian berada, untuk menikmati pengalaman khas Hiroshima.

Q

Kapan waktu terbaik untuk melihat dedaunan musim gugur di Hiroshima?

A

Perubahan warna daun berbeda setiap tahun tergantung cuaca, tetapi biasanya mencapai puncaknya pada akhir Oktober hingga pertengahan November di kawasan pegunungan, serta pertengahan November hingga awal Desember di dataran rendah.

Q

Kapan waktu terbaik untuk melihat bunga sakura di Hiroshima?

A

Ada sedikit perbedaan antarwilayah, tetapi biasanya bunga sakura mencapai puncak keindahannya pada akhir Maret hingga awal April.

Penutup

Artikel ini telah memperkenalkan daya tarik Hiroshima berdasarkan kawasan wisata populer, lengkap dengan berbagai cara menikmatinya serta rekomendasi tempat makan dan destinasi belanja.
Hiroshima merupakan destinasi wisata yang jarang ditemukan padanannya di dunia, memadukan keindahan alam dan budaya kuliner yang lahir dari Laut Pedalaman Seto dengan makna mendalam sebagai kota yang meneruskan pelajaran dari sejarah kelam kepada generasi berikutnya.
Pengalaman yang Anda dapatkan akan sangat beragam, tergantung tujuan perjalanan dan tempat yang dikunjungi. Apa pun pilihannya, pesona Hiroshima akan meninggalkan kesan.
Jika Anda tertarik, mengapa tidak menjadikan ini kesempatan untuk berkunjung ke Hiroshima?

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa