
Pulihkan Semangat dan Kebugaran di Tempat-Tempat Spiritual! 22 Destinasi Wisata Andalan di Mie
Prefektur Mie memiliki banyak tempat yang dipercaya membawa berkah, seperti Kuil Ise Jingu, salah satu tempat dengan energi spiritual terkuat di Jepang, serta jalur ziarah Kumano Kodo yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.
Pemandangan indah di antara laut dan pegunungan pun akan menenangkan hati.
Anda juga dapat menikmati hidangan lezat dari hasil laut dan pegunungan.
Bagaimana kalau mengunjungi Mie untuk memulihkan semangat dan kebugaran?
Seperti Apa Mie Itu?
Prefektur Mie terletak di bagian tengah Jepang.
Memiliki garis pantai sepanjang sekitar 1.000 km, prefektur ini juga dikenal sebagai lokasi KTT G7 Ise-Shima pada 2016.
Dalam “Kojiki” dan “Nihon Shoki”, kitab sejarah tertua Jepang, daerah ini digambarkan sebagai “umashikuni”, yang berarti negeri yang indah. Sesuai sebutan tersebut, salah satu daya tarik Mie adalah pemandangannya yang menenteramkan, dengan kekayaan alam berupa laut, gunung, dan sungai.
Mie juga terkenal dengan makanan lezatnya, seperti daging sapi Matsusaka yang merupakan merek daging sapi paling terkenal di Jepang, lobster Ise, kerang hamaguri, dan mochi Akafuku.
Di sini juga terdapat Kuil Ise Jingu, salah satu tempat dengan energi spiritual terkuat di Jepang, yang telah didatangi peziarah dari seluruh negeri sejak sekitar 400 tahun lalu.
Mari menikmati makanan lezat, pemandangan alam yang indah, dan tempat-tempat yang dipercaya membawa berkah untuk menyegarkan hati.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Mie?
Keindahan alam Mie dapat dinikmati sepanjang empat musim.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah Januari, saat Anda dapat melakukan hatsumode, kunjungan pertama ke kuil pada tahun baru, di Ise Jingu sekaligus menikmati hidangan hasil laut yang sedang musim.
Jika Anda kurang menyukai cuaca dingin, September hingga Oktober direkomendasikan untuk menikmati warna-warni dedaunan musim gugur dalam cuaca yang sejuk dan nyaman.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Mie
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Mie?
Karena Prefektur Mie tidak memiliki bandara, Anda dapat menuju ke sana melalui kota-kota besar seperti Nagoya, Osaka, atau Kyoto.
Dari Stasiun Tokyo, naiklah Shinkansen ke Stasiun Nagoya, lalu berganti ke kereta JR atau kereta ekspres terbatas Kintetsu. Total waktu perjalanan sekitar 3 jam 20 menit.
Dari Stasiun Osaka-Namba, perjalanan dengan kereta ekspres terbatas Kintetsu memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit.
Nikmati ekiben, bekal makanan yang dijual di stasiun, serta pemandangan dari jendela kereta selama perjalanan menuju Mie.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Mie
Anda dapat berkeliling Mie dengan nyaman dengan memadukan perjalanan menggunakan kereta dan taksi.
Layanan bus dan penyewaan mobil juga tersedia luas. Karena itu, saat menyusun rencana wisata, pertimbangkan pula perjalanan dengan mobil, tidak hanya kereta.
Penuh Tempat Spiritual! 22 Destinasi Wisata Andalan di Mie
Ketika mendengar nama Mie, kebanyakan orang mungkin langsung teringat Kuil Ise Jingu yang bersejarah sekitar 2.000 tahun dan Kumano Kodo yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.
Namun, Mie juga memiliki banyak pemandangan alam indah dan kuil bersejarah lainnya, termasuk beragam tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual.
Berikut destinasi wisata andalan yang patut dikunjungi di antara berbagai tempat menarik di Mie.
1. Nabana no Sato
Taman rekreasi ini memiliki area luas yang dipenuhi bunga-bunga musiman.
Atraksi yang paling banyak mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah “Nabana no Sato Illumination”, pertunjukan cahaya yang diadakan setiap tahun dari musim gugur hingga sekitar musim semi.
Temanya berbeda setiap tahun, tetapi tata cahaya yang memanfaatkan teknologi pemrograman kelas dunia dan lampu LED terkini ini selalu memukau pengunjung.

2. Kuil Ise Jingu
Kuil ini akrab disapa “O-Ise-san” dan biasa disebut “Ise Jingu”, tetapi nama resminya adalah “Jingu”.
Kompleks Jingu mencakup total 125 kuil, termasuk Naiku (Kotai Jingu) yang memuja Amaterasu Omikami, dewi yang dipercaya sebagai leluhur keluarga kekaisaran, serta Geku (Toyouke Daijingu) yang memuja dewa pelindung sandang, pangan, papan, dan industri. Selain itu, terdapat kuil-kuil terkait dengan berbagai kedudukan, seperti betsugu, massha, dan shokansha.
Bangunan kuil terbuat dari kayu hinoki dengan gaya arsitektur tradisional Jepang yang disebut shinmei-zukuri. Di dua kuil utama dan 14 betsugu, upacara Shikinen Sengu dilaksanakan setiap 20 tahun sekali untuk membangun kembali bangunan kuil dan memindahkan benda suci yang menjadi tempat bersemayamnya dewa.

3. Akuarium Toba
Akuarium bersejarah ini dibuka pada 1955. Dari sekitar 50 spesies saat pertama dibuka, jumlah satwa yang dipelihara meningkat menjadi lebih dari 1.200 spesies pada 2013, terbanyak di Jepang.
Tempat ini juga merupakan satu-satunya akuarium di Jepang yang memelihara dugong, serta memiliki beragam pertunjukan dan area pameran.
Selain pameran manatee Afrika dan area “Kerajaan Mamalia Laut”, tempat Anda dapat berjalan melalui terowongan transparan di dalam air, terdapat area “Laut Ise-Shima dan Laut Jepang” untuk melihat pesut tanpa sirip yang menggemaskan.

4. Nagashima Spa Land
Salah satu taman hiburan terbesar di Jepang ini memiliki sejumlah wahana paling menegangkan di negeri tersebut.
Wahana terpopulernya adalah “HAKUGEI”, roller coaster hibrida kelas dunia.
Dari puncak setinggi 55 m, kereta meluncur dengan sudut kemiringan 80 derajat dan kecepatan maksimum 107 km/jam! Sensasinya begitu mendebarkan, seolah Anda menjadi paus putih ganas yang menerjang ombak besar!

5. Sirkuit Suzuka
Sirkuit Suzuka dikenal sebagai tempat penyelenggaraan berbagai ajang balap, seperti Grand Prix F1 Jepang dan balap ketahanan Suzuka 8 Hours.
Selain lintasan balap internasional, terdapat taman hiburan, hotel, dan restoran, sehingga tempat ini juga dapat dinikmati sebagai taman rekreasi.

6. Shima Spain Village
Taman rekreasi ini menawarkan wahana, parade, dan berbagai pertunjukan.
Banyak atraksinya mengangkat tema Spanyol, dengan pertunjukan flamenco autentik sebagai salah satu daya tariknya.
Di dalam taman terdapat banyak tempat menarik untuk berfoto, sehingga Anda dapat mengabadikan momen istimewa dengan suasana yang berbeda dari keseharian.

7. Oharai-machi dan Okage Yokocho
Di depan gerbang torii Naiku, Kuil Ise Jingu, terdapat jalan bernama Oharai-machi yang menyerupai kawasan permukiman di depan kuil. Setiap tahun, jalan ini ramai dikunjungi peziarah.
Konon, nama Oharai-machi berasal dari banyaknya onshi, yaitu orang-orang yang melayani kebutuhan peziarah, yang tinggal di kawasan ini sejak zaman Edo hingga awal zaman Meiji dan mempersembahkan kagura, tarian ritual untuk para dewa, bagi peziarah yang mereka layani.

8. Kuil Sarutahiko
Kuil ini memuja Sarutahiko Okami, dewa yang dipercaya hadir pada awal segala sesuatu dan membimbing semuanya ke arah yang baik.
Hubungannya dengan Ise Jingu juga erat. Ota no Mikoto, keturunan Sarutahiko Okami, merekomendasikan kawasan hulu Sungai Isuzu sebagai lokasi Naiku di Ise Jingu.
Keluarga kepala pendeta Ujitoko, yang merupakan keturunan langsung Sarutahiko Okami dan Ota no Mikoto, memegang jabatan khusus di Jingu dan berperan penting dalam upacara Shikinen Sengu.

9. Kuil Shinmei (Ishigami-san)
Setelah melewati jalan masuk kuil, Anda akan menemukan Kuil Shinmei yang berdiri di tengah hutan tenang. Kuil ini memuja Amaterasu Omikami sebagai dewi pelindung masyarakat Osatsu.
Di samping kuil terdapat pohon kamper tua yang telah mati dan dihormati sebagai pohon suci “pelindung umur panjang”.
Batangnya berongga, dan menurut cerita turun-temurun, seorang prajurit klan Minamoto yang kalah dalam pertempuran pernah berlindung di dalam rongga pohon tersebut.

10. Kereta Gantung Gozaisho
Kereta gantung ini menghubungkan Stasiun Yunoyama Onsen di kaki Gunung Gozaisho, pada ketinggian 400 m, dengan Stasiun Sanjo Koen pada ketinggian 1.180 m dalam waktu 15 menit.
Dari gondola, Anda dapat menikmati panorama Teluk Ise, lalu bersantap di restoran berpemandangan indah yang berada di stasiun atas.
Jalur jalan kaki yang tertata di taman pegunungan memudahkan Anda berjalan menuju puncak Gunung Gozaisho pada ketinggian 1.212 m. Jika ingin mencapai puncak dengan lebih mudah, tersedia pula lift kursi tunggal seperti yang digunakan untuk ski.

11. Kumano Kodo
Kumano Kodo adalah jaringan jalur ziarah menuju Kumano Sanzan, sebutan kolektif untuk Kumano Hongu Taisha, Kumano Hayatama Taisha, Kumano Nachi Taisha, dan Kuil Buddha Nachisan Seigantoji.
Konon, seiring berkembangnya kepercayaan Kumano, anggota keluarga kekaisaran dan kalangan lainnya menggunakan jalur ini untuk berziarah ke Kumano, lalu kebiasaan tersebut lambat laun menyebar ke masyarakat umum.

12. Pulau Mutiara Mikimoto
Di pulau inilah Kokichi Mikimoto berhasil membudidayakan mutiara untuk pertama kalinya di dunia pada 1893.
Anda dapat mengunjungi Museum Mutiara dan Museum Peringatan Kokichi Mikimoto, serta menyaksikan demonstrasi menyelam oleh ama, para penyelam perempuan tradisional.
Selain memamerkan perhiasan antik dari masa ketika mutiara masih diambil dari alam dan karya seni kerajinan berbahan mutiara, Museum Mutiara memiliki area tempat staf ahli menjelaskan proses terbentuknya mutiara dengan bantuan benda asli, spesimen, dan video.

13. Museum Ninja Aliran Iga
Museum ini berawal dari Rumah Ninja Aliran Iga yang dibuka pada 1964.
Kini, sebagai Museum Ninja Aliran Iga, tempat ini tidak hanya memiliki rumah ninja, tetapi juga menyimpan dokumen kuno tentang ninja dan ninjutsu dari seluruh Jepang, serta dilengkapi gedung pengalaman interaktif dan gedung yang memperkenalkan tradisi ninja.

14. Teluk Ago
Dikenal dengan pantai rianya yang berlekuk-lekuk, teluk ini memiliki 60 pulau dengan beragam ukuran.
Kawasan ini juga menghasilkan rumput laut hijau yang secara lokal disebut aosa. Pulau Kashikojima, lokasi penyelenggaraan KTT Ise-Shima, terhubung dengan Pulau Honshu melalui jembatan sehingga relatif mudah dijangkau, serta memiliki hotel-hotel dengan pemandangan indah.

15. Kawasan Bersejarah Ise Kawasaki
Terletak di timur laut Ise Jingu, Kawasaki merupakan kawasan yang berkembang sejak zaman Edo sebagai “dapur Ise”, pemasok kebutuhan bagi orang-orang yang datang berziarah ke Ise.
Kawasan ini membentang di bagian tengah aliran Sungai Seta yang melintasi Kota Ise. Meskipun sebagian rumah pedagang dan gudangnya hilang akibat proyek penataan sungai setelah banjir, deretan bangunan bersejarah masih dapat ditemukan hingga kini.
Di sepanjang Kawasaki Hondori yang sejajar dengan Sungai Seta, berjejer rumah pedagang dan gudang beratap pelana.
Anda dapat menikmati jalan-jalan di sekitar jalan utama ini sambil singgah di kafe, kedai udon Ise, dan toko aneka barang.

16. Ise Sea Paradise
Ise Sea Paradise adalah akuarium di Kota Ise yang terletak dekat Meoto Iwa, sepasang batu besar dan kecil yang berdiri di laut. Tempat ini populer berkat pengalaman berinteraksi dari jarak sangat dekat dengan beragam makhluk laut, termasuk mamalia laut dan ikan.

17. Meoto Iwa
Tempat ini terkenal dengan pemandangan dua batu yang berdiri berdampingan di pesisir Futamiura: Otoko Iwa atau “batu laki-laki” setinggi 9 m dan Onna Iwa atau “batu perempuan” setinggi 4 m.
Dianggap sebagai simbol keharmonisan rumah tangga, tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual ini banyak dikunjungi perempuan dan pasangan yang memohon jodoh serta hubungan yang baik.
Kedua batu tersebut dianggap sebagai gerbang torii untuk memuja dari kejauhan batu suci Okitama Shinseki yang berada di bawah laut, 700 m dari pantai, serta matahari terbit. Karena itu, tempat ini telah menjadi objek pemujaan sejak dahulu. Meoto Iwa dapat dilihat dari jalan masuk Kuil Futami Okitama.

18. Kuil Futami Okitama
Kuil yang memuja Sarutahiko Okami ini dipercaya memberikan berkah dalam urusan jodoh, keharmonisan rumah tangga, dan keselamatan perjalanan.
Dari jalan masuknya, Anda dapat melihat Meoto Iwa, dua batu yang berdiri berdampingan: Otoko Iwa setinggi 9 m dan Onna Iwa setinggi 4 m.

19. Yunoyama Onsen
Kawasan pemandian air panas yang kaya alam ini membentang di kaki Gunung Gozaisho. Berbagai ryokan, penginapan tradisional Jepang, dan hotel tersebar di sepanjang Sungai Mitaki yang mengalir melalui lembah. Kawasan ini ramai sebagai tempat menginap untuk menjelajahi daerah sekitarnya.
Riwayat pemandian ini bermula sejak 718 pada zaman Nara. Tempat ini juga disebut “Shika no Yu” atau “pemandian rusa”, berdasarkan legenda tentang seekor rusa yang menyembuhkan lukanya di sini.

20. Air Terjun Akame Shijuhachi
Sungai Takigawa mengalir melalui Akame-cho di Kota Nabari. Di bagian hulunya, sejumlah air terjun tersebar di sepanjang lembah dan secara kolektif disebut “Akame Shijuhachi Taki” atau “48 Air Terjun Akame”.
Dikenal sebagai tempat suci sejak dahulu, kawasan yang dipercaya memiliki energi spiritual ini memiliki sejarah sebagai tempat latihan para biksu dan ninja.

21. Dek Observasi Yokoyama
Dek observasi ini berada di Gunung Yokoyama pada ketinggian 140 m dan menyuguhkan pemandangan garis pantai indah dengan 60 pulau besar dan kecil.
Setelah direnovasi pada 2018, teras observasi bernuansa modern dibuka di sini.
Di teras tersebut terdapat “Yokoyama Tenku Cafe Terrace Mirador Shima” yang menyediakan makanan dan minuman untuk dibawa. Anda dapat bersantai sambil menikmati panorama satoumi, kawasan pesisir tempat alam dan kehidupan masyarakat saling berdampingan.

22. Kashikojima
Kashikojima, tempat penyelenggaraan KTT Ise-Shima pada 2016, merupakan pulau di Teluk Ago di bagian selatan Semenanjung Shima. Letaknya unik karena hanya berjarak sekitar 10 m dari Pulau Honshu.
Pulau ini juga dikenal luas sebagai lokasi Stasiun Kashikojima, stasiun terakhir di Jalur Kintetsu Shima.

Nikmati Hidangan Berbahan Lokal! 3 Tempat Makan Populer di Mie
Mie juga terkenal dengan bahan makanannya yang lezat, termasuk daging sapi bermerek Matsusaka dan lobster Ise.
Jika berwisata ke Mie, jangan lewatkan hidangan khas daerah yang dibuat dari bahan-bahan lokal.
1. Sushikyu
Restoran ini terletak di Okage Yokocho, kawasan di depan Ise Jingu yang dipenuhi tempat makan dan toko oleh-oleh.
Usahanya bermula ketika pendiri generasi pertama, Kyuzo Morita, membuka kedai sushi pada era Tenpo (1830–1844) di zaman Edo. Usaha ini kemudian berkembang hingga menjadi penginapan dengan layanan hidangan.
Bangunan Sushikyu saat ini merupakan hasil restorasi dan renovasi pada tahun pertama era Heisei (1989).

2. Fukusuke
Kedai udon ini berada di Okage Yokocho, di bagian tengah jalan Oharai-machi yang ramai di depan Naiku, Ise Jingu. Kedai ini menyajikan udon Ise, hidangan khas yang sejak dahulu digemari sebagai bagian tak terpisahkan dari ziarah ke Ise.
Ciri khas udon Ise adalah mi yang tebal dan lembut, dengan saus pekat.
Setia pada tradisi tersebut, udon Ise di Fukusuke juga menggunakan mi tebal bertekstur lembut dan kenyal.

3. Butasute Cabang Utama
Toko spesialis wagyu yang telah berdiri lebih dari 110 tahun ini hanya menjual daging sapi betina Japanese Black yang belum pernah melahirkan, dipelihara dengan penuh perhatian oleh peternak mitra eksklusif di sekitar Ise.
Sapi-sapi tersebut dibesarkan dengan mengutamakan kualitas daging dan diberi pakan racikan sendiri yang dipilih secara cermat demi keamanannya. Hasilnya dikenal memiliki sebaran lemak yang indah dan cita rasa kaya.
Kroket yang kini dikenal sebagai hidangan khas Butasute langsung populer setelah mulai dijual untuk dibawa pulang di cabang Okage Yokocho. Dibuat dengan banyak daging cincang wagyu Japanese Black, kroket ini menawarkan kelezatan khas toko daging, sehingga Anda dapat menikmati cita rasa daging Ise berkualitas dengan mudah.

Temukan Pesona Daerahnya! 3 Tempat Belanja di Mie
Banyak tempat belanja di Mie memperkenalkan daya tarik daerahnya, sehingga Anda dapat menemukan pesona Mie sambil berbelanja.
Berikut pilihan tempat belanja yang patut dikunjungi saat ingin menikmati kegiatan belanja di Mie.
1. Mitsui Outlet Park Jazz Dream Nagashima
Mitsui Outlet Park Jazz Dream Nagashima dibuka pada 2002.
Dengan sekitar 300 toko, tempat ini populer sebagai salah satu mal outlet terbesar di Jepang.
Bangunan dua lantainya terinspirasi oleh suasana kota New Orleans dan menampung berbagai merek mewah idaman, produsen ternama dari dalam maupun luar Jepang, serta butik yang menjual produk pilihan dari berbagai merek.

