Sayang Jika Hanya Sehari! Panduan Wisata untuk Menjelajahi Beragam Pesona Chiba

Sayang Jika Hanya Sehari! Panduan Wisata untuk Menjelajahi Beragam Pesona Chiba

Terakhir diperbarui :
Ditulis oleh:  GOOD LUCK TRIP

Prefektur Chiba memiliki garis pantai yang panjang dan terkenal dengan panorama lautnya yang indah.
Chiba juga dikenal sebagai lokasi Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea.
Namun, pesonanya tidak berhenti di situ. Ada banyak tempat menarik lainnya, mulai dari lokasi yang dipercaya memiliki energi spiritual hingga kawasan kota bernuansa sejarah.
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke Chiba, artikel ini membahas berbagai informasi yang perlu diketahui, termasuk daya tarik setiap wilayah, transportasi, dan contoh rencana perjalanan.
Jadikan artikel ini sebagai acuan untuk menyusun perjalanan yang memungkinkan Anda menikmati pesona Chiba secara maksimal.

Chiba, tempat menikmati keindahan alam tak jauh dari Tokyo

Chiba berbatasan langsung dengan sisi timur Tokyo, ibu kota Jepang.
Wilayahnya berupa semenanjung yang dikelilingi laut di tiga sisi, sehingga memiliki garis pantai yang panjang.
Karena itu, Chiba terkenal dengan panorama laut seperti Pantai Kujukuri, tetapi bentang alam berupa rangkaian bukit-bukit kecil juga menjadi ciri khasnya.
Sebagian besar wilayah prefektur ini berupa dataran. Salah satu daya tarik utama Chiba adalah kesempatan menikmati alam yang luas dan indah tanpa harus pergi jauh dari pusat Tokyo.
Selain pemandangan alam, tersedia pula taman hiburan seperti Tokyo Disney Resort dan Kamogawa Sea World, serta pusat perbelanjaan seperti LaLaport TOKYO-BAY dan AEON MALL Makuhari Shintoshin. Pilihan aktivitasnya pun beragam.
Chiba juga dikenal kaya akan hasil laut. Pelabuhan Choshi, khususnya, memiliki salah satu volume pendaratan ikan terbesar di Jepang.
Selain menikmati hidangan laut segar di pasar dan tempat makan dekat pelabuhan, Anda juga dapat mencicipi beragam kuliner khas Chiba.

Panorama laut yang indah menjadi salah satu daya tarik Chiba
Panorama laut yang indah menjadi salah satu daya tarik Chiba

Suhu rata-rata dan pilihan pakaian di Chiba

Chiba memiliki iklim maritim yang khas, dengan musim dingin yang relatif hangat dan musim panas yang sejuk.
Minamiboso di bagian selatan Chiba merupakan wilayah yang sangat hangat berkat pengaruh arus laut hangat.
Curah hujan cukup tinggi pada musim panas, tetapi selama memperhatikan kondisi cuaca, Anda tetap dapat berwisata dengan nyaman.

Suhu rata-rata bulanan di Chiba

- Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
Suhu rata-rata (°C) 6.1 6.6 9.6 14.5 18.9 21.9 25.7 27.1 23.8 18.6 13.4 8.6

Contoh pakaian untuk setiap musim di Chiba

  • Musim semi (Maret–Mei): jaket ringan dan sweter tipis
  • Musim panas (Juni–Agustus): pakaian tipis dan baju lengan pendek
  • Musim gugur (September–November): jaket ringan dan mantel
  • Musim dingin (Desember–Februari): mantel, setelan wol, sweter tebal, atau jaket

Cara menuju Chiba

Perjalanan dari Tokyo ke Chiba memakan waktu sekitar 40 menit dengan kereta reguler.
Dari Osaka, Anda dapat menggunakan kombinasi Shinkansen dan kereta reguler dengan waktu tempuh sekitar 3 jam 30 menit.
Jika menggunakan pesawat dari Osaka ke Chiba, waktu tempuhnya sekitar 1 jam 40 menit.
Bandara Narita juga melayani penerbangan internasional, sehingga Chiba dapat dicapai langsung dari berbagai negara dan wilayah, seperti Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Bandara Narita, gerbang udara kawasan Kanto
Bandara Narita, gerbang udara kawasan Kanto

Cara menuju stasiun utama dari Bandara Narita

Berikut cara menuju Stasiun Chiba dan Stasiun Funabashi dari Bandara Narita, pintu masuk bagi wisatawan yang datang melalui udara.
Kedua stasiun ini kemungkinan besar akan Anda gunakan selama berwisata di Chiba, jadi ada baiknya mengetahui cara mencapainya dari bandara.
Rute di bawah menggunakan kereta ekspres, sehingga waktu tempuhnya lebih singkat, tetapi ongkosnya sedikit lebih mahal.
Jika ingin menghemat biaya transportasi, gunakan kereta reguler dengan tambahan waktu perjalanan sekitar 15 menit.

Dari Bandara Narita ke Stasiun Chiba

Rute
Naik kereta ekspres terbatas Narita Express di Jalur JR Narita dari Bandara Narita, lalu turun di Stasiun Chiba
Waktu tempuh
Sekitar 35 menit

Dari Bandara Narita ke Stasiun Keisei Funabashi

Rute
1. Naik kereta ekspres terbatas di Jalur Utama Keisei dari Bandara Narita, lalu turun di Stasiun Keisei Funabashi
2. Berjalan kaki sekitar 6 menit dari Stasiun Keisei Funabashi ke Stasiun Funabashi
Waktu tempuh
Sekitar 1 jam

Transportasi utama di Chiba

Chiba memiliki jaringan transportasi umum yang lengkap dengan frekuensi layanan yang cukup tinggi.
Anda kemungkinan tidak akan mengalami kesulitan untuk bepergian di dalam prefektur ini.
Mengunjungi tempat-tempat wisata hanya dengan transportasi umum pun sangat memungkinkan.
Banyak jalur kereta yang memiliki suasana retro. Perjalanan dengan kereta sambil menikmati pemandangan dan suasananya juga layak dicoba.

Kereta Kominato melintasi bunga sakura dan bunga kanola pada musim semi
Kereta Kominato melintasi bunga sakura dan bunga kanola pada musim semi

Kenali pesona 6 wilayah Chiba sebelum berkunjung

Chiba terbagi menjadi 6 wilayah dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Berikut tempat wisata populer dan daya tarik setiap wilayah yang dapat Anda jadikan acuan saat menyusun rencana perjalanan.

Wilayah Higashi-Katsushika, dihiasi bunga-bunga sepanjang musim

Wilayah Higashi-Katsushika terletak di barat laut Chiba dan dialiri Sungai Edo serta Sungai Tone.
Salah satu daya tariknya adalah banyaknya taman yang memudahkan Anda menikmati alam.
Taman Shimizu sangat populer karena lingkungan alamnya yang asri dan bunga-bunga yang bermekaran silih berganti sepanjang musim.
Pada musim semi, sakura dan azalea bermekaran dengan indah. Keindahan sakuranya bahkan membuat taman ini terpilih sebagai salah satu dari 100 Tempat Terbaik untuk Melihat Sakura di Jepang.
Kuil Buddha Chokokuzan Hondoji, yang terkenal dengan bunga hortensia dan iris, juga menjadi tempat wisata populer.
Pada awal musim panas, sekitar 50.000 tanaman hortensia dan 5.000 tangkai iris menghiasi kompleks kuil dengan semarak.
Kapan pun Anda berkunjung, bangunan-bangunan di dalam kompleks, terutama pagoda lima tingkat setinggi sekitar 18 m, menghadirkan suasana bersejarah.
Selain Chokokuzan Hondoji, wilayah Higashi-Katsushika memiliki banyak kuil Shinto dan Buddha. Di antaranya Kuil Shinto Suwa yang dipercaya memberikan perlindungan dalam perjalanan dan keselamatan bagi keluarga, serta Kuil Shinto Sengen yang ramai dikunjungi sebagai tempat memohon jodoh dan dipercaya memiliki energi spiritual.

Selain sakura dan azalea, beragam bunga lainnya juga bermekaran di Taman Shimizu
Selain sakura dan azalea, beragam bunga lainnya juga bermekaran di Taman Shimizu
Bunga hortensia menghiasi Kuil Chokokuzan Hondoji
Bunga hortensia menghiasi Kuil Chokokuzan Hondoji

Wilayah Hokuso, tempat jejak Jepang tempo dulu masih terasa

Wilayah Hokuso membentang dari utara hingga timur laut Chiba. Keberadaan Bandara Narita menjadikannya sangat mudah dikunjungi wisatawan dari luar negeri.
Wilayah ini memiliki banyak kuil Shinto dan Buddha dengan suasana khas Jepang, serta kawasan kota yang masih menyimpan jejak dan budaya zaman Edo (1603–1868).
Kuil Buddha Naritasan Shinshoji merupakan salah satu tempat berenergi spiritual paling terkenal di Jepang. Sebagai salah satu dari Tiga Kuil Fudo Utama di Kanto, kuil ini menerima sekitar 10 juta pengunjung setiap tahun.
Selain melihat bangunan-bangunan megah di kompleks kuil, Anda dapat menikmati bunga-bunga musiman di taman luas bernama Taman Naritasan.
Kawasan kota tua Sawara juga merupakan salah satu tempat wisata populer di Hokuso.
Rumah-rumah kota dari kayu dan bangunan bergaya gudang tradisional yang berderet di sepanjang Sungai Ono, yang mengalir dari utara ke selatan, dibangun sejak akhir zaman Edo hingga awal zaman Showa (1926–1989).
Kawasan ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional.
Sambil berjalan-jalan menikmati suasana bersejarah Jepang dan mengunjungi situs-situs bersejarah, Anda juga dapat berwisata kuliner serta berbelanja.

Kuil Naritasan Shinshoji, salah satu tempat berenergi spiritual paling terkenal di Jepang
Kuil Naritasan Shinshoji, salah satu tempat berenergi spiritual paling terkenal di Jepang
Kawasan kota tua Sawara yang masih kental dengan suasana zaman Edo
Kawasan kota tua Sawara yang masih kental dengan suasana zaman Edo

Wilayah Teluk, beragam keseruan sesuai minat Anda

Wilayah Teluk berbatasan dengan Tokyo dan menghadap Teluk Tokyo. Wilayah ini membentang dari bagian tengah hingga barat laut prefektur, serta mencakup Kota Chiba sebagai kota utamanya.
Selain dikenal dengan pusat perbelanjaan besar dan taman hiburannya, wilayah ini juga memiliki banyak fasilitas kebudayaan seperti museum seni.
Kuil Shinto dan Buddha serta taman untuk menikmati alam pun banyak ditemukan, menjadikannya wilayah dengan daya tarik yang beragam.
Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea, yang memiliki banyak penggemar di Jepang maupun di seluruh dunia, juga berada di Wilayah Teluk.
Satu hari tidak cukup untuk menikmati taman-taman hiburan ini sepenuhnya. Cari informasi terlebih dahulu dan alokasikan waktu yang memadai sebelum berkunjung.
Taman Funabashi Andersen juga merupakan tempat wisata menarik, dengan kincir angin besar dan pemandangan yang merekonstruksi suasana Denmark pada abad ke-19.
Rasakan suasana negeri lain di tengah tanaman yang berubah mengikuti musim.
Tempat rekreasi lain yang populer adalah Forest Adventure Chiba, dengan wahana rintangan yang memanfaatkan lingkungan alam, serta SUNSET BEACH PARK INAGE (Taman Tepi Laut Inage), yang menawarkan pantai berpasir indah dan pemandangan matahari terbenam dari dermaganya.

Beragam tempat wisata menarik berkumpul di Wilayah Teluk
Beragam tempat wisata menarik berkumpul di Wilayah Teluk
Taman Funabashi Andersen merekonstruksi suasana negeri asal Andersen, sang penulis dongeng
Taman Funabashi Andersen merekonstruksi suasana negeri asal Andersen, sang penulis dongeng
Kafe di dermaga Taman Tepi Laut Inage dengan latar matahari terbenam yang indah
Kafe di dermaga Taman Tepi Laut Inage dengan latar matahari terbenam yang indah

Wilayah Kujukuri, tempat menikmati kekayaan laut

Wilayah Kujukuri menghadap Samudra Pasifik dan membentang dari timur hingga timur laut Chiba.
Pantai berpasir dan panorama lautnya yang indah menjadi daya tarik utama. Berenang di laut dan olahraga air pun populer di sini.
Di Umi no Eki Kujukuri, pusat wisata dan kuliner tepi laut, Anda dapat menikmati hasil laut segar serta sayuran lokal sambil memandangi panorama laut Pantai Kujukuri.
Danau Hakkaku juga populer sebagai tempat wisata karena menawarkan bunga-bunga indah sesuai musim.
Danau ini dikenal sebagai tempat menikmati sakura dan menjadi tempat bersantai yang disukai warga setempat.

Kujukuri memikat dengan perpaduan pantai berpasir dan panorama laut yang indah
Kujukuri memikat dengan perpaduan pantai berpasir dan panorama laut yang indah
Nikmati hidangan laut di Umi no Eki Kujukuri. Catatan: foto hanya ilustrasi.
Nikmati hidangan laut di Umi no Eki Kujukuri. Catatan: foto hanya ilustrasi.
Sakura di Danau Hakkaku juga indah saat diterangi lampu pada malam hari
Sakura di Danau Hakkaku juga indah saat diterangi lampu pada malam hari

Wilayah Kazusa–Rinkai, nikmati alam yang megah dan taman hiburan luas bersama anak

Wilayah Kazusa–Rinkai menghadap Teluk Tokyo dan terletak di bagian tengah hingga barat daya Chiba.
Daya tariknya terletak pada alam yang megah dan banyaknya tempat rekreasi yang dapat dinikmati berbagai kalangan usia.
Dua tempat yang sangat populer adalah Taman Aliran Sungai Shimizu, yang ramai dibicarakan karena pemandangannya yang fotogenik untuk Instagram, serta Gunung Nokogiri yang memiliki banyak titik panorama spektakuler.
Ada pula banyak tempat untuk bermain bersama anak, seperti Tokyo German Village, taman hiburan yang merekonstruksi pemandangan pedesaan Jerman, dan Mother Farm, yang menawarkan hamparan bunga indah di lahan luas serta kesempatan berinteraksi dengan hewan.

Taman Aliran Sungai Shimizu memiliki sudut-sudut fotogenik untuk Instagram
Taman Aliran Sungai Shimizu memiliki sudut-sudut fotogenik untuk Instagram
Dekorasi lampu musim dingin yang indah di Tokyo German Village
Dekorasi lampu musim dingin yang indah di Tokyo German Village
Selain menikmati pemandangan dan kuliner, Anda juga dapat berinteraksi dengan hewan di Mother Farm
Selain menikmati pemandangan dan kuliner, Anda juga dapat berinteraksi dengan hewan di Mother Farm

Wilayah Minamiboso, penuh dengan tempat berpemandangan indah

Wilayah Minamiboso terletak di bagian selatan Chiba dan populer sebagai tujuan wisata.
Laut, lembah, dan pegunungannya menghadirkan panorama indah. Iklimnya yang hangat juga mendukung budidaya buah-buahan dan berbagai tanaman.
Di Lembah Yoro, Anda dapat mendaki, memancing di aliran sungai, dan menikmati dedaunan musim gugur.
Tempat berpemandangan indah lainnya pun berlimpah, mulai dari cakrawala yang terlihat dari Dermaga Okamoto (Dermaga Haraoka) hingga 375 petak sawah terasering di Oyama Senmaida.
Jika berwisata bersama anak, sempatkan pula berkunjung ke Kamogawa Sea World.
Di taman hiburan bertema laut ini, Anda dapat mengamati beragam makhluk air. Pertunjukan orca, sang penguasa lautan, sangat memukau.

Lembah Yoro menawarkan kegiatan memancing di aliran sungai, berjalan-jalan, hingga berendam di pemandian air panas
Lembah Yoro menawarkan kegiatan memancing di aliran sungai, berjalan-jalan, hingga berendam di pemandian air panas
Bermain sambil belajar di Kamogawa Sea World
Bermain sambil belajar di Kamogawa Sea World
Nikmati momen romantis di Dermaga Okamoto saat senja
Nikmati momen romantis di Dermaga Okamoto saat senja

Berapa hari yang dibutuhkan untuk menikmati Chiba?

Dengan memusatkan rencana perjalanan pada beberapa tempat atau wilayah wisata populer, Anda dapat menikmati Chiba dengan puas dalam 2 hari 1 malam.
Namun, karena ada banyak wilayah dan tempat menarik di Chiba, Anda memerlukan setidaknya 3 hari 2 malam jika ingin menjelajahi 3 wilayah atau lebih.

Luangkan waktu yang cukup untuk menikmati beragam panorama indah Chiba
Luangkan waktu yang cukup untuk menikmati beragam panorama indah Chiba

Contoh rencana perjalanan 2 hari 1 malam ke tempat wisata populer di Chiba

Berikut contoh rencana perjalanan selama 2 hari 1 malam.
Anda akan mengunjungi kuil Shinto dan Buddha serta fasilitas kebudayaan, sambil menikmati panorama alam yang megah.
Kesempatan mencicipi kuliner khas Chiba juga akan melengkapi perjalanan yang memuaskan ini.

Hari pertama: menyelami sejarah dan suasana spiritual di kuil Shinto dan Buddha

Pada hari pertama, Anda akan mengunjungi beberapa tempat berenergi spiritual paling terkenal di Jepang, seperti Kuil Naritasan Shinshoji dan Kuil Shinto Katori Jingu.
Luangkan waktu untuk berdoa, sekaligus memohon keselamatan dan kelancaran perjalanan Anda di Chiba.
Nikmati suasana bersejarah dan kuliner Jepang dengan berjalan-jalan di kota yang masih menyimpan jejak masa lalu, lalu mencicipi makanan khas saat makan siang atau berburu jajanan.

8:50 Mulai dari Stasiun JR Narita

Perjalanan hari pertama dimulai dari Stasiun Narita, sekitar 15 menit naik kereta dari Bandara Narita.
Berjalan kaki sekitar 15 menit dari stasiun akan membawa Anda ke tujuan pertama, Kuil Naritasan Shinshoji.

Stasiun Narita, titik awal perjalanan hari pertama
Stasiun Narita, titik awal perjalanan hari pertama

9:05 Berdoa di Kuil Naritasan Shinshoji, tempat spiritual yang terkenal

Kuil Naritasan Shinshoji memiliki sejarah lebih dari 1.000 tahun dan dikunjungi lebih dari 10 juta orang setiap tahun.
Objek pemujaan utamanya adalah arca Fudo Myoo yang dikonsekrasi melalui doa oleh Kobo Daishi, atau Kukai, sendiri. Masing-masing bangunan ibadah dipercaya memberikan berkah yang berbeda, seperti keberuntungan, perlindungan dari kemalangan, kemajuan karier, kelancaran usaha, dan terkabulnya harapan dalam percintaan.
Di kompleks seluas sekitar 220.000 m² ini masih berdiri 5 bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Jelajahi salah satu tempat spiritual paling terkenal di Kanto yang sarat akan sejarah ini.

Kuil bersejarah dengan jumlah pengunjung hatsumode, kunjungan ibadah pertama pada Tahun Baru, terbanyak di Jepang
Kuil bersejarah dengan jumlah pengunjung hatsumode, kunjungan ibadah pertama pada Tahun Baru, terbanyak di Jepang

