
Pesona Budaya dan Alam yang Memikat! 9 Destinasi Wisata Pilihan di Ishikawa
Prefektur Ishikawa memiliki banyak tempat yang menghadirkan suasana masa lalu, seperti Kenrokuen, taman milik penguasa feodal yang mencerminkan kejayaan Kaga Hyakumangoku, serta Kuil Natadera yang memiliki bangunan berstatus Properti Budaya Penting Jepang.
Tak hanya itu, banyak pula tempat untuk menikmati pemandangan alam yang berubah seiring pergantian empat musim. Ada begitu banyak hal menarik untuk dijelajahi.
Berikut destinasi wisata yang wajib dikunjungi, rekomendasi penginapan, dan kuliner untuk perjalanan Anda di Ishikawa.
Seperti Apa Ishikawa?
Prefektur Ishikawa terletak di wilayah Hokuriku dan menghadap Laut Jepang.
Pada zaman Edo, wilayah ini dikenal sebagai Domain Kaga. Dengan kekayaan sebesar satu juta koku, satuan hasil beras yang digunakan untuk mengukur kekayaan wilayah, Kaga membangun kota kastel yang megah dan berkembang sebagai pusat kebudayaan.
Kemakmuran itu membuatnya dikenal sebagai “Kaga Hyakumangoku”, atau “Kaga dengan satu juta koku”. Jejak dan pengaruh zaman Edo yang kaya secara ekonomi maupun budaya masih dapat ditemukan di berbagai penjuru Ishikawa.
Kota Kanazawa, tempat sejarah dan budaya Kaga Hyakumangoku paling terasa hingga kini, merupakan salah satu tujuan wisata populer di Ishikawa.
Di Kanazawa, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat yang menghadirkan budaya tradisional dan sejarah, sekaligus menikmati hidangan dari hasil laut Laut Jepang serta hasil pegunungan.
Tentu saja, daya tarik Ishikawa tidak berhenti di situ.
Semenanjung Noto yang dikelilingi alam kaya menawarkan pemandangan indah, termasuk Shiroyone Senmaida, tempat hamparan sawah bertingkat berpadu dengan Laut Jepang.
Jika berkunjung ke Ishikawa, jangan hanya menjelajahi Kanazawa. Sempatkan pula mengunjungi Semenanjung Noto dan berbagai destinasi menarik lainnya.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Ishikawa?
Dengan begitu banyak tempat menarik, Ishikawa dapat dinikmati sepanjang tahun.
Jika ingin menikmati pemandangan yang penuh suasana khas, musim semi dan musim dingin menjadi pilihan yang direkomendasikan.
Bunga sakura di Kenrokuen pada musim semi dan jalan-jalan Kanazawa yang berselimut salju pada musim dingin merupakan pemandangan yang sayang dilewatkan.
Pilihan Pakaian untuk Setiap Musim di Ishikawa
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Ishikawa?
Ishikawa mudah diakses dari kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka.
Perjalanan dari Tokyo dengan shinkansen maupun dari Osaka dengan kereta ekspres terbatas memakan waktu sekitar 2,5 jam.
Ishikawa juga memiliki Bandara Komatsu, yang dapat dicapai dalam waktu satu jam dari Bandara Haneda di Tokyo.
Tersedianya penerbangan internasional juga memudahkan akses dari luar negeri.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Ishikawa
Ishikawa memiliki jaringan bus reguler yang luas.
Untuk mengunjungi tempat-tempat wisata utama di Kota Kanazawa, pilihan yang direkomendasikan adalah bus wisata keliling “Jokamachi Kanazawa Shuyu Bus”.
Jika ingin menjelajahi kawasan Noto atau Kaga, bus reguler dapat membantu Anda berpindah antardestinasi dengan lancar.
9 Destinasi Wisata Pilihan untuk Menikmati Pesona Ishikawa
Ishikawa terkenal dengan Kota Kanazawa, yang masih menyimpan jejak kota kastel dari masa kejayaan Kaga Hyakumangoku.
Selain bangunan dan kawasan bersejarah, ada banyak destinasi dengan pemandangan alam yang indah. Pilihan tempat menariknya begitu beragam.
Museum tempat Anda dapat merasakan langsung seni kontemporer serta kelas kerajinan tradisional di kawasan yang rimbun juga menjadi daya tarik tersendiri.
Berikut pilihan destinasi wisata di Ishikawa yang sangat layak Anda kunjungi.
1. Kenrokuen
Kenrokuen adalah taman yang dirancang untuk dinikmati sambil berjalan mengelilinginya dan termasuk salah satu dari Tiga Taman Terindah di Jepang. Taman ini dibangun oleh para penguasa Domain Kaga dari keluarga Maeda secara turun-temurun selama sekitar 180 tahun.
Di lahan seluas sekitar 34.600 tsubo, satuan luas tradisional Jepang, tersebar kolam, aliran air berkelok, bukit buatan, dan elemen taman lainnya. Tata letaknya memungkinkan pengunjung menikmati seluruh taman sambil singgah di berbagai sudutnya.

2. Museum Seni Kontemporer Abad ke-21, Kanazawa
Sejak dibuka pada 2004, tahun ke-16 era Heisei, dengan konsep “museum yang terbuka bagi semua”, museum ini menarik perhatian berkat metode pamerannya yang mendobrak pandangan konvensional tentang museum seni. Kini, museum ini termasuk yang paling populer di Jepang dan menjadi pusat yang memperkuat citra Kanazawa sebagai kota seni.

3. Kuil Myoryuji
Kuil Buddha aliran Nichiren ini didirikan pada 1643, tahun ke-20 era Kan'ei, oleh Maeda Toshitsune, penguasa ketiga Domain Kaga, dengan memindahkan tempat berdoa yang sebelumnya berada di dekat Kastel Kanazawa.
Di dalamnya tersimpan patung pendiri ajaran yang dibuat oleh biksu Nichizo, penerus dalam silsilah ajaran Nichiren.
Karena juga berfungsi sebagai benteng pertahanan luar dalam keadaan darurat, bangunan ini memiliki struktur yang rumit. Tangga tersembunyi, ruang rahasia, lubang jebakan, dan berbagai perangkat untuk mengecoh musuh tersebar di seluruh bangunan.

4. Distrik Higashi Chaya
Salah satu destinasi wisata utama Kanazawa ini memiliki deretan bangunan berkisi-kisi kayu yang menjorok ke luar dan jalan berlapis batu yang indah. Kawasan ini juga ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Penting Kelompok Bangunan Tradisional Jepang.
Sejarahnya bermula pada 1820, tahun ke-3 era Bunsei, ketika Maeda Narinaga, penguasa ke-12 Domain Kaga, mengumpulkan rumah-rumah hiburan tradisional atau chaya yang tersebar di kota kastel menjadi satu kawasan.
Hingga kini, bangunan tradisional dari zaman Edo masih berjajar di kawasan ini.

5. Desa Kerajinan Tradisional Kaga Yunokuni no Mori
Di kawasan yang rimbun ini tersebar 11 paviliun tempat pengunjung dapat mencoba kerajinan tradisional Ishikawa.
Tersedia lebih dari 50 jenis kelas, mulai dari pewarnaan kain Yuzen dengan pola cetak, kerajinan lak Wajima, penempelan daun emas, peniupan kaca, hingga pembentukan tembikar dengan tangan. Pengunjung dapat dengan mudah mencoba beragam kerajinan tradisional dari berbagai wilayah Ishikawa.
Ada pula ruang minum teh, tempat makan yang menyajikan masakan lokal, serta toko oleh-oleh yang menjual kue khas, sake lokal, produk unggulan daerah, dan kerajinan tradisional. Anda dapat menghabiskan sehari penuh di sini dengan santai.

6. Kuil Natadera
Didirikan oleh Taicho pada 717, kuil yang berkaitan dengan pemujaan Gunung Hakusan ini masih mewariskan ajaran jinenchi, yaitu kebijaksanaan yang diperoleh dari alam.
Kawasan kuil menyuguhkan pemandangan bak lukisan lanskap. Di antaranya terdapat Kigan Yusenkyo, gugusan batu keramat berbentuk unik yang menjulang dengan sejumlah mulut gua; pagoda tiga tingkat, bangunan utama, menara lonceng, dan aula ritual api Goma yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang; serta Jembatan Fugetsukyo dengan pagar merah menyala yang menarik perhatian.

7. Kediaman Samurai Keluarga Nomura
Ini adalah bekas kediaman keluarga Nomura, yang mengikuti panglima Maeda Toshiie sebagai pengikutnya ketika ia memasuki Kastel Kanazawa pada tahun ke-11 era Tensho (1853). Selama 11 generasi, keluarga ini memegang berbagai jabatan penting di Domain Kaga.
Di kawasan Nagamachi yang memiliki banyak bekas kediaman samurai berpangkat menengah dan tinggi dari Domain Kaga, hanya kediaman ini yang dibuka untuk umum.

8. Taman Kastel Kanazawa
Kastel yang menjadi kediaman keluarga Maeda dari Kaga Hyakumangoku ini mulai dibangun secara besar-besaran setelah Maeda Toshiie memasukinya pada 1583, tahun ke-11 era Tensho. Banyak bangunannya hilang akibat bencana alam dan kebakaran, tetapi kini kawasan sekitarnya dipugar dan ditata sebagai Taman Kastel Kanazawa. Selain Gerbang Ishikawa dan bangunan Sanjikken Nagaya yang masih mempertahankan wujudnya dari zaman Edo, Gerbang Kahoku, Parit Imori, Taman Gyokusen'inmaru, dan bagian lainnya dipulihkan satu per satu sehingga suasana masa lalu perlahan hadir kembali. Perhatikan pula dinding batunya, yang memperlihatkan pengaruh pemikiran yin-yang dan lima unsur, seperti penataan untuk menangkal pengaruh buruk dari arah kimon serta batu berpola tempurung kura-kura.

9. Stasiun JR Kanazawa
Stasiun Kanazawa merupakan gerbang menuju Ishikawa. Pada 2015, layanan Hokuriku Shinkansen mulai beroperasi dan menghubungkan Tokyo dengan Kanazawa dalam waktu sekitar 2 jam 30 menit. Stasiun ini pun menjadi titik awal perjalanan wisata, bukan hanya untuk Kanazawa, tetapi juga wilayah Hokuriku.
Daun emas digunakan di peron shinkansen, sementara kertas washi dan kain Kaga Yuzen menghiasi lorong serta tiangnya. Lebih dari 200 karya kerajinan, termasuk kerajinan lak Wajima dan keramik Kutani, dipajang pada dinding ruang tunggu. Seluruh area stasiun menjadi tempat untuk mengenal kerajinan tradisional Kanazawa.

Nikmati Kelezatan Kuliner Ishikawa! 3 Tempat Makan Populer
Saat berwisata ke Ishikawa yang menghadap Laut Jepang, hidangan laut tentu tak boleh dilewatkan.
Di sela-sela perjalanan, sempatkan pula mampir ke kedai hidangan manis yang menyajikan kudapan dari kacang azuki Noto Dainagon.
Berikut pilihan tempat makan populer yang layak Anda kunjungi.
1. Pasar Omicho
Selama sekitar 300 tahun, pasar yang akrab disapa “Omicho” ini telah menjadi dapur bagi warga Kanazawa.
Sekitar 170 toko berjajar di lorong-lorong sempitnya, menjual ikan dan hasil laut segar sesuai musim, sayuran, lauk siap santap, oleh-oleh, dan berbagai barang lainnya, menciptakan suasana yang ramai.
Ada toko yang memasak langsung di hadapan pelanggan serta toko dengan tempat makan di dalamnya, sehingga Anda dapat menikmati hidangan musiman di tempat.

2. Ikiiki-tei Cabang Omicho
Restoran sushi yang buka mulai pukul 07.00 ini terletak tak jauh dari Pintu Masuk Musashi di Pasar Omicho, yang juga ramai dikunjungi wisatawan.
Di dalamnya hanya terdapat 10 kursi konter. Jarak yang dekat dengan para staf menciptakan suasana akrab dan hangat.

3. Kedai Hidangan Manis Wami, Kintsuba Nakadaya Cabang Higashiyama Chayagai
Kedai hidangan manis ini dikelola oleh toko kue tradisional Jepang yang telah berdiri lebih dari 80 tahun. Toko tersebut begitu disukai warga setempat hingga muncul ungkapan, “Kalau bicara kintsuba, tentu Nakadaya.” Kintsuba adalah kue Jepang berisi pasta kacang manis.
Di sini, Anda dapat menikmati hidangan manis dari kacang azuki Noto Dainagon berkualitas tinggi asal Okunoto, yang dijuluki “permata merah”.

Mau Berbelanja di Ishikawa? Ini 3 Tempat Belanja Populer
Ishikawa memiliki beragam tempat belanja, mulai dari toko kerajinan tradisional hingga pusat perbelanjaan yang menawarkan busana terkini.
Berikut beberapa tempat belanja yang paling populer.
1. Hakuichi Cabang Higashiyama
Toko yang dikelola Hakuichi ini dibangun di bekas lokasi Higashiyu, pemandian umum yang dahulu disukai masyarakat di Distrik Higashi Chaya.
Ruang terbuka dengan langit-langit tinggi dari masa bangunan ini masih menjadi pemandian tetap dipertahankan, menciptakan suasana lapang untuk berbelanja dengan santai.

2. Kanazawa Forus
Pusat perbelanjaan yang dikelola OPA ini memiliki lokasi strategis, hanya satu menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kanazawa.
Di delapan lantainya terdapat sekitar 190 toko dengan pilihan beragam, mulai dari busana, aksesori interior, perlengkapan gaya hidup, kosmetik, hingga perhiasan.
Dari 2021 hingga 2022, pusat perbelanjaan ini menjalani renovasi besar dalam tiga tahap melalui program “REBORN PROJECT2021-2022”.

3. Kanazawa Hyakubangai
Pusat perbelanjaan yang terhubung langsung dengan Stasiun JR Kanazawa ini terdiri dari tiga bangunan. “Anto” menawarkan oleh-oleh dan kuliner khas Kanazawa; “Rinto” menghadirkan beragam toko busana, barang kebutuhan, dan kafe; sementara “Anto Nishi” merupakan zona kebutuhan sehari-hari yang mencakup supermarket bahan makanan segar hingga klinik.

Jelajahi Kawasan Pemandian Air Panas yang Khas! 3 Pilihan di Ishikawa
Berbicara tentang pemandian air panas di Ishikawa, nama yang menonjol adalah Kaga Onsenkyo, yang terdiri dari empat kawasan pemandian air panas: Awazu, Yamashiro, Yamanaka, dan Katatsuyama.
Berikut pesona Kaga Onsenkyo beserta pilihan kawasan pemandian air panas yang paling direkomendasikan.
1. Awazu Onsen
Sejak dibuka oleh biksu Taicho Daishi pada zaman Nara, kawasan pemandian air panas ini telah menarik banyak pengunjung yang datang untuk terapi berendam. Bersumber dari Gunung Hakusan yang dianggap suci, Awazu merupakan pemandian air panas tertua di Kaga Onsenkyo. Sejak dahulu, airnya dikenal bukan hanya untuk membantu meredakan nyeri saraf dan otot, tetapi juga untuk luka sayat, luka bakar, serta detoksifikasi.
Maeda Toshitsune, penguasa ketiga Domain Kaga, dikatakan sangat menyukai Awazu Onsen dan turut membangun budaya pemandian air panas di sini. Setiap penginapan memiliki sumber air panas hasil pengeborannya sendiri, dengan karakteristik mineral dan suhu yang sedikit berbeda.

2. Katayamazu Onsen
Salah satu kawasan di Kaga Onsenkyo ini membentang di tepi Danau Shibayamagata dengan pemandangan Gunung Hakusan yang dianggap suci. Anda dapat berendam atau berjalan-jalan di tepi danau sambil menikmati permukaan air yang indah, yang konon berubah warna tujuh kali dalam sehari.
Bangunan berdinding kaca di tepi danau adalah pemandian umum “Katayamazu Onsen Soyu”. Di sini, Anda dapat berendam sambil menikmati panorama indah, serta mengunjungi kafe dengan teras terbuka. Di pusat kawasan pemandian terdapat Taman Sunahase, tempat bersantai dengan pemandian kaki gratis.

3. Kaga Onsenkyo
Kaga Onsenkyo terdiri dari empat kawasan pemandian air panas, yaitu Katayamazu Onsen, Yamashiro Onsen, Yamanaka Onsen, dan Awazu Onsen.
Lokasinya dapat dicapai dalam sekitar 20 menit dengan shinkansen dari Kanazawa, ibu kota Prefektur Ishikawa.
Budaya tradisional yang halus dan khas Kaga Hyakumangoku masih hidup di seluruh kawasan ini. Selain berendam, ada banyak hal yang bisa dinikmati, mulai dari mengunjungi tempat pembuatan keramik Kutani yang menawarkan pengalaman melukis keramik dan membentuk tembikar dengan roda putar, hingga menjelajahi tempat yang dipercaya memiliki energi spiritual, kota kastel, dan pelabuhan nelayan.

3 Penginapan di Ishikawa untuk Bersantai dan Menikmati Kemewahan
Setelah menikmati wisata di Ishikawa, lengkapi perjalanan Anda dengan menginap di tempat yang menyenangkan.
Berikut rekomendasi hotel di Ishikawa untuk menikmati waktu yang santai dan mewah.
1. Yoshigaura Onsen Lamp no Yado
Penginapan dengan pemandian air panas terpencil ini terletak di ujung terjauh Okunoto dan dahulu hanya bisa dicapai dengan perahu.
Kawasannya disebut “Tanjung Suci” berdasarkan kepercayaan bahwa energi alam berkumpul di tempat ini. Dengan Gua Biru, Power Hall, dan tempat-tempat lainnya yang tersebar di dalam kawasan, Anda dapat merasakan pengalaman menginap di tengah pemandangan bernuansa misterius.

2. Uan Kanazawa
Hujan begitu sering turun di Kanazawa hingga ada pepatah, “Boleh lupa membawa bekal, tetapi jangan lupa membawa payung.”
Hotel ini diberi nama “Uan”, yang merujuk pada hujan, dengan harapan para tamu dapat menikmati perjalanan saat cuaca cerah maupun hujan, bahkan merasa, “Untung saja hujan turun.”

3. Hotel Torifito Kanazawa
Hotel bergaya modern ini terletak empat menit berjalan kaki dari Stasiun Kanazawa, titik awal yang praktis untuk berwisata. Di area lounge dipajang kerajinan tradisional dan karya lainnya, sehingga tamu dapat menikmati seni dengan santai.

Hanya Bisa Dibeli di Ishikawa! 3 Oleh-Oleh Favorit
Ishikawa memiliki banyak toko kue bersejarah yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, dengan pilihan oleh-oleh yang beragam.
Berikut beberapa oleh-oleh favorit yang bisa Anda pilih.
1. “Kaichin” dari Ishikawaya Honpo
Toko kue tradisional Jepang ini didirikan antara 1830 dan 1844, pada era Tenpo, dan memiliki sejarah lebih dari sekitar 170 tahun. Selain kaichin yang menjadi oleh-oleh favorit, toko ini menjual kue tradisional segar berkualitas tinggi yang dibuat dengan tangan oleh para perajin, serta berbagai kue panggang.

2. “Tawarakko” dan “Amenko” dari Tawaraya Ame
Toko permen tradisional ini didirikan pada 1830, tahun pertama era Tenpo, dan memiliki sejarah lebih dari 190 tahun. Permennya dibuat hanya dari beras dan jelai produksi Jepang serta air. Kandungan gizinya tinggi dan sejak dahulu dikenal sebagai makanan alami untuk membantu pemulihan tenaga orang sakit serta menjaga kesehatan.
Dua produk yang cocok untuk oleh-oleh adalah “Tawarakko” dan “Amenko”. Tawarakko dibuat dari okoshiame, yaitu produk unggulan jiroame yang dimasak hingga kadar airnya berkurang, lalu dibentuk menjadi butiran keras agar mudah dinikmati dengan cara diisap. Sementara itu, Amenko dibuat dengan menguleni adonan permen lalu membentuknya menjadi butiran.

3. “Kaga Hachiman Okiagari Monaka” dari Kanazawa Urata
“Kaga Hachiman Okiagari Monaka” adalah kue monaka, kue berkulit wafer tipis khas Jepang, yang diproduksi oleh Kanazawa Urata, toko kue tradisional di Kanazawa yang telah berdiri lebih dari 80 tahun.
Oleh-oleh favorit ini memiliki bentuk menggemaskan yang terinspirasi dari mainan tradisional “Kaga Hachiman Okiagari”, boneka yang dapat kembali berdiri setelah dimiringkan. Boneka tersebut menggambarkan Kaga Hachiman, yang kelak menjadi Kaisar Ojin, saat baru lahir dengan hanya wajahnya yang terlihat dari balutan pakaian bayi merah untuk perayaan kelahirannya.

3 Acara di Ishikawa yang Patut Dikunjungi
Ishikawa memiliki banyak acara untuk merasakan suasana musim maupun menikmati budaya tradisional. Jika waktunya sesuai dengan jadwal perjalanan Anda, sempatkan menghadiri acara-acara berikut.
1. Festival Kanazawa Hyakumangoku
Pertama kali diselenggarakan pada 1952, Festival Kanazawa Hyakumangoku merupakan acara terbesar di Kanazawa. Festival ini mengenang jasa Maeda Toshiie, pendiri Domain Kaga, yang memasuki Kastel Kanazawa pada 14 Juni 1583, tahun ke-11 era Tensho, dan meletakkan dasar perkembangan Kanazawa.
Rangkaian acara dimulai dengan ritual pengambilan air di Kuil Shinto Kanazawa yang bersebelahan dengan Kenrokuen. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan panitia maupun didukung sponsor khusus berlangsung selama tiga hari.

2. Kisah Empat Musim Kastel Kanazawa dan Kenrokuen
Kastel Kanazawa, yang dikenal sebagai kediaman 14 generasi keluarga Maeda dari Domain Kaga, serta Kenrokuen, taman penguasa feodal yang dibangun di kawasan luarnya, merupakan destinasi wisata utama Kanazawa, Ishikawa.
Kenrokuen juga terkenal sebagai salah satu dari Tiga Taman Terindah di Jepang dan ditetapkan sebagai Tempat dengan Keindahan Pemandangan Istimewa oleh pemerintah Jepang.
Di Kastel Kanazawa dan Kenrokuen, acara iluminasi “Kisah Empat Musim Kastel Kanazawa dan Kenrokuen” diselenggarakan pada periode tertentu, menghadirkan kesempatan untuk menikmati beragam keindahan alam sepanjang empat musim.

3. Festival Otabi
Festival musim semi Kuil Shinto Ubashi dan Kuil Shinto Motoori Hiyoshi di Kota Komatsu, Prefektur Ishikawa, ini diselenggarakan selama tiga hari setiap tahun, dimulai pada Jumat kedua bulan Mei.
Para anggota komunitas kuil menarik kendaraan hias hikiyama bersejarah yang dihiasi daun emas dan lak mengelilingi kota sambil menyerukan “Yo-iya hassun”. Pemandangan ini telah menjadi penanda datangnya musim semi di Komatsu yang tidak berubah selama lebih dari 250 tahun.

Penutup
Untuk menikmati Ishikawa sepenuhnya, kunjungilah tempat-tempat yang masih memperlihatkan kejayaan Domain Kaga serta destinasi dengan pemandangan yang berubah sepanjang empat musim.
Jika jadwal perjalanan masih memungkinkan, lanjutkan perjalanan ke Prefektur Gifu yang berjarak sekitar 2,5 jam dengan kereta ekspres terbatas.
Di Gifu, rasakan sejarah zaman Sengoku di Kastel Gifu yang pernah menjadi basis Oda Nobunaga dalam upayanya menyatukan Jepang, lalu segarkan tubuh dan pikiran dengan menikmati alam yang megah serta pemandian air panas.
Penulis