Nikmati Kekayaan Alam, Sejarah, dan Budaya Tradisional! 17 Destinasi Wisata Andalan di Prefektur Gifu

Nikmati Kekayaan Alam, Sejarah, dan Budaya Tradisional! 17 Destinasi Wisata Andalan di Prefektur Gifu

Terakhir diperbarui :
Ditulis oleh:  GOOD LUCK TRIP

Prefektur Gifu terletak hampir di tengah Jepang.
Meski akses menuju wilayah ini tidak bisa dibilang mudah, pesonanya tetap menarik banyak wisatawan setiap tahun.
Kekayaan alamnya meliputi pegunungan, termasuk Gunung Norikura, serta tiga sungai besar Kiso yang mengalir tenang.
Berbagai destinasi yang memperkenalkan sejarah dan budaya tradisional Jepang, termasuk Situs Warisan Dunia Shirakawa-go, juga menjadi sumber daya tariknya.
Artikel ini akan memperkenalkan destinasi wisata andalan, kuliner, kawasan belanja, dan berbagai daya tarik Gifu yang ramai dikunjungi wisatawan.

Seperti Apa Prefektur Gifu?

Prefektur Gifu terletak hampir di tengah Jepang. Dikelilingi Pegunungan Hida dan dialiri tiga sungai besar Kiso, wilayah ini memiliki alam yang kaya.
Kondisi alam tersebut membuat aksesnya tidak bisa dibilang mudah. Meski begitu, banyak wisatawan datang setiap tahun untuk mengunjungi berbagai destinasi menarik, seperti Hida Takayama, Shirakawa-go, kawasan warisan budaya Gokayama, deretan bangunan tua yang mencerminkan tradisi Jepang, serta Gero Onsen, salah satu dari tiga pemandian air panas paling terkenal di Jepang.

Pesona Gifu terletak pada kekayaan alamnya yang dikelilingi pegunungan
Pesona Gifu terletak pada kekayaan alamnya yang dikelilingi pegunungan

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Prefektur Gifu?

Musim gugur, saat cuacanya nyaman, merupakan waktu terbaik untuk menikmati kekayaan alam Prefektur Gifu.
Pada Oktober hingga November, warna-warni dedaunan musim gugur menghiasi dataran tinggi. Sempatkan pula mengunjungi tempat-tempat indah yang masuk dalam daftar 33 lokasi pilihan untuk menikmati dedaunan musim gugur di Hida dan Mino.

Panduan Pakaian untuk Setiap Musim di Prefektur Gifu

  • Musim semi (Maret–Mei): mantel tebal, kemeja lengan panjang, atau sweter tipis
  • Musim panas (Juni–Agustus): pakaian berbahan tipis, baju lengan pendek, dan kardigan tipis
  • Musim gugur (September–November): jaket ringan dan mantel
  • Musim dingin (Desember–Februari): mantel tebal, sweter tebal, atau jaket

Bagaimana Cara Menuju Prefektur Gifu?

Dari Tokyo, perjalanan memakan waktu 2 jam 10 menit dengan kombinasi Shinkansen dan kereta reguler, atau sekitar 7–8 jam dengan bus antarkota maupun bus malam.
Dari Osaka, waktu tempuhnya 1,5 jam dengan Shinkansen atau 2,5 jam dengan kereta reguler.
Dengan bus antarkota, perjalanan memakan waktu sedikit lebih lama, sekitar 5,5 jam, tetapi Anda juga bisa menikmati pemandangan yang berganti sepanjang jalan.

Transportasi Utama untuk Berwisata di Prefektur Gifu

Bus berjadwal merupakan sarana transportasi utama di dalam Kota Gifu.
Dengan memanfaatkan bus ini, Anda dapat berkeliling ke berbagai tempat wisata dengan nyaman.
Layanan kereta beroperasi ke berbagai arah dengan Stasiun Meitetsu Gifu sebagai pusatnya.
Sebagai informasi, Stasiun JR Gifu dan Stasiun Meitetsu Gifu hanya berjarak 5 menit berjalan kaki.

Bersantai di Tengah Alam dan Pemandian Air Panas Terkenal! 17 Destinasi Wisata Andalan di Prefektur Gifu

Prefektur Gifu merupakan salah satu kawasan wisata utama di wilayah Chubu. Mulailah dari Kota Gifu, tempat berdirinya Kastel Gifu yang pernah menjadi basis Oda Nobunaga dalam upayanya menyatukan Jepang. Nikmati pula alam dan suasana kota masa lalu di Hida Takayama, Gero Onsen, Magome-juku, dan Shirakawa-go.
Karena di sini juga terdapat Gero Onsen, salah satu dari tiga pemandian air panas paling terkenal di Jepang, ada baiknya menyisipkan waktu berendam untuk melepas lelah setelah berwisata.
Berikut ini beberapa destinasi wisata andalan di antara beragam tempat menarik di Prefektur Gifu.

1. Magome-juku

Nakasendo merupakan salah satu dari lima jalur utama yang ditata pada zaman Edo untuk menghubungkan Kyoto dan Edo.
Magome-juku adalah kota persinggahan ke-43 di jalur tersebut. Deretan bangunannya mengikuti jalan menanjak berlapis batu, menghadirkan suasana zaman Edo yang masih terasa hingga kini.
Di kedua sisi jalan, berjajar toko yang menjual gohei mochi, yaitu nasi tumbuk bertusuk yang baru dipanggang, serta oyaki, penganan berisi khas Jepang. Anda bisa menikmati jajanan sambil menyusuri kawasan ini.

Kota persinggahan yang masih menyimpan suasana zaman Edo
Kota persinggahan yang masih menyimpan suasana zaman Edo

2. Taman Yoro dan Air Terjun Yoro

Taman Yoro terletak di kaki Pegunungan Yoro, kawasan Nishi-Mino, di bagian barat daya Prefektur Gifu. Di lahannya yang luas dan kaya alam, terdapat beragam fasilitas rekreasi, seperti Yoro Tenmei Hantenchi dan Kodomo no Kuni, kawasan bermain anak.
Di bagian terdalam taman ini terdapat Air Terjun Yoro, yang menjadi daya tarik utamanya.
Dengan ketinggian sekitar 30 m dan lebar sekitar 4 m, air terjun terkenal ini terpilih sebagai salah satu dari 100 air terjun terbaik di Jepang.

Pada musim gugur, perpaduannya dengan dedaunan berwarna-warni menjadi pemandangan yang patut dinikmati
Pada musim gugur, perpaduannya dengan dedaunan berwarna-warni menjadi pemandangan yang patut dinikmati

3. Shirakawa-go (Permukiman Rumah Gassho-zukuri)

Shirakawa-go merupakan kawasan indah yang masih mempertahankan pemandangan pedesaan tradisional Jepang.
Di sinilah bangunan bergaya gassho-zukuri, dengan atap curam menyerupai dua telapak tangan yang dirapatkan saat berdoa, paling banyak bertahan. Berdasarkan data tahun 2016, terdapat lebih dari 100 bangunan berukuran besar maupun kecil.
Permukiman gassho-zukuri ini merupakan yang terbesar di Jepang dan telah ditetapkan sebagai kawasan pelestarian kelompok bangunan tradisional oleh pemerintah nasional.

Situs Warisan Dunia yang menyuguhkan pemandangan pedesaan tradisional Jepang.
Situs Warisan Dunia yang menyuguhkan pemandangan pedesaan tradisional Jepang.

4. Kawasan Kota Tua Hida Takayama

Kawasan Kota Tua Hida Takayama dikenal sebagai tempat yang masih mempertahankan pemandangan Jepang masa lalu. Tata kotanya dari zaman Edo tetap terjaga, dengan deretan rumah toko tradisional yang menawan dan tirai kain noren di depan toko-toko lama. Bangunan dengan jendela berkisi kayu yang menjorok berjajar rapat, menghadirkan suasana yang membuat sejarah dan budayanya terasa dekat.

Kawasan Kota Tua Hida Takayama pada malam hari
Kawasan Kota Tua Hida Takayama pada malam hari

5. Ngarai Ena

Danau buatan ini terbentuk sekitar 100 tahun lalu setelah aliran Sungai Kiso dibendung oleh Bendungan Oi. Formasi bebatuan dengan aneka bentuk unik berjajar di kedua sisi ngarai, menciptakan panorama yang mengesankan.
Pada musim semi, sekitar 200 pohon sakura bermekaran di Sazanami Hiroba. Dedaunan hijau segar pada awal musim panas dan warna-warni daun pada musim gugur juga memperindah permukaan danau.

Pada musim gugur, dedaunan momiji, kaede, dan pepohonan lainnya menghiasi permukaan danau dengan warna-warni musim gugur.
Pada musim gugur, dedaunan momiji, kaede, dan pepohonan lainnya menghiasi permukaan danau dengan warna-warni musim gugur.

6. Kastel Gujo Hachiman

Kastel ini terletak di puncak Gunung Hachiman yang menjulang di sebelah timur laut pusat kota Gujo Hachiman.
Sejarahnya bermula pada tahun Eiroku ke-2 (1559), menjelang akhir zaman Sengoku, ketika panglima Endo Morikazu membangun benteng untuk keperluan perang.
Menara utama yang terlihat saat ini dibangun kembali dari kayu pada tahun Showa ke-8 (1933), dengan Kastel Ogaki sebagai acuan. Bangunan ini merupakan menara kastel hasil rekonstruksi kayu tertua yang masih berdiri di Jepang.

Dinding putih kastel tampak indah dengan latar dedaunan hijau segar dan langit biru
Dinding putih kastel tampak indah dengan latar dedaunan hijau segar dan langit biru

7. Kereta Gantung Shinhotaka

Kereta gantung ini berada di Shinhotaka Onsen, bagian dari kawasan pemandian air panas Okuhida Onsen-go, jauh di pedalaman Kota Takayama.
Dari Stasiun Shinhotaka Onsen hingga Stasiun Nishihotakaguchi, Anda dapat menikmati perjalanan di udara sepanjang total 3.200 m dengan berganti dari kereta gantung pertama ke kereta gantung kedua.

Panorama pegunungan berselimut salju yang memikat ini hanya bisa dinikmati pada musim dingin
Panorama pegunungan berselimut salju yang memikat ini hanya bisa dinikmati pada musim dingin

8. Kolam Tanpa Nama (Dikenal sebagai Kolam Monet)

Kolam tanpa nama ini berada di tepi jalan masuk menuju Kuil Shinto Nemichi di Itadori, Kota Seki. Pemandangan ikan koi beraneka warna yang berenang anggun di antara tanaman air dalam kolam sebening kristal menarik perhatian karena dianggap menyerupai seri lukisan “Bunga Teratai” karya pelukis Prancis Claude Monet. Seiring waktu, kolam ini pun dikenal sebagai “Kolam Monet”.

9. Akuarium Ikan Air Tawar Dunia Aqua Toto Gifu

Akuarium ini mengangkat tema Sungai Nagara dari hulu hingga muara, serta ikan air tawar dari seluruh dunia. Koleksinya mencakup sekitar 220 spesies dengan lebih dari 20.000 individu, termasuk ikan dan amfibi.
Khusus dalam hal keragaman jenis ikan air tawar, akuarium ini termasuk salah satu yang terbesar di dunia.

Ikan yamato iwana dan amago berenang di lantai 4 yang menampilkan kembali lingkungan hulu Sungai Nagara
Ikan yamato iwana dan amago berenang di lantai 4 yang menampilkan kembali lingkungan hulu Sungai Nagara

10. Kastel Gifu

Simbol Kota Gifu ini memiliki menara utama di puncak Gunung Kinka, pada ketinggian 329 m. Kastel terkenal ini pernah menjadi kediaman Saito Dosan pada zaman Sengoku, lalu dikuasai Oda Nobunaga yang menjadikannya basis dalam upaya menyatukan Jepang.

Bangunannya memiliki tiga tingkat atap dan empat lantai. Pemandangan luas dapat dinikmati dari lantai teratasFoto: Pemerintah Kota Gifu
Bangunannya memiliki tiga tingkat atap dan empat lantai. Pemandangan luas dapat dinikmati dari lantai teratasFoto: Pemerintah Kota Gifu

11. Gero Onsen

Gero Onsen adalah pemandian air panas bersejarah yang sumbernya konon ditemukan pada era Engi (901–923) atau era Tenryaku (947–957).
Ada pula catatan bahwa Oda Nobunaga sangat menyukainya dan sering datang untuk menjalani terapi berendam.
Pada zaman Edo, Hayashi Razan, cendekiawan Konfusianisme yang mengabdi kepada keluarga Tokugawa, menyebutnya sebagai salah satu dari tiga pemandian air panas paling terkenal di Jepang, bersama Arima Onsen di Prefektur Hyogo dan Kusatsu Onsen di Prefektur Gunma.

Gero Onsen memadukan keramaian kota pemandian air panas dengan pemandangan desa pegunungan
Gero Onsen memadukan keramaian kota pemandian air panas dengan pemandangan desa pegunungan

12. Takayama Jinya

Takayama Jinya merupakan kompleks kantor pemerintahan tempat pejabat seperti daikan dan gundai menjalankan urusan administrasi pada zaman Edo. Kompleks ini terdiri atas kantor, rumah dinas para pejabat, gudang, dan bangunan lainnya. Dari lebih dari 60 kompleks jinya milik pemerintahan shogun yang konon tersebar di Jepang pada akhir zaman Edo, hanya Takayama Jinya yang masih mempertahankan bangunan-bangunan utama dari masa itu. Tempat ini telah ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional.

Gerbang depan merupakan salah satu bangunan peninggalan zaman Edo yang masih berdiri
Gerbang depan merupakan salah satu bangunan peninggalan zaman Edo yang masih berdiri

13. Taman Yoro dan Yoro Tenmei Hantenchi

Yoro Tenmei Hantenchi merupakan instalasi seni di dalam Taman Yoro yang luas, yang dikembangkan dengan Air Terjun Yoro sebagai daya tarik utamanya.
Karya yang dapat dialami langsung melalui gerakan tubuh ini mewujudkan gagasan yang dikembangkan selama lebih dari 30 tahun oleh seniman ternama dunia Shusaku Arakawa dan pasangannya, penyair Madeline Gins.
Karya berskala besar ini terdiri atas dua bagian, yaitu paviliun utama “Rumah Kemiripan dalam Kondisi Ekstrem” dan “Lapangan Elips”.

Gedung Memorial Yoro Tenmei Hantenchi juga populer sebagai tempat mengambil foto yang penuh warna dan unik© 1997 Estate of Madeline Gins.  Direproduksi dengan izin Estate of Madeline Gins.
Gedung Memorial Yoro Tenmei Hantenchi juga populer sebagai tempat mengambil foto yang penuh warna dan unik© 1997 Estate of Madeline Gins. Direproduksi dengan izin Estate of Madeline Gins.

14. Kuil Shinto Chiyoho Inari

Kuil Shinto Chiyoho Inari, yang akrab disebut “Ochobo-san”, konon merupakan salah satu dari tiga tempat pemujaan Inari utama di Jepang, bersama Fushimi Inari Taisha di Kyoto dan Toyokawa Inari di Aichi. Kuil ini memiliki sejarah sekitar 550 tahun dan memuja Oomioya no Ookami, Inari Ookami, serta Mioya no Kami. Kuil ini dipercaya memberikan berkah berupa kelancaran usaha dan keselamatan keluarga.

Lewati jalan masuk yang ramai untuk menuju pelataran kuilFoto: Divisi Perdagangan, Industri, dan Pariwisata Kota Kaizu
Lewati jalan masuk yang ramai untuk menuju pelataran kuilFoto: Divisi Perdagangan, Industri, dan Pariwisata Kota Kaizu

15. Ukai di Sungai Nagara, Gifu

Ukai adalah teknik menangkap ikan sungai secara tradisional dengan mengendalikan burung kormoran secara terampil.
Penangkapan ikan dilakukan dari perahu khusus yang disebut ubune. Seorang pawang, atau usho, mengendalikan burung-burung tersebut sambil mengatur hingga 12 tali pengikat.
Dari atas perahu, Anda bisa menyaksikan keterampilan yang lahir dari ikatan antara pawang dan burung kormoran yang dirawatnya layaknya keluarga.
Ikan yang ditangkap burung kormoran konon langsung mati sehingga lemaknya tidak hilang dan kesegarannya terjaga. Karena itu, ikan ayu hasil tangkapan ukai dianggap sebagai produk kelas atas.

Seorang pawang mengendalikan beberapa burung kormoran sekaligus (Foto: Pemerintah Kota Gifu)
Seorang pawang mengendalikan beberapa burung kormoran sekaligus (Foto: Pemerintah Kota Gifu)

16. Kereta Gantung Gunung Kinka

Dari tempat keberangkatan di Taman Gifu, di kaki Gunung Kinka tempat Kastel Gifu berdiri, perjalanan menuju puncak setinggi 329 m memakan waktu sekitar 4 menit. Kereta gantung biasanya beroperasi setiap 15 menit, atau setiap 10 menit saat ramai. Jalurnya memiliki panjang total 599,43 m dengan perbedaan ketinggian 255,43 m, dan merupakan kereta gantung pertama di Jepang yang memasang kipas tanpa baling-baling.

Kereta gantung ini membawa Anda naik ke Gunung Kinka sambil menikmati pemandangan Kota Gifu dari atas.
Kereta gantung ini membawa Anda naik ke Gunung Kinka sambil menikmati pemandangan Kota Gifu dari atas.

17. Kastel Ogaki

Kastel Ogaki konon didirikan pada tahun Tenbun ke-4 (1535) oleh Miyagawa Yasusada dari keluarga Toki, penguasa militer wilayah Mino. Kastel ini dicintai warga sebagai simbol Ogaki, kota yang berkembang di sekelilingnya. Nilai sejarahnya juga sangat tinggi karena Ishida Mitsunari menjadikannya markas saat Pertempuran Sekigahara pada tahun Keicho ke-5 (1600), pertempuran yang menentukan arah kekuasaan Jepang.

Bentuk menara utama dengan empat tingkat atap yang indah
Bentuk menara utama dengan empat tingkat atap yang indah

3 Tempat Makan Populer di Prefektur Gifu

Prefektur Gifu memiliki banyak sajian yang memanfaatkan hasil alamnya yang melimpah.
Ada pula beragam hidangan khas daerah yang unik, sehingga Anda bisa menikmati wisata kuliner selain mengunjungi tempat-tempat menarik.
Berikut ini pilihan tempat makan yang patut Anda kunjungi saat berwisata di Prefektur Gifu.

1. CENTER4 HAMBURGERS

Restoran khusus hamburger ini berada di kawasan Kota Tua Hida Takayama, salah satu tujuan wisata utama di Jepang. Tempat ini sangat populer, baik di kalangan pengunjung Jepang maupun wisatawan mancanegara.
Restorannya terletak di bagian paling belakang sebuah rumah tradisional tua, di jalan yang sedikit menjauh dari kawasan kota tua. Rasa penasaran dan antusias saat menyusuri jalan menuju pintu masuk pun menjadi bagian dari pengalaman menariknya.

Burger jamur kancing putih, disajikan dalam paket bersama kentang goreng dan acar
Burger jamur kancing putih, disajikan dalam paket bersama kentang goreng dan acar

2. Hida Kotte Ushi

Gerai khusus sushi nigiri daging sapi Hida ini hanya melayani pesanan untuk dibawa pulang.
Tempat populer ini selalu dipenuhi antrean orang yang ingin menikmati sajian istimewa sambil berjalan-jalan, dengan cara yang praktis dan harga yang terjangkau.
Sushi nigiri di sini dibuat dengan cermat menggunakan potongan langka daging sapi Hida kelas 5, kelas tertinggi untuk daging ini.

Paket tiga jenis sushi yang populer. Daging sapi Hida untuk nigiri dimasak sebagai steik dengan tingkat kematangan medium rare, diletakkan di atas nasi sushi, lalu dibakar lagi dengan obor masak sebelum disajikan
Paket tiga jenis sushi yang populer. Daging sapi Hida untuk nigiri dimasak sebagai steik dengan tingkat kematangan medium rare, diletakkan di atas nasi sushi, lalu dibakar lagi dengan obor masak sebelum disajikan

3. Menya Shirakawa

Salah satu kuliner khas yang patut dicicipi saat berkunjung ke Hida Takayama adalah ramen Takayama.
Ciri khasnya adalah perpaduan sederhana antara kuah berbumbu kecap asin Jepang dan mi tipis keriting. Warga setempat menyebutnya “chuka soba”.

Chuka soba porsi besar. Cicipi pula tambahan telur berbumbu dengan kuning telur lembut yang menggugah selera
Chuka soba porsi besar. Cicipi pula tambahan telur berbumbu dengan kuning telur lembut yang menggugah selera

Berlimpah Produk Khas Daerah! 3 Tempat Belanja Andalan di Prefektur Gifu

Selain keramik Mino yang dikenal sebagai keramik nomor satu di Jepang, jangan lewatkan berbagai produk khas yang lahir dari lingkungan dan budaya Gifu yang dianugerahi kekayaan alam.
Puaskan juga keinginan berbelanja Anda di prefektur yang masih menyimpan suasana kota masa lalu ini.

1. Toki Premium Outlets

Salah satu pusat outlet besar terkemuka di wilayah Tokai ini memiliki akses yang sangat mudah, tepat di dekat simpang susun Toki-Minami Tajimi di Jalan Tol Tokai-Kanjo. Tempat ini menarik banyak pengunjung dari dalam maupun luar prefektur.
Lokasinya yang hijau dengan pemandangan pegunungan indah juga menjadi daya tarik. Di lahannya yang luas, berjajar sekitar 180 toko, termasuk berbagai merek ternama dari Jepang dan luar negeri.

Dipenuhi toko-toko menarik dari beragam kategori
Dipenuhi toko-toko menarik dari beragam kategori

2. Pasar Pagi Miyagawa di Hida Takayama

Pasar Pagi Miyagawa digelar di jalan tepi Sungai Miyagawa, dari Jembatan Kaji hingga Jembatan Yayoi, tidak jauh dari kawasan Kota Tua Hida Takayama.
Pasar bersejarah yang bermula pada zaman Edo ini juga disebut sebagai salah satu dari tiga pasar pagi utama di Jepang, bersama Pasar Pagi Wajima di Prefektur Ishikawa dan Pasar Pagi Katsuura di Prefektur Chiba.

Pasar pagi yang semarak dengan percakapan dalam dialek Takayama
Pasar pagi yang semarak dengan percakapan dalam dialek Takayama

3. Colorful Town Gifu

Pusat perbelanjaan besar yang dikelola Toyota Group ini berada di Yanaizu-cho, Kota Gifu.
Di dalamnya terdapat sekitar 130 toko khusus yang menawarkan mode, aneka barang, makanan, serta kegiatan budaya, juga sebuah bioskop. Ciri paling khasnya adalah keberadaan “Auto Mall”, yang menghimpun lima diler mobil baru Toyota dan Daihatsu dalam satu tempat.

“Auto Mall” memamerkan sekitar 50 mobil baru Toyota dan Daihatsu
“Auto Mall” memamerkan sekitar 50 mobil baru Toyota dan Daihatsu

Segarkan Tubuh dan Pikiran! 3 Penginapan dengan Pemandian Air Panas di Prefektur Gifu

Prefektur Gifu kaya akan sumber air panas. Banyak kawasan pemandian air panas di sini memungkinkan Anda menikmati alam maupun suasana kotanya.
Selain Gero Onsen, salah satu dari tiga pemandian air panas paling terkenal di Jepang, Anda juga bisa berendam santai di Hida Takayama Onsen atau Okuhida Onsen-go untuk melepas lelah selama perjalanan.

1. Yunoshimakan

Didirikan pada tahun Showa ke-6 (1931), penginapan pemandian air panas ini memiliki sejarah sejak Gero Onsen masih disebut “Yunoshima”. Penginapan ini dibangun di lereng Gunung Nakane, yang juga pernah disebut “Fuji-nya Gero”, agar para tamu dapat menikmati waktu bersantai di tengah alam.
Dirancang dengan memadukan arsitektur kayu tradisional Jepang dan arsitektur Barat modern, penginapan lama ini juga menghadirkan suasana retro-modern di bagian dalamnya.

Pemandian terbuka Sanrakuso
Pemandian terbuka Sanrakuso

2. Wat Hotel & Spa Hida Takayama

Hotel bisnis bergaya modern yang dibuka pada 2018 ini berjarak sekitar 7 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Takayama.
Lokasinya juga dekat dengan kawasan kota tua yang terkenal, sehingga ideal sebagai tempat menginap untuk menjelajahi Hida Takayama.
Salah satu daya tarik utamanya adalah pemandian umum besar dengan air panas alami di lantai teratas, yaitu lantai 7. Air dari sumber Hidamari no Yu di bagian utara Kota Takayama didatangkan langsung untuk dinikmati di pemandian terbuka, pemandian dalam ruangan, dan empat pemandian keluarga berupa pemandian terbuka privat yang dapat digunakan tanpa biaya tambahan.

Air panas alami bertekstur lembut di pemandian umum besar membantu meredakan kelelahan
Air panas alami bertekstur lembut di pemandian umum besar membantu meredakan kelelahan

3. Spa Hotel Alpina Hida Takayama

Hotel resor bersuasana santai ini berjarak sekitar 3 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Takayama, dan kawasan kota tua yang terkenal pun dapat dicapai dengan berjalan kaki. Selain lokasinya yang sangat strategis, hotel ini populer karena memiliki pemandian umum besar yang menggunakan 100% air panas alami dari sumber miliknya sendiri.
Area pemandian berada di lantai teratas, yaitu lantai 9. Fasilitasnya meliputi pemandian umum besar dengan panorama Kota Takayama, pemandian terbuka dengan pemandangan, bak rendam berbentuk tempayan, serta pemandian untuk berendam sambil berbaring.

Pemandian umum besar dengan pemandangan. Nikmati air panas alami dari sumber milik hotel yang dipompa dari kedalaman 1.007 m
Pemandian umum besar dengan pemandangan. Nikmati air panas alami dari sumber milik hotel yang dipompa dari kedalaman 1.007 m

Pilihan Oleh-Oleh dari Gifu! 2 Buah Tangan yang Patut Dibeli

Membeli oleh-oleh merupakan salah satu kesenangan saat bepergian.
Prefektur Gifu memiliki banyak oleh-oleh menarik yang khas daerah ini. Berikut dua pilihan buah tangan yang sudah lama menjadi favorit.

1. Gohei Mochi dari Furuya

Gohei mochi dari Ena menjadi populer berkat serial drama pagi NHK “Hanbun, Aoi.”.
Produk ini digemari karena memungkinkan Anda menikmati dengan mudah di rumah cita rasa tradisional yang telah lama dicintai di wilayah Higashi-Mino, Prefektur Gifu.

Gohei mochi dalam kemasan vakum, dengan saus kenari spesial bercita rasa manis-gurih yang membuat ingin menikmatinya lagi.
Gohei mochi dalam kemasan vakum, dengan saus kenari spesial bercita rasa manis-gurih yang membuat ingin menikmatinya lagi.

2. Nobori Ayu dari Tamaiya Honpo

Tamaiya Honpo adalah toko kue tradisional Jepang yang didirikan pada tahun Meiji ke-41 (1908).
Nobori Ayu menjadi produk andalannya sejak toko ini berdiri. Kue bercita rasa lembut ini membungkus gyuhi, adonan kenyal berbahan beras ketan, dengan adonan kue castella yang dibuat dari tepung terigu berkualitas dan banyak telur. Bentuknya ramping, menyerupai ikan ayu muda dari Sungai Nagara.

Setiap kue diselesaikan dengan tangan. Cap bakar berbentuk mata dan mulutnya tampak menggemaskan
Setiap kue diselesaikan dengan tangan. Cap bakar berbentuk mata dan mulutnya tampak menggemaskan

3 Acara di Gifu yang Patut Dikunjungi

Berikut beberapa acara dan festival di Gifu yang sangat terkenal dan berskala besar.
Jika waktunya bertepatan dengan kunjungan Anda, sempatkan untuk ikut meramaikannya.

1. Acara Iluminasi Shirakawa-go

Shirakawa-go terkenal dengan permukiman rumah gassho-zukuri yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Iluminasi yang diadakan pada tanggal-tanggal tertentu pada Januari dan Februari merupakan acara musim dingin populer yang menarik banyak wisatawan setiap tahun.
Rumah-rumah gassho-zukuri dengan atap jerami segitiga khas yang tertutup salju tampak menonjol dalam cahaya, menghadirkan pemandangan memukau yang mengingatkan pada dunia cerita.

Acara iluminasi Shirakawa-go menyuguhkan pemandangan memukau di tengah hamparan salju putih (reservasi sebelumnya wajib untuk semua pengunjung)
Acara iluminasi Shirakawa-go menyuguhkan pemandangan memukau di tengah hamparan salju putih (reservasi sebelumnya wajib untuk semua pengunjung)

2. Festival Takayama

Festival Takayama telah dijaga dan diwariskan dengan penuh perhatian selama lebih dari 300 tahun di Kota Takayama, Prefektur Gifu.
Nama ini mencakup dua festival tahunan, yaitu Festival Sanno di Kuil Shinto Hie pada April yang disebut Festival Takayama Musim Semi, serta Festival Hachiman di Kuil Shinto Sakurayama Hachimangu pada Oktober yang disebut Festival Takayama Musim Gugur. Festival Takayama juga dikenal sebagai salah satu dari tiga festival terindah di Jepang.

Festival Takayama, sebutan bersama untuk Festival Sanno pada musim semi dan Festival Hachiman pada musim gugur, dikenal sebagai salah satu dari tiga festival terindah di Jepang
Festival Takayama, sebutan bersama untuk Festival Sanno pada musim semi dan Festival Hachiman pada musim gugur, dikenal sebagai salah satu dari tiga festival terindah di Jepang

3. Festival Industri dan Pertanian Kota Gifu — Festival Gifu Nobunaga

Festival Industri dan Pertanian Kota Gifu — Festival Gifu Nobunaga merupakan salah satu acara utama musim gugur di Kota Gifu. Festival ini menghormati jasa Oda Nobunaga, panglima zaman Sengoku yang menempuh jalan menuju penyatuan Jepang dengan menjadikan Kastel Gifu, yang dibangun oleh ayah mertuanya Saito Dosan, sebagai basis.
Setiap tahun, berbagai acara digelar selama dua hari pada Sabtu dan Minggu pertama bulan November di sekitar Stasiun Gifu, kawasan pusat kota.

Parade Prajurit Berkuda Nobunaga yang menjadi acara utama sungguh mengesankan! Festival musim gugur ini menghormati Oda Nobunaga, pahlawan Gifu
Parade Prajurit Berkuda Nobunaga yang menjadi acara utama sungguh mengesankan! Festival musim gugur ini menghormati Oda Nobunaga, pahlawan Gifu

Penutup

Dengan kawasan Kota Tua Hida Takayama, Gero Onsen, dan Situs Warisan Dunia Shirakawa-go, Prefektur Gifu merupakan destinasi yang sangat cocok untuk menyegarkan diri sambil menikmati kekayaan alam, sejarah, dan budaya.
Jika ingin lebih banyak menikmati budaya tradisional dan sejarah Jepang, lanjutkan perjalanan dari Gifu dengan kereta ekspres terbatas ke Kanazawa. Di sana, Anda dapat menikmati suasana kota masa lalu yang berbeda dari Gifu.
Jika sudah puas menjelajahi budaya tradisional dan sejarah Jepang lalu ingin bersenang-senang di kota besar, cobalah mengunjungi Nagoya, salah satu dari tiga kota utama Jepang.
Kanazawa dan Nagoya sama-sama berada di dekat Gifu, sehingga jaraknya masih memungkinkan untuk dikunjungi dalam satu perjalanan.

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa