
Pesona Alam Megah dan Pemandangan Bersejarah! 16 Destinasi Wisata Pilihan di Fukui
Prefektur Fukui memikat dengan pemandangan alamnya yang megah, mulai dari deretan tebing terjal Tojinbo hingga Kastel Echizen Ono, sang “kastel di langit” yang tampak mengambang di atas lautan awan.
Kawasan dengan bangunan tradisional yang masih terjaga, situs bersejarah, serta kuil Buddha dan Shinto juga menawarkan banyak kesempatan untuk mengenal sejarah dan budaya Jepang.
Berikut destinasi wisata yang patut dikunjungi serta rekomendasi penginapan untuk perjalanan Anda menjelajahi Fukui.
Seperti Apa Fukui?
Prefektur Fukui terletak di wilayah Hokuriku dan menghadap Laut Jepang.
Dianugerahi alam yang kaya, Fukui menawarkan beragam pemandangan, mulai dari Pesisir Echizen dan pegunungan Okuetsu hingga dataran luas dengan hamparan lahan pertanian.
Airnya yang jernih dan lezat, hasil dari kekayaan alam tersebut, juga terkenal.
Kuliner lokal yang dibuat dengan air berkualitas ini, termasuk atsuage atau tahu goreng tebal, memiliki cita rasa istimewa.
Daya tarik Fukui lainnya adalah berbagai tempat untuk menyelami sejarah Jepang.
Situs Klan Asakura Ichijodani patut dikunjungi. Di sini, kawasan permukiman di sekitar kastel yang menjadi pusat kekuasaan klan Asakura, penguasa Provinsi Echizen pada zaman Sengoku, telah digali dan ditemukan dalam kondisi hampir utuh.
Di Kumagawa-juku dan Saba Kaido, yang dahulu berkembang sebagai pusat perdagangan antara Wakasa dan Kyoto, Anda dapat menikmati suasana kota zaman Edo.
Alam, kuliner, serta kawasan kota dari zaman Sengoku dan Edo menjadikan Fukui destinasi dengan beragam pesona.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Fukui?
Fukui dapat dinikmati sepanjang tahun, tetapi musim gugur adalah saat terbaik untuk merasakan pesonanya.
Cobalah berjalan-jalan di kawasan kota kastel yang penuh nuansa klasik, dihiasi dedaunan musim gugur yang mencapai puncak keindahannya pada Oktober hingga November.
Pilihan Pakaian untuk Setiap Musim di Fukui
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian berbahan tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket tebal
Bagaimana Cara Menuju Fukui?
Fukui mudah diakses dari kota-kota besar seperti Tokyo dan Nagoya.
Perjalanan dari Tokyo ke Fukui dengan Shinkansen memakan waktu sekitar 3 jam, sedangkan dari Nagoya atau Osaka sekitar 1–2 jam dengan kereta ekspres terbatas.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Fukui
Prefektur Fukui dilalui tiga jalur kereta, yaitu Jalur Utama Hokuriku, Jalur Obama, dan Jalur Etsumi-Hoku. Dengan memadukan perjalanan kereta dan bus,
Anda dapat mencapai destinasi wisata tujuan dengan nyaman.
16 Destinasi Wisata Pilihan untuk Menikmati Pesona Fukui
Salah satu daya tarik utama Fukui adalah Tojinbo, yang ditetapkan sebagai Monumen Alam dan Tempat Berpemandangan Indah tingkat nasional.
Jangan lewatkan pula tempat-tempat untuk menyelami sejarah Jepang, seperti Kastel Maruoka yang berstatus Properti Budaya Penting dan Situs Klan Asakura Ichijodani.
Selain itu, museum dinosaurus yang termasuk salah satu yang terkemuka di Jepang menawarkan keseruan bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Dari sekian banyak tempat menarik, berikut destinasi wisata yang wajib dikunjungi.
1. Tojinbo
Tojinbo adalah deretan tebing terjal yang terbentuk oleh erosi ombak. Keindahannya telah dipuji sejak dahulu.
Tebing-tebing berbatu yang kasar dan mengesankan ini membentang sekitar 1 km di sepanjang pesisir Mikuni.
Formasi batuan langka secara geologis ini disebut “kekar kolom andesit piroksen”. Konon, formasi seperti ini hanya terdapat di tiga tempat di dunia, termasuk Tojinbo, dan kawasan ini ditetapkan sebagai Monumen Alam nasional.

2. Museum Dinosaurus Prefektur Fukui
Salah satu museum terbesar di Jepang yang memamerkan berbagai koleksi tentang dinosaurus.
Di Kota Katsuyama ditemukan banyak fosil gigi, tulang, jejak kaki, dan peninggalan lainnya dari dinosaurus serta berbagai hewan vertebrata.
Penemuan tersebut melatarbelakangi pembukaan museum ini pada tahun 2000. Pada tahun-tahun dengan kunjungan tinggi, jumlah pengunjungnya mencapai satu juta orang per tahun.

3. Kuil Eiheiji
Kuil utama aliran Buddha Soto di Jepang.
Kuil ini didirikan oleh Guru Zen Dogen pada tahun 1244, tahun ke-2 era Kangen, sebagai tempat berlatih zazen atau meditasi duduk.
Di lahan luas sekitar 330.000 m² berdiri lebih dari 70 bangunan kuil berukuran besar dan kecil yang berpusat pada tujuh bangunan utama. Lebih dari 100 biksu menjalani latihan spiritual di sini setiap hari.

4. Kastel Maruoka
Kastel ini dibangun pada tahun 1576, tahun ke-4 era Tensho pada zaman Sengoku. Atas perintah Oda Nobunaga, Shibata Katsuie menyuruh keponakan sekaligus anak angkatnya, Katsutoyo, untuk membangunnya.
Pada zaman Edo, Honda Narishige menjadi penguasa kastel dan Domain Maruoka pun terbentuk. Setelah itu, klan Arima mengambil alih dan menjadikannya pusat pemerintahan domain selama delapan generasi.
Menara utamanya memiliki salah satu gaya arsitektur tertua di antara menara utama kastel yang masih bertahan di Jepang, dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional.

5. Kastel Echizen Ono
Kastel Echizen Ono menjulang di puncak Gunung Kameyama, pada ketinggian 249 m, di Kota Ono, Prefektur Fukui.
Pada dini hari, pegunungan yang mengelilinginya memerangkap udara dingin sehingga awan putih memenuhi cekungan di bawahnya. Kastel pun tampak mengambang di atas awan, sehingga dijuluki “kastel di langit”.

6. Kuil Kehi Jingu
Menurut tradisi, kuil Shinto ini dibangun pada tahun 702. Kuil ini merupakan kuil Shinto utama Provinsi Echizen sekaligus pelindung seluruh kawasan Hokurikudo.
Gerbang torii besar berwarna merah terang yang menjulang di jalan menuju kuil merupakan salah satu dari “Tiga Gerbang Torii Besar Jepang”, bersama gerbang di Kuil Kasuga Taisha, Nara, dan Kuil Itsukushima, Hiroshima.
Gerbang besar ini selamat dari serangan udara pada Perang Dunia II dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional.

7. Hakusan Heisenji (Kuil Heisenji Hakusan)
Tempat suci ini didirikan oleh Taicho pada tahun 717, tahun pertama era Yoro, sebagai pangkalan ziarah menuju Gunung Hakusan yang disakralkan.
Di bekas kompleksnya terdapat berbagai tempat menarik, termasuk jalur ziarah lama berlapis batu sepanjang sekitar 1,2 km dan pohon sugi besar yang konon bertahan dari kebakaran yang menghanguskan seluruh kompleks.

8. Situs Klan Asakura Ichijodani
Pada zaman Sengoku, klan Asakura menguasai Echizen selama 103 tahun melalui lima generasi. Kebudayaan Ichijodani mencapai masa kejayaannya pada masa Yoshikage, pemimpin generasi kelima yang tidak hanya cakap sebagai daimyo atau penguasa feodal, tetapi juga unggul dalam bidang kebudayaan.
Kisah kejayaan klan Asakura terus diwariskan, tetapi wujud nyatanya lama belum diketahui. Penggalian menyeluruh yang dimulai pada tahun 1967 kemudian mengungkap bahwa sisa-sisa kota kastelnya terkubur dalam kondisi terpelihara dengan baik.
Di kawasan pegunungan seluas 278 hektare, bekas kediaman dan taman ditemukan satu demi satu, memperlihatkan kembali wajah kawasan ini pada masa lampau.

9. Taman Yokokan, Tempat Berpemandangan Indah
Taman dengan unsur air yang mewakili gaya awal hingga pertengahan zaman Edo ini terletak di sepanjang parit luar sebelah utara kota kastel Fukui.
Taman ini dahulu merupakan bagian dari kediaman kedua keluarga Matsudaira, penguasa Domain Fukui, dan dikenal sebagai “Osensui Yashiki” pada zaman Edo.
Anda dapat duduk santai di ruang tatami sambil memandang taman dari sudut pandang yang sama seperti para penguasa domain pada masa lalu.

10. Kumagawa-juku
Kota persinggahan di Saba Kaido, jalur yang dahulu digunakan untuk membawa ikan makerel dan hasil laut lainnya dari Teluk Wakasa ke Kyoto.
Di kawasan seluas 10,8 hektare yang ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Penting Kelompok Bangunan Tradisional ini tersebar bekas kantor magistrat, pos penjagaan, kompleks pergudangan, dan bangunan lainnya.
Saluran air yang sudah ada sejak kota persinggahan ini dibangun masih mengalir di sepanjang jalan, melengkapi deretan bangunan tradisional yang terpelihara.
Di museum Shukubakan, yang menempati bekas kantor pemerintahan desa yang telah direnovasi, Anda dapat mempelajari sejarah Kumagawa-juku dan Saba Kaido.

11. Shibamasa World
Taman rekreasi populer di kawasan yang dipenuhi tempat wisata, seperti Awara Onsen, Tojinbo, dan pantai untuk berenang. Berbagai wahana berkumpul di lahan luas yang menghadap Laut Jepang ini, menarik banyak pengunjung dari dalam maupun luar prefektur.

12. Akuarium Echizen Matsushima
Mengusung tema “melihat, menyentuh, dan belajar dengan menyenangkan”, akuarium ini dipenuhi aktivitas unik yang dapat dinikmati anak-anak maupun orang dewasa.
Di Akuarium Echizen Matsushima, Anda dapat menyentuh langsung berbagai hewan, mulai dari gurita Pasifik raksasa, ikan pari, dan bintang laut hingga hiu kepala banteng Jepang dan hiu pita yang jinak, serta sidat, kepiting, dan udang. Pada musim panas, tersedia pula “Kolam Air Laut Jabu-Jabu”, tempat Anda dapat bermain air bersama sekitar 1.000 hewan laut.

13. Mizushima
Pulau tak berpenghuni di lepas ujung Semenanjung Tsuruga ini dijuluki “Hawaii-nya Hokuriku”.
Pulau ini dapat dicapai dengan kapal wisata yang hanya beroperasi pada Juli dan Agustus setiap tahun. Pada puncak musim panas, banyak wisatawan datang untuk berenang dan menikmati rekreasi pantai.
Daya tarik utamanya adalah suasana yang terasa jauh dari keseharian. Perpaduan air laut yang begitu jernih hingga dasarnya terlihat dan pantai pasir putih yang memanjang ramping menghadirkan pemandangan bak surga bahari.

14. Museum Sains Anak Prefektur Fukui, Angel Land Fukui
Fasilitas interaktif berskala besar ini memiliki direktur kehormatan, astronaut Mamoru Mohri, yang mempunyai kaitan dengan daerah setempat.
Menggabungkan fungsi pusat kegiatan anak dan museum sains, tempat ini menawarkan berbagai pengalaman dan permainan di area dalam maupun luar ruangan.
Di area pameran dalam ruangan, pengunjung dapat mempelajari prinsip-prinsip sains dengan menyenangkan melalui tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti angka, bentuk, dan gaya.

15. Mikata Goko
Mikata Goko terletak di wilayah Kota Mihama dan Kota Wakasa, Prefektur Fukui.
Berada di dalam Taman Kuasi-Nasional Wakasa, nama ini merujuk pada lima danau, yaitu Mikata, Suigetsu, Suga, Kugushi, dan Hiruga. Kawasan ini juga ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah nasional.
Dari area parkir pertama di sepanjang jalan prefektur Mikata Goko Rainbow Line, rute berkendara yang populer, Anda dapat naik lift kursi atau kereta kabel menuju taman di puncak gunung. Di sana tersedia titik pandang untuk menikmati panorama 360° kelima danau dan Teluk Wakasa.

16. Air Terjun Uriwari
Air Terjun Uriwari berada di bagian dalam kompleks Kuil Tentokuji, kuil aliran Buddha Koyasan Shingon yang menurut tradisi didirikan oleh Guru Taicho.
Pada tahun 1985, tahun ke-60 era Showa, airnya masuk dalam daftar 100 Sumber Air Terbaik di Jepang yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Debit airnya mencapai 4.500 ton per hari dengan suhu 12°C. Namanya berasal dari legenda yang menyebutkan bahwa airnya begitu dingin hingga membuat buah uri, sejenis melon, terbelah.

2 Kawasan Pemandian Air Panas Populer yang Menawarkan Pesona Fukui
Bagi pencinta onsen atau pemandian air panas, luangkan setidaknya satu malam untuk menginap di kawasan onsen Fukui yang diperkenalkan berikut ini.
Selain berendam di air panas dengan beragam kandungan mineral dan khasiat, Anda juga dapat menikmati sepenuhnya suasana khas kota onsen.
Kunjungi kawasan-kawasan onsen yang menawarkan berbagai daya tarik ini, mulai dari pemandangan indah Fukui hingga hidangan berbahan lokal.
1. Awara Onsen
Awara Onsen berkembang menjadi kota pemandian air panas setelah sumber airnya ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1883, tahun ke-16 era Meiji. Dijuluki “tempat peristirahatan di belakang kawasan Kansai”, tempat ini telah lama dicintai banyak sastrawan dan seniman.
Terdapat 74 sumber air panas, dan masing-masing fasilitas memiliki sumbernya sendiri, sehingga pengunjung dapat menikmati air dengan kandungan mineral dan khasiat yang berbeda-beda.
Sekitar 20 penginapan onsen tersebar di kota pemandian air panas yang dikelilingi pemandangan lahan pertanian ini.
Pilihannya beragam, mulai dari penginapan dengan pemandian terbuka di taman atau kamar berpemandian terbuka pribadi hingga penginapan yang mengunggulkan hidangan berbahan lokal musiman.

2. Tojinbo Mikuni Onsen
Kawasan onsen ini membentang di sekitar Tojinbo, tempat berpemandangan indah dengan tebing-tebing terjal yang menghadap Laut Jepang.
Air panasnya mengandung natrium dan kalsium klorida. Kandungan garamnya melapisi kulit sehingga membantu mempertahankan kehangatan dan kelembapan.
Airnya juga dikenal menghangatkan tubuh hingga ke dalam dan menjaga tubuh agar tidak cepat dingin setelah berendam. Khasiatnya diharapkan dapat membantu meredakan keluhan tubuh yang mudah kedinginan serta memulihkan kelelahan.

3 Tempat Belanja Andalan di Fukui
Dari sekian banyak pusat perbelanjaan dan toko di Fukui, berikut pilihan tempat belanja yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Temukan berbagai barang menarik khas Iwate, termasuk produk unggulan dan kerajinan tradisional Fukui.
1. Nihonkai Sakana Machi
Salah satu pasar hasil laut terbesar di pesisir Laut Jepang ini menaungi sekitar 60 toko dan tempat makan. Pilihannya mencakup toko ikan segar dengan hasil laut yang dikirim langsung dari Pelabuhan Tsuruga, toko khusus olahan hasil laut, makanan istimewa, dan kue khas, serta tempat makan yang menyajikan semangkuk nasi dengan hasil laut khas Tsuruga, sushi, dan makerel panggang.
Seruan lantang para pedagang bergema di dalam pasar, menciptakan suasana yang selalu semarak.

2. Toko Washi Umeda
Echizen washi, kertas tradisional Jepang, memiliki sejarah sekitar 1.500 tahun yang termasuk tertua di negeri ini. Teknik pembuatannya masih diwariskan tanpa berubah hingga sekarang.
Di Distrik Imadate yang dikenal sebagai daerah penghasil kertas ini terdapat Echizen Washi no Sato, fasilitas bertema washi. Di sini, pengunjung dapat mengenal washi dari berbagai sisi melalui pameran, pengamatan proses produksi oleh perajin, dan pengalaman membuat kertas secara langsung.

3. Toko Resmi Shitsurindo
Tradisi peralatan berlapis lak Echizen konon bermula sekitar abad ke-6, menjadikan daerah ini sebagai pusat produksi peralatan lak tertua di Jepang.
Shitsurindo mewarisi tradisi tersebut dan telah menyediakan peralatan lak Echizen sejak didirikan pada tahun 1793.
Di dalam toko, Anda dapat melihat dan memegang tidak hanya produk tradisional, tetapi juga produk yang berbeda dari peralatan lak pada umumnya.

3 Rekomendasi Penginapan di Fukui
Dari berbagai penginapan di Fukui, berikut pilihan tempat menginap dengan keramahtamahan yang menenangkan serta membantu menyegarkan tubuh dan pikiran.
Ryokan bersejarah dan penginapan yang memadukan kelebihan penginapan kuil dengan kenyamanan ryokan ini akan membuat pengalaman berwisata di Fukui semakin berkesan.
1. Dento Ryokan no Nukumori Haiya
Ryokan atau penginapan tradisional Jepang ini berdiri sejak tahun 1884, tahun ke-17 era Meiji.
Melewati pintu masuk bergaya jinya, kediaman dan kantor penguasa pada masa lampau, Anda akan merasakan keanggunan arsitektur Jepang. Di baliknya terdapat lobi bergaya Jepang modern dengan beragam desain langit-langit dan pilar bundar, lalu taman Jepang yang tampilannya berubah mengikuti musim.
Air panas alami dari sumber milik penginapan ini mengandung natrium klorida dan diharapkan dapat membantu meredakan nyeri saraf serta otot, sekaligus merawat kecantikan kulit.

2. Eiheiji Shinzen no Yado Hakujukan
Penginapan ini cocok bagi Anda yang ingin melakukan lebih dari sekadar berkunjung ke Kuil Eiheiji. Dengan fasilitas dan layanan senyaman ryokan, Anda dapat merasakan dunia Zen layaknya menginap di kuil melalui zazen, ibadah pagi, upacara keagamaan, dan penyalinan sutra.
Di restorannya, Anda juga dapat menikmati shojin ryori, hidangan vegetarian tradisional Buddha, serta sake ternama dari Echizen. Mendekatkan diri pada Zen dan menikmati keramahtamahan Echizen akan membantu menyegarkan tubuh dan pikiran.

3. Grandia Housen
Penginapan untuk bersantai yang berdiri di tengah pemandangan lahan pertanian yang tenang.
Dengan interior bergaya Jepang modern, penginapan ini menawarkan beragam tipe kamar dengan karakter berbeda. Pilihannya meliputi kamar dinosaurus yang unik; “Sakuratei SUITE” yang seluruh kamarnya dilengkapi pemandian semi-terbuka; paviliun terpisah “Yutorogitei” dengan pemandian terbuka berpemandangan taman; serta vila terpisah “Kotobukitei” dengan pemandian terbuka dan ruang yang dirancang lebih mewah.

3 Oleh-Oleh Khas dan Populer dari Fukui
Fukui memiliki beragam pilihan oleh-oleh, mulai dari kue terkenal dengan sejarah panjang hingga kudapan dengan sentuhan ide baru.
Berikut beberapa pilihan dari sekian banyak oleh-oleh yang tersedia.
1. “Habutae Kurumi” dari Hayakawa, Katsuyama
Habutae Kurumi, salah satu kue khas yang mewakili Prefektur Fukui, lahir dari tekad kuat untuk “menciptakan kue kenari yang tidak ada di toko lain”.
Habutae mochi, kudapan khas Fukui, terinspirasi dari sutra habutae, kerajinan tradisional kebanggaan prefektur ini. Mochi ini memiliki tekstur sehalus sutra di lidah.
Untuk membuat Habutae Kurumi, kenari Jepang yang dimasak perlahan hingga manis dicampurkan ke dalam habutae mochi bersama cairan rebusannya. Mochi tersebut kemudian disusun berselang-seling dengan kulit kue sus menjadi lima lapis.

2. “Megane Katapan” dari Echizen Yume Kobo
Megane Katapan adalah oleh-oleh khas baru dari Kota Sabae, Prefektur Fukui, yang dikenal sebagai pusat produksi bingkai kacamata. Sesuai namanya, kudapan ini berupa roti keras berbentuk kacamata.
Tampilan dan teksturnya yang unik menarik perhatian, membuat produk ini semakin dikenal.

3. Kokuryu Daiginjo
Dengan keyakinan kuat untuk “membuat sake yang baik”, Kokuryu Sake Brewing telah menghasilkan sake berkualitas sejak didirikan pada tahun 1804.
Di dekatnya mengalir Sungai Kuzuryu, salah satu sungai terbesar di Prefektur Fukui. Air jernih yang mengalir di bawah dasar sungai ini digunakan untuk menghasilkan berbagai sake unggulan.
Sambil mempertahankan metode tradisional, Kokuryu Sake Brewing terus menerapkan ide-ide baru demi menghasilkan cita rasa yang semakin baik.

3 Acara di Fukui yang Patut Dikunjungi
Berikut acara dan festival di Fukui yang sangat terkenal sekaligus berskala besar.
Jika waktu perjalanan Anda bertepatan dengan penyelenggaraannya, sempatkan untuk ikut menikmati acara-acara ini.
1. Festival Mikuni
Festival tahunan utama Kuil Mikuni di Kota Sakai, Prefektur Fukui, yang berlangsung setiap tanggal 15–21 Mei.
Festival bersejarah yang telah berlangsung sejak pertengahan zaman Edo ini termasuk dalam Tiga Festival Besar Hokuriku, bersama Festival Mikurumayama di Kota Takaoka, Prefektur Toyama, dan Festival Seihakusai di Kota Nanao, Prefektur Ishikawa.
Puncak acaranya adalah Chunjitsusai, perayaan pada hari tengah festival yang digelar tanggal 20. Kereta hias yang disebut yama membawa boneka prajurit raksasa dan diarak berkeliling kota dengan iringan suling, taiko, serta shamisen.

2. Festival Kembang Api Wakasa Takahama
Festival kembang api tahunan ini telah menjadi bagian dari suasana musim panas yang dicintai di Wakasa Takahama.
Kembang api diluncurkan di sepanjang pesisir dari Pantai Wakasa Wada hingga Pantai Shiroyama, sehingga seluruh bentangan pantai sepanjang sekitar 4 km menjadi area menonton. Karena dapat dinikmati dari kawasan yang luas, kerumunannya tidak terlalu padat. Pengunjung pun dapat membentangkan tikar di tempat pilihan dan menikmati kembang api dengan santai.

3. Kembang Api Mikuni
Festival kembang api musim panas ini diadakan di Mikuni Sunset Beach, tidak jauh dari Tojinbo dan Pulau Oshima.
Sekitar 15.000 kembang api memperindah langit malam musim panas, mulai dari kembang api berukuran hingga 2 shaku, sekitar 60 cm, hingga pertunjukan yang diiringi musik dan rangkaian kembang api cepat yang disebut star mine.
Di antara semuanya, kembang api yang diledakkan di permukaan air menghadirkan pemandangan yang begitu megah dan memukau!

Penutup
Artikel ini telah memperkenalkan destinasi wisata dengan alam yang megah serta sejarah dan budaya Jepang, juga penginapan tempat Anda dapat merasakan keramahtamahan khas Jepang.
Gunakan pilihan di atas sebagai referensi saat menyusun rencana perjalanan ke Fukui.
Jika masih memiliki waktu, lanjutkan perjalanan ke Kyoto, kota kuno yang dapat dicapai dalam sekitar 1 jam 20 menit melalui Jalur Utama JR Hokuriku.
Nikmati pula pesona khas kota kuno ini, termasuk berbagai tempat wisata dengan bangunan bersejarah dan Properti Budaya Penting.
Penulis