2. Ise Meotoiwa Meoto Yokocho
Salah satu pusat perbelanjaan dalam ruangan terbesar di Ise-Shima ini berada di kompleks yang sama dengan Ise Sea Paradise, akuarium populer yang memungkinkan pengunjung melihat satwa dari jarak sangat dekat.
Letaknya berada di jalur menuju Meoto Iwa, tempat spiritual yang dikenal membawa berkah dalam hubungan, seperti keharmonisan rumah tangga dan terkabulnya harapan cinta. Karena itu, tempat ini didatangi banyak wisatawan sepanjang tahun.

3. D&DEPARTMENT MIE by VISON
D&DEPARTMENT merupakan toko komunitas sekaligus proyek jejaring yang menggali desain lokal bernilai tahan lama untuk memperkenalkan daya tarik khas suatu daerah.
Saat ini, jaringan tersebut memiliki 9 toko di Jepang dan 3 toko di luar negeri, masing-masing memperkenalkan pesona daerah tempatnya berada.

Bersantai di Resor Berkualitas! 3 Pilihan Penginapan di Mie
Selain memiliki banyak tempat spiritual, Mie juga menawarkan berbagai resor berkualitas.
Setelah menyegarkan hati dengan mengunjungi tempat-tempat spiritual, pulihkan pula tenaga Anda dengan bersantai di hotel resor.
1. NEMU RESORT
Terletak di dalam Taman Nasional Ise-Shima, NEMU RESORT merupakan kompleks resor di tengah alam yang kaya, dikelilingi laut dan pepohonan. Anda dapat mengisi waktu dengan kegiatan aktif maupun bersantai.
Di lahannya yang luas tersedia berbagai aktivitas dan fasilitas, termasuk NEMU GOLF CLUB untuk menikmati golf di tepi laut, kolam renang di taman, serta pelayaran wisata.

2. Amanemu
Amanemu berdiri tenang di kawasan perbukitan yang menghadap Teluk Ago. Tempat ini merupakan properti pertama dalam jaringan hotel dan resor mewah dunia Aman yang memiliki pemandian air panas. Seluruh bak mandi dalam ruangan di 24 suite dan 8 vilanya dialiri air panas alami, sehingga tamu dapat menikmati onsen tanpa meninggalkan kamar.

3. Shima Chichukai Village
Resor luas ini menawarkan deretan bangunan putih bergaya kawasan wisata Mediterania serta panorama Teluk Ago yang indah.
Di area seluas 33.000 m², setiap zona menghadirkan suasana berbeda. Ada Zona Mykorka yang meniru lanskap kota di Pulau Mykonos, Yunani, dan Pulau Meruka, Spanyol; Zona Alhambra yang eksotis; Zona Castile yang terinspirasi kota-kota Spanyol bagian tengah dengan suasana pegunungan dan hamparan tanah kering yang seolah tak berujung; Zona Sardinia yang meniru pulau Mediterania di sebelah barat daratan utama Italia; serta Zona Andalusia yang cerah dan semarak.

Penutup
Saat berwisata ke Mie, jangan lewatkan Ise Jingu, salah satu tempat dengan energi spiritual terkuat di Jepang.
Selain itu, ada banyak tempat dan kuil bersejarah lainnya, seperti Kumano Kodo dan Kuil Sarutahiko.
Kunjungi tempat-tempat spiritual di Mie untuk memohon berkah para dewa.
Setelah memulihkan semangat dan tenaga di Mie, bagaimana kalau melanjutkan perjalanan menelusuri sejarah Jepang ke Prefektur Nara, yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 2 jam dengan Shinkansen?
Penulis