
Pesona Pemandangan Khas Jepang! 13 Destinasi Wisata Pilihan di Okayama
Okayama memiliki banyak destinasi wisata yang menghadirkan suasana khas Jepang, mulai dari kuil Shinto dan kastel bersejarah hingga kawasan kota yang masih menyimpan pesona masa lalu.
Pemandangan menakjubkan Laut Pedalaman Seto dan Jembatan Seto Ohashi juga tak boleh dilewatkan saat berwisata di Okayama.
Untuk membantu Anda menikmati Okayama sepenuhnya, kami memperkenalkan destinasi wisata bernuansa khas Jepang dengan pemandangan indah, tempat makan yang memuaskan selera sekaligus menghangatkan hati, kawasan belanja dengan beragam produk khas, serta penginapan dengan panorama menawan.
Seperti Apa Okayama?
Prefektur Okayama terletak di bagian selatan Pulau Honshu.
Wilayah utaranya memiliki pegunungan, sementara bagian selatannya menghadap laut yang tenang, menghadirkan bentang alam yang indah.
Khususnya, panorama Laut Pedalaman Seto beserta pulau-pulaunya dan Jembatan Seto Ohashi wajib Anda saksikan.
Selain keindahan alamnya, daya tarik Okayama juga terletak pada destinasi wisata yang memperkenalkan sejarah dan budaya setempat, seperti kuil Shinto, kastel, serta kawasan kota yang telah berusia ratusan tahun.
Ada banyak wilayah untuk menikmati pesona Okayama, tetapi Kurashiki sangat layak dikunjungi karena memiliki Kawasan Bersejarah Bikan yang kental dengan suasana Jepang tempo dulu, serta Jembatan Seto Ohashi.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Okayama?
Waktu terbaik untuk berwisata di Okayama adalah Maret hingga Mei, ketika cuacanya hangat dan nyaman untuk berjalan-jalan.
Inilah saat yang tepat untuk menikmati pesona Okayama sepenuhnya, baik dengan memandangi pegunungan yang mulai dihiasi tunas-tunas baru maupun menyusuri kawasan kota bernuansa khas Jepang dalam suhu yang nyaman.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Okayama
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Okayama?
Okayama mudah dijangkau karena memiliki Bandara Okayama dan dilalui kereta Shinkansen.
Dari kota-kota besar, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam.
Penerbangan dari Bandara Haneda di Tokyo ke Bandara Okayama memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit.
Dari Osaka dan Nagoya, perjalanan ke Okayama dengan Shinkansen dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Okayama
Ada 10 jalur kereta yang beroperasi di Prefektur Okayama, dengan jaringan yang berpusat di Kota Okayama dan menjangkau berbagai wilayah di prefektur ini.
Karena itu, Anda dapat berwisata dengan nyaman menggunakan kereta.
Tersedia pula tiket bus terusan, sehingga bus bisa menjadi pilihan yang lebih hemat, tergantung destinasi yang akan Anda kunjungi.
Di Kota Okayama juga beroperasi trem, moda transportasi yang cukup jarang ditemukan di Jepang. Cobalah menaikinya sebagai salah satu kenangan perjalanan Anda.
Rasakan Suasana Khas Jepang! 13 Destinasi Wisata Pilihan di Okayama
Okayama memiliki banyak kawasan kota dan destinasi wisata bersejarah.
Tempat-tempat bernuansa khas Jepang dapat ditemukan di berbagai sudut, seperti Kawasan Bersejarah Bikan Kurashiki dengan perpaduan suasana retro dan modern, serta Kuil Kibitsuhiko yang dikaitkan dengan legenda Momotaro dan dipercaya memiliki energi spiritual.
Panorama pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto bersama Jembatan Seto Ohashi juga tak boleh dilewatkan.
Dari sekian banyak tempat menarik di Okayama, berikut destinasi-destinasi favorit yang wajib Anda kunjungi.
1. Taman Okayama Korakuen
Taman milik penguasa feodal ini dibangun atas perintah Ikeda Tsunamasa, penguasa Domain Okayama, sebagai tempat beristirahat. Pembangunan awalnya selesai pada tahun 1700.
Bangunan terpentingnya adalah Enyotei, yang digunakan sebagai ruang duduk sang penguasa dan dirancang agar pemandangan taman dapat dinikmati secara menyeluruh. Bangunan lain, Ryuten, digunakan sebagai tempat beristirahat ketika sang penguasa berkeliling taman dan untuk menjamu tamu kehormatan. Keunikannya terletak pada saluran air yang mengalir melewati bagian tengah bangunan.

2. Kawasan Bersejarah Bikan Kurashiki
Kawasan Bersejarah Bikan Kurashiki memiliki pemandangan kota yang indah dan penuh pesona, dengan bangunan gudang berdinding putih, dinding bercorak kisi dari plester putih yang disebut namako-kabe, serta deretan pohon willow. Bangunan tradisional dan pemandangan di sepanjang Sungai Kurashiki yang memadukan nuansa retro dan modern menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Ada banyak tempat menarik di sini, termasuk Museum Seni Ohara, museum swasta pertama di Jepang yang berfokus pada seni Barat, serta Kurashiki Ivy Square, kompleks yang ditata indah melalui renovasi pabrik dari zaman Meiji.

3. Kuil Kibitsu
Kuil ini terletak di kaki barat laut Gunung Kibi no Nakayama, yang dihormati sebagai gunung suci, dan memuja Okibitsuhiko no Mikoto sebagai dewa utamanya. Aula utama dan aula pemujaan yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional saling terhubung langsung, dengan gaya arsitektur Kibitsu-zukuri yang tidak ditemukan di tempat lain di Jepang.
Bangunan tersebut pernah musnah akibat kebakaran sebanyak dua kali, kemudian dibangun kembali pada tahun 1425, pada masa Ashikaga Yoshimitsu.
Bangunannya megah, berukuran terbesar kedua setelah Kuil Yasaka di Kyoto, dengan luas lebih dari dua kali luas Kuil Izumo Taisha.

4. Kastel Bitchu Matsuyama
Di seluruh Jepang, terdapat 12 kastel yang masih memiliki menara utama asli, termasuk Kastel Bitchu Matsuyama. Namun, hanya Bitchu Matsuyama yang merupakan kastel pegunungan.
Selain menara utama dua tingkat, masih tersisa menara pertahanan dua tingkat dan sebagian tembok tanahnya. Di dalam menara utama, Anda dapat melihat ruangan yang dipersiapkan untuk bertahan saat pengepungan serta aula besar dengan perapian tradisional irori.

5. Kastel Okayama
Kastel ini dibangun oleh Ukita Hideie, seorang penguasa feodal pada zaman Sengoku, dan selesai pada tahun 1597.
Menara utamanya memiliki bentuk unik dengan lantai pertama berupa segi lima tidak beraturan. Karena dindingnya dahulu konon dilapisi papan berpernis hitam, kastel ini dijuluki Ujo, yang berarti “Kastel Gagak”.
Bagian dalam menara utama yang tampilan luarnya telah direkonstruksi digunakan sebagai ruang pameran, sementara area bekas kastel ditata menjadi Taman Ujo. Pada musim semi, panas, dan gugur, acara Ujo Togenkyo yang menerangi menara utama dan sekitarnya dengan tata cahaya juga menarik banyak pengunjung.

6. Jembatan Seto Ohashi
Jembatan Seto Ohashi menghubungkan Prefektur Okayama di Pulau Honshu dengan Prefektur Kagawa di Pulau Shikoku. Nama Seto Ohashi merujuk pada rangkaian enam jembatan yang membentang sepanjang 9,4 km di atas selat.
Rangkaian ini terdiri atas berbagai jenis jembatan, termasuk jembatan gantung, jembatan kabel pancang, dan jembatan rangka, serta merupakan salah satu jembatan gabungan jalan raya dan rel kereta terbesar di dunia.

7. Museum Seni Ohara
Terletak di salah satu sudut Kawasan Bersejarah Bikan Kurashiki, Museum Seni Ohara memiliki koleksi yang berfokus pada seni modern dan kontemporer.
Gedung utamanya memamerkan banyak mahakarya seni lukis Barat, termasuk “Kabar Sukacita” karya El Greco, “Teratai Air” karya Claude Monet, serta karya Renoir dan Gauguin.
Kini, museum ini menyimpan sekitar 3.000 karya seni yang beragam, mulai dari seni kontemporer Barat, seni modern dan kontemporer Jepang, karya para seniman yang terlibat dalam gerakan seni kerajinan rakyat Mingei, hingga karya seni kuno dari Asia Timur, Asia Barat, dan Mesir.

8. Brazilian Park Washuzan Highland
Taman hiburan di Kota Kurashiki, Prefektur Okayama, ini menawarkan pemandangan Laut Pedalaman Seto.
Sesuai namanya, taman hiburan ini kental dengan nuansa Brasil. Selain pertunjukan Brasil yang berlangsung sepanjang hari, nama berbagai fasilitasnya juga terinspirasi dari Brasil, seperti kafe serangga Amazon, Deli Cafe Janeiro, dan toko Rio.

9. Gunung Kinojo (Kastel Ki no Jo)
Gunung Kinojo memiliki ketinggian sekitar 400 m dan terletak di bagian utara Dataran Soja. Kastel Ki no Jo dahulu berdiri di sekitar puncak gunung ini.
Karena tidak disebutkan dalam dokumen seperti Nihon Shoki, kronik sejarah Jepang, tahun pembangunannya tidak diketahui. Namun, hasil penggalian menunjukkan bahwa kastel ini kemungkinan besar dibangun pada paruh kedua abad ke-7.

10. Kuil Kibitsuhiko
Dewa utama yang dipuja di sini adalah Okibitsuhiko no Mikoto, yang konon menjadi inspirasi tokoh Momotaro dalam cerita rakyat Jepang. Sejak dahulu, ia juga dihormati sebagai pelindung wilayah Kibi serta dewa yang menguasai ilmu pengetahuan dan kemahiran bela diri.
Kuil Kibitsuhiko berdiri di kaki timur gunung. Bangunannya ditata sedemikian rupa sehingga matahari pada titik balik musim panas terbit tepat di depan gerbang torii utama dan sinarnya masuk ke dalam aula Saimonden. Karena itu, kuil ini juga dikenal sebagai Asahi no Miya, atau “Kuil Matahari Pagi”.

11. Omocha Oukoku
Taman hiburan bertema mainan ini menawarkan keseruan bagi anak-anak kecil melalui Paviliun Mainan, tempat mereka dapat bermain dengan mainan populer, serta sekitar 19 wahana.
Seluruh Paviliun Mainan berada di dalam ruangan, sehingga tetap nyaman dikunjungi saat hujan. Berbagai paviliun menanti, dengan pilihan mulai dari mainan favorit seperti Tomica, Plarail, boneka Licca, dan Sylvanian Families, hingga mainan edukatif seperti Diablock dan Rail Block yang mengajak anak berpikir sambil bermain.

12. Kebun Binatang Ikeda
Kebun binatang ini terletak di kaki Gunung Kyoyama, tidak jauh dari Stasiun JR Okayama. Dibangun dengan memanfaatkan kontur pegunungan, areanya yang hijau memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan satwa-satwa menggemaskan.
Satwa paling populer di Kebun Binatang Ikeda adalah Sun, harimau putih yang bergabung pada tahun 2019. Anda dapat melihat sosok langka ini, yang hanya dipelihara sekitar 40 ekor di seluruh Jepang. Selain itu, kebun binatang ini memelihara sekitar 100 jenis satwa, termasuk jerapah retikulasi, singa, zebra Grant, panda merah, flamingo, dan penguin Magellan.

13. Gua Ikura
Gua ini merupakan salah satu yang terbesar di antara sekitar 200 gua batu kapur berukuran besar dan kecil yang tersebar di Kota Niimi. Ditetapkan sebagai Monumen Alam Prefektur Okayama, gua besar ini memiliki panjang total 1.200 m dengan perbedaan ketinggian mencapai 90 m. Begitu melangkah masuk melalui pintu gua pada dinding tebing setinggi sekitar 240 m yang menjulang di sepanjang Sungai Takahashi, Anda akan disambut dunia penuh keajaiban yang dibentuk alam selama ratusan juta tahun.

Setouchi Triennale, Pengalaman yang Membuat Wisata di Okayama Semakin Istimewa
Setouchi Triennale adalah festival seni kontemporer yang diselenggarakan di 17 area di pulau-pulau dan pesisir Laut Pedalaman Seto, laut pedalaman terbesar di Jepang.
Sepanjang seluruh periode penyelenggaraan, ditampilkan 255 karya seni serta diadakan 7 proyek dan 25 acara.
Lokasinya mencakup pulau-pulau di Kagawa dan Okayama yang belum dikembangkan sebagai destinasi wisata. Dengan berpindah dari satu pulau ke pulau lain menggunakan feri atau kapal cepat, Anda dapat merasakan pengalaman layaknya berwisata dengan kapal.
Sambil berjalan menyusuri pulau, nikmatilah karya seni dan interaksi dengan penduduk setempat. Melalui pengalaman ini, Anda dapat merasakan jejak masa lalu tempat tersebut dan kehidupan masyarakatnya.
Melalui Setouchi Triennale, seni tidak lagi sekadar sesuatu untuk dipandang, tetapi menjadi sarana untuk memperdalam pengalaman perjalanan Anda.
Masukkan Setouchi Triennale ke dalam rencana wisata Anda agar dapat menikmati pesona Okayama secara lebih mendalam.

3 Tempat Makan Populer di Okayama
Di sela-sela wisata, beristirahatlah sambil menikmati kopi nikmat atau parfait dengan buah musiman.
Setelah matahari terbenam, nikmati kelezatan yakitori, sate ayam ala Jepang. Luangkan waktu untuk bersantai sambil mengenang pengalaman hari itu atau menyusun rencana untuk esok hari.
1. Meikyoku Kissa Toki no Kairo
Kafe musik klasik ini memiliki koleksi sekitar 7.000 piringan hitam dan 1.500 CD.
Di ruangan yang terinspirasi dari aula konser orkestra Eropa, Anda dapat menikmati kopi yang disangrai sendiri oleh kafe sambil mendengarkan mahakarya musik melalui perangkat audio yang dipilih dengan cermat.
Biji kopi yang digunakan berasal dari berbagai negara, termasuk biji kopi premium Etiopia yang dicari secara khusus oleh pemiliknya. Setiap kopi memiliki rasa dan aroma yang berbeda-beda, jadi cobalah mencicipi kopi dari berbagai negara.

2. Machiya Kissa Miyake Shoten
Miyake Shoten, yang terletak di Kawasan Bersejarah Bikan Kurashiki, adalah kafe yang menempati rumah toko tradisional berusia lebih dari seratus tahun yang telah direnovasi.
Tata ruang tradisionalnya masih mempertahankan ciri khas rumah Jepang lama, seperti area berlantai tanah, gudang, dan dinding tanah, sehingga menciptakan suasana penuh nostalgia yang menenangkan.
Menu kebanggaan kafe ini adalah parfait dengan buah musiman yang melimpah. Tampilannya pun cantik dan sangat menarik untuk dibagikan di media sosial.

3. Kashiwaya Kobayashi
Berjarak empat menit berjalan kaki dari Stasiun Kurashiki, restoran khusus hidangan ayam ini populer dengan yakitori yang dipanggang secara saksama menggunakan arang binchotan.
Restoran ini menggunakan bahan-bahan segar pilihan, termasuk ayam lokal premium Tankai Jidori yang langka dan dipelihara di peternakan ayam di Shiga.
Anda dapat memesan bagian ayam favorit, tetapi menu paket yang memungkinkan Anda mencicipi berbagai hidangan ayam juga layak dicoba.

Temukan Produk Khas Okayama! 4 Destinasi Belanja Favorit
Seperti kawasan kota, kuil Shinto, dan kastelnya, banyak produk khas Okayama juga memiliki sejarah panjang.
Ada pula banyak produk yang hanya dapat dibeli di Okayama, seperti keramik Bizen dan denim buatan perajin Jepang. Kunjungilah destinasi belanja berikut untuk melihat dan memilih produk khas yang mencerminkan sejarah serta tradisi Okayama.
1. Tenmaya Okayama Main Store
Tenmaya adalah toserba yang berasal dari Prefektur Okayama. Toko utamanya di Kota Okayama tidak hanya terhubung dengan terminal bus, tetapi juga mudah dijangkau dari halte trem. Lokasinya yang praktis, dalam jarak berjalan kaki dari Stasiun Okayama, Taman Korakuen, dan Kastel Okayama, membuatnya banyak dikunjungi warga setempat maupun wisatawan.
Di dalamnya tersedia beragam produk, mulai dari pakaian hingga perhiasan, jam tangan, dan kosmetik. Untuk mencari oleh-oleh Okayama, kunjungi sudut Okayama Biiki di area makanan dan aneka barang, yang menghadirkan produk khas dan makanan terkenal Okayama, serta pakaian dan perlengkapan rumah karya kreator lokal.

2. Kurashiki Ivy Square
Kurashiki Ivy Square adalah kompleks wisata yang dikembangkan kembali dari pabrik utama Kurashiki Spinning, perusahaan yang didirikan pada tahun 1889.
Bangunannya meniru rancangan pabrik Inggris, dengan bata merah yang diselimuti tanaman ivy hijau yang indah, menciptakan perpaduan suasana retro dan modern.
Bersebelahan dengan Kawasan Bersejarah Bikan Kurashiki, kompleks ini memiliki penginapan, restoran, ruang perjamuan, lokakarya kerajinan untuk pengunjung, museum sejarah, serta toko yang menjual produk khas setempat.

3. Ario Kurashiki
Ario Kurashiki adalah pusat perbelanjaan besar dengan sekitar 100 toko khusus yang terhubung langsung dengan pintu keluar utara Stasiun JR Kurashiki.
Toko-tokonya mencakup beragam kategori, mulai dari mode terkini dan aneka barang hingga apotek serta penyedia berbagai layanan.
Pilihan tempat makannya juga lengkap, termasuk banyak kafe yang cocok untuk beristirahat di sela-sela berbelanja.

4. Hayashi Genjuro Shoten
Kawasan Bersejarah Bikan Kurashiki masih mempertahankan pesona kota Kurashiki tempo dulu hingga kini.
Di kawasan ini, Hayashi Genjuro Shoten hadir sebagai kompleks yang menaungi berbagai toko terkait pakaian, makanan, dan hunian, dengan gagasan untuk mengeksplorasi kehidupan yang lebih berkualitas.

Bersantai Menikmati Keindahan Laut Pedalaman Seto! 3 Penginapan Pilihan di Okayama
Setelah menyegarkan pikiran dengan berwisata, saatnya mengistirahatkan tubuh sambil menikmati keindahan Laut Pedalaman Seto.
Berikut tiga penginapan pilihan yang menawarkan pemandangan laut dari kamar atau pemandian terbuka.
1. Hotel Limani
Hotel resor ini terletak di Ushimado, kawasan Setouchi, yang juga dijuluki Laut Aegea-nya Jepang.
Bangunannya yang putih memiliki 41 kamar dengan dua tempat tidur terpisah, masing-masing seluas lebih dari 40 m². Dari kamar, Anda dapat menikmati pemandangan laut biru yang berkilauan.

2. Setouchi Kojima Hotel
Berdiri di dataran tinggi dekat Jembatan Seto Ohashi, hotel ini menawarkan pemandangan laut yang mencakup keindahan gugusan pulau Setouchi dan Jembatan Seto Ohashi.
Semua kamar, kecuali kamar untuk satu orang, menghadap laut. Jika menginap di kamar yang menghadap pegunungan, Anda tetap dapat menikmati panorama Setouchi dari pemandian dengan pemandangan luas dan pemandian terbuka di lantai tiga.

3. Shimayado Santora
Penginapan tradisional Jepang ini berdiri di tepi pantai, dengan Laut Pedalaman Seto membentang tepat di depannya.
Penginapan ini dibuka pada tahun 1966, atau tahun ke-41 era Showa, menggunakan bangunan bekas SD Manabe yang dibongkar lalu dirakit kembali di lokasi baru. Sejak itu, penginapan terus beroperasi sambil menjalani sejumlah renovasi.
Hidangan ikannya terkenal, dengan menu yang menggunakan bahan musiman seperti ikan segar hasil tangkapan hari itu dari perairan setempat dan sayuran dari kebun sendiri. Bahkan, ada tamu yang datang setiap tahun khusus untuk menikmati makanannya.

Penutup
Kami telah memperkenalkan berbagai tempat yang merangkum pesona Okayama, mulai dari kawasan kota bersejarah, taman, kuil Shinto, dan kastel bernuansa khas Jepang, hingga produk khas dengan sejarah panjang serta tempat makan populer yang memuaskan selera sekaligus menghangatkan hati.
Jika Anda belum begitu mengenal Okayama atau belum pernah berkunjung, cobalah datang dan menjelajahinya.
Setelah puas menikmati Okayama, naiklah bus melintasi Jembatan Seto Ohashi sambil memandangi pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto, lalu lanjutkan perjalanan ke Prefektur Kagawa.
Makanan khas Kagawa adalah udon. Sanuki udon yang bertekstur padat dan kenyal memiliki cita rasa istimewa.
Pilihan lainnya adalah naik feri menuju Naoshima, pulau seni di Laut Pedalaman Seto.
Wisata kuliner atau seni? Pilih sesuai suasana hati Anda dan lanjutkan perjalanan dari Okayama.
Penulis