10:30 Makan siang dengan hidangan khas kawasan kuil di Kawatoyo Honten

Setelah berdoa di Kuil Naritasan Shinshoji, berjalan-jalanlah di jalan menuju kuil.
Di sepanjang jalan ini berderet banyak tempat makan dan toko suvenir, sehingga Anda dapat menikmati kuliner sekaligus memilih oleh-oleh.
Jajanan seperti obanyaki, kue bundar berisi isian manis, dan yaki dango, bola-bola tepung beras bakar, cocok disantap saat menjelajah sekaligus mengenalkan Anda pada budaya kuliner Jepang.
Namun, kuliner yang lebih terkenal di sini adalah hidangan sidat. Meski masih agak awal untuk makan siang, cobalah unaju, nasi dengan sidat panggang dalam kotak, di restoran legendaris Kawatoyo Honten.
Berdiri sejak 1910, restoran ini menyajikan sidat pilihan juru masak berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam bentuk unaju, kabayaki yang dipanggang dengan saus, maupun shirayaki yang dipanggang tanpa saus.
Sidatnya dipanggang dengan saus rahasia yang konon terus ditambah sejak restoran berdiri. Teksturnya empuk dan lembut, dengan aroma panggang yang harum serta cita rasa yang tak perlu diragukan.

Restoran legendaris untuk menikmati hidangan sidat khas kunjungan ibadah ke Narita
Restoran legendaris untuk menikmati hidangan sidat khas kunjungan ibadah ke Narita

12:20 Rasakan pesona dunia penerbangan di Museum Ilmu Penerbangan

Setelah makan siang, berjalanlah kembali ke Stasiun JR Narita, lalu naik bus reguler menuju Museum Ilmu Penerbangan.
Berlokasi di sebelah Bandara Narita, museum khusus penerbangan pertama di Jepang ini mengajak Anda merasakan pesona dunia penerbangan sejak tiba di jalur masuknya yang fotogenik dan dirancang menyerupai landasan pacu.
Di dalamnya terdapat beragam pameran berupa video, diorama, dan model yang memungkinkan Anda mempelajari pesawat serta bandara secara mendalam dengan cara yang menyenangkan.
Tersedia pula potongan penampang badan pesawat jumbo Boeing 747 asli beserta mesinnya. Bukan hanya penggemar pesawat, siapa pun dapat menikmati kunjungan ke sini.

Museum khusus penerbangan pertama di Jepang, tempat belajar dengan cara menyenangkan
Museum khusus penerbangan pertama di Jepang, tempat belajar dengan cara menyenangkan

15:30 Mengagumi warisan budaya berharga di Kuil Katori Jingu

Setelah puas menjelajahi Museum Ilmu Penerbangan, naik bus kembali ke Stasiun JR Narita, lalu lanjutkan dengan kereta menuju Stasiun JR Sawara.
Perhatikan jadwalnya karena kereta dari Stasiun JR Narita ke Stasiun JR Sawara tidak terlalu sering beroperasi.
Dari Stasiun JR Sawara, perjalanan dengan taksi sekitar 10 menit akan membawa Anda ke Kuil Katori Jingu.
Kuil ini merupakan kuil utama bagi sekitar 400 Kuil Katori di seluruh Jepang. Para pengunjung datang untuk memohon keselamatan keluarga, bimbingan dalam kegiatan industri, perlindungan di laut, dan terkabulnya harapan.
Sebagai kuil tua dengan sejarah panjang, koleksi benda berharganya sangat banyak. Koleksi yang berstatus Properti Budaya tingkat prefektur atau lebih tinggi saja berjumlah lebih dari 200 benda.
Selain memohon berkah, sempatkan pula mengagumi warisan budayanya.

Kuil utama bagi sekitar 400 Kuil Katori di seluruh Jepang yang telah menjadi pusat keyakinan sejak zaman kuno
Kuil utama bagi sekitar 400 Kuil Katori di seluruh Jepang yang telah menjadi pusat keyakinan sejak zaman kuno

18:00 Nikmati perpaduan sejarah dan kenyamanan di Sawara Shokamachi Hotel NIPPONIA

Setelah berdoa, naik taksi kembali ke Stasiun JR Sawara.
Dari stasiun, berjalan kaki sekitar 10 menit untuk tiba di penginapan malam pertama, Sawara Shokamachi Hotel NIPPONIA.
Dengan konsep menjadikan seluruh kota Sawara sebagai satu hotel, penginapan ini menempati 3 bangunan bersejarah yang tersebar di kota, termasuk rumah saudagar berusia lebih dari 100 tahun yang telah direnovasi secara modern.
Bangunan-bangunannya menyatu dengan pemandangan yang seolah membawa Anda kembali ke zaman Edo. Sementara itu, penataan kamar memadukan unsur modern dengan baik, sehingga Anda dapat beristirahat dengan nyaman dalam suasana yang menyenangkan.

Hotel dengan bangunan yang tersebar di kota, tempat menikmati suasana “Edo Kecil”
Hotel dengan bangunan yang tersebar di kota, tempat menikmati suasana “Edo Kecil”

Hari kedua: menikmati suasana bersejarah dan panorama alam yang indah

Hari kedua dimulai dengan berjalan-jalan di kawasan kota bernuansa sejarah, lalu dilanjutkan dengan menikmati panorama alam kebanggaan Chiba.
Tempat-tempat berpemandangan indah dalam rencana perjalanan ini menawarkan bukan hanya keindahan alam, tetapi juga kemegahan yang mengesankan.

9:30 Mulai dengan berjalan-jalan di kawasan kota tua Sawara

Sawara di Kota Katori berkembang pesat berkat transportasi air melalui Sungai Tone, hingga dijuluki “Edo Masari”, yang berarti melampaui Edo.
Di sepanjang Sungai Ono yang mengalir dari utara ke selatan, serta Jalan Katori yang melintasinya, masih banyak rumah kota dari kayu, rumah saudagar bergaya gudang tradisional, dan bangunan bergaya Barat yang didirikan sejak akhir zaman Edo hingga awal zaman Showa. Semuanya menciptakan pemandangan kota yang penuh nostalgia.
Awali hari kedua dengan menjelajahi Sawara.
Sambil berjalan-jalan, kunjungi Museum Peringatan Ino Tadataka yang memamerkan peralatan milik Ino Tadataka, pembuat peta Jepang berdasarkan pengukuran langsung, serta Bekas Kediaman Ino Tadataka, tempat ia pernah tinggal.
Tur perahu Koedo Sawara juga direkomendasikan untuk menikmati pemandangan kota yang menawan dari atas air.

“Edo Kecil di Hokuso”, kawasan kota yang masih menyimpan jejak zaman Edo hingga Meiji
“Edo Kecil di Hokuso”, kawasan kota yang masih menyimpan jejak zaman Edo hingga Meiji

13:00 Menikmati hidangan laut di sekitar Stasiun JR Choshi

Setelah berjalan-jalan, lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit ke Stasiun JR Sawara. Naik kereta dan turun di Stasiun JR Choshi.
Choshi memiliki pelabuhan perikanan yang pernah mencatat volume pendaratan ikan terbesar di Jepang selama 12 tahun berturut-turut. Di sini, Anda dapat menikmati aneka hidangan berbahan hasil laut segar.
Di sekitar stasiun juga terdapat banyak tempat makan yang menyajikan hidangan laut. Untuk makan siang, cobalah kaisendon, semangkuk nasi dengan aneka hasil laut, atau paket makan sashimi.

Nikmati makan siang di sekitar Stasiun JR Choshi
Nikmati makan siang di sekitar Stasiun JR Choshi

14:50 Mengamati Endapan Laut Dangkal Zaman Kapur yang berstatus Monumen Alam

Setelah menikmati hidangan laut, naik kereta Choshi Electric Railway menuju Stasiun Inubo.
Jangan lupa memperhatikan gerbong keretanya yang bergaya retro.
Dari Stasiun Inubo, naik taksi sekitar 15 menit untuk mencapai tujuan berikutnya, Endapan Laut Dangkal Zaman Kapur.
Endapan Laut Dangkal Zaman Kapur merupakan salah satu unsur pembentuk Choshi Geopark dan telah ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional.
Tempat ini memperlihatkan lapisan tanah yang mengendap di dasar laut pada zaman Kapur, sekitar 145 juta hingga 66 juta tahun lalu.
Di kawasan Kanto, tempat ini merupakan satu-satunya lokasi untuk melihat lapisan tanah setua zaman Kapur.
Monumen alam yang berharga ini menyimpan jejak riak air serta bekas organisme yang merayap di dasar laut.
Sambil mengamatinya, bayangkan panjangnya perjalanan sejarah Bumi.

Amati dengan saksama lapisan tanah yang berharga ini
Amati dengan saksama lapisan tanah yang berharga ini

15:40 Menikmati panorama megah Tanjung Inubosaki

Setelah mengamati Endapan Laut Dangkal Zaman Kapur, berjalanlah sekitar 10 menit menuju Tanjung Inubosaki.
Terletak di ujung paling timur Semenanjung Choshi di kawasan Kanto, Inubosaki merupakan tanjung dengan keliling sekitar 500 m yang menjorok ke Samudra Pasifik. Dataran hasil erosi laut ini dikelilingi air di tiga sisi.
Pemandangan ombak besar yang pecah menghantam karang di bawah tebing terjalnya sangat mengesankan. Di sekitarnya terbentang Pantai Kimigahama yang berpasir putih, sementara di sebelah selatan terdapat pesisir dengan banyak batu besar dan batu berbentuk unik yang disukai wisatawan.
Mercusuar Inubosaki yang berwarna putih menjulang di ujung tanjung dan menjadi simbol wisata Choshi. Mercusuar kelas satu bergaya Barat ini dibangun menggunakan batu bata buatan Jepang.
Nikmati pula panorama indah dari puncak mercusuar.

Tanjung yang dikelilingi batu besar dan batu berbentuk unik, tempat ombak besar pecah menghantam
Tanjung yang dikelilingi batu besar dan batu berbentuk unik, tempat ombak besar pecah menghantam

18:00 Rasakan kemegahan dan keindahan Byobugaura saat disinari matahari terbenam

Setelah puas menikmati panorama Inubosaki, berjalanlah selama 20 menit menuju Stasiun Tokawa di jalur Choshi Electric Railway.
Nikmati pemandangan desa nelayan tempo dulu di sekitar Stasiun Tokawa, lalu lanjutkan berjalan kaki sekitar 30 menit menuju Byobugaura.
Jika lelah berjalan atau waktu Anda terbatas, gunakan taksi.
Byobugaura merupakan kawasan tebing terjal yang menghadap Samudra Pasifik dan telah ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah serta Monumen Alam Nasional.
Tebing ini terbentuk akibat erosi ombak, dengan bagian tertinggi mencapai sekitar 50 m.
Deretan tebing yang membentang sepanjang 10 km akan membuat Anda terpukau.
Laut dan tebing yang disinari matahari senja menghadirkan pemandangan yang bukan hanya megah, tetapi juga indah.

Deretan tebing terjal yang membentang sepanjang 10 km menghadirkan pemandangan mengesankan
Deretan tebing terjal yang membentang sepanjang 10 km menghadirkan pemandangan mengesankan

3 kuliner khas yang wajib dicoba saat berwisata ke Chiba

Berikut beberapa kuliner khas Chiba yang telah dipilih untuk Anda.
Selagi berwisata ke Chiba, cobalah hidangan-hidangan ini untuk mengenal budaya kuliner setempat.
Racikan bumbunya sering kali berbeda dari satu tempat makan ke tempat lainnya. Membandingkan hidangan yang sama di beberapa tempat pun bisa menjadi pengalaman menyenangkan.

1. Katsuura Tantanmen

Katsuura Tantanmen adalah ramen khas yang populer di Kota Katsuura. Hidangan ini menjadi santapan untuk menghangatkan tubuh para nelayan dan penyelam perempuan pencari hasil laut setelah bekerja.
Seperti tantanmen dalam kuliner Tiongkok, hidangan ini menggunakan daging babi cincang berbumbu pedas. Namun, Katsuura Tantanmen juga diberi bawang bombai yang ditumis dengan minyak cabai dan cabai untuk menambah rasa pedas.
Ciri khas lainnya adalah kuah berbasis kecap asin Jepang tanpa wijen, yang diberi minyak cabai dalam jumlah banyak.
Setelah sensasi pedas yang kuat, gurihnya kuah dan manis alami bawang bombai akan terasa, menciptakan cita rasa yang membuat Anda ingin mencobanya lagi.

Pedas, gurih, dan lezatnya bahan-bahan Katsuura Tantanmen membuat ketagihan
Pedas, gurih, dan lezatnya bahan-bahan Katsuura Tantanmen membuat ketagihan

2. White Gyoza

White Gyoza merupakan gyoza khas daerah yang dikenal sejajar dengan gyoza Hamamatsu di Shizuoka dan gyoza Utsunomiya di Tochigi.
Hidangan ini adalah menu andalan restoran khusus gyoza yang memiliki gerai utama di Kota Noda.
White Gyoza termasuk yaki gyoza, yakni pangsit yang dimasak di atas wajan, dengan isian kaya sayuran yang dibungkus kulit adonan.
Kunci kelezatannya terletak pada kulit tebal yang kenyal serta permukaan panggangnya yang renyah.
Karena dimasak dengan minyak cukup banyak hingga hampir seperti digoreng, teksturnya lebih renyah daripada yaki gyoza pada umumnya.
Bentuknya yang bulat lonjong menyerupai karung beras tradisional juga membedakannya dari gyoza biasa.
Isiannya yang didominasi sayuran memiliki cita rasa ringan yang juga menjadi daya tarik.

Gyoza berkulit tebal ini terasa mengenyangkan. Catatan: foto hanya ilustrasi.
Gyoza berkulit tebal ini terasa mengenyangkan. Catatan: foto hanya ilustrasi.

3. Namero

Namero dikenal di seluruh Jepang, tetapi dipercaya berasal dari Chiba.
Hidangan ini dibuat dengan mencincang ikan seperti aji bersama miso, jahe, daun bawang, dan bahan lainnya hingga teksturnya lengket.
Awalnya, namero merupakan makanan nelayan yang dibuat agar mudah disantap di atas kapal yang bergoyang. Kecap asin tidak digunakan sebagai bumbu untuk menghindari tumpahan di atas kapal yang tidak stabil.
Konon, jahe, daun bawang, dan bumbu aromatik lainnya mulai ditambahkan ketika hidangan ini berkembang menjadi masakan rumahan.
Saat ini kecap asin juga sering digunakan, tetapi masih banyak tempat makan yang menyajikannya dengan resep tradisional berbahan miso.
Perpaduan rasa gurih ikan segar dan kesegaran jahe terasa istimewa, serta sangat cocok dinikmati bersama minuman beralkohol.

Namero, hidangan tradisional Minamiboso di Chiba
Namero, hidangan tradisional Minamiboso di Chiba

Tempat menikmati bunga sakura dengan santai di Chiba

Chiba memiliki banyak taman dengan pemandangan alam yang indah, sehingga Anda dapat menikmati bunga sakura dengan mudah saat musim semi.
Di Taman Alam Izumi, yang terpilih sebagai salah satu dari 100 Tempat Terbaik untuk Melihat Sakura di Jepang, Anda dapat mengamati sekitar 1.500 pohon sakura dari 20 jenis, termasuk sakura Oshima dan yamazakura.
Taman Shimizu, yang juga masuk dalam daftar tersebut, memiliki sekitar 2.000 pohon sakura dari kurang lebih 50 jenis yang bermekaran saat mencapai masa terbaiknya.
Jangan lewatkan pula bunga azalea yang mencapai masa mekar terbaik pada waktu berdekatan.
Taman Chiba juga terkenal sebagai tempat menikmati sakura, dengan area khusus untuk melihat bunga serta sakura berjuntai yang menghiasi sekitar kolam.
Berjalan-jalanlah di taman indah yang dihiasi sekitar 600 pohon sakura bermekaran ini.
Bunga muscari yang berwarna biru keunguan dan menyerupai buah anggur juga menjadi daya tarik. Masa mekar terbaiknya bertepatan dengan sakura.
Gunakan informasi berikut sebagai acuan tanggal mulai mekar, mekar penuh, dan waktu terbaik menikmati sakura di Chiba pada umumnya.
Namun, perlu diingat bahwa waktunya dapat bergeser tergantung iklim, suhu pada tahun tersebut, dan lokasi.

Mulai mekar
30 Maret
Mekar penuh
6 April
Waktu terbaik menikmati sakura
6–12 April
Berjalan-jalan sambil memandangi sakura yang mekar penuh di Taman Alam Izumi
Berjalan-jalan sambil memandangi sakura yang mekar penuh di Taman Alam Izumi
Taman Shimizu juga terkenal dengan sakura berjuntainya yang indah
Taman Shimizu juga terkenal dengan sakura berjuntainya yang indah
Beragam bunga musim semi dapat dinikmati di Taman Chiba
Beragam bunga musim semi dapat dinikmati di Taman Chiba

Tempat menikmati dedaunan musim gugur di lokasi bersejarah Chiba

Jika berkunjung pada musim gugur, masukkan tempat-tempat dengan dedaunan indah ke dalam rencana perjalanan Anda.
Kuil Hondoji terkenal dengan bunga hortensianya, tetapi pada musim gugur kompleks kuilnya dihiasi dedaunan berwarna-warni.
Berjalan-jalanlah menikmati perpaduan indah dedaunan musim gugur dengan bangunan kuil, termasuk pagoda lima tingkat, yang menghadirkan suasana khas.
Lembah Yoro, tempat menikmati perpaduan aliran sungai jernih dan dedaunan musim gugur, juga merupakan salah satu lokasi terbaik di Chiba untuk menikmati musim ini.
Selain menikmati dedaunan sambil menyusuri jalur pejalan kaki, Anda dapat mengunjungi berbagai titik panorama indah, seperti Dek Observasi Gunung Daifuku yang menawarkan pemandangan pegunungan berbalut warna musim gugur.
Taman Naritasan juga patut dikunjungi. Warna merah dan keemasan dedaunannya menambah keindahan taman bergaya Jepang ini.
Berjalan-jalanlah dengan santai di taman yang menawarkan sudut menarik untuk dipotret di berbagai penjuru.
Banyak tempat mencapai puncak keindahan dedaunan pada akhir November hingga awal Desember. Namun, waktunya dapat bergeser tergantung iklim, suhu pada tahun tersebut, dan lokasi.
Sebaiknya periksa informasi kondisi dedaunan musim gugur menjelang keberangkatan.

Sekitar 1.500 pohon maple menghiasi kompleks Kuil Hondoji
Sekitar 1.500 pohon maple menghiasi kompleks Kuil Hondoji
Air Terjun Awamata di Lembah Yoro juga menjadi salah satu tempat berpemandangan indah pada musim gugur
Air Terjun Awamata di Lembah Yoro juga menjadi salah satu tempat berpemandangan indah pada musim gugur
Taman bergaya Jepang yang indah di Taman Naritasan, dihiasi dedaunan musim gugur
Taman bergaya Jepang yang indah di Taman Naritasan, dihiasi dedaunan musim gugur

Pertanyaan umum tentang wisata ke Chiba

Q

Musim apa yang direkomendasikan untuk berwisata ke Chiba?

A

Musim panas direkomendasikan jika ingin menikmati olahraga air atau berenang di laut. Jika ingin menikmati sakura atau dedaunan musim gugur, pilihlah musim semi atau musim gugur.

Q

Tempat wisata apa di Chiba yang direkomendasikan untuk perjalanan bersama anak?

A

Mother Farm dan Taman Zoologi Chiba direkomendasikan untuk menikmati lingkungan alam yang asri sekaligus berinteraksi dengan hewan.

Penutup

Artikel ini telah membahas bukan hanya pesona dan tempat wisata populer di Chiba, tetapi juga daya tarik setiap wilayah, informasi transportasi, serta contoh rencana perjalanan.
Dengan pesona yang begitu beragam, sayang jika kunjungan ke Chiba hanya berupa perjalanan sehari dari Tokyo atau sekadar mengunjungi Tokyo Disneyland.
Bagaimana jika Anda menyusun perjalanan 2 hari 1 malam dengan mengacu pada contoh rencana perjalanan dalam artikel ini?
Jangan lewatkan pula artikel berikut yang memperkenalkan tempat-tempat wisata menarik di Chiba yang belum sempat dibahas di sini.

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa